The first 200 lines.
= Just Between Lovers = =Brought to you by GoldenEto=
=DO NOT SELL / HARD SUB / RE-UPLOAD / RE-POST My SUBTITLE=
Apa ini ...
Tidak melihatku ?
Masih belum melihatku ?
Tidak !
Di sini.
Di sini ...
Di sini ...
Kau tidak melihatku ?
Aku lihat.
Kalau begitu ...
Sepertinya kakiku tersangkut.
Tolong lihatkan.
Bagaimana ? Kenapa tidak keluar ?
Sedang apa ?
Kubilang tolong aku.
Kau di sini ? Ada apa ?
Yaa, Gang Doo ...
Tidak, tidak, sebelah sini.
Apa-apaan ini ?
Pergi sajalah. Ayo pergi.
Apa ? Mau berkelahi ? Mau berkelahi ?!
Aishh !
Eh, sudahlah. Kita pergi saja. Dia kebanyakan minum.
Yaa ... kalau menubruk orang harusnya minta maaf !
- Lepaskan aku brengsek ! - Siapa kau ?!
Minggat kau brengsek !
- Apaan sih ... - Yaa !
Lepaskan !
Yaa, yaa, yaa ... sudahlah, sudah.
Yaa ! Kau memukulku ?!
Kalau menubrukku sampai hancur harusnya kau bayar aku !
Yaaa !!
10 tahun lalu dan sekarang ...
Kenapa bisa persis sama ?
Augh, lututku ... aku tidak pernah terbiasa dengan tanjakan di sini. Tidak akan pernah.
Kenapa sudah sibuk sepagi ini ?
Oh bibi baguslah. Aku menyalakan air di permandian. Tolong bibi matikan.
Aku sudah beritahu ibu, tapi dia belum bangun benar.
Kau mau ke pemakaman ?
Jam 8 pagi ada janji fasial dengan nyonya dari real estate. Dia mau ke pertemuan alumni hari ini.
Tolong ya, bibi.
Kau mau ke mana ?
Seluruh area itu adalah tempat pembuangan akhir .
Apa bedanya dengan kita sehingga harus merepotkan sekali ?
Lapisan tempat pembuangan lebih dalam dibandingkan wilayah lain.
Kalau begitu harusnya kau implimentasikan dalam desainmu .
Kau kira uang langsung muncul tiap kau minta ?
Pengukurannya tidak muncul dalam data yang kami terima.
Kita harus menggali sekarang atau menanam pipa gas ...
Menggali ... kau kira mudah ?
Kau bicara dengan enteng karena tidak tahu biaya yang dikeluarkan dengan membuang sampah?
Tidak tahu.
Bisnis asli Cheongyu adalah bekerja di TPA . Harusnya Direktur yang lebih tahu itu.
Apa ?
Jika banyak pengeluaran, apa anda berniat menguburnya seperti perbuatan Ketua ?
Tolong pertimbangkan kembali. Agar kita bisa melakukan eksplorasi permukaan bawah kembali.
Aku mohon diri.
Apa kau belajar dari ayahmu untuk bersikap banyak maunya ?
Jangan tiru dia. Jika begitu kau akan melakukan kesalahan.
Aku tidak akan seperti ayahku.
Pergi sana.
Aku menyuruhmu pergi. Bukan karena kau pergi sendiri.
Apa, apa, apa ? Terjadi sesuatu ?
Tidak.
Gang Doo ada di mana ? Katanya Ia akan bekerja sampai siang.
Tidak tahu. Dia berlagak seperti bos.
Dia pergi sesukanya dan tidak bisa dihubungi.
Aah, aku bahkan tak bisa memecatnya karena kekurangan orang.
Dia bekerja keras beberapa hari ini. Dia pasti lelah.
Mustahil.
- Silahkan di makan. - Tidak usah. Buat apa makan es krim sebelum makan ?
Apakah yang meninggal satu-satunya korban ?
Apa kompensasi mereka pada orang yang tetap hidup dan menderita ?
Tidak, tidak boleh ! Di sini daerah terlarang buat orang luar.
Kubilang aku mau lihat tanahku sendiri. Kenapa kau menghalangi jalanku ?
Keluar ! Pergi dari gerbang ! Tutup gerbangnya !
Yaa, brengsek ! Buka gerbangnya !
Buka gerbangnya !
Yaa, brengsek ! Kalau tidak kau buka ...
Buka pintunya !
Nenek kau tak apa ?
Pegangan padaku.
Minumlah ini.
- Uang minuman. - Tidak usah.
Jika meminjam uang, harus kubayar dengan bunga. Begitulah duniaku.
Kapan lagi kita bisa bertemu ? Terima kasih untuk tehnya.
Tidak apa-apa.
Berbaringlah. Anda masih pusing.
Aduh bagaimana ini, mendadak aku merepotkanmu .
Tidak apa-apa.
Bagaimana bisa ?
Membuang waktu pada orang lain adalah hal sulit. Lekaslah pergi.
Aku akan menunggu sampai keluargamu datang.
Akulah keluargaku. Pergilah.
Kalau begitu aku akan tinggal sampai cairan infusmu habis. Anda tidak begitu sehat.
Aku tidak apa-apa.
Tapi aku tidak.
Jika kita bersama, anda akan merasa terbebani dan tidak enak.
Jika anda menyuruhku pergi. Kemudian aku pergi, anda akan sedih dan kecewa ...
Menurutku begitu.
Tidak butuh apapun ?
Aku akan minta dikembalikan dengan bunga. Katakan saja dengan nyaman.
Sekaleng buah persik.
Buah persik ?
Yang dingin dan manis.
Tidak ada yang lebih baik melebihi itu di saat tidak nafsu makan.
Kenapa aku mengantuk sekali ?
Tinggalkan nomor telponmu...
Nenek ..
Nenek ...
Pindahkan pasien ini ke ruang periksa di atas.
Keluarganya barusan dengannya.
Tanpa persetujuan keluarga ? Sekarang ?
Ya, sekarang.
Kenapa aku di sini ?
Ini bukan pertamakalinya aku memungutmu dari jalan.
Buang sajalah aku ...
Sebenarnya kenapa kau begitu ?
"Cara mengatasi rasa sakit melalui rasa sakit " apa ada arti khusus untuk itu ?
Apapun itu, hentikan.
Jika 10 tahun lalu tidak ada gunanya, maka kau harus mengubah strategi, bukannya merusak tubuhmu.
Aku sudah tua. Riasanku tidak halus lagi.
Mana mungkin Nuna sudah tua ?
Di daerah sini Nuna paling cantik.
Meskipun tahu omonganmu tidak masuk akal, aku senang mendengarnya.
- Mau ke mana ? - Bekerja.
Tempat yang ingin kau kunjungi bersama adalah tempat ini ?
Ya. Tunggu dan lihatlah saat aku memancing.
Nanti akan kubuatkan ramyeon paling enak buatmu.
Karena sedang memancing, tangkap yang besar.
Tidak bisa sesuai keinginanmu.
Aku harus menunjukanmu keahlian masa laluku.
Omo !
Elus-elus rambutku.
Apa-apaan ... / - Yaa..
Nanti kukasih uang tambahan. Lekaslah, aku sedang berat hati.
Mana bisa kau lelah padahal sedang memancing di luar siang bolong ?
Kau tahu betapa sulit hidupku ?
Semua orang tidak mau mendengarkan aku.
Saat melihatku, semuanya cuma merengek minta uang.
Betapa sulitnya itu buatku.
Tidak ada yang mengerti ... tidak satupun ...
Kenapa belum mengelus rambutku ?
Kalau cuma ini, kau tak perlu membayarku dengan mahal. Cukup minta istrimu ...
Tidak. Aku tak mau.
Rasanya seperti memohon.
Kita memberi dan menerima. Bagus dan simpel.
Nah, cepat lakukan.
Ya, di situ.
Enak.
Lebih lembut di situ.
Nomor tidak dapat di hubungi ...
Kalau lihat ini, telpon aku.
Kalau tidak menelpon akan kucari kau.
Nenek !
Ini.
Tidak di makan ?
Aku lebih suka ini.
Mana bisa kau menunggu tanpa tahu kapan aku keluar ?
Bagaimana kalau kita berselisih jalan ?
Maka, aku akan makan semuanya termasuk airnya.
Masih sendiri ? / - Ya ?
Punya pacar atau tidak ?
Tidak.
Hutang ini, bagaimanapun akan kubayar ...
Masukan nomormu di sini.
Hutang ?
Ini bukan hutang.
Seandainya aku lupa, akan ada seorang lelaki yang membayarkan hutangku, jangan khawatir.
Meskipun dia terlihat amburadul, dia sangat bertanggungjawab.
Sudah dimasukan ? / - Ya
Aku jamin ...
Aku biasanya tidak pernah menjamin orang seperti ini.
Dia sangat perhatian, bisa menjaga diri ...
Kemanapun aku pergi aku bangga padanya.
Eonni ?
Katanya dia punya urusan penting, jadi hari ini dia izin tidak masuk.
Apakah dia pergi dengan Gang Doo Oppa ?
Belakangan ini mereka selalu bersama.
Aku harus memeriksa konsep model untuk displai di pembukaan rumah model besok.
Tolong katakan padanya jangan membuat janji besok.
Sejak kapan kau mulai menyebut rekan kerjamu sebagai ... Oppa ?
Nomor yang anda tuju tidak dapat dihubungi.
Ha Moon Soo ssi
Aduh !
Aduh !
Kenapa seharian tidak bisa dihubungi ?!
Apa ini ?
Sebenarnya apa identitasmu ? Kenapa selalu kena pukul ?
Kena pukul ? Kalau wajahku begini, pikirkan bagaimana wajah lawanku ?
Mungkin mati.
Benar.
Kenapa kau di sini ?
Kau tidak muncul di kantor, tidak mengangkat telpon.
Siapa yang membuatku jauh-jauh ke sini ?
Hyung, tidak pulang rumah juga kemarin. / - Huak !!
Di sini berantakan. Jangan di dalam rumah orang ayo pergi.
Pergi. Kau juga pergi, ini sudah malam.
No comments yet. Be the first to leave one.