The first 200 lines.
Dalam berita lokal, sheriff Distrik Rio Arriba
masih mencari kekuatan yang terlibat dalam...
Kau baik-baik saja?
Ya. kau punya masalah dengan sesuatu?
Aku mengerti.
Kebanyakan pria menjadi canggung setelah kejadian itu.
Tak usah di hiraukan.
Istri-istri itu hampir tidak pernah tahu.
Apa itu hal terakhir yang harus kau pikirkan saat ini?
- kau membayarku atau apa? - Setiap sen.
Inilah rencananya. Aku akan mengantarmu keluar dari sini.
Apa-apaan kau ini! Kau bilang akan mengantarku kembali ke kota.
Kau pikir aku akan mengantarmu dengan rok pendekmu itu..
..dengan jarak 50 mil dari kota tempat tinggalku? kau pikir aku gila?
Kau brengsek. Kita sekarang di antah berantah!
Kau harus keluar dari mobilku. Persetan denganmu, jalang.
Kau sudah janji! Apa-apaan ini?
Kau mendapat perintah untuk keluar dari mobilku!
Dasar bajingan! kau sudah janji!
- Keluarkan pantatmu dari mobilku! - Apa-apaan ini?
- Antar aku kembali, bajingan! - Keluarkan pantat busukmu...
...dari mobilku.
- Jangan sentuh aku! - Hai!
- Lepaskan! - Pergilah dari mobilku!
- Brengsek! - Keluarlah dari sini.
- Berhentilah menjadi pengecut! - Persetan, jalang!
- Kau bajingan, jalang! - Persetan kau!
Halo?
Ada orang di sana?
Bagus.
Kau terlambat empat minggu, Grace.
Aku telah mencoba menghubungimu selama
berminggu-minggu sekarang, tetapi kau tidak membukakan pintu.
Itu tidak sopan.
Ya. Dengar, Aku minta maaf.
Hanya saja, pembayarannya agak sulit dikelola.
- Sekarang dalam masa-masa sulit. - Aku tidak tahu.
Aku tidak tahu.
Apa yang akan kita lakukan?
Bagaimana kalau--
Dan aku berharap bisa menggadaikan beberapa barang lagi.
Kau bercanda, kan?
Dengar, aku bahkan tidak berpikir jika ada yang tersisa di apartemenmu.
Baiklah, apa yang kau punya?
Ini omong kosong.
Ini lima gram.
Dan kau tidak melakukan pembayaran.
Grace...
Apa yang akan kita lakukan?
Menurutku kau tidak dapat membayarnya.
Baiklah...
Saat itulah kita bisa mulai berpikir kreatif.
Aku orang yang rasional, Grace.
Bajingan!
Sialan, bajingan itu!
Sialan!
Sialan, Sialan, Sialan!
Isi tasnya.
Percepat!
- Ayolah. - Percepat.
Oke, aku sedang melakukannya!
Anak baik.
Oh ya.
Aku tidak punya waktu seharian. Percepat.
Baiklah baiklah.
Baiklah. Oke.
Baiklah, kerja bagus.
- Tidak tidak tidak! Tidak! - Oke.
Apa yang kau lakukan?
Aku terpaksa, dia cuma bernasib buruk.
Apa kau sudah gila?
Bagaimana menurutmu, Soldier boy ?
Dia masih kecil. Itu tidak perlu!
Yah, dia seharusnya memeriksa horoskopnya.
Tidak tidak. Sial, Sialan.
Teman-teman, cepat keluar dari sini.
Keluar dari sini sekarang!
Sialan!
Sialan! Chris tinggalkan kita, kawan.
Dia keluar dari sini. Dia pergi.
Astaga. Brengsek!
Brengsek!
Kau punya mobil?
Hah?
kau ikut dengan kami.
- Aku punya mobil. - Baiklah, ayo pergi.
Dia yang mengemudi.
Aku tidak setuju ada sandera.
Jika kita bertiga dibekuk polisi,
masalah akan terjadi dengan sangat cepat.
Dia yang mengemudi, kita duduk dikursi. Hanya itu saja.
Persetan.
Kaulah yang mengemudi.
Sial, sial.
Ayo pergi. Pergi!
Lepas topeng kalian.
Tunggu. Tidak. Kumohon, aku tidak bisa melihat wajahmu.
Semuanya baik baik saja.
Baiklah.
Seperti anak itu tadi?
Oh, itu jika kau beruntung.
Apakah kau ingin menguji keberuntunganmu?
Karena, eh, tunggu. Tunggu.
Aku punya permainan kecil yang bisa kita mainkan.
Mengemudilah saja.
Atau kami akan meninggalkan tubuhmu di pinggir
jalan dengan seribu lubang di dalamnya.
- Itu pilihanmu. - Ya, apapun yang kakakku bilang.
Ikat itu.
Di mana aku mengikatnya?
Di atas lukanya. Tidak terlalu ketat.
Tunggu. aku mau kemana?
Itu tidak penting. Kemudikan saja mobilnya.
Apa rencananya, Bung?
Kita terus mengemudi sampai kita memikirkan langkah selanjutnya.
Apa kau bisa mengeluarkan peluru itu?
Aku perlu melihatnya terlebih dahulu,
dan lihat mana titik tembakannya.
- Berarti kau bisa? - Seperti yang sudah kubilang.
Sialan. Apa-apaan itu disana?
Barikade jalan.
Apa yang akan kita lakukan?
Mulai dengan menutup mulutmu, Shane.
Belok kiri di sini. Sekarang!
Lakukan panggilan.
- Belum saatnya. - Belum?
Kita tidak punya rencana kabur. Kita punya uangnya. Lakukan panggilan.
Aku bilang aku akan meneleponnya
- saat pekerjaan beres. - Pekerjaan sudah beres .
Kita punya sopir yang akan segera mati dan hilang,
Satu sandera? Ya.
Kedengarannya tidak terlalu beres untukku.
Benar. Dan salah siapa itu?
Aku, apa yang kau-- Aku tidak tahu dia akan melawan..
pada awal masalahnya, bung. - Aku tidak--
Kau memerasku.
kau punya seseorang yang menunggumu di rumah?
Tidak.
Tidak ada, ya?
Tidak. Tidak lagi.
- Mengapa kau melambat? - Tidak tidak tidak!
Tidak tidak tidak tidak. Ayo ayo. Tidak!
Ah, sial!
Mobilnya berhenti.
Pengamatan brilian dari si beban.
Sekarang apa?
Sekarang, kita keluar dari mobil ini.
Apa yang kau lakukan?
Mobilnya rusak. Kita tidak membutuhkan dia lagi.
aku tidak menyetujui itu. aku tidak melakukannya pada warga sipil.
Aku melakukan apa yang harus ku lakukan untuk memastikan pelarian yang bersih.
kau tidak boleh melakukan ini pada sandera kita.
Kau sangat penyayang.
Atau mungkin aku hanya mendapat cukup karma buruk.
Bukankah kita partner di silverbacks.
Lihat...
Kita sudah kacau.
Kita membuatnya tetap hidup. Setidaknya kita mendapat pengaruh.
kau menyukainya, kan?
Oke. Dia tanggung jawabmu.
Ada apa disana?
Lebih baik dari apa yang ada di sini.
Kita berjalan?
Benar.
Kecuali kau punya sepeda sendiri.
Kau bantu saudaramu, Aku yang bawa gadis itu dan tasnya.
Diterima.
Ayo.
Sangat lambat.
Sialan.
Kau tidak ingin kabur.
Kemana aku akan pergi?
Poin bagus.
Sialan.
- Brengsek. - Oke.
Kemana kau mau pergi, bung?
Yah, sejujurnya, mungkin akan
meledakkan kepala orang ini.
Kita sudah membicarakannya. Tidak ada mayat lagi.
Itu tidak memberi kita banyak pilihan, bukan?
Kita tetap menyamar. Tersembunyi.
Kau benar-benar membuat dirimu berada di jalur pekerjaan yang salah, bukan?
Dengar, koboi.
Kau ingin saudaramu sembuh?
Maka untuk saat ini, kita bermain dengan caraku.
Kita tidak harus mengubah tempat ini
menjadi tempat pembunuhan kecuali terpaksa.
- Kalian berdua, bersembunyilah. - Hei, hei, hei, hei.
- Kau tidak bisa bos, saudaraku-- - Duduk kembali, Nak.
Dia dipekerjakan karena suatu alasan.
Tiga, empat yang paling lambat. Lalu kita pergi.
Ayo pergi.
Baiklah, bajingan. Mari kita lihat apa yang kau punya.
Siapa namamu?
Grace.
Dengar Grace. kau tampak pintar.
Inilah yang akan terjadi ketika kita masuk ke sana.
Kau hanya harus katakan yang kukatakan. Kau akan baik-baik saja.
Benar. Seperti orang-orang di toko yang kau culik tadi?
Aku tidak ada hubungannya dengan bagaimana hal itu telah terjadi.
No comments yet. Be the first to leave one.