The first 127 lines.
Tak kusangka bunga bisa tumbuh di tempat kumuh ini.
Delmon.
Berkat kerja kerasmu yang tidak kenal lelah,
akhirnya aku bisa melihat yang asli.
Terima kasih.
Tidak. Satu saja tidak cukup.
Mari penuhi rumah kita dengan bunga itu.
Pria Besar!
Rudo-ku?
Lalu...
Nona!
Seperti yang kalian lihat,
Amo punya banyak penggemar sekarang.
Kalian masih mau merusak pesta ini?
Kuminta kalian semua
untuk menahannya.
Objek Vital, Tokushin.
Kurang ajar.
Berengsek!
Takkan kubiarkan kau menyakitinya lagi!
Net.
Apa ini?
Tali?
Astaga, lihat perbuatanmu pada kamar Amo.
Lakukan sesuatu, Semuanya!
Lebih baik jangan banyak bergerak.
Makin banyak bergerak, makin erat ikatannya.
Maafkan aku.
Aku berharap rasa sakitnya akan menyadarkan kalian,
tapi kurasa tidak.
Jahat sekali!
Kau tega menyakiti teman-temanmu demi bereksperimen?
Tapi eksperimenmu gagal.
Demi membantu Amo, mereka akan mencari cara untuk lepas,
meski harus menahan rasa sakit.
Akan ada pertumpahan darah.
Objek Vitalku adalah alat pemintal.
Tahukah kau?
Ini tongkat yang digunakan untuk menggulung benang.
Menggulung selesai.
Lalu...
Penangkapan wanita psikopat selesai.
Ayo.
Kembalikan mereka seperti semula.
Sebaiknya cepat.
Aku tidak suka betapa anehnya ini.
Selain itu, aku tidak berbuat banyak kali ini.
Itu tidak benar.
Fakta bahwa perempuan ini melawan banyak musuh
akan membebani mentalnya.
Kurasa memanggilnya "sapi" cukup efektif.
Tomme!
Kau memakai maskermu? Syukurlah.
Bagaimana Enjin?
Masih belum sadar.
Dia sudah kupakaikan masker, tapi...
Begitu rupanya.
Sebaiknya kita minta tim medis memeriksanya.
Sakit...
Sudah lama tak ada yang sekasar ini kepada Amo!
Kau kejam...
Jahat...
Jahat!
Tolong Amo!
Dia mulai lagi.
Tapi tak ada yang bisa bergerak...
Tak bisa dimaafkan.
Tak bisa dimaafkan!
Sebaiknya kau bersiap.
Aku akan keluar dari sini
dan membunuh
kalian semua!
Cukup.
Kau sangat menyukainya, ya?
Kalau begitu, aku akan membebaskanmu.
Apa-apaan ini?
Tamsy.
Kau sudah keterlaluan.
Kurasa sudah selesai.
Selesai? Kau membunuh...
Lihat?
Inilah yang terjadi saat orang tak bicara dengan Amo.
Sifat aslimu keluar meski kau berusaha menyembunyikannya.
Mereka semua di ambang kematian karena kau sangat jahat.
Kau sama sekali tak harmonis dengan teman-temanmu.
Apa?
Zanka, apa kau lupa benda itu?
Tunggu, kurasa kau lupa.
Mereka bisa mengurangi kerusakan dari satu pukulan, bahkan yang fatal.
Kau ingat?
Kita semua sudah digambarkan mantra, bukan?
Oleh Remlin.
Benar. Kita semua baik-baik saja.
Termasuk aku.
Aku akan mengambil sepatu bot ini.
Semoga mereka mendapat informasi tentang perbatasan.
Bos...
Mengingat orang-orang yang kita kirim,
aku ragu akan ada masalah.
Tetap saja, kau tampak tidak senang.
Apakah karena
apa yang kau lihat pada Rudo?
Bisa beri tahu aku?
Apa yang kau lihat
saat kali pertama melihat Rudo?
Aku tidak suka
saat orang hanya memakai satu kaus kaki.
Apa?
Hei...
Kau sama sekali tidak memakai kaus kaki?
Kembalikan! Itu milik Amo!
- Kembalikan! - Baiklah!
Jangan sentuh sepatu bot itu!
Nanti bau orang itu hilang!
- "Orang itu"? - Kembalikan!
Astaga!
Jangan mengendusnya, Berengsek!
Sudah berapa lama Enjin sembuh?
- Perdarahan dalam sembuh dengan mantra, - Hentikan!
- itu luar biasa. - Aku bisa menciumnya.
Dia baik-baik saja saat kutolong tadi.
- Dia berpura-pura pingsan - Apa yang kau lakukan?
- sampai dia melihat kesempatannya. - Cepat kembalikan.
- Hentikan! - Diamlah!
- Kembalikan! - Begitu rupanya.
Singkirkan kemampuanmu dulu dan normalkan mereka, baru kulakukan.
Amo tak bisa menggunakan kekuatannya hanya dengan satu sepatu bot.
No comments yet. Be the first to leave one.