The first 200 lines.
Banyak sekali.
Tiga juta dolar. Ini jatah hakim.
Tak lagi. Situasi berubah. Kini, dia di bawah kuasamu.
Untuk saat ini. Memeras Lafayette hanya sementara.
Kita harus temukan rekening banknya.
Kau mau apakan uang itu?
Berikan satu juta untuk kerja keras anak buah.
Baik, Bos.
Dan dua juta sisanya?
Begitu informasi dirilis,
anak-anak yang dipenjara Lafayette akan butuh pengacara.
Ini untuk membayarnya.
Berikan donasi anonim ke Innocence Project.
Ya.
Kelly Anne.
- Ya? - Kau baik-baik saja?
Ya, aku baik-baik saja.
Maaf kita belum membahas bayinya.
Kau sibuk dengan Teresa.
Aku tak mau kau berpikir aku tak bahagia. Aku bahagia.
Ini hanya lebih rumit dari itu.
Aku sangat khawatir…
- Tentu kau khawatir, Kelly Anne. - Itu…
Usai apa yang menimpa Tony,
aku bersumpah tak ada anak yang dekat dengan bisnis kita.
Namun, itu sebelumnya.
Hei, lihat aku.
Aku bersumpah,
tak akan membiarkan hal buruk terjadi pada bayi kita.
Dia akan punya semua yang tak kupunya saat kecil.
Keamanan dan uang.
Dan cinta.
Ya,
dan cinta.
- Ayo beri tahu Teresa. - Tunggu…
Aku belum genap dua bulan. Jadi, bisakah kita menunggu sebentar?
Jika kau rasa itu benar.
Namun, jangan menunggu terlalu lama, ya?
Aku tak suka simpan rahasia di keluarga.
Begitu juga Teresa.
Tak ada yang tahu apa yang terjadi atau di mana dia?
Aku akan segera menghubungimu.
Itu Taza.
Dia tak dapat kiriman dari Sinaloa,
dan dua hari tak bisa menghubungi Boaz.
Mungkin dia mabuk di suatu tempat.
Si bodoh itu selalu jadi masalah. Apa lagi ulahnya?
- Dia entah di mana. - Aku akan menelepon.
Waktunya konferensi pers hakim.
Kami sedang menunggu konferensi pers
yang diadakan oleh Hakim Cecil Lafayette untuk dimulai.
Cukup mengejutkan, karena hakim dikenal jarang membuat pernyataan publik…
Jadi, ada apa ini?
Teresa memberi tahu Lucian, dia berhenti mencariku.
Hakim Lafayette akan buat pengumuman.
Kau percaya dia?
Jika ada orang yang kupercaya untuk mewujudkannya, itu dia.
Konferensi pers Hakim Lafayette tiba-tiba dibatalkan.
Berita terkait,
Asosiasi Pengadilan Negara Bagian Louisiana
menawarkan hadiah dua juta dolar
untuk informasi yang membantu penangkapan Marcel Dumas
terkait pembunuhan putra hakim, Davis Lafayette.
Kami akan mengabarkan lebih lanjut setelah jeda.
Banyak orang bergantung padaku.
Kadang, rasanya seperti seluruh bisnis…
Apa yang terjadi?
Ada hadiah dua juta dolar untuk mencari Dumas?
Dia tahu aku bisa merilis informasi ini.
Mungkin dia putuskan untuk menyerahkan kita.
- Polisi pasti sudah datang. - Mungkin dalam perjalanan.
- Mungkin dia menggertak kita. - Tidak.
Ini masalah pribadi.
Ini soal tak kehilangan kuasa.
Ini Dumas.
Marcel.
Ini caramu memperbaikinya?
Aku membuat kesepakatan dengan Lafayette
agar dia tampil di TV dan bilang dia salah,
bahwa kau tak membunuh putranya.
Hanya itu? Dan kau memercayain ya?
Aku memerasnya.
Aku punya bukti dia korup.
Dia tak peduli,
dan kini, separuh New Orleans mencariku.
Itu cukup untuk jadikan siapa pun pengkhianat.
Mungkin ada pos pemeriksaan di setiap jalan keluar kota.
Biar kubantu.
Hanya kau yang bisa menyelundupkanku ke luar kota.
Katakan di mana kau. Segera kukirim seseorang.
Baiklah, hati-hati. Sampai nanti.
Bawa dia melewati batas negara bagian. Akan kusiapkan pesawat.
- Baik. - Aku saja.
Aku tak dikenal di sini. Aku lebih mudah keluar.
Itu permainan cerdas.
Telepon aku saat kau keluar.
George punya tempat di Belize.
- Lakukan itu saja. - Tidak.
- Sampaikan informasi ke berita. - Tak bisa.
Tanpa rekening bank, kita tak bisa mengaitkan hakim dengan suap penjara.
Berkas diska itu saja tak akan cukup di pengadilan.
Cari rekening banknya.
Kami mencarimu.
Aku tahu.
Maaf, Bos.
Sudah kucoba.
Katakan saja, dan akan kubereskan bajingan ini untuk selamanya.
Kau yang buat aturan, Bos, dan aku tahu ini,
tapi mustahil kubiarkan hakim sialan itu hidup,
usai apa yang dia lakukan kepada Javier dan Emilia.
Sudah kucoba, tapi tak bisa.
Jadi, kau bisa membunuhku jika itu maumu.
Aku merelakannya.
Dua mobil polisi berhenti di luar.
Berdirikan dia.
Apa maumu?
Kau tahu betul.
Hakim membiarkanmu melakukan kejahatan di kota kami,
tapi yang kau lakukan padanya, itu kelewatan.
- Entah apa maksudmu. - Lafayette mati.
Dan kau tahu betul dia mati.
Mobilnya seperti rumah jagal.
Aku baru tahu itu sekarang.
Aku tak terlibat.
Kurasa kau tak mengerti.
Aku tak akan berhenti sampai pembunuhnya membusuk di balik jeruji atau mati.
Seperti kataku, aku tak terlibat.
Ini New Orleans.
Pembunuh warga kami tak lolos begitu saja.
Bahkan kartel Meksiko.
Buka pintunya. Buka pintu untuknya.
- Aku di bawah kuasamu. - Bawa dia pergi.
Bawa dia!
Bawa ini.
Cari tahu ada apa di Miami. Aku harus tahu itu terkendali.
Kukira Pote yang akan datang.
Teresa pikir sebaiknya aku yang datang.
Kenapa kita tak pernah bertemu?
Aku bekerja di luar negeri.
- Aku James. - Aku Marcel Dumas.
Maaf jika aku sedikit waspada.
Aku mengerti.
Kita mau ke mana?
Membawamu ke luar negeri. Kita lewati batas negara bagian dahulu.
Tak aman terbang dari New Orleans.
Aku harus mampir dulu.
Bukan ide bagus.
Kau mungkin benar,
tapi aku tetap perlu.
BERDASARKAN BUKU KARYA ARTURO PÉREZ-REVERTE
Nacho bilang semuanya lancar di Miami untuk saat ini.
Kita bayar saja Kapten Gamble. Dia bekerja untuk Lafayette.
Lafayette mengambil uang. Dia juga.
Jika kubayar, aku dianggap mengakui diriku terlibat dengan ini.
Kau dengar dia. Dia marah.
Kenapa kita tak rilis informasi dari Wheeler?
- Itu membuat hakim tampak bersalah. - Kita tak punya rekening banknya.
Diska zip saja tak cukup. Itu terlalu terperinci.
Marcel masih tersangka utama.
Jadi, kita serahkan Boaz.
Dia bersalah dan tak patuh.
Tidak, Boaz itu gila.
Kita tak bisa percaya dia tak akan bicara dengan FBI.
Ayo bahas bisnis kita.
Sinaloa, koridor, Miami, semua akan hancur.
- Tinggal satu pilihan. - Tidak.
Marcel tak bersalah.
Teresita,
kau bilang sendiri.
Kapten itu tak akan berhenti mendatangi kita sampai ada tersangka.
Satu dari kita harus jadi kambing hitam,
atau habislah kita semua.
Jadi, tak ada yang lolos?
Baiklah.
Sampai nanti.
Ada masalah di Meksiko.
Gustavo bilang pengiriman kita ditahan di Pelabuhan Altamira.
Boaz bersepakat dengan seseorang, tapi Gustavo tak bisa menghubunginya.
Suruh dia bayar berapa pun harganya. Aku tak peduli jumlahnya.
Terima kasih sudah datang.
Apa kau sudah gila, berada di tempat umum seperti ini?
Aku perlu memberi hormat secara langsung.
Tak perlu.
Aku berutang budi kepadamu, Lucian.
Aku anak bodoh pembuat onar.
Kau menerimaku, memberiku keluarga.
Keputusan mudah. Cahayamu bersinar paling terang.
Tanpamu…
aku akan membusuk di penjara saat ini
jika aku beruntung tak terkena peluru sebelum tiba.
Marcel, kau adalah putra yang kudambakan,
lengkap dengan semua waktu kau membuatku gila dengan ide-ide besarmu.
Kuperingatkan soal main-main dengan Lafayette.
Ya.
Ini tak banyak,
tapi hanya ini yang kumiliki.
Cukup untuk membantumu sampai kau menetap.
Aku berutang budi lagi.
Jangan cari masalah, Nak.
Jangan percaya siapa pun.
No comments yet. Be the first to leave one.