The Flight Attendant

The Flight Attendant

Download Indonesian Subtitle

Season 2

Release info

The Flight Attendant S02E05 Drowning Women 1080p HMAX WEB-DL DD5 1 x264-NTb
A Commentary by Vilanelle
Resync for HMAX

Tags

Web-DL
web-dl
web
WEB-DL
x264
1080
Published on: 2022-05-05
Downloads: 34
Hearing Impaired: No

Indonesian subtitle preview

The first 200 lines.

Baiklah, itu sarung tangan merahku dengan mayat...

Tapi evaluasi kejiwaan itu?

Itu bukan jawabanku. Aku tidak mengatakan itu.

- Itu membuatku terdengar gila. - Ya, astaga.

Duplikat, jebakan, berkas ini, kau tampak bersalah.

Ini deja vu Bangkok.

Seperti masa lalu.

Astaga, apa aku sungguh sepertimu?

Omong-omong, aku tak tahu apa isi berkas itu...

Yang berarti kau juga tak tahu.

Aku tahu kau meniduri pengawasmu semalam.

Dengar, ini pengalihan yang lebih baik daripada Feliks.

Maaf, Buckley.

Kenapa kau membahas nama itu denganku?

Dia psikopat sialan yang berbohong dan memanfaatkanku.

Dia bukan semacam anekdot omong kosong.

Tenang, ya? Benjamin adalah pengalih perhatian yang lebih berkelas.

Lagi pula, bukan aku yang mengungkit masalah ini, bukan?

Kau datang lagi

Tepat saat aku mulai mengendalikan diri

Da, da, da, da, da, da!

Baiklah.

Dot!

Sedang apa kau di sini?

Ini CIA. Aku bekerja di sini.

Sedang apa kau di sini?

Aku berutang penjelasan kepada Benjamin tentang Berlin...

Dan dia meminta aku mampir ke kantor kapan saja.

Aku sedang di sekitar sini...

- Tapi dia tidak ada di kantornya. - Astaga.

Ini Westwood. Aku merasa tak pernah ada orang di lingkungan ini.

Cassie, aku sadar apa yang terjadi di Berlin...

Dan fakta kami tak bisa ceritakan semua kepadamu...

Itu pasti sulit.

Aku tahu kau tak mau menemui konselor...

- Tapi kau tampak agak gelisah. - Ya.

Jadi, jika kau perlu bicara dengan seseorang...

Kau punya nomorku. Itulah fungsinya.

Astaga, terima kasih banyak. Aku baik-baik saja.

Semua hal yang kau lihat ini...

Ada penjelasannya, tapi untuk lain waktu...

Karena aku harus menemui seseorang sekarang.

Jadi, akan kupastikan aku masuk ke sini.

Jadi, terima kasih. Kau baik sekali.

Aku mungkin akan menggunakannya. Terima kasih banyak.

Astaga.

Kenapa tak kau tunjukkan saja berkasnya...

Bodoh?

Bodoh sekali. Aku tak bisa...

Astaga.

Sial.

Hai. Shane. Kau menyuruhku meneleponmu...

Saat aku butuh bantuan dan aku butuh bantuan.

Aku meneleponmu dari mobil kecilku

Yang terasa lebih sesak saat ini.

Kenapa mobilku kecil sekali? Aku tak mengerti.

- Aku butuh bantuanmu. - Baiklah, Cassie.

Aku mendengarkan.

Aku akan mengatakannya langsung.

Seseorang meniruku.

Aku tahu. Mereka melakukan hal yang sangat buruk.

Mereka mencuri identitasku.

Aku memberitahumu dan kurasa...

Kurasa mereka dari CIA...

Atau mereka kenal seseorang di CIA atau ada sesuatu terjadi di sana.

Aku tak tahu harus berkata apa.

Kau sudah dengar tentang dua analis CIA...

Yang terbunuh di Echo Park? Kau sudah dengar soal itu, bukan?

Aku tak tahu mereka analis CIA dan kau seharusnya juga tak tahu itu.

Aku punya bukti pembunuhan itu terkait dengan pengeboman Berlin...

Dan terhubung dengan salindia...

Di View-Master yang ditinggalkan di koperku.

Benda seperti mainan...

Dan ada salindia di sana.

- Halo? - Baiklah. Bagian terakhir itu?

Dengar, jangan menarik perhatian sampai...

Aku bisa melihat apa yang bisa kugali sebelum latihan hari ini.

Latihan apa? Apa maksudmu?

Pelatihan kualifikasi wajib Imperial Atlantic.

Cassie, kita masih pramugari.

Sial. Hari ini? Astaga!

Dengar, jangan menarik perhatian dan biar kulihat...

Apa yang bisa kugali dan bawa View-Master itu.

Mungkin berisi bukti jejak, yang tidak kuketahui.

Kau terdengar gila, tapi tak berarti kau salah.

Aku tak mau kau mengalami serangan panik lagi, jadi...

- Bawalah. - Baiklah. Satu hal lagi...

Baiklah, agar aku jelas.

Kau memotret dokumen rahasia CIA...

Setelah kau meniduri bosmu di kantornya.

Baik, semua yang akan kau katakan...

Aku sudah memikirkannya 7.000 kali, jadi, kita aman.

Sebenarnya, aku ingin mengambil sabun cuci...

Dan menggosok tubuhku sampai hanya tersisa tulang.

Entah kenapa aku melakukannya!

Baiklah. Kau tahu? Tenang saja. Tarik napas.

Jika kau tak tidur dengan pengawasmu, Benjamin...

Kita tak akan punya berkas ini.

Jadi, itu tak buruk, jika kau melihatnya seperti itu.

- Benar sekali. - Benar, bukan?

Astaga, aku hanya ingin satu minuman.

Cass, jangan bilang begitu.

Aku serius.

Aku serius. Aku akan selalu bersungguh-sungguh, ya?

- Baiklah. - Maaf.

Itulah kenyataan hidupku saat ini. Mengerti? Maafkan aku.

Kalian luar biasa.

Ini membuatku tampak gila.

Ini gila. "Delusi narsistik...

Kecenderungan sosiopat?" Ayolah.

Butuh pujian terus-menerus.

Itu mungkin benar.

Tapi itu bukan aku.

Mungkin CIA ingin kau terlihat seperti itu...

Seperti di Manchurian Candidate.

Kau tahu? Berkas-berkas ini...

Hanya menggambarkan bahwa kau bisa menjadi seorang pembunuh.

Itu perbedaan yang sangat besar.

Ya, benar. Lalu foto keamanan ini tidak jelas.

Benar sekali.

Juga ada kode waktunya dan diambil saat kau di Islandia.

Tidak, CIA bisa menghapus apa pun...

Kode waktu, rekaman CCTV, alibi apa pun dari Islandia.

Baiklah, fakta menarik lainnya...

Sarung tangan merahku yang hilang di Berlin ada di TKP Echo Park.

Aku benci mengatakan ini, tapi siapa pun yang menirumu...

Membunuhnya.

Jadi, temanku di CIA...

Bilang mungkin masih ada jejak bukti di View-Master...

Dan itulah tujuan hidupku sekarang.

- Apa? - Ya.

Pasangan yang menerobos itu, mereka melihat semuanya.

Mereka melihat banyak hal dan mengambil View-Master itu.

Astaga. Baiklah.

Aku harus latihan. Tak bisa menunggu. Aku harus pergi.

Marco. Hai, kau di sini. Hei.

Kenapa kau tidak menjawab teleponku?

Sayang, aku punya alasan yang sangat bagus.

Bisakah kita membicarakannya nanti?

Ada pekerjaan yang harus kulakukan, jadi...

Ada banyak pekerjaan belakangan ini.

Ya, aku tahu. Benar.

Aku mencintaimu.

Jelas ada sesuatu di antara kita.

Kita sempat bicara tentang kau bertemu putriku...

Baiklah. Dengar, ada sesuatu yang terjadi...

Tapi bersamaku...

Aku ingin memberitahumu banyak hal dan aku merasa bisa...

Tapi aku merasa tak bisa memberitahumu hal ini.

- Jadi, aku harus pergi. - Dengar, kau benar.

Kau bisa memberitahuku apa pun.

Baiklah. Annie, bukankah katamu kau butuh...

Dia tidak mengatakan apa pun, Cassie.

Bagaimana kita bisa memulai hidup bersama jika kau tidak...

Tidak. Tidak, kau tak mau...

Marco, kau tak mau memulai hidup denganku.

- Percayalah. - Kau tidak pandai...

Menghindariku dengan alasan.

Baiklah, sejujurnya aku punya masalah pekerjaan.

Itu dia. Jika aku tak pergi sekarang...

Aku berusaha sangat keras untuk optimis.

Itu bagian penting dari pemulihanku.

Marco, aku mengerti kau tak paham apa yang terjadi di sini.

Kau harus beri alasan lebih baik dari "masalah kerja"...

Karena aku tak percaya.

Aku tidur dengan orang lain. Mengerti?

Astaga.

Aku tak bermaksud berkata seperti itu.

Aku tidak bermaksud mengatakannya dengan keras. Aku sangat...

Cassie. Telepon aku.

Apa? Urusan kerja lagi?

Tidak, ini sponsorku dan aku perlu...

Kau tak bisa memakai AA, tidak denganku!

Hanya...

Sial.

Katakan saja apa yang terjadi.

Entahlah, kurasa...

Kurasa...

Kurasa aku melupakanmu.

Baiklah.

Aku bisa melupakan perselingkuhan itu.

Orang dewasa melakukan kesalahan, tapi bagian terakhir itu...

Ya, itu terlalu berat.

Hidupku benar-benar berputar di luar kendali saat ini...

Dan aku sungguh mencintaimu dan aku sungguh berusaha...

Aku juga.

Mengerti? Aku berusaha keras, Cassie, tapi kau...

Putriku pasti akan sangat menyukaimu.

Aku tahu.

Dah, Cassie.

Baiklah. Kulihat kau bergadang.

- Bagaimana keadaanmu? - Kehilangan seseorang...

Brutal bagi semua orang.

- Aku baik-baik saja. - Jadi, ada teori...

Yang terlintas di benakmu selama bergadang?

Tak ada yang siap kubahas.

Aku sudah mengerjakan tugasku sendiri...

Dan bagiku mulai terasa seperti pekerjaan orang dalam.

Bagaimana bisa?

Aku akan menggali lebih dalam dahulu.

Comments

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left