The first 200 lines.
Aku tak percaya akhirnya kau datang.
Yeah, Aku juga.
Oh, Ayolah. Jangan begitu.
Kau tahu, Aku harap supirnya takkan pernah temukan tempat ini.
Jadi aku bisa dapatkan penerbangan berikutnya keluar dari sini.
Oh, Ayolah, nak. Beri aku istirahat.
Kau pantas, David.
Dengar, sudah kukatakan ke Donald kalau ini bukan ide bagus.
Well tebak lah, kau tahu, Aku juga katakan begitu. Aku di sini hanya karena dia.
Baiklah, itu buatku merasa sungguh istimewa. Terimakasih.
Sama-sama.
Baiklah, lebih baik kau masuk.
Disini kamu akan tinggal.
Seperti sel penjara.
Kenapa kau sangat membenciku, nak?
Kenapa kau tidak beri aku kertas dan akan aku tulis untukmu, David.
Berhenti panggil aku nak, oke? Itu sungguh membuatku kesal.
Ok, whatever you want, Jack.
Oke, terserah kau, Jack.
Aku tak tahu apa yang harus kukatakan kecuali hanya
mencoba dan menikmati beberapa hari kedepan.
- Sudah terasa seperti selamanya. - Jaga bicaramu, Jack!
Aku tak tahu ada apa di kepalamu.
Percayalah, kau tak ingin tahu.
Akan kubiarkan kau dengan itu. Kamu pasti capek setelah penerbanganmu.
Istirahatlah dan beri aku teriakan lagi nanti, oke?
Terimakasih atas perhatianmu, David. Tapi aku akan baik-baik saya.
Apa aku lakukan disini?
Apa kabar, Jack?
Masih hidup, ya khan?
Siapa itu?
Kamu berdua belum bertemu? Itu Maria.
Sejak aku sendirian lagi, Aku butuh seseorang untuk menjagaku.
Aku perkerjakan dia. Untuk membantu pekerjaan rumah. Memasak, bersih-bersih, semuanya.
Dia disini beberapa jam setiap hari. Jika kau perlu apapun, mintalah padanya.
Aku tahu apa yang kau pikirkan.
Dia wanita yang sangat cantik, alasan utama aku pekerjakan dia.
Ini bagus ada wanita cantik di tempat ini lagi, dan nyatanya dia sangat pandai memasak.
Ini putraku, Jack.
Senang bertemu denganmu, Jack.
Apa kamu istirahat dengan baik?
- Dia tidak banyak bicara, ya khan? - Dia hanya sedikit malu.
Aku yakin dia akan baik-baik saja, David.
Dengar, Jack. Aku minta maaf. Aku ada pertemuan jam satu dan akan berlangsung beberapa jam.
Jadi akan ku tinggalkan kau di tangan Maria, jika kau tidak keberatan?
Dengan senang hati.
Sampai jumpa, Jack.
Hari ini panas ya? Mau aku buatkan minuman?
- Yeah, tentu. - Baiklah, tunggu sebentar.
- Silahkan. - Terimakasih.
- Jadi, berapa lama kau berencana untuk tinggal? - Hanya beberapa hari.
Ah, sangat buruk.
- Tidak juga. - Kenapa tidak?
David dan aku, kami tak sungguh dekat.
Maaf mendengarnya, Jack.
Lalu kau pasti sangat dekat dengan ibumu?
Kenapa kau bicara begitu padaku, untuk apa?
Jack, Aku minta maaf jika sudah bicara sesuatu yang menggangumu.
Lalu kenapa kau katakan?
Aku tak tahu. Aku hanya mengira kau dekat dengan ibumu, itu saja.
Apa kau mau bilang kalau David tak pernah beritahu kau?
Dia bilang kalau dia sudah bercerai, itu saja.
Itulah ciri David. Dia tidak pernah bicara tentang dia.
Apa kau tinggal dengan ibumu?
Tidak, dia tidak ada. Permisi.
Aku mau pulang sekarang. Aku tinggalkan makan malammu di oven.
Baiklah, sampai jumpa besok.
Maaf.
Sudah membentakmu tadi.
Ini bukan salahmu.
Tidak apa-apa. Ini sungguh salahku.
Bukan, ini bukan.
Hidupku sangat rumit.
Bukankah semua orang?
Ketika kau katakan ibumu sudah tak ada lagi, apa maksudmu?
Dimanakah dia?
Dia meninggal dunia.
Aku sungguh minta maaf.
Tak apa. Ini sudah sangat lama.
Tapi aku pikir orang tuamu baru saja bercerai?
Well, seperti yang aku katakan. Hidupku sangat rumit.
Kau baik-baik saja?
Yeah, tentu, terimakasih.
Kapan ibumu meninggal?
Sudah sangat lama.
Apa setelah orang tuamu bercerai?
Tidak. Tentang perceraian itu, dia Linda, ibu tiriku.
Mereka bercerai tahun lalu.
Oh, masuk akal sekarang.
Aku benci Linda. Dia orang jahat.
Berapa umurmu ketika ibumu meninggal?
Aku masih bayi.
Kau masih bayi?
Dia meninggal saat melahirkan.
Dia meninggal melahirkanku.
Aku harap aku bisa ingat sesuatu tentangnya, tapi aku tak bisa.
Itu bukan salahmu, Jack. Kau masih bayi.
Aku merasa bertanggung jawab atas kematiannya, kau tahu?
Selalu.
Aku membunuhnya.
Jangan bicara begitu, Jack.
Kau baik-baik saja?
Ya, aku baik saja.
Sudah malam. Aku harus pergi.
Jack? Kau disana? Boleh aku masuk?
Pergilah, David. Aku sedang tidur.
Aku pikir malam ini kita bisa keluar makan malam. Ada restoran bagus di kota.
Bagaimana menurutmu?
Aku tidak lapar dan aku sangat tidak tertarik. Jadi tinggalkan aku sendirian, oke?
Baiklah, Jack. Jika kau ingin bersedih dan tetap
di kamarmu, lanjutkan saja. Aku tak peduli.
Kau bukan anak kecil lagi, sekarang kau seorang lelaki. Jadi bertingkahlah begitu.
Aku seorang lelaki, aku?
Tinggalkan aku sendirian oke!
Sudah cukup, David?
Hai.
Aku tak pernah melihatmu disini sebelumnya, kau baru disini?
Aku hanya liburan.
Aksenmu, kau dari Amerika khan?
Ah, yeah.
Aku Becky.
Jack.
Kau disini dengan keluargamu?
Tidak.
Dengan pacarmu?
Tidak.
Baiklah. Berapa lama kau akan disini?
Hanya beberapa hari.
Ah, itu tak adil.
Kau mau jalan-jalan?
Entahlah. Aku harus melakukan beberapa hal.
Siapakah itu?
Teman.
Kamu mau minum?
Maaf aku tak bisa. Aku harus kembali sebenarnya.
Kita dapat ketemu lagi?
Tentu, terserah.
Hai Jack. Kau pulang sangat cepat.
Well, yeah. Tak ada banyak yang dilakukan disini.
Aku hanya ambil beberapa gambar, itu saja.
Aku haus. Boleh minta minum?
Ya, akan ku buatkan untukmu.
Aku lihat kau punya teman baru.
Maaf?
Oh, gadis itu kembali kesana?
Ya. Itulah kenapa aku tak berhenti dan menyapa.
Aku tak ingin mengganggumu. Berteman itu bagus.
Sepertinya dia gadis yang baik.
Aku harap. Aku hanya bertemu dia hari ini.
Kau punya pacar di rumah, Jack?
Tidak.
Sungguh? Kenapa tidak?
Entahlah. Aku tak pernah bertemu gadis yang aku sungguh suka.
Aku merasa gadis seusiaku sungguh tak dewasa.
Berapa umurmu, Jack?
Tujuh belas tahun.
Oh, tapi takkan lama lagi kan?
Ayahmu beritahu aku. Dia bilang kau akan datang untuk rayakan ulang tahunmu dengannya.
Benarkah?
Dia katakan padamu tentang terakhir kalinya kami rayakan ulang tahunku bersama?
Menyedihkan.
Maaf Jack, sudah buat kau sedih lagi.
Kau tidak buat aku sedih, Maria. David lah.
Kau selalu panggil ayahmu dengan namanya?
Aku sungguh tidak anggap dia seperti ayahku. Dia orang yang membuatku sakit.
Selalu seburuk itu diantara kalian berdua?
Well, dia tak pernah ada untukku.
Jadi, dengan siapa kau tinggal sekarang?
Aku tinggal dengan pamanku di Amerika. Paman Donald.
Dia adik lelaki ibuku.
Dia lebih dari seorang ayah bagiku daripada David.
Aku tahu mungkin kau sudah dengar ini sebelumnya, Jack.
Tapi aku sungguh mengerti apa yang sedang kau alami.
Aku juga pernah punya masalah yang sama dengan orang tuaku.
Orang tua sungguh dapat kacaukan hidupmu jika mereka mau.
Kamu punya anak, Maria?
Tidak. Untuk beberapa hal, aku senang tidak punya anak.
Aku pikir aku akan jadi ibu yang buruk.
Kemarin, waktu aku katakan padamu tentang ibuku, kau sungguh tampak sedih.
Keberatan jika aku tanya kenapa?
Seperti yang ku katakan sebelumnya, Jack. Aku mengerti apa yang sedang kau alami.
Kau kehilangan seseorang yang dekat denganmu?
Ya.
Dan sepertimu, sudah lama sekali.
Jadi aku paham rasa sakitmu.
Pasti sangat sulit tumbuh dewasa tanpa seorang ibu.
Ya. Bahkan lebih sulit jika kau punya ayah yang sungguh tak peduli padamu.
Aku selalu merasa seperti anak yatim piatu.
Oh, jangan bicara begitu, Jack. Aku yakin jauh di dalam ayahmu sangat mencintaimu.
Well, seandainya begitu, dia tak pernah menunjukkannya.
Hidupku sangat menyedihkan. Kita bicara hal lainnya saja.
Baiklah.
Jadi, sudah berapa lama kau tinggal di Inggris?
Sekitar dua tahun sekarang.
Dan sebelumnya aku tinggal di Jerman sekitar tiga tahun.
Kau belajar bicara bahasa Inggris setelah datang?
Well, Itu cerita yang lucu.
Waktu aku masih muda, aku terbiasa banyak menonton film Amerika.
Begitulah aku belajar bicara bahasa Inggris.
Ini adalah bahasa yang indah.
No comments yet. Be the first to leave one.