The first 126 lines.
Mu, kurasa...
Kurasa aku ingin menjadi astronaut.
Aku yakin aku bisa pergi ke bulan.
Di-Dia mempermainkanku!
Kalau kau, Mu?
Kalau kau mau ke bulan, berarti aku harus lebih hebat.
Aku
mau ke Mars.
Seorang kakak harus selalu ada di depan adiknya.
Itulah yang kuyakini selama ini.
Tapi Hibito selalu selangkah di depanku.
Meninggalkanku.
Apa aku sekarang sudah menyusulmu, Hibito?
Ataukah kau masih tetap...
Ku tak bisa lepas, tak ada yang berguna
Tak ingin ini jadi hari yang percuma NO!!
FREE sebelum menghilang
semoga aku bisa bangkit OH!!
Apa yang kauingini? What's gonna be?
Aku hanya ingin jadi berani
Siapa pun dari kita punya wajah yang meragukan
Bukankah kesenangan hidup itu adalah ketidakpastian?
Demi impian yang tak tersampaikan, curahkanlah YOUR LIFE
Menerjang angin, kita bangkit, jalan masih panjang
ZainuddinAri mempersembahkan
Space Brothers
Rangkullah juga semua rasa sakitnya
Tariklah napas dalam-dalam dan teriaklah
BIG BANG!! Kejarlah itu! Jangan pernah takut!
Begitu memesonaku Hold it tight Ku ingin bermimpi
Memang ada ketakutan menghalangi impianmu
Robeklah tudung panas itu dan singkirkanlah
Tujuan simulasi ini adalah untuk memperlihatkan tahap selanjutnya.
Aku yakin jadwal CAPCOM menunjukkan kalau pengaturan B
#99 Orang Berubah, Janji Tak Berubah
#99 Orang Berubah, Janji Tak Berubah
akan digunakan untuk mencapai bulan.
Tapi...
Saat aku tak ada, CAPCOM malah mempersilakan untuk memakai pengaturan A.
Itulah alasannya pendaratannya gagal.
Maaf, Mutta.
Aku sudah tahu kesalahanmu.
Tapi dalam pelatihan ini, kemampuanmu akan diperhatikan.
Aku tahu kenapa kau sulit berkonsentrasi.
Tapi...
Kuharap kau menyadari kesalahanmu,
di samping semua yang terjadi saat ini.
Kenapa kau mempersilakan kami sebelum kauperiksa dengan pimpinan penerbangan?
Peran CAPCOM adalah menyampaikannya pada kru.
Kau tak punya izin untuk menentukannya sendiri.
Ya, memang aku salah pertimbangan.
Sangat mengherankan kesalahan dasar seperti itu bisa terjadi.
Ini memang hanya simulasi, tapi bukan berarti kau boleh ceroboh.
Bersikaplah seolah kau sedang menjalani misi saat pelatihan, dan jalani pelatihan seolah sedang dalam misi.
Sikap seperti itulah yang kami anut.
Selama simulasi ini, apa yang kaupikirkan?
Maaf.
Aku yakin pikiranku tak terfokus pada tugas.
Seperti yang kubilang, kita harus seirama.
Semoga kau sadar kalau selalu tak maksimal, kau akan dianggap tak layak menjadi cadanganku.
Baik.
Kalau begitu, rapatnya kita anggap selesai.
Aku geli waktu dengar kau suruh dia agar seirama denganmu. Seperti mungkin saja.
Ini adalah kali pertama bagiku pergi ke bulan.
Aku ingin komunikasi dengan CAPCOM secara sempurna.
Tapi, bodohnya aku berharap padanya.
Dia tak ada kesamaan denganku.
Tak mungkin bisa seirama.
Tak sama?
Kau ini asal.
Apanya yang lucu, Pico?
Tidak, buatku kalian punya beberapa kesamaan.
Contohnya...
Kalian itu sama-sama anggota organisasi NASA, 'kan?
Harusnya kau coba mengobrol dengannya.
Mungkin saja bisa klop.
Sialan.
Kenapa kau kesal begitu, Nanba?
Hmm?
Aku sudah dengar kabar tentang Hibito.
Kau panggil aku "Nanba", tapi kenapa kau panggil dia "Hibito"?
Karena Hibito itu kakak angkatan kita sebagai astronaut.
Ah, masa bodoh. Aku juga tak peduli.
Kalau kau nanti ketemu Hibito, suruh dia telepon aku, ya.
Kau sudah makan malam, Kak Nanba?
Bagaimana kalau kita jajan piza?
Oh, ya.
Aku bertemu Hibito di sini untuk pertama kali.
Ya, benar juga.
Wah! Suara apa itu?
Sepertinya tak asing.
Terasa kenal, 'kan?
Dalam Space Pirate Avant-garde,
waktu Avant-garde masuk lubang cacing, suaranya seperti ini.
Oh, ya.
Benar, benar. Dulu aku suka menonton kartun itu.
Suaranya mudah dikenali, jadi aku atur sebagai nada dering SMS dari Hibito.
Dia itu penggemarnya Avant-garde.
Eh, Nanba.
Waktu pelatihan bertahan hidup, aku pernah cerita tentang adikku. Kau ingat?
Ya, Kazuya, 'kan?
Sejak saat itu,
Kazuya mulai pergi ke luar rumah.
Dia pergi kuliah dan bekerja paruh waktu.
Benarkah? Bagus kalau begitu!
Lalu dia melamar di perusahaan industri antariksa yang selalu dia inginkan.
Setelah lulus ujian tulis, dia ikut wawancara.
Wah, hebat Kazuya!
Salah satu teman kuliahku bekerja di perusahaan itu.
Dia salah satu pewawancaranya dan sangat memuji Kazuya.
Temanku itu sangat yakin.
"Kazuya Nitta itu kandidat kuat yang bisa berdiri sendiri.
Dia sangat menjanjikan.
Kami harus menerima dia secepatnya."
Tapi, tak berhasil.
Eh?
Temanku ditolak oleh sejumlah atasannya.
Menurut mereka,
Hikikomori (引きこもり): Orang yang menolak keluar rumah, mengisolasi diri dari masyarakat dan terus menerus berada dalam rumah lebih dari enam bulan.
orang yang pernah menjadi hikikomori mungkin akan begitu lagi.
Kalau sikap seperti itu yang ditunjukkan oleh masyarakat kita,
tak ada harapan.
Maaf sudah menunggu.
Piza Margherita!
Lalu, bagaimana dengan Kazuya?
Setelah itu, dia belajar percakapan bahasa Inggris.
No comments yet. Be the first to leave one.