The first 187 lines.
CERITA ORISINAL WEBTOON SWEET HOME KARYA CARNBY KIM DAN YOUNGCHAN HWANG
SWEET HOME
Waktunya bersenang-senang.
Sial. Apa yang sedang kulakukan?
Protein.
Apa kau salah satu dari kami?
Aku belum pernah melihatmu.
Aku bukan tikus percobaan yang menyedihkan seperti kalian.
Bagaimana mungkin kau tidak ingat wajah ini?
Apa kalian masih mencari kawan?
Jadi, sudah terkumpul berapa sekarang?
Cha Hyun-su?
Akhirnya kau mengingatku.
Taruh itu dahulu.
Ini?
Bukan berarti untuk kau ambil.
Di mana Jung Ui-myeong?
Di mana bedebah itu bersembunyi?
Stadion!
Dekat dari sini.
Dia hampir mati waktu itu.
Bagaimana keadaannya sekarang?
Keluar dari kepalaku!
Seharusnya aku tak mengambil tubuh sialan ini.
Sial, mengapa tidak bisa?
Tampaknya dia terperangkap dalam tubuh itu.
Dia akan keluar sebentar lagi.
Tak perlu beri tahu.
Aku akan melihatnya sendiri.
Bunuh aku!
Bunuh saja aku!
Akan kulakukan.
Bunuh aku!
Serma Tak, gerbang utama…
Ada orang di gerbang.
Seperti sisa-sisa monster.
Kami datang mencari kerabat.
Kami berjanji tidak akan menyebabkan kerusakan apa pun.
Kami hanya ingin mencari kerabat kami.
Tidakkah kalian muak terus mencari kerabat itu?
Kau bilang tidak membunuh siapa pun.
Itu hanya berlaku untuk manusia.
Jika bukan manusia,
lantas mereka apa?
Mengunci diri membuatmu menjadi kurang wawasan.
Kau ingin tahu apa mereka?
Dunia luar dipenuhi dengan mereka.
Jangan khawatirkan sampah-sampah itu.
Sebaliknya, aku akan memenuhi janjiku.
Kau pantas dapat hadiah untuk usahamu tadi.
Apa yang kau mau?
Serahkan padaku.
Siapa kau?
Kak, dia…
Itu juga.
Tapi ini milikku.
Tidak apa-apa.
Kau baik-baik saja.
Ibu?
Kenapa Ibu…
masih manusia?
Aku mengubah Ibu menjadi monster.
Kau ingin ibu menjadi monster?
Ya.
Kenapa?
Karena aku tidak perlu membenci Ibu.
Kau…
membenci ibu?
Kupikir Ibu membenciku.
Ibu…
Mengapa kau melakukannya?
Karena itulah ibu mengurungmu! Demi kebaikanmu!
Supaya tak melakukannya lagi!
Ibu tak suka bersamaku.
Aku adalah beban dan membuat Ibu takut.
Bukankah Ibu membenciku karena aku monster?
Kupikir Ibu akan mengerti…
jika menjadi monster.
Ibu tidak membencimu.
Ibu mencoba mengabaikan fakta
bahwa kau berbeda dan istimewa.
Ibu tak ingin mengakuinya.
Kenapa?
Ibu takut.
Ibu terlalu serakah.
Maafkan ibu.
Tempat ini terlalu ramai dan berbahaya.
Ibu ingin memulai kehidupan baru bersamamu di luar.
Apa kau
mau pergi bersama ibu?
Bagaimana?
Entahlah.
Pikirkanlah.
Jika ingin memberikan ibu kesempatan lain…
temui ibu di sini.
Ibu akan menunggu hingga kau datang.
Apa yang membawamu ke sini?
Kau tahu tidak ada yang diizinkan keluar.
Mencoba kabur?
Setelah kupikirkan lagi, seragammu terlihat familier.
Mereka sekitar empat orang.
Kau seharusnya
tak mengirim mereka ke Bamseom.
Saatnya melepaskan seragammu
dan berhenti mencampuri urusan orang lain.
Hiduplah dengan tenang bersama yang lain.
- Berengsek! - Lee Dong-jun.
- Kembali ke dalam. - Serma Tak!
Dia tetap di sini.
Pelanggar harus dihukum.
Ja-yeong.
Singkirkan mereka.
Serma Tak!
Kau bilang orang bergejala bebas bergerak.
Maka, aku boleh, 'kan?
Apa yang terjadi?
Serma Tak bergejala.
Aku hampir saja mati terkurung.
Kenapa terkunci di sana?
Mungkin aku terlalu bersemangat.
Bagaimanapun,
hanya ada satu alasan kau mencariku.
Aku memberi tahu orang terinfeksi khusus bahwa aku bergejala.
Saatnya bergerak ketika mereka lengah.
Ya, bagus.
Namun, ingat ucapanku?
Kau tidak bisa melewatkan ini.
Kau harus memanfaatkannya untuk membunuh mereka.
Maksudmu,
aku harus melawan setidaknya satu dari mereka, benar?
Sudah kubilang itu akan sulit.
Tapi ini lebih baik daripada putus asa.
Ada banyak benda ini di luar sana.
Tidak masuk akal.
Para bedebah itu
tidak akan diam jika melihat benda ini.
Apa alasannya?
Memangnya apa ini?
Kerja bagus menunggu dengan sabar.
Kebanyakan orang tidak mendengarkanku.
Semuanya mati saat melarikan diri.
Kau pasti berbeda.
Kau sangat membantu di Bamseom.
Berkatmu, aku kembali.
Aku melihatmu menghela napas terakhir.
Kita belum mengenal baik satu sama lain, benar?
Siapa kau sebenarnya?
Monster yang bermutasi?
Bukan.
Lalu apa kau mengendalikan monster?
Sebut saja itu komunikasi batin.
Mendekatlah.
Kau bertanya siapa aku.
Neohuman.
Begitulah kami menyebutnya.
Ini tawaran perdamaian.
Ini akan menguntungkan hubungan kita.
Benda apa itu?
Jantung.
Kita lahir kembali jika kembali ke jantung.
Aku bergejala…
dan mengalami monsterisasi.
Dahulu aku manusia sepertimu,
tapi sekarang aku terlahir kembali.
Tiga hari lagi, bukan?
Mungkin kali ini akan berhasil. Jadi, bertahanlah.
Lupakan itu.
Apa ini?
Hampir lupa.
Sisa-sisa.
Saat berada di Bamseom, beberapa orang aneh mendatangiku.
Mereka menggangguku untuk mencari sesuatu,
jadi, aku membunuh mereka semua.
Lalu aku mendapati mereka menjadi kepompong…
dan lahir kembali.
Lahir kembali?
Maka, aku akan membunuhnya lagi.
Penderitaan tak berujung tepat setelah lahir kembali
akan membuat mereka menyerah.
Mereka terlahir kembali?
Jadi, maksudmu…
Setelah monster, tahap berikutnya…
menjadi manusia abadi?
Tadi mereka mencari kerabat.
Sepertinya kau menyembunyikan sesuatu dari kami.
Mereka bisa saling menemukan dengan mudah.
Aku belum pernah lihat.
No comments yet. Be the first to leave one.