The first 200 lines.
"Episode 48"
Tidak!
Apa kamu baik-baik saja?
Apa kamu terluka?
- Aku baik-baik saja. - Apa kamu yakin?
Ya, aku yakin. Apa kamu baik-baik saja?
Ada masalah apa?
Suamiku meninggal karena kecelakaan mobil.
Dia berusaha menghindari mobil yang sedang melaju ke arahnya.
Aku khawatir sesuatu mungkin terjadi kepadamu.
Kenapa kamu mencoba menjauh dariku?
Lihat aku.
Kamu menangis karena kamu sangat mencemaskan aku.
Kamu terus mengatakan tidak suka padaku padahal itu tidak benar.
Apa kamu tetap akan menyangkal?
Katakan padaku.
Kenapa kamu terus menjauh dariku?
Apa masalahnya?
Katakan padaku.
Aku siap mendengarkanmu.
Setelah suamiku meninggal,
aku melahirkan seorang bayi.
Tapi itu bukan anak suamiku.
Aku malu mengatakan ini, tapi aku melakukannya demi uang.
Di mana anak itu?
Dia bersama keluarganya.
Dia hidup bahagia sekarang.
Itu tidak terduga.
Tapi Ji Young yang aku kenal bukanlah orang yang jahat
atau tamak.
Jadi, pasti kamu punya alasan kuat hingga melakukan hal semacam itu.
Apa yang bisa aku katakan kepadamu sekarang
adalah aku memercayaimu terlepas dari apa pun yang kamu lalui
dan aku masih menyukaimu.
Pak Shin.
Aku wanita dengan banyak kekurangan.
Aku tidak bisa bersamamu karena kamu terlalu baik untukku.
Kamu pikir aku terlalu baik untukmu?
Aku jauh dari sempurna, dan aku bukan pria yang hebat.
Aku hanya pria yang jatuh cinta kepada seorang wanita.
Aku pria pemalu
yang selalu menunggu jawaban darimu.
Orang bisa membuat kesalahan,
mengalami kemalangan,
dan membuat pilihan yang salah dalam hidup.
Tapi aku selalu fokus pada sifat dasar orang itu.
Aku tidak akan pernah bisa menemukan seseorang yang ceria dan cantik
seperti kamu.
Aku jarang berubah pikiran setelah mengambil keputusan.
Aku tidak peduli apa pendapatmu. Aku sudah mulai menyukaimu.
Jadi, aku akan terus menyukaimu.
Aku yakin kamu akan menerima perasaanku suatu hari nanti.
Bagaimana kelihatannya?
Apa aku mengalami infeksi lagi?
Ya, itu terjadi ketika kamu lelah, jadi, jangan bekerja terlalu keras.
Aku pasti sudah tua sekarang. Aku begitu mudah terkena infeksi.
Aku akan meresepkan obat untuk seminggu.
Tae Woong terus mengatakan dia merindukan Bu Wendy.
Aku mulai bosan sekarang.
Dia bahkan muncul di mimpiku semalam
dan mengambil Tae Woong dariku.
Ji Young tidak akan pernah muncul lagi.
Apa?
Kamu tidak perlu mencemaskannya.
Dia tidak akan pernah muncul di hadapan Tae Woong lagi.
Bagaimana kamu tahu?
Aku baru saja mendengar dari seseorang
bahwa dia sudah melupakan semua itu dan keadaannya baik-baik saja.
Sedang apa kamu di sana?
Siapa kamu dan kenapa kamu duduk di sini?
Aku lapar.
Enyahlah. Kamu tidak boleh berada di sini.
Nenek, aku bosan. Mari bermain kata berkait.
Kata berkait? Nenek tidak tahu cara memainkannya.
Ini sangat mudah.
Jika aku mengucapkan sebuah kata,
gunakanlah huruf terakhir dan buatlah kata baru.
Begitukah?
Baik, mari kita coba.
Aku akan mulai dengan kata yang mudah. Tas.
Tas?
- Sabana. - Apa itu?
Nenek membicarakan tanah.
Apa itu?
Sabana. Itu terlalu sulit.
Kenapa itu sulit?
Ada kata-kata seperti angklung, anak, dan aman.
Aku tidak tahu.
Baik, mari kita coba lagi.
Baik. Tanduk.
Tanduk? Coba kita lihat.
- Kemaluan. - Apa itu kemaluan?
Kemaluan adalah kemaluan.
Nenek berbicara tentang kemaluanmu ini.
Ibu.
Bagaimana Ibu bisa mengajarinya hal seperti itu?
Apa? Apa kesalahan yang telah kuperbuat?
Itu sangat kasar.
Apa? Kasar?
Apa kamu merendahkan ibu dengan mengatakan bahwa ibu kasar?
- Tidak, bukan itu yang kumaksud. - Jangan berbohong pada ibu.
Tae Woong mengajak ibu bermain kata berkait.
Selain itu, kamu pikir kamu berkelas?
"Kemaluan" bukan bahasa baku dan kedengarannya kampungan.
Bagaimana perasaan Ibu jika Tae Woong memakai kata itu?
Apa? Kampungan?
Apa kamu baru mengatakan itu kepada ibu
untuk mengatakan bahwa ibu bodoh?
Bukan begitu maksudku.
Astaga, ini tidak bisa dipercaya.
Ada masalah apa? Kenapa kalian bertengkar?
Aku bermain kata berkait dengan Tae Woong,
dan Tae Woong memulai dengan kata "tanduk".
Jadi, aku katakan "kemaluan".
Saat itulah dia mulai memberitahuku bahwa aku kasar
dan kampungan. Itu yang dia katakan padaku.
Astaga, dia sungguh keterlaluan.
Kenapa kamu menggunakan kata itu? Kedengarannya sangat bodoh.
Apa? Bodoh?
Apa kamu serius?
Kamu tidak tahu apa-apa karena kamu tidak berpendidikan.
Lalu bagaimana denganmu?
Apa kamu terpelajar?
Tentu saja, aku terpelajar.
Aku bahkan menyelesaikan kelas manajemen bisnis.
Siapa pun dapat melakukannya dengan uang.
Diamlah.
Aku bahkan mempelajari sesuatu saat aku berbisnis.
Kamu sangat bodoh. Kamu tidak tahu apa-apa.
Apa kamu sudah selesai berbicara?
Sayang, kamu harus minta maaf.
Maafkan aku, Bu. Bukan itu yang aku maksud.
Lupakan saja. Jangan repot-repot bicara dengan mertuamu yang bodoh.
Kemaluan.
Astaga.
Ambilkan bajuku agar aku bisa ganti baju.
Bagaimana kamu bisa mempermalukanku di depan anak dan menantuku?
Apa kamu memandang rendah aku karena aku tidak berpendidikan?
Apa yang sudah aku katakan?
Kamu merendahkanku dengan menyebutku bodoh.
Aku menyebutmu bodoh karena kamu tidak tahu.
Baik, aku tidak berpendidikan.
Tapi bukan berarti kamu dapat menghinaku di depan anak-anak.
Kamu hanya memihak Kyung Shin.
Kamu memperlakukan aku seolah aku orang yang tidak berguna.
Beraninya kamu meninggikan suaramu. Tutup mulutmu sekarang juga.
Kenapa kamu selalu meremehkanku?
Apa kesalahan yang telah kuperbuat?
Aku melahirkan dua anak laki-laki, dan aku mendukung kariermu.
Dahulu aku diperlakukan dengan buruk oleh ibumu ketika masih muda.
Aku harus menghadapinya di rumah.
Dan ketika aku tidak di rumah, aku harus mengikutimu berkeliling
dan membantu pekerjaanmu dengan mengorbankan kesehatanku.
Dan apa ini yang aku dapatkan sebagai balasannya?
Apa aku perlu diperlakukan buruk
sepanjang hidupku seperti lalat?
Apa kamu membantahku sekarang?
Apa kamu ingin diusir?
Kamu tidak perlu mengusirku. Aku akan pergi sendiri.
Aku sangat muak dan bosan denganmu.
Kamu tidak pernah memikirkan istrimu.
Dan kamu selalu sibuk berlagak seolah kamu adalah bosku.
Aku tidak bisa hidup seperti ini lagi!
Apa? Apa kamu serius?
Jika kamu pergi, semua akan berakhir.
Kamu tidak akan pernah bisa kembali.
Baiklah. Aku tidak akan kembali.
Apa kamu pikir aku tidak punya tempat tujuan?
Apa? Astaga, ini sulit dipercaya.
Kenapa Ibu membesar-besarkan masalah yang tidak penting?
Kenapa ini tidak penting?
Ibu tidak bisa hidup seperti ini lagi. Tidak akan.
Ibu.
Ibu, tolong jangan lakukan ini.
Kamu pasti senang karena ayah mertuamu memihak padamu.
Ibu.
Kenapa kamu tidak makan? Rasanya enak.
Kamu suka hal-hal aneh.
Apa ini enak?
Ya. Apa kamu tidak menyukainya?
Kamu hanya makan pasta, bukan? Apa kamu anak SD?
Kamu harus memperkaya cita rasamu.
Sup nasi darah sapi, sup babat, daging sapi mentah...
Apa lagi yang ada? Sup penghilang pengar.
Kamu tidak tahu betapa nikmatnya dan mengenyangkannya itu.
Kenapa kamu tidak memakannya? Rasanya enak.
Ini adalah sosis darah sapi. Kamu tahu itu, bukan?
Tentu saja. Darah sapi yang paling enak.
Astaga, rasanya lezat.
Selera makanmu sudah banyak berubah.
Aku akan memakannya jika kamu tidak mau.
Bagaimana kencan butanya? Apa itu berjalan lancar?
Dia muda dan cantik.
Dan ternyata, dia suka padaku.
Benarkah? Itu bagus. Aku harap semuanya berjalan lancar.
Ada apa?
Aku tidak terlalu tertarik karena dia terlalu muda.
Selain itu, tidak menyenangkan berbicara dengannya.
Apa?
Entah dia terlalu muda atau terlalu tua untukmu.
No comments yet. Be the first to leave one.