The first 200 lines.
"Episode 28"
Menatap air
membuatku sadar betapa bodohnya aku.
Kenapa aku merasa perlu
membuat diriku lelah agar bisa sukses
padahal akan berakhir seperti ini?
Jika maju selangkah saja,
aku bisa kehilangan segalanya.
Jadi, kenapa aku harus menyakiti
orang-orang di sekitarku?
Mungkin ini hukumanku.
Udaranya dingin, Nona Kim.
Kamu harus pergi.
Aku akan mengantarmu pulang.
Aku ketakutan.
Bagaimana jika aku tidak sadar setelah operasiku?
Masih banyak yang harus kulakukan
dan aku tidak mau mati. Aku ingin hidup.
Masih ada hal-hal yang harus kulakukan.
Nona Kim.
Aku akan berada di sisimu.
Aku akan ada untukmu.
Kamu bisa bersandar kepadaku,
jadi, jangan biarkan ini menghancurkanmu.
Semua akan baik-baik saja. Kamu bisa melalui ini.
Kamu pasti bisa.
Kamu akan baik-baik saja.
Maafkan aku.
Maafkan aku.
Maafkan aku.
Maafkan aku.
Astaga. Apa-apaan?
Apa Soo Chul belum kembali?
Tunggu sebentar.
Ini pukul 5.00. Mungkinkah terjadi sesuatu?
Sayang! - Hei.
Astaga.
Dari mana saja kamu semalaman?
Kamu pergi mengunjungi seseorang di rumah sakit.
Kamu di sana selama ini?
Ya.
Apa orang ini tidak punya anggota keluarga?
Kenapa kamu bermalam di sana?
Sayangnya begitu.
Aku jadi ingat.
Kamu dan Dae Bum harus mengelola toko tanpa aku hari ini.
Aku harus kembali
dan membantu pendaftaran sebelum operasi.
Tunggu. Kamu membantu pendaftaran di rumah sakit?
Kamu berusaha keras untuk siapa?
Dia orang yang membantuku selama masa-masa sulit
dan aku ingin membalas budi.
Namun, aku tidak akan menginap, jadi, jangan khawatir.
Apa kamu satu-satunya teman orang ini?
Menjalani operasi sendirian akan berdampak buruk bagi siapa pun.
Bukankah kamu akan sangat sedih
jika menjalani operasi kanker tanpa siapa pun di sisimu?
Orang ini mengidap kanker?
Benar.
Itu sebabnya aku ingin membantu.
Namun, kamu selalu bisa mempekerjakan perawat.
Sebesar apa rasa terima kasihmu?
Kamu lebih dari berusaha.
Terlalu bersimpati adalah kelemahan terbesarmu.
Nona Cho,
aku memikirkan ini semalaman.
Apa yang terjadi denganmu
dan ingatanku yang hilang selama tiga bulan
hanya membuatku bingung.
Itu alasannya
aku ingin kita kembali seperti dahulu.
Jadi, maksudmu kamu hanya akan menganggapku
sebagai pegawaimu, bukan tunanganmu?
Untuk saat ini, ya.
Sa Ra, sarapan sudah siap.
Aku tidak bisa diganggu. Makan saja.
Kenapa kamu kembali ke ranjang saat bersiap berangkat kerja?
Aku libur.
Kamu tahu?
Sebaiknya kamu berhenti saja.
Ibu tahu kamu berusaha mendapatkan Se Jong kembali,
tapi itu tidak akan terjadi kepadamu.
Mangkuk yang pecah tetap tidak berguna meski direkatkan.
Biarkan aku menangani ini.
Seolah-olah kamu bisa.
Bagaimana jika Pimpinan Lee ingat
apa yang terjadi setelah kecelakaannya?
Semuanya akan berakhir.
Untuk apa memegang bom yang akhirnya akan meledak?
Nyawamu akan melayang.
Lalu kenapa? Lagi pula, kita semua akan mati, bukan?
Kamu berani mengatakan itu di depan ibumu?
Kamu tahu,
jika ini semua karena Se Jong,
lantas perjuangkan hak asuhnya.
Ibu akan membayar biaya hukumnya.
Seperti punya uang saja.
Keluarlah, Bu. Aku ingin kedamaian dan ketenangan.
Se Jong, bagaimana jika kita menonton film
dengan Nona Park dan Ayah hari ini? Bagaimana menurutmu?
Kedengarannya bagus, Kak Se Chan.
Bukankah menyenangkan bisa makan piza
setelah bertemu di toko buku dan berjalan sambil bergandengan?
Ya, itu yang terbaik!
Mari bekerja dengan baik hari ini. Mengerti?
Tentu. - Semangat!
Bagus! - Ayo!
Sial, dingin sekali. Aku kedinginan.
Kapan Dae Bum dan keluarganya akan datang?
Astaga, dingin sekali.
Nenek! Ibu!
Kenapa kamu datang sepagi ini?
Se Ryeon.
Sudah berapa lama kamu menunggu di luar dalam cuaca dingin?
Belum lama.
Aku bekerja di sini,
jadi, kupikir aku akan membantu membersihkan toko.
Tidak lama apanya? Tanganmu membeku.
Bicara tentang sepasang muda-mudi yang mabuk cinta.
Apa ini film romantis yang kutonton?
Ibu, jangan hanya berdiri di sana dan buka pintunya.
Ibu tidak lihat dia kedinginan?
Baiklah! Sulit dipercaya.
Ayo cepat masuk.
Se Ryeon lebih dahulu. - Apa...
Astaga. Ibu!
Kukira aku tidak akan pernah tahu kenapa putra tidak layak dibesarkan.
Ibu lihat dia mendorongku ke samping?
Teganya Dae Bum-ku melakukan ini kepadaku.
Anak perempuan tidak ada bedanya.
Kamu juga menginjak-injak ibu.
Soo Chul ini dan itu. Hanya dia yang kamu pedulikan.
Kamu tidak pernah memedulikan ibu.
Ibu, dia pikir ini panggung busana?
Kenapa dia berpakaian seperti itu
untuk bekerja di restoran ayam goreng?
Semua kakinya terlihat meskipun cuacanya dingin.
Lihat siapa yang bicara.
Saat seusianya, kamu memakai rok yang lebih pendek darinya.
Ibu bisa melihat ke dalam bokongmu.
Soo Chul, bagaimana kamu bisa di sini?
Kamu harus ke rumah sakit hari ini.
Aku datang untuk membantu persiapan.
Benarkah?
Astaga. - Sulit dipercaya.
Sayang, aku akan pergi.
Bantulah pendaftarannya dan cepatlah kembali.
Kalau begitu, aku akan pergi, Ibu. - Tentu.
Sampai nanti.
Ibu percaya dia melakukan ini untuk orang yang bukan keluarga?
Teman itu tidak punya keluarga.
Berbuat baik akan memberimu keberuntungan di masa depan.
Kita menangani semuanya di sini, jadi, jangan ganggu dia.
Aku tidak melakukan itu.
Nona Se Ryeon, bisakah kamu mengepel di sana juga?
Baik, Ibu!
"Makan ayam goreng dan bersemangatlah"
Astaga. - Tidak!
Nona Se Ryeon, kamu baik-baik saja? Kamu terluka?
Aku baik-baik saja, tapi...
Aku tidak percaya ini. Apa yang harus kita lakukan?
Dia bilang tidak terluka.
Aku senang dia baik-baik saja.
Namun, kita harus bagaimana dengan semua ini?
Aku baru saja mencuci dan mensterilkannya.
Kita bahkan belum buka hari ini dan ini terjadi.
Kamu seharusnya berhati-hati!
Aku menyuruhmu mengepel lantai, bukan membuat kekacauan.
Apa yang harus kita lakukan dengan cangkir-cangkir ini?
Maafkan aku.
Akan kuganti dengan yang lebih bagus.
Ini bukan soal membeli cangkir baru.
Apa kata kami?
Kami sudah bilang, tidak semua orang cocok untuk pekerjaan seperti ini.
Ini sebabnya Soo Chul dan aku berusaha menghentikanmu.
Bagaimana kamu akan membantu kami jika tidak bisa bekerja dengan baik?
Tidak bisa begini. Kamu harus pergi.
Berhentilah mencampuri urusan kami.
Pelanggan akan segera datang.
Kita tidak bisa pakai gelas kertas. Apa yang harus kita lakukan?
Maafkan aku.
Astaga.
Ada apa?
Ada apa lagi menurutmu?
Lihat saja kekacauan ini.
Ini yang dilakukan Se Ryeon.
Astaga, ada apa denganku?
Astaga.
Apa yang baru saja kulakukan? Aku pasti sudah gila.
Se Ryeon.
Dae Bum, apa yang harus kulakukan?
Aku membuat kekacauan.
Nenek dan Ibu tampak sangat kesal.
Se Ryeon, kamu harus berhenti datang ke sini.
Tempatmu bukan di sini.
Kenapa kamu berkata begitu?
Se Ryeon.
Pekerjaan ini mungkin tampak sederhana dan mudah,
tapi bukan itu masalahnya.
Tidak. Aku akan melakukannya dengan benar
No comments yet. Be the first to leave one.