Release info

오!-삼광빌라-Homemade-Love-Story-E77-E78-NEXT-VIU
A Commentary by Anangkaswandi

Tags

other
Published on: 2021-01-31
Downloads: 27
Hearing Impaired: No

Indonesian subtitle preview

The first 200 lines.

"Episode 39"

Chae Woon.

Hei.

Hei.

Kamu belum tidur?

Ya.

Bagaimana dengan Bibi?

Apa Jae Hee pergi ke suatu tempat?

Ya, dia harus berada di lokasi konstruksi lebih awal,

jadi, dia pergi.

Sepertinya dia akan pergi untuk sementara.

Ya, dia harus tinggal di sana untuk sementara.

Lalu kenapa kamu menangis? Karena dia pergi untuk sementara?

Aku tidak menangis.

Wajahmu kotor karena air mata.

- Apa... - Kamu tidak bisa membohongi bibi.

Kenapa Bibi belum tidur?

Chae Woon...

Bibi hanya bisa bilang bahwa kamu harus bertahan.

Bibi akan tidur sekarang.

Tentu.

- Semua baik-baik saja? - Ya.

"Vila Samgwang"

Chae Woon.

Hei, Ibu.

Tunggu. Ibu menyetrikanya untukku.

Pantas saja aku tidak bisa menemukannya di lemariku.

Terima kasih.

Jadi, hari ini, aku akan memakai ini dan...

Bagaimana aku harus menata rambutku?

Mari kita lihat.

Apa kugerai saja?

Itu lebih baik.

Astaga.

Ibu?

Kamu dan Jae Hee tidak bertengkar, bukan?

Tentu saja tidak.

Dia ingin fokus pada pekerjaannya dan menyelesaikan masalahnya.

Aku merasakan hal yang sama.

Tentu.

Ibu rasa kalian berdua butuh waktu.

Waktu untuk mengukuhkan tempatmu berada.

Kurasa begitu.

Tetap saja, jangan berpura-pura baik-baik saja.

Bahkan karet yang elastis putus saat terlalu banyak ditarik.

Jangan menyembunyikan kekecewaanmu dan bahas pilihan dengan ibu, ya?

Baik, Bu.

Kalian berdua pasti sangat saling mencintai.

Ayah, aku akan pergi ke lokasi konstruksi di Incheon.

Aku akan fokus pada pekerjaanku untuk saat ini

dan menyelesaikan masalah di kantor.

Terima kasih atas semua bantuan Ayah.

Aku pasti akan membayar semua uang yang Ayah pinjamkan.

Aku minta maaf atas semua kata-kataku.

Aku juga akan menelepon Ibu dan memberitahunya apa yang terjadi.

Tolong jaga dia agar dia tidak khawatir.

Sehatlah selalu. Dari Jae Hee.

Dasar berandal.

Bagaimana bisa kamu...

Koala!

Aku akan menghargai momen ini.

Sungguh?

Jun A?

Ibu, aku menyayangi Ibu.

Kenapa kamu datang pagi-pagi sekali?

Begini, aku harus membuat pengakuan lain.

Lagi?

Ya, jadi, jika aku bisa...

Kak Jun A?

Hei, Seo A. Selamat pagi.

Terima kasih.

Jadi, Ibu...

Aku bekerja di perusahaan Ibu belakangan ini.

Apa?

Aku bagian dari tim fotografi daring.

Apa? Sejak kapan?

Ini perkembangan terbaru. Sekarang, tutup mulutmu.

Kamu sudah menutup toko pakaian daringmu?

Apa? Tidak, bukan begitu.

LX memberikan pekerjaan ke perusahaanku

setelah melihat situs web kami.

Tim yang bertugas menyukai pilihan gaya kami

dan pilihan pakaian kami.

Benarkah? Kalau begitu, toko Kakak pasti sukses.

Tim fotografi daring kami punya standar yang tinggi.

Kakak tidak bisa menerima semua pujian untuk itu.

Penata gayaku bekerja dengan baik.

Dia tahu kita ada acara di kantor hari ini,

jadi, kamu memilih mengaku karena kita bisa saling bertemu.

Apa? Tentu saja tidak, Bu.

Ingat saat aku ke kantor Ibu baru-baru ini?

Ini yang sebenarnya ingin kukatakan kepada Ibu.

Pak Cambang... Siapa namanya?

Benar. Hwang Na Ro.

Aku lupa alasanku ke sana setelah Ibu memperkenalkannya kepadaku.

Omong-omong, aku hargai Ibu memperlakukanku seperti orang asing

jika kita bertemu di kantor.

Kamu juga, Seo A.

Kakak tidak perlu memberi tahu kami.

Aku lebih baik tidak menimbulkan kontroversi.

Aku jadi ingat. Jadi, Kak Jun A,

apa pendapat Kakak tentang Na Ro?

Apa maksudmu?

Na Ro... Pria itu?

Entahlah.

- Dia... - Berhenti.

Jika Kakak tidak menyukainya, tidak usah mengatakannya.

Sulit dipercaya.

Kamu yang bertanya lebih dahulu,

jadi, kenapa tidak menunggu jawaban?

Kamu tidak bisa selalu berharap hanya mendengar yang kamu mau.

Kamu bukan tiran.

Kenapa kamu tidak mau menatap kakak saat kakak bicara denganmu?

Selamat pagi, Bu Kim.

Halo. Kita bertemu lagi.

Ada apa kamu kemari pagi ini?

Benar juga.

Dia datang untuk menjemputku.

Apa? Apa...

Kamu kemari setiap pagi hanya untuk menjemputnya?

Aku asisten pribadinya.

Kamu pasti bercanda. Yang benar saja, Seo A.

Ini konyol saat Ibu berangkat bekerja sendiri.

Kamu tidak butuh seseorang untuk membantumu berjalan.

Kapan kamu menjadi manja sekali?

Jika sudah selesai, Kak Jun A, kami akan pergi dahulu.

Apa maksudmu? Apa kamu anak-anak? Kakak belum selesai.

Bu Kim, sampai jumpa di kantor.

Sampai jumpa di kantor, Bu. Kakak juga.

Hei, Seo A. Berhenti di sana.

Tunggu. Satu, dua...

Dae Won, letakkan ini di sana.

- Baiklah. - Chae Woon, ambil ini juga.

Baiklah.

Chae Woon, pastikan kamu memeriksa jadwal instruktur lagi.

Baiklah. Akan kuperiksa.

Aku baik-baik saja. Cepatlah.

Maaf, Pak.

Kita harus menyelesaikan ini hari ini.

Kak Chae Woon.

Semoga berhasil.

Astaga, aku merasa kasihan kepada kakakku.

Ada apa dengan Chae Woon?

Apa? Kamu teman Pak Woo. Kamu tidak tahu?

- Tahu apa? - Tampaknya, Pak Woo

gagal meneken kontrak.

Kudengar perusahaannya rugi besar.

Begitukah? Aku tidak tahu.

Jadi, kini dia bekerja di luar kota

untuk menebus kerugiannya.

Dia terpisah dari Kak Chae Woon.

Kak Chae Woon pasti frustrasi.

Sebenarnya, kurasa

Jang Seo A adalah dalang dari semuanya.

Putri Bu Kim Jung Won.

Ternyata rubah licik itu menyukai Pak Woo.

Kamu mungkin tahu itu. Kamu teman Pak Woo.

Aku hanya tahu sedikit.

Kalau begitu, kamu pasti juga mengenal Jang Seo A.

Jalang obsesif itu.

Aku sedikit kenal dengannya.

Omong-omong, kurasa

Jang Seo A mungkin ada kaitannya dengan ini.

Apa menurutmu aku sudah keterlaluan?

Tidak. Aku tidak yakin.

Aku sangat membenci Bu Kim Jung Won dan Jang Seo A.

Aku benci mereka.

Direktur Lee.

Kita butuh satu model lagi.

Aku tahu. Aku akan melakukan itu.

Tidak. Pakaian kita banyak, jadi, kita butuh model tambahan.

- Apa yang harus kita lakukan? - Benarkah?

Aku harus telepon model yang dahulu bekerja di pusat perbelanjaanku.

Tidak ada jawaban.

Kenapa dia tidak menjawab?

Nomor yang Anda tuju tidak aktif.

Aku yakin dia sengaja tidak menjawab.

Dia takut aku tidak akan membayarnya tepat waktu.

- Apa yang harus kita lakukan? - Benar juga. Aku akan mengurusnya.

Apa? Kamu menelepon siapa?

Ba Reun, kamu sudah siap?

Aku datang.

Astaga, kita harus bergegas.

Di luar dingin.

Apa? Kenapa kamu manis sekali?

Benarkah?

Kamu terlihat seperti boneka beruang.

Ini Kak Hae Deun.

Halo, Kak Hae Deun.

Apa? Model?

Sekarang?

Kakak bilang model?

Kamu yakin dia bisa melakukan ini?

Dia pernah bekerja sebagai model?

Kita harus membuat video pose agar Ba Reun bisa lihat dan belajar.

Itu bagus.

Kamu terlihat cantik.

Kelihatannya bagus sekali.

Bagus. Ini dia. Selesai.

Sudah selesai. Lihat ini.

Comments

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left