The first 200 lines.
Episode 13
Tetaplah disisiku, Gun Wook.
Unni.
Unni.
Unni, apa itu?
Kau dan Oppa... benarkah?
Mo Ne, mari kita bicara.
Jae In!
Jae In!
Oppa!
Oppa, apa kau benar-benar suka saudariku?
Mari kita bicarakan ini nanti.
Kau tidak pernah bilang kau cinta padaku.
Kau tidak pernah sekalipun bilang kau cinta atau suka padaku.
Aku tidak ingin menerima itu,
Tapi aku tahu kau tidak pernah melihatku sebagai seorang wanita.
Tapi, kau tidak punya orang lain dan kupikir aku bisa bersamamu,
Dan aku pikir aku bisa terus bersamamu dan aku bahagia.
Nanti, saat aku jadi lebih dewasa,
Aku akan memberimu pandangan lain.
Apa orang yang kau inginkan adalah... kakakku?
Aku lihat kau tidak menjawab "tidak".
Apa itu kakakku?
Kenapa harus dia?
Kenapa harus dia dan bukan yang lain?
Kenapa kau pernah muncul dalam hidupku?!
Kau seharusnya tidak menunjukkan ketertarikan padaku sejak awal.
Itu bibi.
- Kenapa mereka bertengkar? - Itu masalah orang dewasa.
Tapi aku ingin melihat Malaikat Ahjussi.
Kenapa kau lakukan itu?
Apa aku ini batu loncatan?
Tidak semua orang di dunia ini...
Bisa mencintaimu.
Apa?
Tidak ada orang di dunia ini...
Yang bisa mendapatkan semua yang mereka mau.
Dan aku bukan boneka yang bisa kau dapatkan kalau kau mau.
Kalau itu masalahnya, kau seharusnya mengatakan itu sejak awal.
Aku tidak bisa suka padamu, aku sebaiknya tidak mencintaimu.
Meski aku katakan apapun, kau tidak akan mendengarkan,
Karena kau adalah orang yang selalu mendapat semua yang diinginkan.
Tapi, ini tidak benar.
Kau tahu ini tidak benar, Oppa.
Unni... dan kau...,
Aku berharap kalian berdua mati.
Cheojae *... *
Aku tidak tahu apa ini, tapi kau seharusnya tidak seperti itu.
Ini sudah cukup berat bagi yang lain.
Apa kau harus bertingkah seperti ini?
Ayo pergi, Hyungbu*. *
Unni, apa itu tadi?
- Mama! - Ya?
Bibi Mo Ne bertengkar.
Cheojae, apa kau baik2 saja?
Apa yang kau lakukan dengan bertengkar seperti itu diluar?
Hyungbu, tolong kau urus Unni dengan benar.
Sayang, apa kau tahu apa yang terjadi di antara mereka?
Tidak.
Tae Gyun sangat menyukai taman kita.
Bahkan sekarang, kelihatannya...
Dia akan berjalan ke pintu, memanggil "mama".
Mama.
Aku tidak tahu kenapa ini terjadi pada kita.
Tae Gyun meninggal...
Mo Ne melakukan apa yang dia mau.
Apa ada orang yang mengutuk keluarga kita?
- Mama. - Tae Ra,
Bukankah kau pikir itu aneh?
Semua ini terjadi tiba-tiba dan pada saat yang sama.
Bagaimana hal ini bisa terjadi padaku?
Apa kesalahan yang aku lakukan?
Ini terlalu berat.
Mama.
Ini adalah sebuah kecelakaan.
Apa kau tidak mau menjawab teleponmu?
Kemana aku harus pergi?
Ke rumah Gun Wook.
Eh?
Dimana itu?
Aku tidak tahu kenapa dia melakukan itu.
Kenapa itu bukan Mo Ne.
Kenapa dia dengan saudarinya seperti itu.
Ahjussi,
Aku pasti salah lihat kan?
Tidak mungkin aku bisa tahu itu.
Jadi, kemana kita akan pergi?
Ke rumah Gun Wook.
Itu cantik.
Dan mahal.
Kenapa semuanya seperti itu?
Hei Nak!
- Tunggu sebentar. - Apa itu?
Biar aku lihat tasmu sebentar.
- Kenapa mengambil tasku? - Tidak, cuma sebentar!
- Apa ini? - Apa ini? Hah?
Aku berpikir kenapa banyak barang hilang akhir-akhir ini.
Apa ini?
Aku tanya padamu, apa ini? Hah?
Aku tidak melakukan apapun.
- Aku tidak melakukan itu! - Jadi, apa ini?
Itu adalah perbuatan wanita yang tadi. Tangkap wanita itu!
Tidak, mari kita pergi ke kantor polisi sekarang.
Kau merencanakannya dengan wanita itu kan?!
Ikuti aku! Ayo.
Oh.
Apa yang kau lakukan?
Siapa kau?
Ahjussi!
- Ya? - Aku tidak tahu!
Aku bilang padanya aku tidak mencurinya, tapi dia bersikeras!
Seseorang memasukkan itu dalam tasku.
Dia bilang tidak mencuri itu.
Aku juga melihat itu.
Dia masih muda.
- Kenapa tidak kau lepaskan saja dia. - Permisi, pak?
Aku melihat dia bekerja sama dengan wanita itu.
- Telepon wanita itu. - Aku harus kenal dia untuk menelpon dia!
Jadi kenapa gadis muda sepertimu datang ke tokoku?
Dia menyuruhmu melakukan itu kan?
- Aku pergi membeli hadiah untuk kakakku. - Jadi, seharusnya kau membeli sesuatu!
Tidak ada yang pas untuk dibeli!
Mereka cuma mahal saja.
Kau.. apa kau tidak tahu mengenai kualitas?
- Apa yang kau lakukan? - Ahjussi, berapa harganya itu?
Aku akan bayar itu, jadi letakkan itu sekarang.
Dengar, Ahjussi, kau pikir aku melakukan ini karena aku perlu uang?
Anak-anak harus dibuat lebih disiplin.
Dia bilang dia tidak mencurinya.
Kau tidak melihat dia melakukan itu. Pergi dan urus urusanmu sendiri.
Lihat. Kenapa kau ikut campur?
Kau mau ambil uang ini atau tidak?
Kenapa kau harus bayar untuk itu?
Unni!
- Itu cukup kan? hei, keluarlah. - Unni!
Kalau itu bukan karena Ahjussi, aku sudah dipenjara...
Bukankah paling tidak sebaiknya berterima kasih padanya?
Dipenjara saja.
Memenjarakan aku?
Unni, aku tidak mencuri itu!
- Aku tidak melakukan kesalahan! - Penjarakan dia, pria itu.
Apa? Ahjussi?
Apa kau tidak punya borgol?
Meski ruang tawanan atau penjara, kurung saja dia!
Dia membuat kejahatan, pria ini.
Ah, kau mungkin membunuh seseorang.
Apapun itu, bawa saja dia pergi.
Apa kau tidak punya borgol?
- Tidak? - Agassi!
Pria itu membantu saudarimu. Dia tidak melakukan kesalahan.
Dia melakukan kesalahan!
Dia pria yang jahat!
- Ahjussi, apa kau tidak punya borgol? - Hentikan itu.
Apa kau mencintainya?
Apa kau mencintai Hong Tae Ra?
Apa kau mencintainya ?
Katakan padaku kalau aku salah lihat.
Itu tidak ada hubungannya denganmu kan?
Berapa lama aku harus jadi orang yang tidak ada hubungannya denganmu?
Kau bilang padaku agar percaya padamu, tapi kenapa kau terus mendorongku pergi?
Apa aku ini bukan apa-apa bagimu?
Aku pasti gila, dasar.
Aku pasti gila, mencoba bicara denganmu...
Ahjussi.
Kalau kau tidak bisa kurung dia, bawa aku pergi.
Apa yang harus kulakukan? Kalau aku memukulmu, apa itu bisa?
Tidak...
Aku rasa kau yang perlu dipukul.
Aku benar-benar berharap kau dimasukkan ke ruang tahanan,
Jadi kau tidak bisa bicara atau melihat siapapun.
Kalau kau mau mengatakan sesuatu, katakan itu dengan mulutmu sendiri.
Kau selalu bertingkah elegan dan hebat.
Paling tidak, beri aku alasan!
Kau bertingkah hebat dan mengajari aku selama ini.
Jadi, apa kau sengaja mengincar pacar saudarimu?
Dasar.
Mo Ne.
Kau tidak mau dengar itu?
Jadi, kalau tidak, katakan tidak. Katakan!
Jadi, itu semua benar.
Aku tidak bisa memaafkanmu.
Aku tidak akan pernah memaafkanmu!
Aku tidak akan melepaskanmu pergi begitu saja.
Apa ada sesuatu yang ingin kau katakan?
Hatiku tidak mendengarkan pikiranku.
Aku juga tidak mengerti.
Jadi lakukan apa yang kau mau.
Dan aku akan lakukan hal yang sama.
Aku tidak punya kakak lagi.
Ayo, ayo masuk, cepat.
Masuklah.
Keluar.
- Siapa bilang dia bisa masuk? - Dia tamuku, tamuku.
Aku bilang keluar.
Apa kau mau aku mengusir dia keluar?
Unni, apa yang salah denganmu? Apa aku tidak boleh bawa tamuku pulang?
Baiklah, aku akan pergi.
Singkirkan tamumu secepatnya.
Jangan kuatir soal dia.
Saudariku itu sering bertingkah seperti penyihir.
No comments yet. Be the first to leave one.