The first 167 lines.
Yang terakhir.
Baiklah.
Kau bisa tidur?
Tidak juga.
Aku membuatmu terbangun?
Badainya.
Itu tampak berbeda.
Ya, aku menggoreng daunnya.
Aku pernah melihat Sydney melakukannya.
Sekarang sudah berbeda.
Aku tahu.
Aku hanya… Aku tak mau merasa seperti itu lagi.
Aku tak mau Louie melihatku seperti itu lagi.
Pikirkan di mana kita sekarang.
Kita di tempat berbeda.
Pikirkan semua yang kau pelajari, semua keterampilan barumu.
Kau bisa pergi ke mana pun kau mau, Sayang.
Selain itu, dulu aku tak mengelola seluruh gedung.
Dulu aku tak punya tabungan.
Ya, 'kan? Louie hampir lulus SMA…
Ya, tapi dulu aku tak melakukan hal yang aku sukai.
Dari sekian banyak pekerjaan yang bisa dilakukan
dan sekian banyak orang yang bisa bekerja denganku, aku…
Bisa mengerjakan sesuatu yang kusukai dengan orang yang kusayangi…
Ya, kau beruntung.
Ya.
Itu perjalanan yang hebat.
- Ini belum berakhir. - Kau benar.
Kita akan mencari cara.
Ya, benar.
Saatnya bangun.
Sebagian Cook County mendapat peringatan banjir bandang…
- Pusat kota hujan lebat… - Dari sisi utara ke selatan,
- terus sampai ke bawah… - Jalur hujan itu…
Hujan satu hari setara satu bulan.
Jika tak perlu keluar, tetaplah di dalam rumah…
Hujan lebat, sampai berwarna merah.
Angin kencang mulai bertiup di seluruh area Chicago.
Hujan deras berjam-jam di seluruh kota.
Kita menghadapi hujan ekstrem.
TEMPAT INI TAK MENYIMPAN UANG TUNAI
Tak ada yang menyukaimu.
Semua orang membencimu.
Kau akan kalah.
Tersenyumlah, Berengsek.
Polenta 14 September 2023, 08.50
STAF
IGA BAWAH 2 Oktober 2023, 10.27
Hari ini akan hebat.
- Hai. Aplikasi reservasinya mati. - Ada apa?
Aplikasi kita mati?
Seluruh sistem pemesanannya tak berfungsi.
Sial. Aku akan segera ke sana.
Baiklah.
Jaket.
Setir.
Dasbor.
Tidak, aku masih kesal.
Boleh kuperiksa? kapan?
Malam ini? pukul?
19.30? Hanya aku?
Tidak!
- Hai, masuklah. - Hai.
- Masuklah. Sini. - Hai.
- Oke. - Sudah Ibu pegang.
- Oke. Terima kasih. - Dia makin besar.
Ya.
Oke. Jadi, Ibu berjanji tak akan bersikap aneh, 'kan?
Ya, Ibu janji.
Oke. Tenanglah.
Ibu tenang.
- Ibu, ada apa? - Tak ada apa-apa. Ibu hanya bahagia.
- Ibu di sini. Ibu bahagia. Pergilah. - Bagus.
Aku akan memantau kalian, ya?
- Jadi… - Ibu mengerti. Cepatlah.
Ibu menyayangimu, Sophie.
- Bergembiralah dengan Nenek. - Ya, pasti.
Baiklah.
Ibu tak akan bersikap aneh, 'kan?
Sama sekali tidak.
Sial.
- Apa kabar? - Kubelikan kau ini.
Ada yang merayakan "Chef Baru Terbaik".
Hari ini harus sempurna.
Baik, ini McGriddle yang banyak dibicarakan.
McGriddle pertamamu?
Sumpah, dia tiba-tiba muncul.
Aku mendengar cerita berbeda.
- Aku tak mau menyukai ini. - Tapi tak ada pilihan.
Karena ini sempurna.
Di mana pun kau berada, kapan pun kau berada,
ini selalu terasa seperti ini.
Sejujurnya, untuk konsistensi, McDonald's seharusnya dapat bintang Michelin.
Kau harus mengirimi mereka surel dan bilang,
"Ada restoran yang menurutku layak mendapat bintang."
Namanya McDonald's. Layak disinggahi.
- Hei. - Hei. Apa kabar, Rekan?
Aku terlambat.
Dengar, wastafelnya mengeluarkan suara yang sangat aneh, dan aku…
Aku mengalami kecelakaan kecil.
- Tunggu. Kecelakaan? - Bukan apa-apa. Tidak penting.
Baiklah. Kau butuh sesuatu?
- Atau aku bisa… - Tidak. Aku tak apa. Ada apa?
- …telepon ayahku. Baiklah. - Tidak.
Jangan telepon ayahmu. Aku bisa mengatasinya.
Apa menurutmu kita gila karena melakukan ini?
- Tidak. - Baiklah.
Aku hanya khawatir definisi kita berbeda soal…
kegilaan.
Aku akan segera tiba. Terima kasih, Chef.
Baiklah.
Pacar Tiffany, Frank Pesan
HORE! SELAMAT!!!! PELUK, WALDO!!!!!
Perkenalkan CHEF BARU TERBAIK KAMI
Banyak sekali tanda serunya.
Tampak tidak asing.
Mencoba menutupi retakannya.
Itu ide yang sangat bagus.
Yang kurang hanya kutipan.
SEMUA BISA MEMASAK, TAPI HANYA YANG BERANI YANG BISA HEBAT
Ini dia! Kemitraan, Sayang! Kemitraan!
Katakan itu sekali lagi, kuhajar kau.
Aku tak bercanda! Akan kuhajar kau!
Dengar, kau mau melepas restoran seluas 700 meter persegi
saat tak ada yang mau membeli restoran.
Bagaimana aku bisa tahu? Karena ada restoran kosong yang dijual di sana
dan ada satu lagi di sana.
- Berapa harga tanahnya? - Tak penting berapa harganya.
Penting jika aku mau merobohkan bangunannya.
Kita harus melakukan survei dan seharusnya sudah sejak lama.
Kabar baiknya, aku kenal seseorang
- yang bisa jelaskan kondisi kita. - Siapa?
Cheese.
Aku mau beli soda. Kau mau?
Tidak, aku tak mau soda, Bodoh!
Astaga.
Apa-apaan itu tadi?
Dia robot yang keahliannya tidak berguna sama sekali.
Kenapa kita mengatur meja penyajiannya seperti ini?
Memunggungi bagian depan. Ini agak…
Kau paham?
Ya, itu…
pertanyaan bagus.
Kau baik-baik saja?
Tidak, tidak baik.
Aku juga tidak baik.
Bicaralah.
Aku terjepit, Richard.
Aku…
Aku salah melakukan transaksi.
Dan itu berubah menjadi mimpi buruk dalam hidupku.
Berapa kerugianmu?
Sekitar tiga perempat uangku.
Aku turut prihatin.
Kau tahu perihal kemitraan yang kita bahas semalam?
Bisakah kita merahasiakannya untuk sementara?
Cari waktu pas untuk mengumumkannya.
Ya. Aku pun berpikiran sama.
Bagus.
- Aromanya lezat. - Ya.
Iga pendek Coca-Cola.
Hidangan klasik.
Nomor Tak Dikenal
Andai aku punya keberanian untuk tak menjawab telepon.
Aku tak akan menyebutnya keberanian.
Lalu kau menyebutnya apa?
Kebalikannya.
No comments yet. Be the first to leave one.