The first 200 lines.
Ya ampun! Berapa banyak sushi yang ingin dia makan?
Itu adalah susi ke 4.
Dia terlalu banyak makan sushi.
Bagaimanapun, dia adalah tipeku.
Apa? Apa kau sedang membicarakan orang yang ada didepan kita?
Siapa lagi?
Bukankah dia tampan?
Apa kau memakai lensa kontakmu?
Ah, Aku salah.
Dia sama sekali tak tampan!
Lagipula, siapa yang makan sushi dengan tangan?
Aku selalu melakukannya.
Bukankah kau menggunakan sumpit?
Aku menggunakan tanganku.
Ah, dia mulai menggunakan sumpit.
Telepati!
Hei, jangan makan benda yang berwarna hijau.
Benda berwarna hijau?
Benda itu.
Apa namanya?
Namanya Baran, "Baran".
Apa?
Seramnya.
Aku bisa mengintip ponsel orang lain.
Kenapa hal ini terjadi padaku?
4 hari yang lalu
Aku ingin membuat siapapun yang mengenakan Exaltant senang.
Dengan niatan itu, Aku mendirikan Exaltant pada tahun 1991.
Kami memiliki 8 nama merek yang berbeda dan
beroperasi sekitar 100 toko di Jepang.
Tema umum yang diterapkan ke semua toko adalah menyajikan kreatifitas dan keterampilan kepada pelanggan kami.
Selamat pagi, Orimo.
Selamat pagi.
Ada apa?
Pensiun secara sukarela?
Aku diberitahu oleh bagian personalia.
Kami sedang merekrut kandidat yang tak masalah keluar dari perusahaan.
Terutama bagi mereka yang tak bermanfaat untuk perusahaan.
Aku tak bermanfaat untuk perusahaan?!
Ah, ini tak wajib,
namun aku diberitahu oleh personalia...
Kasarnya, kau menjadi target restrukturisasi, sesuatu seperti itu...
Apa aku harus keluar dari perusahaan secepatnya?
Yang bisa kulakukan sekarang hanyalah ini.
Permen menenangkan kecemasanmu.
Selamat pagi.
Pagi.
Selamat pagi!
Selamat pagi.
Selamat pagi!
Selamat pagi, Orimo.
Tunggu! Apa ini?
Itu air panas.
Kita kehabisan biji kopi.
Oh begitu.
Kau menemui Kepala Kobori pagi ini, kan?
Bagaimana kau tau?
Kapanpun dia harus memberitahu berita buruk kepada pegawainya, dia selalu membawa sekotak permen.
Dia memintaku menandatangani surat pengunduran diri secara sukarela.
Itu artinya kau adalah target restrukturisasi, bukan?
Benar.
Jangan sedih.
Kami selalu berada disisimu, Orimo.
Terima kasih.
Orimo, bisakah kau memperbarui daftar peralatan di gudang?
Bisa.
Dan bisakah kau mengirimi ke semuanya pemberitahuan tentang cek kesehatan?
Aku akan melakukannya.
Ah, dan bisakah kau mengambil biji kopi?
Ah, ya.
Ah, Takenozuka.
Aku mengirimimu alamat Terada.
Terima kasih.
Orimo,
Aku tak mengerti. Kenapa kau menjadi target restrukturisasi?
Kau adalah pekerja paling giat di divisi Administrasi Umum.
Dan ketika kau berada di divisi pakaian, kau menunjukan kinerja dan kontribusi yang bagus untuk perusahaan.
Itu 6 tahun yang lalu.
Aku berharap melepaskannya karena aku tak bisa apa-apa.
Jangan begitu.
Bagaimana dengan divisi Pemasaran atau Perencanaan?
Aku tak percaya diri.
Aku ketinggalan jaman.
Begitu.
Tak apa. Dari istrimu?
Ah, tak apa.
Omong-omong, Orimo, kau masih menggunakan ponsel lipat?
Ya.
Begitu juga denganku.
Apa kita ini orang dari zaman dahulu?
Apa iya?
Oh, Aku tak bermaksud begitu.
Mungkin ini waktu yang tepat keluar dari perusahaan yang tak bertindak adil atas usaha kita.
Kau bisa mencari perusahaan yang lebih baik yang membutuhkan dirimu.
Namun aku harus membayar kebutuhan anak-ku.
Kebutuhan anak?
Ah, maaf.
Tak apa.
Sudah 6 bulan sejak aku bercerai dengannya.
Entah rasanya aku ingin kembali ke mantan istriku.
Kau bisa melakukannya.
Aika, bukankah terlalu dini untukmu memiliki ponsel pintar?
Shirosaki memberiku ini.
Shirosaki?
Dia adalah pacar ibu.
Apa? Dia mempunyai pacar baru?
Ya. Dia mungkin akan menikah dalam waktu dekat.
Bukankah dia memberitahumu?
Sial, Aku kalah!
Sayang sekali.
Keita! Tentang sewa bulan ini...
Apa? Bukankah aku sudah membayarnya?
Aku harus memintamu tambahan 30,000 yen.
30,000 yen?!
Sampai ada penyewa baru, kita harus membagi pembayarannya.
Begitu.
Bisakah kau tunggu beberapa hari?
Yah, bayarlah secepatnya.
Kasarnya, kau menjadi target restrukturisasi, sesuatu seperti itu...
Hei, Kevin, kapan aku berbuat salah?
Rambut panjang Kevin
Aku mendapat pekerjaan di Exaltant, menikah dan mempunyai anak.
Namun aku akan kehilangan semuanya dalam waktu dekat.
Aku bahkan tak bisa memikirkan keinginan.
Apa?!
Hayashiya Pei?
Hayashiya Pei=Komedian Jepang yang selalu mengenakan pakaian berwarna merah muda
Dia mengenakan pakaian merah muda.
Eh?!
English Subtitle by Monchi @d-addicts
Diterjemahkan oleh Asmodeus.
Oh, sial!
Ada ponsel pintar di otak-ku!
Apa yang terjadi?
Maaf.
Apa yang terjadi?
Apa?
Tunggu.
Kenapa aku bisa melihat layar ponsel pintar mereka?
Mari kita pergi ke restoran BBQ Korea pada hari jumat, dan sabtu...
Aku akan telat hari ini. Aku mugkin tak bisa menemuimu.
Mari kita minum malam ini!
Terima kasih untuk makanan tadi malam.
Apa?
Tenang.
Selamat pagi.
Berita eksklusif tentang hubungan gelap ketua keluar hari ini.
Dia berkencan dengan Sarina model busana, kan?
Itu pasti bagian dari iklan.
Tidak...
Ada apa?
Ah, bukan apa-apa.
Sungguh?!
Ada apa?
Ah, bukan apa-apa.
Maaf.
Jangan mengintip ponsel orang lain!
Apa?
Ah, tidak.
Aku berbicara tentangmu, KAU!
Selamat pagi.
Apakah mungkin mengubah cek sampel menjadi jam 4 sore?
Orimo, apa kau baik-baik saja?
Ada apa?
Orimo, bisa kita bicara?
Ya.
Selamat pagi.
Selamat pagi.
Ada apa?
Ah, maksudmu tentang kemampuan spesialku?
Apa maksudmu?
Bagaimana kabarmu selama 3 hari ini?
Tak mungkin kau absen tanpa pemberitahuan.
Aku absen?
Apa aku memberimu tekanan?
Aku seharusnya memintamu secara baik-baik.
Maafkan aku. Tapi aku diberitahu oleh bagian personalia...
Sejujurnya, Aku tak mengingat apapun.
Aku menjadikannya sebagai liburan berbayar kali ini.
Namun untuk selanjutnya beritahu aku.
Maafkan....aku.
Apa kau benar-benar tak apa?
Kami mengkhawatirkanmu.
Namun aku senang kau baik-baik saja.
Maaf karena telah membuat kalian semua khawatir.
Aku baik-baik saja.
Syukurlah.
Ah, Aku harus memesan kertas untuk fotokopi.
Aku menang! Kau harus membelikanku parfait di Takano.
Orimo, akhirnya kau kembali bekerja.
Kupikir aku takkan melihatnya lagi.
Kupikir dia bunuh diri karena menjadi target restrukturisasi.
Aku juga.
Bunuh diri, tidak!
Mengganggu, tidak!
Tapi seharusnya dia keluar dengan tenang karena dia adalah target restrukturisasi.
Ada apa?
Aku akan kembali.
Hei, Kevin. Apa yang terjadi padaku?
Apa aku sedang bermimpi buruk?
No comments yet. Be the first to leave one.