Devil's Market

Devil's Market (Pasar Setan)

Download Indonesian Subtitle

Release info

[๐—–๐—ผ๐—ณ๐—ณ๐—ฒ๐—ฒ๐—ฃ๐—ฟ๐—ถ๐˜€๐—ผ๐—ป] ๐—ฃ๐—”๐—ฆ๐—”๐—ฅ ๐—ฆ๐—˜๐—ง๐—”๐—ก (๐Ÿฎ๐Ÿฌ๐Ÿฎ๐Ÿฐ) ๐—ก๐—™๐—ซ ๐—ช๐—˜๐—•
A Commentary by Coffee_Prison
๐‘ซ๐’–๐’“๐’‚๐’”๐’Š : ๐ŸŽ๐Ÿ:๐Ÿ‘๐Ÿ“:๐Ÿ“๐Ÿ’ || ๐‘บ๐’–๐’ƒ๐’•๐’Š๐’•๐’๐’† ๐‘น๐’†๐’•๐’‚๐’Š๐’ ๐‘ต๐‘ฌ๐‘ป๐‘ญ๐‘ณ๐‘ฐ๐‘ฟ || *เชกเฑฟแฅฃษ‘แƒษ‘๐— ๐–ฌเฑฟ๐“ฃ๐—ˆ๐“ฃ๐—๐—ˆ๐“ฃ

Tags

webdl
official_release
netflix_synced
Published on: 2026-06-11
Downloads: 157
Hearing Impaired: No
FPS: 24

Indonesian subtitle preview

The first 200 lines.

Halo, aku Tamara.

Mengejar penampakan hantu adalah hobi aku.

Jadi, kali ini, aku berada di rumah tua.

Di kawasan daerah Bogor,

dan rumah ini sudah tidak berpenghuni dari tahun 1998.

Nah, singkat cerita rumah ini,

sempat ditinggal oleh keluarga biasa yang memiliki putri,

tapi ternyata putri tersebut bunuh diri.

Sejak saat itu keluarganya, meninggalkan rumah ini.

Katanya sihโ€ฆ

Banyak penampakannya.

Karena kita udah di sini,

kita akan coba masuk.

Jadi, ikuti terus.

Nah, temen-temen,

kata warga sekitar,

putri tersebut bunuh diri di ruangan ini.

Raโ€ฆ

Lo denger suara?

Suara? Enggak ada, ah.

Ra, itu!

Oke, memang kalau kita lihat ya, guys.

Video itu tampak serem banget.

Tapi gua nemu ada keanehan di video ini, guys.

Coba kita putar ulang videonya dan pada saat hantunya muncul,

coba kita pause ya, guys.

Oke.

Nah, kita pause.

Coba kita zoom ke arah hantunya ya, guys.

Tuh, masa hantu pake sneakers.

Tapi itu adalah blunder sendiri untuk Kak Tamara dan tim.

Jelas itu pemalsuan.

DICARI

Vin.

Iya, kenapa?

Uang endorse semuanya udah aku kembaliin.

Ngapain juga balikin duit mereka?

Giliran kita lagi viral, viewers -nya banyak,

jor-joran manfaatin kita.

Udah gini, minta duit balik.

Ya enggak bisa gitu, nama aku yang hancur.

Semua tim juga rugi, Ra.

Vin, dari awal aku enggak pernah setuju soal konten penampakan palsu.

Dengerin aku ya, dengerin.

Dari awal,

aku cuma pengen kita ke tempat-tempat angker

- yang diceritain sama dongeng ibu akuโ€ฆ - Orang enggak pengen denger dongeng, Ra.

Orang pengen lihat setan.

Oke, tapi apa buktinya sekarang?

Fokus gimana caranya biar penonton kita balik.

Pikirinโ€ฆ Mereka itu duit.

Oke, guys.

Kalian ngerti kan keadaannya?

Kali ini kita bakal pergi ke lokasi yang Tamara dengar dari almarhum ibunya.

Dan kali ini kita bakal nyari penampakan beneran.

Demi menyelamatkan channel kita.

Kalau ini enggak berhasilโ€ฆ

Mau enggak mau kita bubar.

Vin! Coba lo lihat, nih.

- Sampe sana kira-kira berapa lama, ya? - Sekitar lima jam.

Lama amat.

Entar juga sampe sana enggak ketemu pasarnya.

Enggak harus sejauh ini kalau gue jadi host -nya.

Ini enggak masuk akal, nyari tempat hilang.

Iya, setuju gue.

Maksud kamu?

Kan kita pergi jauh banget, paling enggak harus ada plan B.

Banyak tempat lain. Enggak harus dari dongeng ibu lo.

Bisa enggak, kita ngadepin ini semua sebagai satu tim.

Masihโ€ฆ Udah, berisik.

Ini jalan makin kecil aja, Ra.

Kamu yakin tempatnya di sini?

Ini masih harus lurus lagi, sih.

Jalan makin enggak jelas aja, Ra.

Ini Maps titiknya berubah-ubah.

Vinโ€ฆ Vin, awas Vin.

Kamu dapet apa, Yu?

Di bagasi ada tas.

Isinya ada laptop, hard disk.

Tendanya kami temukan di dalam hutan, masih berdiri rapi, Bu.

Barang-barang pribadi semuanya masih utuh.

- Pak Rahmat. - Siap, Bu.

Tendanya di mana?

Mari saya antar, Bu.

Ada kamera di dalam tenda dan juga di dasbor mobil.

Ini kameranya, Bu.

Semua barang yang ditemukan di sini

bawa ke kantor.

Simpan sebagai barang bukti.

Sebagian dari kalian, cari pemilik mobil yang masih hilang!

Periksa setiap sudut hutan!

Kalau perlu minta bantuan warga dan perangkat desa.

Siap, Bu.

Semua footage kamera sudah kami pindahkan.

Kamu udah lihat isinya?

Sebaiknya Ibu lihat sendiri, Bu.

Permisi.

Tolongโ€ฆ

Tolongโ€ฆ

Siapa pun yang menemukan rekaman ini.

Apa pun yang terjadiโ€ฆ

Janganโ€ฆ

Jangan pernah datang ke Pasar Seโ€ฆ

Jun.

Kenapa kamu?

Semut, Bu. Banyak semut di meja saya.

Selamat pagi.

- Pagi, Bu. - Selamat pagi, Bu.

- Pak Rahmat. - Pagi, Bu.

Itu apa, Pak?

Ini barang bukti dari kasus orang hilang kemarin.

Satu orang ditemukan oleh warga, Bu.

Korban lainnya bagaimana, Pak?

Mereka mati.

Tidak ada mayat, Pak Rahmat.

Tidak mungkin bisa ketemu, Bu.

Semua yang sudah masuk sana

pasti hilang.

Petugas-petugas sini juga tidak ada yang mau ke sana, Bu. Terlalu beresiko.

Maksud Bapak apa?

Tiga orang hilang, Pak!

Ini kasus besar!

Bu.

Saya tahu Ibu pengen punya kinerja yang bagus di sini.

Saya juga tahu, Bu,

kalau Ibu ingin memperbaiki reputasi Ibu.

Tapi ini bukan kasus biasa, Bu.

Matiin kameranya.

Rekam terus, Jun.

Mulai sekarang,

saya mau Juni merekam semua kegiatan di Polsek ini.

Saya tidak mau lagi ada yang disembunyikan.

Jadi, Bapak yakin

mereka mati?

Berarti ini kasus pembunuhan, Pak.

Lebih besar lagi.

Yang selamat

sekarang di mana?

Yang selamat, sekarang di rumah Abah Agung.

Ditahan sama warga.

Ditahan warga?

Kok bisa?

Abah Agung siapa?

Beliau tetua di Desa Cisadun.

Pindahkan dia ke puskesmas.

Kita perlu dia untuk penyelidikan.

Nak Raniโ€ฆ

Saya tahu, Anda pemimpin saya di sini,

tapi Anda masih baru.

Saya minta tolongโ€ฆ

Juni!

Kita ke Cisadun.

Siap, Bu!

Punten, Pak, Bu.

Punten, Kang.

Abahโ€ฆ

Pak Rahmat.

Mau lihat yang kemarin ditemukan warga, Bah.

Oh, iya.

- Mari masuk. - Iya.

Silakan.

Mau minum apa?

Teh manis aja, Abah.

Di kampung sini,

kami pantang makan dan minum yang manis.

Teh saja, Abah, kalau gitu.

Terima kasih.

Sama-sama.

Sebentar.

Nak Ipung.

Buat teh satu.

Buruan.

Langsung saja ya, Abah.

Saya mau lihat dia.

Bu Rani.

Beliau ini orang yang diโ€ฆ

Saya mau lihat dia.

Harusnya Pak Rahmat lebih tahu soal prosedur.

Sudah-sudah.

Boleh.

Mari ke dalam.

Kenapa dia diikat?

Siapa yang nemuin anak ini pertama kali?

Yang sedang ngarit.

Warga yang lagi nyari rumput.

Dari kalian

apa ada yang lihat, kapan dia datang dan masuk ke dalam hutan?

Beberapa orang warga melihat ada mobil.

Melintas, dari arah balik bukit.

Tidak lewat desa ini.

Masih dalam wilayah kita, Pak?

Masih, Bu.

Dia harus segera dapat perawatan medis.

- Kalau enggak dia bisa mati. - Tenang dulu.

Tenang dulu, Bu Rani.

Jangan tertipu.

Dia bahaya.

Bahaya?

Dia bahkan enggak bisa buka matanya, Abah.

Ibuโ€ฆ

Devil's Market subtitles in other languages

Comments

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle โ€” sync, quality, typos.500 characters left