The first 200 lines.
Aku menyatakan perasaanku kepada Yoon-dam.
- Apa? - Apa?
Mengagetkan sekali. Lalu, bagaimana?
- Apa? - Apa kata Yoon-dam?
Kami berdua pasangan ganda campuran untuk pertandingan musim panas.
Dia berkata kami harus berlatih keras.
Yang benar saja. Yoon-dam benar-benar berengsek.
Sudahlah. Jangan berusaha menghiburku.
EPISODE 5
Tteokbokki ini sangat pedas, tapi enak sekali. Ya, 'kan?
Apa kalian tak tahu? Di dalamnya ada daging sapi.
Apa? Kupikir ini daging babi. Rupanya daging sapi.
Kalian sedang bicara kepada siapa?
Woo-chan. Kau pasti senang karena ini enak jadi, bisa beri aku sedikit data?
Tak bisa. Punyaku juga hampir habis.
- Kalau begitu… - Tidak.
- Kumohon. - Tidak mau.
Han-sol. Bagaimana kau menyatakan perasaanmu?
Surat? Bicara langsung?
Apa maksudmu? Tentu saja melalui pesan teks.
Apa kau belum pernah berpacaran? Seperti tak pernah menyatakan perasaan.
Tak begitu! Apa kalian pernah berpacaran atau menyatakan perasaan?
Tentu saja. Setidaknya aku pernah menyatakan perasaanku.
Aku dan Yoon-dam juga pernah, tapi…
kami semua ditolak oleh orang yang sama.
Siapa?
Se-yoon.
Apa? Han Se-yoon? Se-yoon yang kukenal?
Kau tak tahu? Hampir semua teman laki-laki menyatakan perasaan kepadanya.
Chan, peringkat satu nasional itu, juga pernah menyukai Se-yoon.
Apa?
Maksudmu, Park Chan yang sebentar lagi posisinya akan kurebut itu?
Benar. Sepertinya dia masih menyukai Se-yoon.
Astaga. Tak masuk akal.
Lantas, kalian masih menyukainya juga?
Tidak. Kami sudah menyerah sejak lama.
Se-yoon hanya menyukai satu hal.
Apa itu?
Badminton. Baginya, tak ada yang bisa mengalahkan hal itu.
Astaga. Kalian pandai membuat alasan.
- Kami memang hebat. - Hebat!
Ssuktteok tumbuhlah dengan baik
Aku suka ssuktteok
Teruslah tumbuh tinggi
Hei, kalian! Sedang apa di sini?
Halo, Pak Hong.
- Itu pohon apa? - Mau dipakai untuk membuat api?
Apa maksudmu? Ini untuk membuat teh.
Ini tanaman garut.
Itu termasuk yang berukuran kecil.
Namun, Nenek sangat perhitungan.
Tugas darinya sangat banyak.
Hei. Setidaknya kita harus melakukan ini jika mau pakai Wi-Fi.
Bukankah anak di desa selalu memetik
- tanaman untuk dimakan? - Tidak begitu!
- Kami juga beli di supermarket. - "Tidak begitu!"
Ada daun bawang putih.
Apa kau mau mati?
Itu bukan daun bawang putih, tapi tanaman beracun.
Ini sering dipakai untuk membuat minuman racun dahulu.
Bagaimana ini? Biar aku gendong.
Aku mau duduk sebentar.
Ini keadaan mendesak. Makan dulu ini.
Hei! Jangan sembarangan. Apa itu?
- Gandum kuda. - "Gandum kuda"?
Astaga. Kalian kurang belajar.
Kalian tak tahu tanaman ini dipakai untuk apa?
Tanaman ini penawar racun.
Makanlah.
Kau memang anak desa.
Kau baik-baik saja?
Mau tanganmu putus dan tak bisa main badminton lagi?
- Kenapa begitu? - Itu ginseng siberia.
Memang bisa menjadi obat jika direbus,
tapi racun jika disentuh tangan kosong.
Ayo cepat pergi.
Terima kasih.
Jadi, aku hanya harus ingat tiga hal? Gim Battlegrounds …
- Facebook, dan… - Teh susu.
Dan ingatlah. Anak perempuan lebih suka lipstik daripada gim.
Namun, Se-yoon tak begitu suka.
Begitu. Aku punya pertanyaan lagi.
Aku buat grup obrolan dengan anak laki-laki.
Namun, mereka langsung keluar dari grup.
- Apa mereka sudah gila? - Mereka keluar dari grup yang kau buat?
Benar. Padahal aku sudah berkata akan main gim bersama,
dan belikan mereka teh susu. Namun, mereka tetap tak mau.
Rupanya kami lupa memberi tahu sesuatu yang terpenting.
- Apa itu? - Beri saja mereka uang.
Jangan bicara tentang gim sama sekali.
Mereka pasti lebih suka bermain tanpa kau.
Begitu. Apa ada lagi?
Sebenarnya masih banyak.
Aku ingin minuman manis karena haus.
Lantas, kita butuh apa? Tentunya teh susu!
- Pelatih! Biar aku saja yang beli. - Aku saja.
Kalian mau apa? Tentu yang dingin, bukan?
Aku mau teh susu taro tambah boba, manis 100 persen, es 50 persen,
dengan tambahan buih susu. Ukuran paling besar.
Baiklah. Se-yoon juga sama?
Tidak. Aku teh susu coklat tambah boba putih,
manis 70 persen, es 100 persen.
Buih susu tambah dua kali lipat.
Aku akan mencatatnya.
Kedepannya, banyak yang akan aku tanyakan.
Ayo buat grup obrolan bertiga. Setuju?
- Tidak. - Tidak.
Woo-chan, kau sudah lebih baik?
Ya. Tadi aku hampir mati.
Aku selamat berkat Yong-tae.
Kalau begitu, bagaimana jika kau berikan sedikit data kepada penyelamat nyawamu?
Aku tak punya sisa data. Sudah kupakai semua.
Kalau begitu, Hae-kang…
Tidak jadi.
Aku tak minta.
Yoon-dam, kudengar Han-sol menyatakan perasaan kepadamu?
Kenapa tak cerita?
Benar. Kau sombong mentang-mentang terkenal?
Kenapa malah menyuruhnya berlatih keras?
Aku serius.
Penyisihan pertandingan musim panas sebentar lagi. Kita harus berlatih.
Lalu kenapa menyatakan perasaan kepada Se-yoon?
Katamu dia tak mau berpacaran karena fokus main badminton.
Itu waktu aku masih SD.
Lalu, siapa bilang dia tak mau berpacaran karena badminton?
Kalian bercanda?
Se-yoon sangat mau berpacaran.
Apa?
Begitu?
Lantas, kenapa tidak?
Pria yang dia suka belum muncul.
Itu alasan dia tak berpacaran.
Bulan malam ini sangat terang.
Omong kosong. Aku tidur duluan.
Aku mau tidur di sini saja.
300MB?
HAE-KANG MENGIRIM PAKET DATA 300MB
Aduh, pinggangku.
HALTE BUS, TTANGKKEUT
- Halo. - Halo.
- Halo. - Halo.
- Halo, Nek. - Selamat pagi.
Pelatih bilang pekan depan akan ada latihan gabungan.
Latihan gabungan? Apa itu?
Latihan bersama dengan sekolah-sekolah di sekitar.
Ada mahasiswa juga.
Rupanya begitu.
Benar. Kudengar SMP Hwasun juga datang.
Apa? Jadi, si Rambut Kuning juga datang?
Aku dengar dari Eun-ho, murid SMP Hwasun,
bahwa lengan Rambut Kuning terluka dan tak bisa bertanding.
Dia bak belut. Lihai sekali menghindar.
Namun, itu belum pasti.
Sebelum pertandingan musim panas, orang-orang melakukan berbagai hal
untuk menyembunyikan kemampuannya.
Yang jelas, aku akan menghabisi dia.
Kita juga harus menang pertandingan tim.
SMP Hwasun dan mahasiswa akan datang latihan gabungan pekan depan.
Kita akan tentukan tim ganda lagi.
Anggap saja kita menentukan tim dari awal lagi.
Biasanya dengan kemungkinan,
tapi kali ini, kita fokus membuat satu tim yang terkuat.
Jadi, tim ganda A adalah…
Bang Yoon-dam dan Yoon Hae-kang.
Lalu, Woo-chan, Yong-tae, dan In-sol saling bertukar menjadi tim ganda B.
Kalian tahu bahwa kekompakan hal terpenting dalam tim ganda, 'kan?
Kita akan berlatih mulai hari ini. Segera pemanasan.
- Baik! - Baik!
Seusai pertandingan waktu itu, aku tanya apa sakit kepalanya sudah membaik.
Namun, katanya dia menahan rasa sakit itu.
Dia tak bisa terus begitu.
Pertandingan kali ini di Jakarta.
Mereka saingan yang kuat.
Benar. Kami harus bisa mengatasinya.
Benar.
Ini yang terakhir.
Se-yoon ikut pertandingan tunggal dan ganda pada musim panas, bukan?
Ganda campuran juga?
Sulit karena tak ada yang seandal dia.
Dia juga tak mau ikut ganda campuran.
Se-yoon! Mau beristirahat dulu?
Tidak. Aku akan lakukan lagi.
- Bagus. - Hebat!
Apa yang kau lakukan? Kau hanya perlu bertahan.
Pikirkan saja dirimu, dan jangan mengaturku.
Sudahlah. Ikuti saja perintahku.
Jangan bercanda! Kau yang harus ikuti aku.
Ayo mulai.
Bagus.
Kenapa kau berusaha mengambil kok itu?
- Baru menjadi tim ganda? - Hei! Sudah jelas itu kok bagianku.
Kenapa begitu? Diam dan ikuti aku.
Kau yang harus diam di belakang.
Kenapa mereka?
Karena hujannya sangat deras,
pertanian dan ladang menjadi hancur begini.
- Astaga. - Dia tak becus melakukannya.
Aku suruh kau potong tunasnya,
tapi kenapa malah potong batangnya?
Astaga.
No comments yet. Be the first to leave one.