Scarlet Innocence

Scarlet Innocence (마담 뺑덕)

Download Indonesian Subtitle

Release info

Scarlet-Innocence-2014-Semua-BRRip-BluRay-x265-x264
A Commentary by Galank87
IDFL™ SubsCrew || VIU Version

Tags

brrip
BluRay
x264
x265
Published on: 2019-02-18
Downloads: 190
Hearing Impaired: No

Indonesian subtitle preview

The first 200 lines.

Sebuah dongeng tua yang diceritakan sejak dahulu kala...

Di sana hiduplah seorang anak gadis yang berbakti, SHIM Chung bersama dengan

ayahnya yang buta, SHIM Hak-kyu.

Dia menjual dirinya untuk 300 karung beras ditawarkan kepada Buddha dan

loncat ke dalam lautan dingin dengan harapan mata Sang Ayah bisa terbuka.

Tapi cerita dongeng tentang tugas berbakti ini, tidak bercerita banyak tentang wanita lain

di dalam cerita; kekasih Hak-kyu dan ibu tiri Chung, Bbang-deok.

Dia adalah orang yang tinggal di sisi Hak-kyu yang buta dan kesepian, meskipun

sang anak telah berkorban hal itu tidak membuatnya melihat dunia.

Siapakah dia sebenarnya dan apa yang

membuat dia tetap tinggal di sisi pria buta itu sampai akhir?

JUNG WOO-SUNG

LEE SOM

Kelopak bunga tak berbau yang menyelimuti...

...jalan tak berujung ini, membuat aku lupa...

...kenapa aku memutuskan untuk datang kemari.

Saat kesalahpahaman konyol memaksaku meninggalkan sekolah.

Aku hanya ingin sembunyi...

...di mana orang tak bisa menemukan aku.

Aku berharap bisa menemukan sesuatu yang murni yang telah hilang dari diriku,...

...untuk membuktikan diriku menulis novel dengan cerita baru yang aku dapat di sana.

Tapi niat kerasku menghilang segera setelah aku tiba.

Suasana tua dan lelah yang dimiliki kota ini...

...hampir mencekikku.

Kenapa dengan anak ini?

Tak pernah melihat pria dengan jas?

Dia menatapku dengan mata penasaran.

Begitulah aku bertemu dengannya.

Dia terlalu muda untuk menjadi seorang profesor.

Sepertinya dia habis minum. Lihat saja pipi kemerahannya.

Seorang penulis...

...butuh minum untuk berbicara atau menulis sesuatu.

PENDAHULUAN DALAM MENULIS NOVEL

Kau ingin menulis novel?/ Ya.

Menurutmu siapa saja bisa menjadi penulis?

Itulah alasan kita di sini untuk belajar.

Ada sebuah ungkapan disebut benar-benar muda.

Tapi tak ada hal seperti benar-benar tua.

Kau tahu kenapa?

Kau ingin bilang, kita kaum tua tidak pantas menulis?

Ya, orang tua tak bisa menulis.

Mereka hanya bisa menyimpan buku harian.

Orang tua dengan pikiran tua hanya bisa menulis hal yang dangkal.

Hanya orang dengan pikiran terbuka yang bisa melakukan literatur.

Jadi jika kalian ingin menulis novel,...

...kalian harus menjadi muda lagi di dalam hati.

Kalian butuh mencintai!

Dalam usia kami? Bagaimana caranya?

Sepertinya menyenangkan!

Halo./ Baru pulang sekarang?

Aku ingin tahu dan timunnya./ Tentu.

Ibu!

Baru saja pulang. Ibu ingin apa?

Tahu dan timun?

Aku sudah membelinya. Ayo pulang.

Aku akan membuatkan Ibu sup pasta kacang yang enak.

Kau membesarkan Deokee dengan baik. Sangat cantik dan berbakti.

Kau pasti bangga!

Selamat malam./ Selamat malam.

Ibu, penjual tadi memberitahuku...

...kota ini akan dikembangkan kembali.

Kita akan mendapatkan banyak kompensasi?

Sepertinya mereka akan memberikan.

Cukup untuk pindah ke Seoul? Bagaimana menurut Ibu?

Aku harap uangnya cukup besar untuk pernikahanmu.

Pernikahanku? Jangan bercanda!

Kau harus menikah setelah bertemu dengan pria baik.

Jika ada pria baik, aku harus berkencan dahulu.

Tapi masalahnya kita tak bisa mencari pria yang baik di sini.

Pemilik toko akan mengaturmu dalam kencan buta.

Seorang pria bekerja di perusahaan mobil.

Perusahaan mobil?

Bosan!

Kau menikah bukan untuk bersenang-senang!

Apa Ibu khawatir terhadapku?

Jangan khawatir.

Aku tak akan terus hidup seperti ini.

Aku percaya padamu.

Mesin ini terlalu tua.

Sesekali ini butuh beberapa tamparan.

Apa yang ingin kau naiki?

Maaf?

Wahana di taman ini. Yang mana?

Aku datang bukan untuk itu.

Apa kau bekerja di sini?

Tepat di sebelah sana.

Di kantor tiket, oh begitu.

Aku belum pernah melihat taman ria sekecil ini.

Mereka akan merobohkannya tahun depan dan membangun taman publik.

Tak ada yang datang bermain dengan pakaian lengkap sepertimu.

Aku datang bukan untuk bermain,...

...tapi untuk bekerja. Di pusat pendidikan abadi.

Di sana juga tak ada yang berpakaian seperti itu.

Aku ingat!

Kau ada di depan toko kemarin.

Jadi kau seorang profesor?

Ya.

Literatur kelas menulis./ Wah.

Sepertinya kelas itu akan sangat menarik.

Dia tak bergaul dengan siapapun, dan tak merespon siapapun.

Dia hanya ada di sana diam dan terdengar.

Seolah dia tak bisa melihat...

...atau mendengar apa pun.

Dia meringkuk seperti ulat...

...yang menunggu musim semi dengan serat di seluruh tubuhnya.

Waktu di mana dia akan berubah menjadi makhluk yang indah.

Karena kau di sini, kau harus minum.

Aku akan segera pergi.

Tentu saja, kau pasti sibuk menulis.

Tapi minuman bisa membuatmu lancar dalam menulis.

Satu gelas saja!/ Kalau begitu, satu saja.

Silakan.

Pria tampan tetap keren meskipun minum dengan lahap.

Aku tuangkan segelas./ Terima kasih, Profesor.

Ini enak!

Deokee, aku tahu kemarin kau pergi kencan buta.

Apa?/ Oh ya? Dengan siapa?

Anak kedua dari studio foto.

Dia bekerja di pabrik motor.

Jadi kau akan segera menikah!

Tidak.

Kenapa tidak? Dia anak baik.

Ya, dia baik./ Benar.

Berapa anak?/ Sangat konyol.

Dia harus pastikan dengan orang tuanya dahulu.

Aku harus pergi.

Cepat sekali?/ Kami ingin dengar lebih.

Itu tak lucu sama sekali.

Ceritakan pada kami nanti! Janji!

Di mana rumahmu?

Rumahku?

Rumah ke-5 di bawah tanggal.

Rumahku di sini.

Sepertinya kau harus berjalan kembali.

Ya--

Selamat malam.

Halo, Profesor.

Sup kimchi dan soju seperti biasa?/ Ya.

Apa kau menulis sesuatu?

Bosan sekali di sini, hal yang terus menerus.

Lalu apa yang dekan katakan?

Dia tak ingin bertemu denganmu.

Kenapa?

Dia menjadi waspada karena ini masalah yang sensitif.

Sabarlah. Aku akan coba membujuknya.

Kita berusaha mencari bukti untuk membuktikan kau salah dituduh.

Cobalah untuk santai di sana.

Ini akan butuh waktu karena dia sangat gigih.

Kau pasti merasa sangat tertekan di pedalaman itu.

Carilah kegiatan untuk habiskan waktu.

Bertahanlah.

Tempat ini tutup lebih awal.

Ya, pukul 6 sore.

Ke mana kau akan pergi setelah ini dihancurkan?

Ke manapun.

Aku akan sangat bahagia bisa pergi dari kota ini.

Kalau begitu, kau harus mencoba sesuatu yang tak membosankan.

Seperti apa?

Aku bukan orang yang tepat untuk ditanyai. Aku orang yang membosankan.

Kau pasti kesepian bukan bosan.

Apa aku terlihat kesepian?

Aku bisa bilang karena aku lihat banyak orang...

...datang ke sini sendirian untuk naik wahana.

Yang marah, berteriak saat naik kapal bajak laut,...

...sedangkan yang kesepian, naik komedi putar.

Dan yang hilang dari dunia,...

...naik roda Ferris.

Kalau begitu, aku harus coba semuanya!

Boleh aku lihat botolnya?

Idih! Rasanya pahit!

Sepertinya kau tak bisa minum.

Aku bisa.

Lagipula, apa yang membawamu ke sini?

Mereka bilang aku melakukan kesalahan.

Aku tak melakukan apa pun tapi aku yang dituduh bersalah.

Aku akan pergi membeli sesuatu. Deokkee, jaga tokonya untukku.

Hal buruk membabi buta menyambarmu seperti petir.

Ibuku bilang kita harus berlindung sebentar...

...sampai langit cerah.

Tidak seperti kasus dari mana aku berasal.

Itu adalah rawa yang mendidih oleh kecemburuan.

Jika aku menunggu seperti itu, aku akan terjebak semakin dalam.

Tapi terima kasih, Deokee.

Telah mendengarkan dan percaya dengan yang aku katakan.

Tak ada yang percaya.

Dengan senang hati. Aku senang mendengarkanmu.

Kapan kau akan pulang ke rumah?

Kau bisa datang malam ini?

Ayah akan datang.

Kau harus pergi ke Seoul?

Sebaiknya kau juga pergi.

Baik.

Aku akan dalam masalah karena istriku tak suka aku minum.

Kalau begitu, besok pergilah saat kau sudah sadar.

Aku pergi.

Panas sekali.

Panas sekali di sini.

Ini aku saja atau karena minuman?

Kau hangat.

Ibu, ikat rambutku.

More Indonesian subtitles for Scarlet Innocence

Comments

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left