「きみを愛する気はない」と言った次期公爵様がなぜか溺愛してきます
The first 127 lines.
Tolong saya!
Karena tekanan keluarga Adipati Royas, keluarga kami terancam hancur!
Bagaimana, Tuan Yarmo?
Aku tidak berniat turun tangan.
Viscount Helco memang ditakdirkan hancur akibat kebiasaan buruknya saat mabuk.
Maka, kalau dia dimanfaatkan sebelum benar-benar tersingkir,
bukankah itu demi kebaikannya juga?
Walah, walah.
Tuan Julius...
Dasar Tuan Julius!
Hei, hei.
Kau mau membuat seluruh rumah dipenuhi bulu?
Kakanda...
Apa aku ini manis?
Ya, bagaikan malaikat.
Aku tahu soal itu.
Tapi, Tuan Julius...
berkata kalau Nyonya Elsa lebih berharga.
Betapa menyedihkannya.
Padahal Serafina jauh lebih indah dari permata.
Bisa-bisanya dia tak menyadari pesonamu.
Kakanda...
Tuan Julius memang tak jeli menilai orang!
Tak bisa kumaafkan!
Membuat hubungannya dengan Serafina jadi menggantung,
seharusnya masih memberi keuntungan bagi Julius.
Kemunculan wanita itu benar-benar di luar dugaan.
"KADO TAK TERDUGA"
Ini pencapaian hebat, Julius.
Pemalsuan kemurnian hasil tambang adalah
skandal besar yang mempertaruhkan nama baik negeri.
Kau berhasil menekan dampaknya.
Namun, biasanya kau bergerak dari balik layar untuk menangani semuanya.
Jarang-jarang kau bertindak dari depan seperti ini.
Karena dia bangsawan bodoh, jadi pantas diperlakukan begini.
Kerja kerasmu dalam laporan lainnya juga patut dihargai.
Untuk sementara, fokuslah pada tugas dalam istana.
Sesuai titah.
Oh, iya. Katanya kau menghadiri pesta malam tempo hari bersama istrimu, kan?
Bagaimana perkembangannya...
Saya izin permisi.
Pasti ada yang terjadi.
Padahal menjelang akhir tahun,
ada banyak administrasi dan acara harus ditangani.
Beliau santai sekali.
Hannes, aku memanggang kue.
Mau kue skon?
Wah, terima kasih banyak!
Kapan mau istirahat berikutnya?
Tuan Julius!
Saya ingin Tuan memberi ini pada Kakak.
Apa ini?
Isinya adalah buku untuk hadiah ulang tahunnya.
Elsa ulang tahun sebentar lagi?
Sudah saya duga.
Soalnya Kakak memang bukan tipe yang akan mengatakan hal itu.
Dia lahir tanggal 10, pada Bulan Anggrek Putih.
Buku itu karya terbaru penulis favoritnya.
Dia pasti tak membeli barang hiburan untuk dirinya.
Dan kurasa dia juga tak akan minta pada Tuan.
Meski tidak terlihat begitu, dia suka novel fantasi dan romansa.
Ulang tahun, ya...
Tuan, selamat ulang tahun!
Selama ini, aku tak pernah menanyakan ulang tahunnya.
Tuan Julius, saya mendukung Anda!
Kau memang tidak mirip dengan Elsa.
Belakangan ini, suamiku tampak sangat sibuk.
Saat makan malam pun, dia masih membaca berkas.
Tuan, aku datang menyajikan teh.
Masuklah.
Permisi.
Aku akan menaruhnya di sini. Jangan lupa istirahat, ya.
Ya...
Kalau begitu, aku akan istirahat duluan.
Elsa!
Maaf. Aku baru sadar.
Aku hanya datang menyajikan teh.
Tunggu sebentar.
Ada hadiah dari Hannes.
Dari Hannes?
Meski lebih awal, tetapi ini buku sebagai hadiah ulang tahunmu.
Wah! Terima kasih banyak.
Pada harinya, aku juga mau merayakan.
Seperti kau yang merayakan ulang tahunku,
aku juga ingin melakukan sesuatu.
Ya. Aku sangat senang.
Aku akan menantikannya.
Wah. Ini karya baru yang ingin kubaca.
Baru kali ini aku merayakan ulang tahun selain dengan keluarga di desa.
Pada harinya, aku juga mau merayakan.
Rasanya aku menjadi berdebar-debar.
Hari ulang tahunku jatuh pada saat bunga anggrek putih bermekaran.
Maaf, Elsa.
Ada rapat yang harus kuhadiri.
Tidak perlu minta maaf.
Semangat bekerjanya, ya.
Aku ingin mengajakmu ke suatu tempat,
tapi pergilah lebih dulu, dan tunggu aku.
Baik. Aku sangat menantikannya.
Aku berangkat.
Selamat jalan!
Tekad yang luar biasa.
Padahal hanya menghadiri rapat.
Salju. Semoga sudah reda saat sore.
Nyonya.
Tuan Julius tampaknya belum hadir,
jadi tolong tunggu dalam kereta.
Baik.
Sudah kuduga akan begini.
Selimut dari orang tuaku sangat hangat.
Mari menunggu dengan santai.
Cerita ini tetap indah meski kubaca berulang kali.
Tentang pangeran angkuh yang mengabaikan sekitarnya,
dikutuk penyihir dan menjadi bunga mawar.
Pangeran itu menghilang, dan sulur duri terus bertumbuh.
Sampai menyelimuti istana.
Warga desa yang ketakutan berniat membakar mawar itu.
Lalu, pada saat itu,
putri penjual bunga...
berkata bahwa duri tumbuhan menjaga batangnya tidak patah,
dan duri itu bukti bahwa tumbuhan itu ingin menjadi kuat.
Pangeran jatuh cinta pada keindahan hati gadis itu,
lalu merasa malu atas keangkuhannya,
dan merelakan dirinya dilalap api.
Saat gadis itu heran karena sulurnya berhenti bertumbuh,
dia melihat sekuntum mawar biru di tengah sulur.
Lalu, saat dia menyentuh lembut kelopaknya,
No comments yet. Be the first to leave one.