Release info

진짜가 나타났다!-The Real Has Come-E11-NEXT-VIDIO
A Commentary by Anangkaswandi

Tags

other
Published on: 2023-04-30
Downloads: 15
Hearing Impaired: No

Indonesian subtitle preview

The first 200 lines.

Episode 11

Aku saja yang melakukannya.

Itu karena aku yang mau memakannya.

Kamu tak bisa membuatnya seenak buatanku.

Syukurlah Ibu sudah sehat kembali.

Aku harus tetap sehat demi anak-anakku.

Itu pasti mereka.

Kamu gugup?

Tidak apa-apa.

Lagi pula ini sama-sama rumah manusia.

Halo.

Selamat datang. Selamat datang di keluarga kami.

Kalian sudah datang?

Halo, Ibu.

Selamat datang, Yeon-Doo.

Terima kasih.

- Di mana ibu? - Dia ada di...

Aku di sini.

Halo, Nek. Aku sudah datang.

Ya. Selamat datang di rumahku.

Iya, terima kasih.

Nenek!

Astaga.

- Apa maksud Nenek? - Menurutmu?

Apa aku salah karena melemparkan garam ke pembawa sial yang masuk ke rumahku?

Pembawa sial?

Kenapa Nenek kasar sekali pada wanita hamil?

Ini pasti garam mahal?

Apa katamu?

Aku merasakan satu butir, sama sekali tidak asin.

Terima kasih sudah menyambutku dengan meriah, Nek.

Astaga. Kamu ini...

Ke depannya, aku akan menjadi cucu menantu yang tidak membawa sial.

Aku akan kemari lagi setelah ganti baju dengan yang tak bergaram.

Untuk apa kemari? Kamu tidak boleh melangkahkan kakimu kemari tanpa izinku.

Tanpa Nenek bilang begitu, kami juga tidak berniat sering kemari.

Ibu.

Kumohon jangan bertengkar dengan Nenek karena aku.

Nenek juga pasti tahu bahwa perbuatannya itu salah.

Dasar anak ini.

- Ayo pergi, Yeon-Doo. - Permisi.

Astaga.

Maafkan aku, Yeon-Doo.

Kamu pasti merasa terluka.

Kamu baik-baik saja?

Iya.

Sekarang tidak apa-apa.

Meski aku sudah mengiranya,

tetap saja aku sedikit terkejut.

Astaga.

Aku tidak tahu,

aku akan menerima lemparan garam demi berperan sebagai menantu.

Aku tak bisa berkata-kata.

Itu bukan salahmu.

Bukankah malah bagus, karena Nenek melarang kita masuk kemari?

Interiornya sangat cocok untuk rumah pengantin baru.

Ini pekerjaan Kepala Jang.

Aku membiarkannya sebab kita tak akan lama di sini.

Kita bukan pengantin baru sungguhan, untuk apa menghambur-hamburkan uang.

Aku harus memakai ruang yang mana?

Karena kamu sedang hamil, pakai ruangan ini saja.

Dan aku sudah menyiapkan sesuatu untuk menyambutmu.

Apa itu?

Hadiah?

Aku tak mau melihat Tae-Kyung lagi, jadi, jangan taruh di sana lagi.

Baik, Nyonya besar.

Sama saja.

Bagaimana bisa Tae-Kyung bertemu orang seperti itu.

Perbuatan Nenek juga tak bisa dibenarkan.

Dia sangat berani dan selalu melawan. Tidak tahu malu.

Apa pekerjaannya?

Sepertinya dia guru les.

Dia seorang guru, tapi hamil di luar nikah?

Dasar wanita nakal.

Kak, perkataanmu terlalu kasar.

Itu sekarang disebut hamil pranikah.

Dia juga bukan tipe Tae-Kyung.

Dia selalu berkencan dengan pembawa acara, pramugari, atau desainer.

Di mana mereka berkenalan?

Entahlah. Dia hanya mengatakan padaku, dia jatuh cinta pada pandangan pertama.

Pada pandangan pertama?

Cinta satu malam?

Apa?

Kenapa kamu menjadi gugup?

Sungguh itu cinta satu malam?

Sekali bertemu kemudian langsung?

Hei, menjijikkan.

Kita sedang makan. Jangan membicarakan hal seperti itu.

Karena salah memilih satu orang, satu keluarga menjadi kacau.

Bukan begitu, Ibu. Mereka berdua saling mencintai.

Aku kehilangan nafsu makan.

Kenapa mereka harus pindah ke paviliun?

Benar.

Aku yakin dia pasti menginginkan sesuatu dari keluarga kita.

Dia pasti tak akan memutuskan untuk melahirkan bayinya...

...jika keluarga kita tidak kaya.

Dia pasti langsung mengaborsinya.

Dia pasti sudah punya rencana.

Astaga.

Peraturan teman serumah?

Ini hadiahnya?

Aku tak pernah mengatakan ada hadiah.

Aku hanya mengatakan, ada sesuatu untuk menyambutmu.

"Pertama, tidak saling memedulikan satu sama lain."

Meski berdua, anggap seperti kamu tinggal sendirian.

Bebas tanpa memedulikan satu sama lain.

"Kedua, mengurus keperluan pribadi masing-masing."

Makan, mencuci piring, mencuci baju, urus semua masing-masing.

"Ketiga, jangan sampai tercium sesuatu yang bersifat naluriah?"

Apa maksudnya ini?

Perutku sangat sensitif.

Kita harus menjaga bau badan dan sekresi yang tidak perlu.

Jadi, maksudmu, jangan sampai tercium bau keringat maupun tinja. Begitu?

Perumpamaan yang kamu gunakan sangat tidak pantas.

Tidak pantas apanya.

"Keempat, kita harus berpisah setelah tiga bulan."

"Selama waktu itu,

Oh Yeon-Doo dilarang menyalah pahami...

...sikap Tae-Kyung sebagai bentuk kasih sayang."

Apa-apaan?

Apa yang kamu lakukan?

Astaga.

Kamu mungkin lupa bahwa kamu manusia karena lama tinggal di hotel.

Manusia itu bisa saja mengeluarkan suara dan bau yang tidak sedap.

Bagaimana bisa kita menganggap orang yang tinggal bersama seperti tidak ada?

Bagaimana kita bisa hanya mengurus dan membersihkan keperluan pribadi.

Memang apa salahnya jika aku membuat peraturan?

Peraturan macam apa...

- Siapa? - Siapa itu?

Kamu masih belum mengganti kodenya?

Ini makanan. Ibu menyuruhku membawakannya.

Oke.

Begitu saja?

Bukankah kamu seharusnya berterima kasih?

Terima kasih. Sampaikan pada Ibu, kami akan menikmatinya.

Interiornya juga masih sama.

Ini selera Kepala Jang, apa kamu baik-baik saja?

Aku lebih suka hal yang praktis.

Aku juga tak terlalu mengerti tentang interior.

Kak.

Ada yang kamu rencanakan, 'kan?

Apa? Rencana?

Kakakku suka wanita yang glamor.

Kamu juga punya waktu yang cukup untuk aborsi.

Apa yang kamu inginkan dari keluarga kami?

Harta? Kehormatan?

Tenanglah.

Ternyata, kamu tidak bisa menilai orang dengan baik, ya?

Aku?

Kamu tak bisa menilai orang dari penampilan luarnya saja.

Aku ini sebenarnya orang yang glamor.

Benar, 'kan?

Iya, 'kan?

Aku bahkan tak bisa memperlihatkannya padamu.

Mau ke pemandian umum bersama?

Karena inilah aku menyukaimu.

Bukan aku, tapi keluarga yang lain mencurigaimu.

Aku ada di pihak kalian, jadi, tenanglah.

Bertahanlah dengan semangat seperti ini.

Kakak.

Tenggorokanmu sakit? Kenapa diam saja?

Baiklah, kamu ingin aku tidak mengganggu waktu berdua kalian, 'kan? Aku pergi.

Sampai jumpa, Kak.

Iya, dah.

Lihat? Kamu aneh-aneh, kita hampir ketahuan, bukan?

Sekali lagi kamu berbuat dramatis lagi. Tak akan aku biarkan.

Aku harus mengganti kode pintunya secara berkala.

Aku harus menambahkannya.

Aku akan membuatkan peraturannya lagi.

Tidak perlu.

Mari makan makanan yang diberi ibumu.

Enak sekali.

Aku kenyang sekali.

Aku heran dengan masakan ibumu.

Kenapa aku tak merasa enek.

Bagaimana bisa kamu menghabiskannya dalam waktu lima menit?

Aku terbiasa karena harus mengejar kelas.

Kenapa kamu hanya makan dedaunan begitu?

Orang Korea seharusnya makan nasi.

Aku harus menjaga tubuh.

Bentuk tubuhku tak akan bagus jika makan karbohidrat berlebihan.

Bentuk tubuh apanya?

Kita benar-benar berbeda.

Kamu benar.

Kamu dengar perkataan Yoo-Myung,'kan?

- Kita harus satu suara agar tidak... - Hentikan.

Tidak perlu. Kamu sungguh suka menyusun sesuatu.

Meski kita menyusunnya dengan rapi, jika ada yang salah pasti ketahuan juga.

Lagi pula ini tidak ada urusannya dengan keluargamu.

Aku akan mandi lebih dulu, tolong sekalian bersihkan punyaku.

Besok giliranku.

Astaga. Aku sudah bilang, "masing-masing".

Dae-Sang.

Dong-Wook.

Soo-Gyeom.

Ke mana mereka?

Astaga.

Sedang apa kalian di sini?

Kak.

Sepertinya aku mengalami depresi.

Comments

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left