Wild Strawberries

Wild Strawberries (Smultronstället)

Download Indonesian Subtitle

Release info

Wild Strawberries 1957 Criterion Collection 720p BluRay x264-WiKi
A Commentary by Irwan19
kala-ireng.blogspot.com /// IDFL.us

Tags

BluRay
x264
720p
720
Published on: 2013-07-23
Downloads: 151
Hearing Impaired: Yes

Indonesian subtitle preview

The first 200 lines.

Dalam hubungan kita dengan orang lain,

kita terutama membahas dan mengevaluasi

karakter dan tingkah lakunya.

Itulah kenapa aku menarik diri

dari hampir semua hal yang disebut hubungan.

Hal itu telah membuatku di usia tua ini merasa agak kesepian.

Hidupku dipenuhi dengan kerja keras, dan aku bersyukur.

Itu dimulai dengan kerja keras demi kelangsungan hidup

dan berakhir dalam kecintaan terhadap ilmu pengetahuan.

Aku punya seorang anak, yang juga seorang dokter, yang tinggal di Lund.

Dia telah menikah selama bertahun-tahun. Mereka tak punya anak.

Ibuku yang sudah tua masih hidup dan sangat aktif, melihat dari usianya.

Istriku Karin sudah meninggal bertahun-tahun yang lalu.

Makan malam sudah siap, Profesor Borg.

Terima kasih.

Aku beruntung memiliki seorang pembantu yang baik.

Mungkin aku harus menambahkan bahwa aku adalah orang tua yang terpelajar,

yang kadang telah cukup berusaha

bagi diriku sendiri dan orang-orang di sekitarku.

Namaku Isak Borg,

dan usiaku 78 tahun.

Besok aku akan menerima gelar kehormatan di Katedral Lund.

WILD STRAWBERRIES

Pada dini hari tanggal 1 Juni,

Aku mendapat mimpi yang aneh dan tak menyenangkan.

Aku bermimpi saat aku berjalan-jalan pagi

Aku tersesat di tengah-tengah jalanan kosong

dengan rumah-rumah rusak.

Apa anda sakit?

Miss Agda, tolong siapkan sarapan. Aku akan berangkat dengan mobil.

Tolong, Profesor! Kembalilah tidur dan saya akan membawakan kopi jam 9:00,

dan kita akan pergi jam 10:00 seperti yang sudah direncanakan.

Oh, baiklah, aku akan pergi tanpa sarapan.

Dan siapa yang akan mengemasi pakaian anda?

- Akan kulakukan sendiri. - Dan bagaimana dengan saya?

Kau bisa ikut di mobil bersamaku atau pakai pesawat. Terserah kamu.

Saya telah menanti penganugerahan gelar kehormatan untuk anda ini.

Dan kita telah merencanakannya dengan matang,

dan sekarang anda akan ke sana dengan mobil.

Acara akan dimulai jam 5:00.

Jika aku segera berangkat, aku punya 14 jam sebelum acaranya dimulai.

Anda akan mengacaukan segalanya!

Bagaimana dengan putra anda yang menunggu di bandara Malmo?

Kau karang saja penjelasannya.

Jika anda memakai mobil, saya sama sekali tak akan datang.

Dengar, Miss Agda!

Bawa mobilnya, dan anda akan mengacaukan hari terbesar dalam hidup saya.

Kita tak menikah, Miss Agda.

Setiap malam saya berterima kasih pada Tuhan untuk itu.

Saya telah berpikir jernih selama 74 tahun, dan itu tak akan mengecewakan saya sekarang.

Apakah itu kata-kata terakhirmu?

Ya.

Tapi buat apa saya menggerutu kepada orang tua egois yang

tak pernah peduli pada orang yang telah setia melayaninya selama 40 tahun.

Sulit dipercaya aku bisa tahan...

dengan semua omelanmu selama ini.

Perintahkan saja, dan saya akan pergi besok.

Aku akan tetap memakai mobil, dan terserah kamu mau bagaimana.

Aku sudah dewasa dan tak butuh petuahmu.

Tak seorang pun bisa berkemas-kemas seperti dirimu, Miss Agda.

Benarkah?

Dasar sinis.

Mau saya rebuskan beberapa butir telur?

Ya, tolong, jika kau mau berbaik hati.

Universitas akan menganugrahkan gelar kehormatan idiot padaku.

Aku akan mampir menenangkan wanita tua itu dengan membawa hadiah.

Aku benci orang pendendam.

Aku bahkan tak akan melukai seekor lalat. Jangan hiraukan Miss Agda.

Mau roti panggang?

Tidak usah, tak perlu repot-repot.

Kenapa anda menggerutu?

Mau secangkir?

Selamat pagi, Paman Isak.

Kenapa menantuku ini sudah bangun?

Siapa yang bisa tidur kalau kau dan Bibi Agda membuat keributan?

Tidak ada pertengkaran.

Tidak, sama sekali tidak.

Kau mau bermobil menuju Lund?

Ya.

Boleh aku ikut bersamamu?

Kau mau pulang?

Ya, aku ingin pulang.

Pulang kepada Evald?

Kau tak perlu menanyakan alasannya.

Aku akan naik kereta jika saja aku bisa membeli tiketnya.

Tentu saja kau boleh ikut denganku.

Aku akan siap berangkat dalam 10 menit.

Astaga!

Tolong jangan merokok. Aku tak tahan pada asap rokok.

Aku lupa.

Seharusnya ada aturan yang melarang perempuan untuk merokok.

Cuacanya bagus.

Ya, tapi gerah.

- Kurasa akan ada badai. - Sepertinya begitu.

Tidak, berikan aku rokok kapan saja.

Itu membangkitkan semangat dan menenangkan. Itu adalah kebiasan buruk laki-laki.

Dan apa kebiasaan buruk perempuan?

Menangis, melahirkan dan bergosip tentang tetangganya.

Berapa usiamu sebenarnya, Paman Isak?

Kenapa kau menanyakannya?

Tak ada alasan. Kenapa?

Aku tahu kenapa kau menanyakannya.

Oh, begitu.

Jangan pura-pura. Kau tak menyukaiku. Tak pernah.

Aku hanya kenal dirimu sebagai mertua saja.

Kenapa kau pulang ke rumah?

Hanya dorongan hati saja. Tak ada yang lain.

Evald kebetulan adalah anakku.

Begitulah.

Evald dan aku sangat mirip. Kami memiliki prinsip.

Kau tak perlu mengatakannya.

Pinjaman ini, contohnya.

Aku tahu apa yang ingin kau katakan.

Dia harus mengembalikannya saat dia menjadi profesor.

Ini adalah soal kehormatan baginya untuk mengembalikan 5,000 setahun,

dan seterusnya, dan seterusnya.

Janji adalah janji.

Bagi kami, itu artinya kami tak pernah bisa bebas,

dan anakmu akan bekerja membanting tulang.

Kau punya penghasilan sendiri.

Terutama mengingat fakta bahwa kau luar biasa kaya

dan tak membutuhkan uang.

Janji adalah janji. Dan aku tahu Evald menghormati itu.

Mungkin. Tapi dia juga membencimu.

Kenapa kau menentangku?

Haruskah aku berterus terang?

Ya, aku bertanya padamu.

Kau orang tua yang egois, Paman Isak.

Kau tak punya belas kasih dan tak pernah mau mendengarkan orang lain.

Tapi kau menyembunyikannya dibalik karisma dan tata krama dunia lamamu.

Di balik penampilan yang ramah, kau adalah orang yang sangat keras.

Tapi kau tak bisa mengelabui kami yang telah mengenalmu dengan baik.

Ingat saat aku datang kepadamu sebulan yang lalu?

Aku punya gagasan bodoh bahwa kau mungkin akan membantu Evald dan aku.

Jadi aku meminta untuk tinggal bersamamu satu atau dua minggu.

Ingat yang kau katakan?

Kataku aku akan senang sekali.

Mungkin kau sudah lupa, tapi kau mengatakan,

"Jangan coba melibatkanku dalam pertengkaran rumah tanggamu.

Aku tak peduli.

Kau dan Evald harus mencoba mengatasinya sebaik mungkin."

Apa aku mengatakan begitu?

- Bukan cuma itu. - Oh, tidak.

Kau berkata seperti ini:

"Aku tak peduli pada penderitaan jiwa,

jadi jangan datang meratap padaku.

Jika kau membutuhkan terapi, sebaiknya kau mendatangi psikolog.

Atau kenapa tidak ke pendeta saja? Itu sedang jadi tren sekarang."

Apa aku mengatakan begitu?

Penilaianmu sangat kategoris, Paman Isak.

Aku benci harus bergantung padamu.

Aku merasa senang kau ada di rumah.

Seperti seekor kucing.

Seekor kucing atau manusia.

Kau wanita muda yang baik, dan aku menyesal kau membenciku.

- Aku tak membencimu. - Sungguh?

- Aku merasa kasihan padamu. - Kasihan?

Aku ingin mengatakan padamu mengenai mimpi yang kudapat pagi ini.

Aku tak begitu tertarik dengan mimpi.

Tidak, tentu saja tidak.

Mau kemana sekarang?

Aku ingin memperlihatkan sesuatu padamu.

Setiap musim panas kami tinggal di sini selama 20 tahun awal kehidupanku.

Kami ada 10 bersaudara. Mungkin kau sudah tahu.

Apa sekarang masih ada yang tinggal di sini?

Tidak, tidak musim panas ini.

Jika kau tak keberatan, aku ingin berenang. Kita punya banyak waktu.

Ya, silahkan saja.

Tempat dimana stroberi liar tumbuh!

Mungkin aku sedikit sentimental.

Mungkin aku sedikit lelah

dan merasa sedikit sedih.

Bisa jadi aku mulai memikirkan tentang sesuatu,

berkaitan dengan tempat-tempat yang aku kunjungi sewaktu kecil.

Aku tak tahu bagaimana itu terjadi,

tapi realitas di hari yang cerah itu

larut dalam bayang-bayang ingatan yang jauh lebih jelas

yang muncul di depan mataku

dengan kekuatan seperti kejadian yang nyata.

Sara.

Sara.

Ini sepupumu Isak.

Aku menjadi tua, tentu saja, jadi aku tak terlihat sama.

Tapi kau tak berubah sama sekali.

Selamat pagi, sepupuku yang manis. Apa yang kau lakukan?

Memetik stroberi, bodoh. Apa kau tak melihatnya?

Dan siapa yang akan dimanjakan dengan buah-buahan lezat

yang dipetik di pagi hari oleh seorang gadis cantik?

Omong kosong. Kau tahu dengan baik bahwa hari ini ulang tahun Paman Aron.

Aku lupa membuat hadiah.

Jadi dia akan mendapat sekeranjang stroberi liar sebagai gantinya.

Aku akan membantumu.

Kau tahu, Sigbritt dan Charlotta membuat rajutan dan Angelica membuat kue,

dan Anna membuat lukisan yang sangat bagus,

Kristina dan Birgitta menulis lagu dan mereka akan bernyanyi untuknya.

Itu yang paling bagus. Paman Aron itu tuli.

Dia akan senang sekali, dasar kau bodoh.

Dan kau punya tengkuk yang cantik sekali.

Kau seharusnya tak boleh melakukannya.

- Kata siapa? - Kataku.

More Indonesian subtitles for Wild Strawberries

Comments

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left