The first 200 lines.
Eh?
Satu rekanku mati.
kalian tak sadar bahwa sebagai manusia, kita diberi banyak berkah
you guys do not notice that we are gifted just by being humans
kita adalah predator alami
we are absolute predators
kita pun tak mempunyai musuh
we do not even have any enemies
mungkin ada hewan lain yang memerhatikan kita
maybe there are other animals watching us
dan suatu saat berpikir, "kita akan kalahkan mereka"
and thinking that someday "we will beat them down"
Parasit
ZainuddinAri
mempersembahkan
Parasit
ZainuddinAri
mempersembahkan
Parasit
ZainuddinAri
mempersembahkan
Parasit
ZainuddinAri
mempersembahkan
Parasit
ZainuddinAri
mempersembahkan
Parasit
ZainuddinAri
mempersembahkan
Parasit
ZainuddinAri
mempersembahkan
Parasit
ZainuddinAri
mempersembahkan
Parasit
ZainuddinAri
mempersembahkan
Parasit
ZainuddinAri
mempersembahkan
Parasit
ZainuddinAri
mempersembahkan
Parasit
ZainuddinAri
mempersembahkan
Sang Bidal
oh, kita punya otak 'tuk berpikir keras
oh, we have the brains to think hard
Sang Bidal
Parasit
Parasit
ZainuddinAri
mempersembahkan
Sang Bidal
ZainuddinAri
ZainuddinAri
mempersembahkan
mempersembahkan
Parasit
Sang Bidal
ZainuddinAri
mempersembahkan
Parasit
Sang Bidal
Parasit
Sang Bidal
Parasit
Sang Bidal
Parasit
Sang Bidal
Parasit
Sang Bidal
Parasit
Sang Bidal
Parasit
Sang Bidal
Parasit
Sang Bidal
Parasit
Sang Bidal
Parasit
Sang Bidal
dengan berpakaian sesuka kita
wear our favorite clothes
tak ada lagi keraguan menjadi manusia
we are at no doubt human beings
akan banyaknya kehidupan kecil
many small lives
takdir mereka saat lahir adalah mati untuk orang lain
they were born with the fate of dying for someone
bayi manusia
a human baby
kapankah mereka 'kan mengetahui
when will they find out
di saat semuanya dilahirkan, maka kitalah
that at the point they were born, we are
sang penguasa bumi?
winners of earth
ah, diriku menangis seorang diri
aa hitori naiteita
karena dirimu di sampingku, terasa begitu jauh
tonari no kimi ga tooikakeru
maka dari itu, kujalani hidup ini
dakara bokura yorisoi ikiru
segemerlap mungkin
kirameku made
untuk apa aku hidup selama ini?
for what have I been living for?
kapan 'kan kutemukan jawabannya?
when will I find out the answer?
jawaban yang hanya untukmu
an answer that is only for you
akan jadi apa diriku di lingkungan sekitarku kelak
what will myself and (the) first scenery I saw
Kita berhasil!
Hukuman dan Kejahatan
Habis mereka.
Gotong mayatnya.
Lalu ubah rute evakuasinya.
Laksanakan!
Mereka bukanlah makhluk hidup.
Mereka adalah mesin yang dikendalikan oleh iblis.
Untuk hentikan sebuah mesin,
kita cukup hancurkan motornya.
Faktor penting untuk hancurkan jantung mereka,
bukanlah daya tembus serangannya,
melainkan, daya serangnya yang merata.
Yang kita butuhkan,
adalah senapan gentel 16 peluru kaliber 8 mm.
Barusan suara apa?
Bukankah itu suara tembakan?
Mana mungkin.
Hoi, sebenarnya ada apa ini?
Harap tenang, semuanya!
Pelaku hanya beri tembakan peringatan untuk takuti kami.
Selama di sini, tak perlu ada yang dikhawatirkan!
Demi keselamatan, kami akan tunggu situasi sedikit mereda,
dan lanjutkan evakuasi.
Dasar manusia.
Mereka cukup cerdik juga.
Lalu, apa tindakan kalian sekarang?
Kami akan lanjutkan proses evakuasi.
Negatif.
Selanjutnya pun masih sama.
Kenapa bisa?
Harusnya tak begini.
Apa mereka sudah menyadarinya?
Komandan.
Berdasarkan isi catatan dari detektif yang mati dibunuh,
meskipun tak ada bukti, tapi patut diperhitungkan.
Telepati?
Ya, aku baca bagian yang itu.
Mulai sekarang, lebih baik kita semakin berhati-hati.
Aku akan kirimkan Uragami ke regumu.
Gunakanlah dia.
Masalahnya, orang itu...
Aku minta waktu sebentar.
Ada apa?
Begini, soal Hirokawa...
Masih ada warga sipil di ruang konferensi lantai dua?
Benar.
Kami sudah agendakan pertemuan untuk hari ini.
Ada kemungkinan mereka tak dengar pemberitahuan ini.
Kalau hanya itu, tak perlu khawatir.
Kami akan kirim orang untuk pastikan ke sana.
Justru kalau lihat pasukan bersenjata seperti kalian,
pasti mereka akan ketakutan, 'kan?
Yang ada, nanti situasinya semakin parah.
Beliau benar.
Kami akan naik ke lantai dua, dan menuntun mereka ke sini.
Mereka mulai bergerak, ya.
Jangan biarkan ada yang tinggalkan gedung.
Hambat pergerakan mereka.
Siap!
Maaf pembicaraannya jadi terganggu.
Tolong kirimkan si pembunuh berindra keenam itu.
Aduh, yang benar saja.
Lepas borgolnya, dong.
Kalau ada apa-apa, benda ini justru menghambatku, 'kan?
Aku takkan kabur, kok.
Lagian, bagaimana caranya bisa kabur dari tempat yang dikepung polisi begini?
Oke, baiklah.
He, Migi.
Kita juga harus bantu.
Kita 'kan bisa beri tahu mereka.
Jangan.
Tak boleh. Tolong ikuti perintah yang ada.
Sampai acungkan senjata api ke warga sipil begitu! Memangnya kalian siapa?
Maaf.
Aku ingin segera dievakuasi.
Eh?
Baik.
Begitu, ya.
Kendaraannya yang ini, ya.
Lo?
Mereka malah berdempetan begitu!
Mana bisa aku memindainya!
No comments yet. Be the first to leave one.