The first 200 lines.
Tolong Tuhan, jangan bunuh aku.
Itu hanya pekerjaan.
Aku butuh uang.
Aku rasa kau sudah dibayar didepan.
Ada surat perintah untukku?
Bicara yang sebenarnya dan aku akan angkat rasa sakitmu.
Mudah geli?
Tolong.
Hei.
Jangan bunuh aku.
Aku punya keluarga.
Kau tertembak di perut. Kau di tempat terpencil.
Kau tak mau mati pendarahan di sini.
Burung elang akan mulai memakan tubuhmu...
...sebelum kau mati.
Tolong Tuhan. Tidak.
Stewart?
Keluarlah.
Apa dia mati?
Ya, dia mati.
$2,000.
Kau tahu apa artinya ini?
Ya. Lebih banyak pemburu imbalan yang mengikuti kita.
Lebih banyak orang yang datang untuk mendapatkannya.
Lebih banyak baku tembak, lebih banyak pembunuhan.
Aku rasa kau takkan bisa menghadapi ini.
Stewart, jika kau tak memiliki keberanian untuk kehidupan ini,
Maka mungkin kau sebaiknya pergi ke tempat lain.
Aku pikir bisa melakukan ini.
Menjadi sepertimu.
Tapi aku tak bisa.
Ambil senjata dan sabuknya.
Kau harusnya bisa mendapat bayaran bagus untuk itu.
Sungguh?
Tinggalkan pelurunya.
Aku benci mengatakan ini padamu.
Kuda-kuda kabur saat baku tembak dimulai.
Kuda yang aku tunggangi?
Ya, itu juga.
Mereka ketakutan.
Tak ada kuda, tak ada uang, dan pemburu imbalan mengejarku.
Itu cerdas untukmu pergi.
Pergilah.
Kau akan butuh uang untuk keluar kota.
Mungkin membeli tiket kereta.
Kau akan menerima pekerjaan yang kukatakan kepadamu?
Karena sekarang aku tak punya kuda,
Aku tak punya pilihan.
Apa maksudmu?
Ini bukan pertama, kedua, atau kesepuluh kalinya...
...kau membunuh karena uang.
Mungkin benar.
Suatu kehormatan bisa mengenalmu.
Maaf aku tak bisa lagi pergi bersamamu.
Aku tak punya uang.
Kau membawa senjata?/ Tidak.
Bahkan, aku tak punya apapun yang bisa menggoda perampok.
Di mana belas kasihmu?
Aku pernah dipanggil banyak hal,
Tapi pencuri bukan salah satunya.
Aku mengerti. Kau buronan.
Boleh aku tanya untuk apa?
Bukan sesuatu yang kau ingin ambil bagian.
Jika kau pertimbangkan turunkan senjata itu sebentar,
Mungkin kita bisa berbincang.
Kau sendirian?
Aku tak pernah menjawab saat ditodongkan senjata.
Aku sendirian.
Aku kemari untuk mengambil air dari sungai setiap pagi.
Gereja tak jauh dari sini.
Kau mau ikut denganku dan berbincang di sana?
Kau punya kuda di gerejamu?
Aku akan menaikinya jika kami punya.
Kau mau ke sana dan melihat?
Orang dalam pelarian tak punya waktu untuk berjalan santai.
Poster itu tertulis kau dicari karena beberapa pembunuhan.
Kau memiliki mata yang jeli, Bapa.
Telingaku juga berfungsi. Kau dengar itu?
Aku rasa seorang buronan seharusnya sembunyi.
Jika kau janji untuk menjauh dari kekerasan,
Aku janji untuk mengirim mereka pergi.
Selamat siang, Bapa.
Selamat siang.
Kau ada melihat orang ini?
Aku takut aku tak bisa membantumu.
Terima kasih, Bapa.
Kau teruslah berjaga.
Bisa aku mengantarmu ke kota atau ke gereja?
Aku berada dimana Tuhan membutuhkanku.
Terima kasih./ Terima kasih, Bapa.
Bapa,
Kau bisa menjadikan dirimu orang kaya.
Uang tak membuatku tertarik, tak seperti jiwamu.
Kau memungkinkanku melihat matahari terbit lainnya,
Dan untuk itu aku berterima kasih.
Itu bagus untuk tahu apa gunanya untuk bersyukur,
Artinya ada harapan untukmu./ Harapan?
Harapan seperti waktu. Itu tak pernah di pihakku.
Aku rasa kita bertemu untuk suatu alasan.
Bapa, percaya aku,
Tuhanmu tak ingin berurusan dengan orang sepertiku.
Kau mungkin memalingkan punggungmu terhadap Tuhan,
Tapi Tuhan tidak memalingkan punggungnya terhadapmu.
Aku bisa tunjukkan padamu.
Bapa, kau bisa membasuhku dengan darah juru selamat,
Tapi itu takkan membersihkan darah dari tangan ini.
Kau yang memanggil-Nya Juru Selamat,
Artinya keyakinanmu masih belum meninggalkanmu.
Sesaat yang lalu, nyawamu berada di tanganku.
Kau masih berdiri saat ini, itu karena kehendak-Nya.
Bukan begitu?
Aku berikan kau kembali kepada Tuhan, Anakku.
Pergilah. Tapi mulai sekarang kau bukan lagi pelaku kejahatan.
Iblis tak lagi memandumu.
Ny. Boswell.
Kau siapa?
Aku pembunuh bayaran, Bu.
Aku dengar kau mencari orang sepertiku.
Aku tak mengira ada orang yang akan datang.
Kau yakin ingin melakukan ini?
Kau berpikir aku monster.
Tidak, Bu, aku pernah melihat monster.
Aku hanya ingin memastikan jika kau yakin.
Jika kau ingin benar-benar melakukan ini hingga selesai.
Dia dibalut dengan ini ketika lahir.
Kami berharap dokter salah,
Tapi seiring dia tumbuh, dia tak pernah bicara.
Tak pernah memanggilku "Ibu".
Dia tak pernah tersenyum kepadaku.
Anakku terlahir salah.
Dia terbelakang.
Tak ada yang dokter bisa lakukan.
Mereka bilang aku menunggu terlalu lama untuk memiliki anak,
Dan ini biasa terjadi diantara ibu-ibu yang lebih tua.
Aku tidak menyadarinya pada waktu itu.
Aku harusnya tahu.
Dokter bilang dia takkan hidup lama,
Tapi setiap dia terjatuh, aku selalu di sana.
Dia tak pernah kotor atau lapar.
Dan semua itu harusnya bawakan aku keceriaan.
Tapi hanya ada penderitaan.
Suamiku pergi.
Dia tak tahan lagi.
Berkata anak ini adalah kutukan,
Dan itu dosa untuk membesarkan dia.
Aku tak menginginkan ini lagi.
Aku memiliki mimpi, untuk kembali bersama suamiku.
Kami bisa mengadopsi anak sehat dan normal,
Dan menjalani kehidupan bahagia.
Kau tahu, aku bukan orang jahat.
Aku bisa melakukan apa yang kau inginkan, Bu.
Terima kasih, Pak.
Kau tak tahu betapa berartinya ini untukku.
Aku ingin melakukannya sendiri, tapi aku tak bisa.
Bagaimana aku memanggilmu, Pak?
Siapa namamu?
Namaku dan apa yang akan aku lakukan, Bu,
Adalah dua hal yang sebaiknya kau lupakan.
Dia masih anakku...
Tolong pastikan dia tak menderita.
Akan kulakukan.
Ada lokasi pemakaman di puncak bukit.
Disanalah aku mengubur ayahku.
Aku tinggalkan sekop untukmu. Atau jika kau mau,
Aku bisa membantumu.../ Tidak, Bu, itu tidak perlu.
Kau akan mendengar dua tembakan berdekatan,
Lalu kau akan tahu itu sudah selesai.
Ayo, Nak.
Sayang.
Hei./ Aku sangat merindukanmu.
Ranjang kita menjadi dingin tanpamu. Sepi.
Tapi sekarang kau kembali, semua kembali seperti dulu.
Biarkan aku terus bicara.
Apa kau membawa hewan ternak?
Apa kau menghasilkan uang seperti harapanmu?
Kau sangat kurus.
Makanan sedikit menipis.
Rubah memakan ayam-ayam kita, dan ladang kita...
Itu hancur karena banjir beberapa bulan lalu.
Tapi karena kau sudah kembali...
Tapi kau bilang saat.../ Apa?
Saat aku pergi musim lalu.../ Ya?
Kau bilang jika...
Kau berpikir kau hamil.
Dan aku sudah pergi berbulan-bulan.
Aku pikir kau akan, kau tahu,
Lebih berisi.
Aku menyesal.
Aku salah.
Jadi kau tak mengandung anakku?
Tidak. Tapi kita bisa coba lagi sekarang karena kau kembali.
Kita sudah lama menikah, Charlotte,
Dan aku masih tak memiliki anak.
Tapi meski kau frustrasi, cintaku, ingat,
Membuat anak adalah bagian menyenangkannya.
Dari mana kau belajar bicara nakal?
Maksudku adalah, jangan menyerah.
Kita bisa memulai kembali.
Aku mencintaimu, Charlotte, tapi aku ingin keluarga.
Aku bilang padamu betapa pentingnya itu bagiku saat kita pertama menikah.
No comments yet. Be the first to leave one.