The first 200 lines.
Lepaskan! Sakit!
Episode 7
Kau kenapa, sih?
Apa yang kau lakukan di sini?
Ha... Ya ampun.
Aku kira kau tidak mau melihatku sedetikpun.
Tapi akhirnya malah kau yang datang.
Bagaimana caramu tahu letak studionya?
Pasti kau lakukan penelitian.
Kau bicara apa?
Kau membuatku tertawa.
Kau kira aku mau datang?
Apa ini?
Kenapa ini?
Kau akan tahu.
Hah? Ini.
Jangan berpura-pura bodoh.
Kau gunakan fotoku tanpa izin.
Dimana Jo Soo. Hei! Jo Soo!
Ya?
Kenapa ini ada di sini?
Walau ini cuma foto, tidak seharusnya diacak-acak seperti ini.
Kau berani berpura-pura bodoh dihadapanku, huh?
Aku tidak akan melepaskanmu kali ini.
Siapa gadis itu?
Kenapa?
Dia gunakan fotonya tanpa izin.
Bukan aku.
Baiklah, aku mengerti.
Bagaimana awalnya hingga kau bisa memotretnya?
Ya.
Sepertinya dia bukan model.
Tentu saja bukan.
Apa gadis itu terlihat seperti model bagimu?
Lalu kenapa kau memotretnya?
Apa?
Kau biasanya tidak sembarang memotret kecuali mereka adalah model profesional.
Kenapa aku harus begitu?
Apa yang terjadi?
Klien menyukai fotonya.
Sudah kuduga.
Seleranya kuno.
Lalu?
Dia bilang fotonya ada di film yang kita beri pada mereka.
Mereka tidak mau bertanggung jawab.
Menurutmu itu masuk akal?
Mereka ada benarnya.
Mereka sudah membayarnya.
Apa salahnya jika mereka membuat selebaran atau billboard dari foto-foto itu?
Astaga.
Aku kira kau sudah hapus fotonya.
Oh.
Aku hendak menghapusnya, tapi aku kira fotonya lucu.
Apa?
Kau biasanya tidak sembarang memotret kecuali model profesional.
Tapi kau memotret gadis itu.
Aku merasa lucu.
Tidak, bukan itu yang terjadi.
Sebenarnya yang terjadi adalah...
Dia dicampakkan gadis itu di Jepang.
Dicampakkan? Siapa?
Gadis itu.
Aku bertemu dia di Jepang.
Aku mencampakkannya.
Tapi kemudian ia mengikutiku hingga ke sini.
Menjengkelkan.
Benar, kan?
Aku lelah. Aku rasa aku harus bersih-bersih di bawah.
Apa yang terjadi?
Entahlah.
Klien mencetak selebarannya tanpa memberitahuku. Aku bisa apa?
Apa?
Aku juga korban di sini.
Semua orang tahu aku yang memotret fotonya.
Walaupun itu cuma selebaran,
bagaimana perasaanku jika selembar sampah itu disebar beserta namaku tercantum di situ.
Selembar sampah?
Yang benar saja.
Kata siapa kau boleh memotretku?
Yang benar saja! Kapan aku memotretmu?
Apa?
Waktu itu aku sedang memotret salju intan di belakangmu.
Berani-beraninya kau masuk dan merusak karya seniku.
Jadi siapa sebenarnya yang jadi korban?
Aku tidak salah.
Kalau begitu siapa yang salah?
- Bukankah seharusnya kau minta maaf? - Seperti yang kukatakan...
Anggap saja aku sedang memotret Madison County Bridge.
Jika secara kebetulan ada seekor bebek berenang di dalam fotonya,
apa aku harus meminta persetujuan bebek itu?
Anggap saja aku sedang memotret langit.
Jika seekor kupu-kupu secara kebetulan berada dalam fotonya,
apa aku juga harus meminta persetujuan dari kupu-kupu itu?
Kau harus lakukan sesuatu.
Aku tidak bisa.
Ambil kembali semua fotonya.
Kau saja yang ambil jika kau benar-benar menginginkannya.
Brengsek.
Bukankah paling tidak kau meminta maaf?
Sudah kubilang aku tidak pernah meminta maaf.
Bagaimana jika ada yang melihatnya?
Kau sembunyikan foto itu dari siapa?
Bukankah ini lucu?
Aku kira kau tidak mau melihatku sedetikpun.
Datang berdebat denganku diperbolehkan?
Bukankah itu artinya melihatku lebih dari satu detik?
Oh...
Aku tidak tahu kau adalah seseorang yang tidak bisa memegang perkataannya.
Apa kau tidak punya harga diri?
Atau... Mungkin kau mau uang?
Apa yang kau lakukan?
Aku rasa mereka bertengkar. Kita harus menghentikan mereka.
Kau baik-baik saja?
Maaf.
Akhirnya dia membuat gadis itu menangis.
Dari awal ini kesalahan Joon.
Seharusnya dia santai saja terhadap gadis itu.
Digugat bisa menjernihkan pikirannya.
Apa?
Apa yang salah?
Tinggal menunggu waktu saja dia akan digugat.
Hei, Joon. Kau yakin itu tidak masalah?
Apa?
Dia menangis?
Apa peduliku?
Dia menangis. Hatiku sakit.
Jangan coba-coba!
- Apa? - Aku bilang jangan!
Kau selalu jatuh pada gadis-gadis yang teraniaya.
- Hah? - Oh ya.
Tiga bulan lalu, kau dicampakkan setelah meminjamkan uang padanya.
- Aku ada pasien. - Sun Ho!
Kau tahu para gadis mencintaimu bukan karena kau baik.
Lee Sun Ho, M.D. Dokter Keluarga.
Kenapa anda tidak datang minggu lalu?
Obat-obatmu pasti sudah habis.
Kau selalu lambat 30 menit.
Aku tidak punya waktu menunggumu.
Jangan terpaku pada jadwal.
Datang untuk mengobrol saja.
Anda bisa datang saat jam makan siang.
Anda bisa datang untuk secangkir teh.
Jika tidak bisa seperti itu, anda bisa menelponku.
Jika anda menelponku, kita bisa minum bersama.
Apa?
Dokter bisa minum bersama pasien?
Kenapa tidak?
Bahkan lebih baik jika aku bisa melihat bagaimana anda minum jika kita minum bersama.
Berapa banyak yang anda minum hari ini?
Yoon Hee. Kau di sini.
Tolong periksa pohonnya.
Baiklah, sebentar lagi aku ke sana.
Aku seharusnya tidak menemui dia di sana.
Aku tahu pasti akan begini jadinya.
Dasar brengsek.
Sangat egois.
Dia tidak suka fotoku dijadikan brosur. Itu saja yang dia pikirkan.
Dia tidak memikirkan bagaimana perasaanku melihat fotoku...
...tersebar di sepanjang jalan yang bahkan aku tidak menginginkannya.
Sial.
Kau sudah melihatnya?
Itu sebabnya aku membawanya.
Mengapa kau gunakan fotonya tanpa...
Aku tahu kita bisa saling mengerti.
Aku ingin bicara padamu karena model ini.
Siapa dia?
Apa?
Aku ingin bertemu dengannya. Kau punya nomor teleponnya?
Telepon dia sekarang.
Bahkan aku bisa bertemu dengannya saat ini juga.
Kau bercanda?
Gadis itu mempermasalahkan kenapa kita memakai fotonya tanpa meminta izin darinya.
Tentu saja. Aku juga akan melakukan hal yang sama.
Dia bukan model.
Kau tidak boleh mencetaknya tanpa persetujuannya.
Bagaimana perasaanmu bila wajahmu ada di jalan-jalan tanpa kau ketahui?
Kalau begitu...
Kalau begitu haruskah aku meminta maaf padanya?
Minta maaf padanya sekarang.
Baiklah, aku akan meminta maaf padanya sekarang juga.
Dan tarik kembali selebarannya.
Itu...
Apa?
Dengar.
Saat aku melihat model ini,
tiba-tiba aku mendapatkan inspirasi.
Kau tahu Cinderella, kan?
Disaat penyihir itu mengayunkan tongkatnya,
Sha-lalala.
Dalam sekejap dia berubah menjadi seorang puteri.
Itu impian semua wanita.
Disaat mereka kenakan perhiasan kami gadis desa manapun bisa menjadi sha-lalalala.
Menjadi seorang gadis kota.
Bagus.
Kau dan aku harus dapatkan proyek bersejarah ini.
Cepat, hubungi dia sekarang.
Kau benar-benar tidak mau melakukannya?
Tidak, apa kau lihat aku berubah pikiran?
Pikiranmu ada di kepalamu jadi kau bisa mengubahnya.
Kau hanya perlu meminta gadis itu mengerjakan ini bersamamu.
No comments yet. Be the first to leave one.