Release info

하백의ㅡ신부ㅡㅡBride of the Water God E09-by nuneLymee
A Commentary by nuneLymee
[DramaFever Version] Manual subtitle translation by nuneLymee... Don't REMOVE credit, don't Sell or Re-upload please... Thanks for download. Enjoy watching! Please rate.

Tags

other
Published on: 2017-08-02
Downloads: 34
Hearing Impaired: No

Indonesian subtitle preview

The first 200 lines.

=EngSub by DramaFever= =Diterjemahkan oleh : nuneLymee=

[Produksi karya ini didukung oleh Korean Creative Content Agency.]

Halo?

Aku pergi sekarang.

Aku akan bertemu denganmu di sana. Kau bisa menemukan di mana letaknya?

Bisa.

Hantu air itu.

Kelihatannya kau menjalani hidup dengan cukup santai...

Setengah Dewa.

Bahkan kau sampai menanam pohon dan bunga.

Kau memelihara cacing juga.

Kau berpura-pura menjadi manusia yang sangat baik, ya?

- Apa maumu? - Aku ingin kita saling berkenalan.

Dan sesuatu yang ada di dalam tubuhmu, itu tidak cocok untukmu...

Aku juga ingin membicarakan soal itu.

Ahjussi!

Teman Ahjussi ada disini.

Tapi aku sudah bilang pada mereka kalau Ahjussi tidak biasanya datang hari ini.

Oh, ya, Min.

Bisa kasih ponselnya ke pria yang ada di sana?

Aku datang ke sini untuk melihat-lihat, dan dia sedang main sendiri.

Anak itu tidak ada hubungannya dengan semua ini!

Tentu saja tidak.

Cepat datanglah.

Aku benar-benar tidak menyukai ini.

Kau harus pulang sekarang.

Aku sudah mengantar anak itu pulang.

Kita berkenalan dulu.

Aku yakin kau sudah mengenal Habaek

yang datang kemarin dan bikin onar.

Aku Bi Ryeom.

Dan ini Moo Ra.

Sepertinya kau masih punya sedikit moralitas

dan tidak berpura-pura sebagai Dewa.

Kurasa, kau tidak picik seperti rumor yang aku dengar

melihat caramu bersikap baik pada anak kecil buta yang tidak istimewa.

Atau, apa kau benar-benar tidak merasakan sesuatu pada manusia?

Aku juga tidak menaruh perasaan pada kalian.

Oh, tapi bagi kami, iya.

Meskipun posisi kita sedikit berbeda.

Moo Ra dulu sering mencarimu kemana-mana di seluruh Alam para Dewa

tapi dia jadi sangat berhati-hati sekarang.

Dia ingin terus jauh-jauh darimu.

Sepertinya dia sudah tua.

Habaek sama seperti yang terihat sebelumnya.

Dan apa yang aku rasakan cukup sederhana.

Aku membencimu.

Dan aku akan terus-terusan membencimu dengan amat sangat.

Karena aku berbeda dari kalian semua.

Tentu, kita anggap saja begitu, Setengah Dewa.

Katakan mengapa ada tanda itu di tubuhmu.

Apa kau pernah bertemu pemilik tanda itu sebelumnya?

- Dahulu kala, secara kebetulan. - Dimana dan kapan?

Pada hari aku tiba di sini, di tempat aku tiba di sini.

Tanah para dewa.

Dia tiba-tiba muncul, dan mendatangiku.

Dia terkena ledakan petir di punggungnya, dan saat itulah muncul tanda-tanda itu di tubuhku.

- Kau tahu dia Dewa? - Karena tanda itu.

Kau membunuhnya juga?

Kudengar, yang bisa kau lakukan hanya merusak atau menghancurkan sesuatu.

Dan kau membenci para dewa.

Kudengar kau membunuh para dewa di Alam para Dewa.

Aku belum pernah melakukan itu.

Apa kau ingin membuktikan kalau kau juga Dewa

padahal kau hanya setengah Dewa?

Bi Ryeom. Hentikan.

Ada apa?

Tidak ada apa-apa di sana.

Kenapa koordinat nya ada disini?

- Koordinat? - Bagaimana bisa ada disini?

Ah, orang ini...

Apa yang sedang kau bicarakan?

Dia tidak bergerak, jadi aku langsung pergi.

Kau langsung pergi begitu saja?

Joo Dong tersambar petir menggantikanmu.

Dia menyelamatkanmu, dia kira kau manusia!

Tapi...

Kau mengabaikannya dan pergi begitu saja?

Bukan aku... Yang melempar petir itu.

Aku bukan orang yang sama seperti dulu.

Aku takut.

Yang bisa aku lakukan pada saat itu hanya berlari dengan segenap kemampuan

dan aku sudah melakukan yang terbaik!

Dewa tidak akan terluka oleh petir dariku.

Dan itu berlaku untuk Joo Dong.

Kau melakukan sesuatu, bukan?

Ya?

Apa?

Tapi itu tidak masuk akal.

Koordinat itu bersembunyi di balik petaku?

Mereka berdua ada dimana, kenapa mereka bersebelahan?

Tapi kenapa? Kenapa?

Jangan mencoba memahami segala sesuatu yang terjadi di dunia ini.

Wah, misterius sekali.

Kalau begitu...

apa kau akan kembali sekarang?

Kurasa, kau akan kembali.

Benar.

Selamat.

Sepertinya kesengsaraanmu sudah berakhir.

Kau mungkin tidak bisa mengundangku ke upacara peresmianmu, kan?

Lihat, kau tidak bisa berbuat apa-apa, kan?

Tapi, tentang koordinat itu...

koordinat itu bukan seperti peta, yang bisa kau lihat dan ikuti

tapi koordinat itu bisa mendorongmu untuk pergi ke suatu tempat saat kau memegangnya?

Kau sudah 46x bertanya soal itu padaku.

Maksudku, sepertinya ini bukan tempat di mana ada seseorang.

Dia bukan manusia.

Oh, kurasa kau benar.

Tentang Presdir hotel itu...

apa dia melakukan sesuatu yang aneh?

- Seperti apa? - Jangan terlalu dekat dengannya.

Perasaanku tidak enak, saat melihat kalian berdekatan.

Kenapa kau terus mengulangi hal yang sama?

Berdasarkan penampilan, dia terlihat jauh lebih baik darimu.

Hanya karena penampilan luarnya baik, bukan berarti benar-benar baik.

Jangan khawatir. Aku seorang psikiater.

Jika ada satu hal yang paling aku pahami, yaitu menilai sifat seseorang yang sebenarnya.

Dan di mataku, Presdir Shin bisa di bilang seseorang yang lengkap.

Seseorang yang lengkap?

Jangan menilai dengan sekali lihat.

Tidak baik menilai saat kau tidak mengetahuinya.

Bagaimana denganmu?

Kau tahu apa saja tentang pria itu?

- Apa? - Kau terlihat begitu mudah tertipu juga.

Um... whoa!

Maaf.

Peganglah.

Tak apa. Aku akan berjalan sendiri.

Aku selalu bisa sampai ke tempat tujuanku sendirian.

Apa yang kau lakukan?

Apa yang sedang kau lakukan di tempat seperti ini!

Anu, siapa...

Kau siapa?

Apa... Apa yang kau katakan?

Apa jangan-jangan kau...

seseorang yang mengenalku?

Ah. Mengapa aku terpikat sekali pada bumi?

Ah, aku cinta sekali pada bumi. Seolah-olah seperti tikus tanah.

Tapi bagaimana mungkin Dewa kehilangan ingatannya?

Hei, dasar kau.

Apa kepribadianmu berubah atau apa?

Kekuatan Baginda hilang...

dan ingatanmu hilang.

Mereka semua kenapa?

Jadi alasan kami tidak bisa menghubungimu selama ini

karena kau hilang ingatan?

Bagaimana dengan batu Dewanya?

Apa yang kau lakukan dengan batu Dewa itu?

Namu amita bul...

gwanzen...

Hah?

Dia akan tidur sebentar.

Aku memukul kepalanya dengan keras, jadi agak lama.

Bagaimana bisa dia kehilangan ingatannya?

Bagaimana bisa dia kehilangan ingatannya?

Kenapa kau masih di sini?

Maaf?

Suruh dia pulang.

Budak Dewa tidak perlu terlibat dalam semua urusan kita.

- Kami akan pergi bersama... - Ya, kau benar.

Kau mungkin tidak akan pulang malam ini?

Aku harap semuanya terselesaikan dengan baik.

Ingin aku antar?

Maaf, Hye Ra-ssi.

Aku tahu pria ini memang sama saja seperti dia

tapi bisa tolong kau berhenti bicara informal padaku?

Aku mengerti situasimu

tapi kau terus membuatku mengalami disonansi kognitif , yang sulit bagiku.

Kau melakukan apa saja selama ini?

Kau tidak melatihnya dengan benar, dan dia masih mengatakan omong kosong semacam ini.

Dengar, manusia rendahan.

Aku adalah dewi kecantikan yang tak tertandingi di dua dunia

dan aku adalah dewi terhebat di seluruh Negeri Air...

Ya, ya baiklah.

Astaga.

Mengerikan sekali.

Presdir Shin benar.

Tadi si bodoh ini menuduh Presdir Shin membunuh Joo Dong tadi.

Kenapa kau terus membela si brengsek itu?

Aku tidak membelanya. Aku hanya ingin kau untuk jangan mengganggunya!

Dulu, aku pernah bilang apa padamu?

Aku menyuruhmu berlari secepat mungkin, Bi Ryeom.

Dan aku menyuruhmu untuk mengabaikannya, Habaek!

Kenapa juga aku harus takut pada pria seperti itu?

Bagaimana kalau kau harus bersikap setengah umurmu dulu?

Karena aku sudah dewasa, makanya aku tidak melarikan diri.

Kalian berdua dewa kekanakan yang membuatku gila!

Apa kata Moo Ra benar.

Setidaknya, kita sudah menemukan Joo Dong. Jangan memprovokasi dia lagi.

Kau dengar itu kan?

Semakin kau menunjukkan ketertarikan padanya, semakin kau mengakuinya.

Dan kau, kau harus segera pergi setelah mendapatkan batu Dewa dari Joo Dong.

Mengkhawatirkan tentang orang ini saja pasti akan berat sekali bagimu.

Kau tidak menyukai tempat yang tinggi.

Bukankah itu menarik?

Bagi kita, hanya ada siang dan malam.

Tapi di sini, ada malam, siang, dan ini juga.

Itulah sebabnya pasti sangat sulit bagi manusia untuk hidup.

Bi Ryeom pasti menyukainya.

More Indonesian subtitles for The Bride of the Water God

Comments

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left