The first 200 lines.
I've Fallen for You
Episode 1
Dahulu kala,
di sebuah tempat yang indah dan jauh,
saat kelopak bunga berjatuhan di tanah, kelopak bunga persik beterbangan,
itu adalah Festival Jodoh tahunan.
Para anak muda dan gadis yang sudah berusia 18 tahun
akan saling tukar nama simbol, menetapkan jodoh.
Membuat perjanjian seumur hidup
di bawah berkah Dewa Taoyuan.
Festival Jodoh telah tiba.
Kali ini, Dewa Taoyuan
akan menyaksikan cerita seperti apa?
Tian, saatnya bekerja.
Urus mayat di tepi sungai.
Aku datang.
Kakak Zhang, kakak Zhang, kakak Zhang.
Saatnya bekerja.
Pembawa sial datang.
Semuanya, lari.
Kalau disukai sama dia dan menjadi menantu keluarga Tian,
akan sial selama delapan kehidupan.
You.
Nona Sanqi...
Minggir, aku tidak punya anak sepertimu.
Selamat siang, aku datang.
Permisi...
Hari ini bubarnya cepat sekali.
Mayat,
maaf kalau aku menyinggung.
Apakah masih ada yang belum disampaikan saat hidup?
Sekarang silakan kasih tahu Sanqi.
Kamu lihat si pembawa sial itu
berbicara dengan orang mati lagi.
Ya ampun, terlalu mengerikan.
Umur sekitar 18 tahun.
Seluruh tubuh mengalami bengkak dan keputihan.
Kedua tangan setengah mengepal.
Ada lumpur di mulut dan hidung.
Tidak ada luka fatal di seluruh tubuh.
Penyebab kematian adalah tidak bisa bernapas karena tenggelam.
Hmm.
Muka yang tidak dikenal.
Saudara, kamu bukan orang dari desa ya?
Permisi.
Apakah ada yang kenal saudara ini?
Baiklah.
Saudara,
karena tidak ada yang mau mengidentifikasi dan membawamu,
Kamu akan pulang ke tempat penampungan mayat bersamaku sementara.
Ah...
Sakit, sakit, sakit.
Sudah bilang berapa kali?
Tidak boleh tidur peti mati.
Tidak boleh mengurus mayat di dalam desa.
Kenapa kamu selalu tidak ingat?
Sanqi,
kamu adalah seorang gadis.
Kenapa kamu punya
hobi yang tidak senonoh ini?
Ah...
Sakit, sakit, sakit.
Aku juga sudah bilang beberapa kali?
Tidak boleh hemat uang buaian.
Siapa yang membuat putrinya tidur di peti mati setelah dia lahir?
Kamu tua bangka yang tidak senonoh.
Jiao,
sisakan sedikit harga diri buatku.
Kamu jangan cubit terlalu kuat.
Aku sedang mendidik putriku.
Semua salahmu.
Anak sudah bertumbuh besar,
lebih banyak melihat orang mati daripada hidup.
Kalau dia tidak bisa menikah,
aku tidak akan mengampuni kamu.
Pohon Tua Sophora,
kamu juga tahu.
Kakak Dewa dan Sanqi sudah berjanji.
Ketika dia sedang tidak ada,
akan utus simbol muka hantu ini untuk melindungiku.
Sudah delapan tahun.
Aku akan selalu menunggu kakak di sini.
Aku tidak ingin menikah dengan orang lain.
Aku ambil potongan bambu menjadi simbol namaku.
Sekarang aku serahkan kepada kamu.
Kita ditakdirkan untuk bersama.
Saat kamu berumur 18 tahun,
aku pasti akan kembali untuk cari kamu.
Kamu tunggu aku.
Ya. aku menunggumu.
Pohon Tua Sophora menjadi saksi,
setelah menerima simbol nama berarti seumur hidup.
Aku mati pun tidak mau menikah dengan Wang Mazi.
Kenapa kakak masih belum datang?
Atau kabur dari rumah saja.
Ah...
Sakit sekali.
Kurma.
Cari.
Apakah kamu suruh aku pergi cari kakak?
Benar.
Daripada duduk dan menunggu,
lebih baik mengambil inisiatif dan bertindak dulu.
Wah, Pohon Tua Sophora hebat.
Bijaksana.
Baiklah, aku akan pergi.
Gawat.
Gawat.
Gawat, Tuan.
Tuan tahu kamu ada di rumah bordil
dan mau ke sini tangkap kamu.
Ya ampun.
Pejabat Kantor Pemerintahan Provinsi Selatan mau datang.
Apa yang harus dilakukan?
Ayo main lagi.
Ayo.
Saudara Zhao, saudara Zhao.
Karena Pejabat Kantor Pemerintahan mau datang,
kami akan...
Tuangkan ke dalam.
Yang melihat akan kebagian.
Tuan Muda,
apa yang harus dilakukan dengan
orang yang melecehkan Nona Leimo?
Biarkan dia terbang.
Baik.
Kembali.
Ingat.
Terbang menuju ke rumahku.
Ah? Oh.
Semakin tinggi semakin bagus.
Baiklah.
Di situ ada emas.
Eh, di situ, di situ, di situ.
Eh, kamu lihat.
Layang-layang yang besar sekali.
Ada orang di atas itu.
Zhao Cuo.
Kamu akan mati dengan mengenaskan.
Orang itu benar-benar menyedihkan.
Diterbangkan lagi di langit.
Siapa suruh dia menyinggung anak jahat nomor satu Provinsi Selatan.
Ya.
Wah.
Ada seseorang di langit.
Tapi, kenapa kamu terbang begitu tinggi?
Nona, Nona.
Tenanglah. Jangan teriak-teriak.
Karena pria ini menyinggung Tuan Muda Zhao dari Provinsi Selatan,
makanya diterbangkan ke langit.
Tuan Muda Zhao?
Muka Hantu?
Kakak Dewa.
Eh, Ka...Kakak.
Di mana orang yang bermain layang-layang ini?
Apakah maksudmu Zhao Cuo?
Mau di mana lagi?
Rumah bordil.
Pergi dulu, pergi dulu, pergi dulu.
Rumah bordil?
Aku adalah wanita murahan.
Terima kasih kepada Tuan karena tidak merendahkan aku.
Terima kasih Tuan Muda.
Apanya yang murahan?
Kamu adalah teman aku.
Ke depannya, aku akan lindungi kamu.
Aku kasih tahu kamu.
Gadis kecil,
memangnya kamu boleh datang ke tempat ini?
Aduh.
Kayak kamu bukan wanita saja.
Kamu minggir. Aku mau cari orang.
Apa yang kamu lakukan?
Cari siapa?
Aku cari kakak.
Ha! Kakak?
Di tempatku isinya nona-nona.
Mana ada kakak?
Minggir sana. Jangan menggangu.
Kamu...
Kenapa?
Zhao Cuo!
Kamu brengsek.
Tidak senonoh.
Kamu ke sini.
Ke sini.
Lihat dirimu yang tidak bermoral itu.
Bagaimanca caranya menemukan istri yang baik?
Tua bangka, aku kasih tahu kamu.
Aku tidak suka sama sekali dengan
wanita biasa yang kamu cari.
Kalau kamu suka,
ambil buat sendiri saja.
Kamu tidak suka?
Zhao Cuo,
reputasi kamu
sudah sangat busuk sekali.
Kamu malah milih-milih.
Apakah kamu mau tunggu sampai
ada Dewi jatuh dari langit?
No comments yet. Be the first to leave one.