The first 200 lines.
Love a Lifetime
Episode 23
Perintah Pemimpin Kota,
harus tangkap Mei Ying dalam kondisi hidup.
Taman bunga prem ini ada jebakannya.
Kita sudah berputar berkali-kali,
tapi masih di titik awal.
Ini pasti ulah Mei Ying
yang memasang mantra bunga prem ini
Jika tidak menemukan jalan keluar,
kita tebang saja
semua pohon prem ini.
Jika tidak selesai,
kita bakar saja semua.
Baik.
Aku tidak percaya
jika sudah dibakar habis,
kita tidak menemukan jalan keluarnya.
Jika api membara,
Keluarga Mei akan kalah.
Karena tidak ada jalan mundur,
aku tidak perlu menahan diri lagi.
Jika tidak bisa melindungi taman bunga prem ini,
maka kita mati bersama saja.
Pergi.
Nyalakan obornya.
Baik.
Setelah mengobrak-abrik Kediaman Mei
tetap tidak menemukan jejak Mei Ying.
Kalian berpencar,
harus tangkap Mei Ying
kembali ke Kota Longyin
Baik hidup
maupun mati.
Baik.
Yue,
hari ini akhirnya aku bisa berikan
kamu yang merepotkan ini pada Nona Rong.
Ketua Muda,
pembuatanmu ini namanya melawan aturan.
Tidak apa-apa.
Ketua Muda,
sebelum upacara pernikahan
tidak boleh melihat mempelai wanita.
Ketua Muda.
Cai,
saat upacara di aula nanti,
begitu ditutup kain merah,
aku tidak bisa melihat wajah Istriku.
Tidak boleh.
Sini.
Ambilah ini.
Mohon diizinkan ya.
Aku hanya ingin bertemu
dan bicara beberapa kalimat.
Hanya satu kalimat.
Satu kalimat saja.
Ketua Muda,
apapun yang kamu berikan tidak ada gunanya.
Tidak boleh tetap tidak boleh.
Kamu
tunggu malam ini untuk masuk ke kamar pengantin saja
baru bertemu mempelaimu.
Cai, kamu ini sungguh...
Tak diizinkan,
maka tak bertemu saja.
Hua.
Ketua Muda.
Hua.
Ketua Muda.
Kamu ini namanya melanggar aturan.
Hua,
kemari biar kulihat.
Ketua Muda.
Jika kamu tidak kemari,
aku akan terobos masuk.
Ketua Muda.
Nona Rong,
apa perlu jendela ditutup?
Jangan.
Jangan ditutup.
Xueman,
tolong bawakan Hua kemari agar kulihat.
Xueman,
jika kamu membawa Hua kemari
kelak
apapun permintaanmu akan kukabulkan.
Asalkan kamu mau,
kapanpun boleh mencariku.
Transaksi ini boleh juga.
Kakak Ipar adalah saksinya.
Kakak Angkat tidak boleh lupa janjimu hari ini ya?
Tentu saja.
Bagaimana mungkin lupa?
Alis ini
sepertinya sedikit pucat.
Karena aku tidak gambar dengan baik,
sekarang
tolong Kakak Angkat yang gambarkan.
Sekarang sudah jauh lebih cantik
dari yang tadi.
Hua,
jangan takut
dan jangan gugup.
Aku hanya ingin kamu ingat bahwa
selama aku ingin bertemu
dan bersama denganmu,
tidak seorang pun yang bisa menghalangiku.
Sudah.
Jangan menunda waktu baik upacara.
Nanti di malamnya,
Kakak Angkat punya banyak waktu melihatnya.
Aku saja.
Selamat, Kepala Paviliun.
Selamat, Ketua Muda.
Selamat ya.
Kepala Paviliun.
Selamat, Ketua Muda.
Terima kasih, Kak.
Demi urusanku kamu sudah repot sekali.
Seriuslah sedikit.
Hari ini adalah hari pernikahanmu.
Ada banyak orang.
Terima kasih,
Kak.
Melihat dirimu segembira ini,
apa tubuhmu sudah sehat?
Tentu saja.
Jika tidak percaya,
lain hari kita minum bersama.
Hari-harimu kelak
tidak lagi kamu yang putuskan.
Jika ingin minum dan lainnya
harus minta ijin dulu
pada Istrimu yang di belakang itu.
Mari.
Yue,
jangan macam-macam.
Waktu baik sudah tiba.
Musik.
Hormat pertama untuk langit dan bumi.
Hormat kedua untuk orangtua.
Suami istri saling hormat.
Apa kata Pemimpin Kota?
Apa ada jejak Mei Ying?
Liuli dan murid Serikat Salju
sudah ditutup mulut.
Masalah pembasmian Keluarga Mei tidak akan tersebar.
Paviliun Lingxu pun tidak akan tahu.
Bagus.
Mei Ying sudah mengkhianati Paviliun Lingxu dan Nalan Yue,
mustahil mengharapkan mereka
akan melindunginya.
Jika dia masih ingin hidup,
sepertinya tidak akan mungkin.
Cepat cari keberadaan Mei Ying.
Kalian sudah masuk jebakan.
Nikmati saja tontonan selanjutnya.
Kejar.
Ada apa?
Suara apa itu?
Benar.
Cangqi.
Yue,
ada apa?
Tidak apa-apa.
Ada aku di sini.
Yizhou,
bawa orang selidiki apa yang terjadi di luar.
Baik.
Tunggu.
Aku ikut denganmu.
Hari ini adalah pernikahanku dan Hua.
Sepertinya ada yang
sengaja datang mencari keributan.
Tapi...
Tunggu aku di kamar pengantin.
Jangan keluar sendirian.
Xueman!
Tunggu aku.
Yue!
Cepatlah kembali.
Aku menunggumu.
Suara seruling tadi adalah kode rahasia Keluarga Mei aku.
Begitu ditiup
artinya Keluarga Mei sedang dalam bahaya.
Kakak dia...
Xueman,
jangan panik dulu.
Jika Mei Ying sungguh dalam bahaya,
para murid yang kita utus
mustahil tidak berikan informasi.
Setidaknya Serikat Salju pasti mengetahuinya.
Jika bukan keadaan darurat,
Kakak tidak mungkin tiup seruling minta bantuan.
Lapor, Kepala Paviliun dan Ketua Muda.
Murid yang diutus ke Keluarga Mei
baru kembali ke paviliun.
Keluarga Mei sudah dibasmi Kota Longyin.
Apa kamu yakin?
No comments yet. Be the first to leave one.