The first 200 lines.
© CliffEdgeSubs Partners
Episode 1
Tidak...
Bagaimana ini?
Astaga.
Dia baik-baik saja?
Aku mendapatkannya!
Dia keluar.
Kau baik-baik saja?
Maaf, Bisa tolong urus anak kucing ini?
Aku terlambat./ Baiklah.
Aku hampir sampai. Maafkan aku.
Aku bisa melihatmu!
Aku sangat terlambat!
Saet-byul!/ Jung Saet-byul!
Dia datang.
Hei, Wonder Woman.
Hei.
Dasar kalian.
Temanku!
Hei, kau. Ambilkan aku air.
Hei!
Aku masih engap karena berlari, tapi kuanggap itu pemanasan.
Itu artinya kalian dalam masalah.
Kalian takut, 'kan?/ Ya, 'kan?
Ini makin seru.
Kalian tahu bunga China pink melambangkan apa?
Yang bisa jawab dengan benar, akan kuampuni.
Ketidaksopanan?/ Salah.
Facebook?/ Salah.
Hentikan.
Jangan membuatku malu. Jumlah kita lebih banyak.
Teman-teman, bentuk formasi burung jenjang.
Formasi Burung Jenjang
Apa itu formasi burung jenjang?
Itu sejenis formasi, Bodoh.
Formula? Aku tahu itu.
Lima, empat,
tiga, dua.../ Mereka semua sudah datang.
Benar. Kau bebas./ Asyik.
"Gilly Flower melambangkan penolakan"
Hei. Serang!
Teman-teman, jangan takut. Mereka bukan apa-apa.
Fokus!
Hiyaat!/ Astaga!
Hei!
Baik, hentikan. Mari kita sudahi.
Aku takkan memintamu bergabung dengan kru kami lagi.
Sesama wanita tak boleh saling pukul.
Mari bicara. Aku mengerti, kau pandai berkelahi.
Tidak, wanita sejati bicara dengan tinjunya.
Kau keren sekali.
Saet-byul, aku sungguh belajar hari ini.
Aku gadis tercantik, dan kau gadis terkuat!
Kau bercanda?/ Aku serius.
Kau lihat gadis-gadis itu tadi?
Kau lihat kaki-kaki gemuk itu?
Pendek sekali!
Apa pula formasi burung jenjang?/ Apa-apaan itu?
Apa itu maksudnya?/ Formula!
Apa? Kau kenal orang ini?
Dia sangat tampan. Dia tampak seperti selebritas.
Diam. Aku sedang memperhatikan bunganya.
Tatapanmu jelas bukan ke arah bunganya.
Kau pasti sedang melihat pria itu!/ Ayolah.
Akan sangat menyenangkan mendapatkan buket seperti itu.
Aku yakin wanita lebih menyukai buket uang.
Aku lebih suka bunga. Aku ingin membuka toko bunga dan menjalani hidup elegan.
Panggil aku Jung si Penjual Bunga.
Omong kosong./ Maka aku Penjual Bunga Bank.
Oppa tak mencium bau apa pun?
Sedikit./ Iya, 'kan?
Dae-hyun Oppa,/ Ya?
haruskah kau bersikap begini di hari seperti ini?
Apa lagi hari ini? Anak anjing? Atau mengobati kaki burung layang-layang?
Bagaimana kau tahu? Hari ini anak kucing.
Anak kucing?
Dia jatuh ke selokan.
Oppa pria baik. Benar-benar baik,
tapi bukan untukku.
Tidak, menurutku kita sangat cocok.
Tidak, itu menurutmu.
Menurutku?
Aku harus mengembalikan bayimu, 'kan?
Tu-Tunggu.
Kudoakan yang terbaik untukmu. Selamat tinggal.
Jung-eun,
jangan pergi.
Yang benar saja.
Sebat./ Oke.
Aku pengen ngudud rokok mentol hari ini.
Setuju. Hei, kau punya rokok mentol?
Kemarin sudah.
Sial. Kenapa kau ngudud sendirian?
Apa yang dia lakukan?/ Apa itu?
Kau seperti mentertawakanku.
Oppa pria baik.
Kau baik, tapi bukan untukku.
Jika pria baik bukan untukmu,
apakah pria jahat cocok untukmu?
Begitukah?
Dia mabuk?
Selamat tinggal.
Dia sangat tampan.
Jiwa-jiwa yang menyedihkan.
Kurasa ... aku pria yang paling...
...menyedihkan.
Pria tampan seperti dia sepertinya polos dan mudah dikendalikan.
Apa yang harus kulakukan? Pergi saja?
Haruskah aku putar balik?
Aku bisa mengendus aroma pria bodoh darinya.
Siap atau tidak, kertas, gunting, batu!/ kertas, gunting, batu!
Ya! Sempurna.
Maaf,
bisa luangkan waktumu?
Bisa belikan kami tiga bungkus Soboro Menthol dari indoapril?
Tolong, ya?/ Tolong, ya?
Anak-anak,
apa kalian gila?
Bicara apa kalian.
Kau tampak seperti pria yang baik.
Aku bukan orang baik.
Oppa tampan, tolonglah.
Hei! Dasar berandal.
Kalian pikir aku bercanda?
Lucu?
Beraninya kalian menyuruhku membelikan rokok.
Sekali saja, ya?
Sekali saja.
Cobalah berhenti jika bisa. Itu buruk untuk tulang kalian.
Apa ini?/ Astaga!
Apa ini?/ Ada apa dengan pria itu?
Para siswi, kalian bisa merokok saat cukup umur.
Jangan sia-siakan masa muda kalian. Mengerti?
Berhenti.
Berhenti, apanya yang berhenti.
Terima kasih sudah mencemaskanku.
Oppa yang pertama menyuruhku berhenti merokok.
Berapa nomormu? 010...
736-5186./ 736...
Tidak, tidak. Itu bukan nomorku.
Kenapa kau bertanya?
Kau bilang jangan sia-siakan masa mudaku.
Baiklah./ Jangan simpan nomornya.
Hei, apa yang kau lakukan?
Oppa,/ Apa?
berhati-hatilah./ Hati-hati dengan apa?
Ada apa?
Entah...
...apa yang akan kulakukan padamu.
Apa maksudmu?
Aku hanya bercanda. Kau lucu sekali.
Kau takut?
Tidak, aku tidak takut.
Aku akan meneleponmu nanti malam.
Jadi, jangan blokir nomorku.
Aku sangat sibuk. Jadi, sampai jumpa.
BACKSTREET ROOKIE
"3 tahun kemudian"
Selamat datang!
Totalnya 10.000 won. Pakai kresek?
Tak usah.
Foto? Kalian mau berfoto?
Ya!/ Kalau begitu,
bolehkah ini ikut difoto? Ini sedang promo.
Tentu saja! Boleh kuunggah di media sosialku?
Ya, itu bagus.
Aku pasti akan mempromosikannya di media sosial!
Tunggu sebentar.
Pastikan produknya terlihat./ Satu, dua, tiga.
Terima kasih./ Terima kasih.
Sampai jumpa!
"Dengan pemilik toserba tampan"
Kami juga!
Kami hanya membeli permen karet ini,
tapi apa kau masih mau berfoto dengan kami?
Kumohon!/ Kumohon!
Tentu saja.
Senyum, ya.
Satu, dua, tiga. Dua, tiga.
Terima kasih./ Terima kasih!
Dah./ Terima kasih.
Oppa,/ Ya?
kau sangat tampan. Aku akan kembali lagi.
Terima kasih!/ Jangan lupakan aku!
Oh? Maafkan aku.
Belajarlah dengan giat. Semangat!/ Pasti!
Semoga berhasil!/ Semangat!
Dae-hyun,/ Ya, Ayah?
hanya itu yang mereka beli? Apa maksud Ayah?
Anak-anak seperti mereka berbagi foto di media sosial,
itu cara bagus untuk mempromosikan toko kita.
Benar.
Kita bisa membayar listrik berkat para penggemar remajamu.
Benar.
Ayah masih merasa tak sehat?
Menjaga toko semalaman tidak mudah.
Berat bagiku untuk kembali bekerja.
Hei, carilah pegawai paruh waktu.
Dengan begitu, aku takkan terlalu menderita.
No comments yet. Be the first to leave one.