The first 200 lines.
"Episode 25"
Kamu di sini.
- Kamu tidak boleh masuk - Minggir!
Ya, silakan.
Bagaimana...
Bagaimana ini bisa terjadi?
Aku tidak percaya ini.
Aku tidak percaya ini.
Kamu...
Kamu...
Jangan khawatir.
Aku sudah mengurus semuanya.
Sekali lagi,
aku melindungimu, Ayah.
Apa yang terjadi?
Divisi patroli di dekat sini datang
saat mereka menerima laporan bahwa ada suara wanita berteriak.
Tapi pelakunya
sudah membuang jasad Yeong Ae.
Pelakunya?
Para pria di sana.
Kenapa kamu melakukan ini?
Karena uang, sudah jelas. Tidak banyak alasan lain.
Merekalah
yang menculik Jang Joo Won dari akademi.
Selain itu, mereka mengeklaim bahwa Pembunuhan Panti Asuhan Segyeong
dan jasad yang dibuang di Gunung Mugwan
adalah perbuatan mereka.
Apa?
Kim Dong Hoon.
Terserah. Kami membunuh semua orang.
- Sial. - Sudah kubilang, aku melakukannya.
Jangan berbohong.
Pelaku yang tidak bisa kami tangkap selama sepuluh tahun terakhir
tidak mungkin bisa ditangkap semudah ini.
Kamu kecewa?
Kalau begitu, seharusnya kamu menangkap kami sepuluh tahun lalu.
Detektif Ra,
lama tidak jumpa.
- Apa? - Ayolah.
Kita bertemu
di TKP Pembunuhan Panti Asuhan Segyeong.
Bagian yang kamu pukul masih sakit.
Kamu...
Kamu sudah gila?
Beraninya kamu membunuh istriku!
Dia sendiri yang menyebabkannya.
Apa?
Istrimu
menuju ke Unit Investigasi Khusus
dengan membawa bukti itu.
Ayah hampir ketahuan.
Dasar gila!
Reporter akan segera datang.
Apa?
Begini cara Ayah menjawabnya.
Ayah sedang rapat di yayasan
saat mendengar berita tragis itu.
Calon wali kota
kehilangan istrinya saat rapat untuk menyusun rencana kota.
Masyarakat akan percaya.
Kandidat Jang, kapan kamu mendengar berita tentang istrimu?
Kami dengar Anda terlambat mendengar berita
karena sedang rapat. Anda baik-baik saja?
Anda tahu apa yang terjadi?
Apa ada musuh...
- Pak? - Anda baik-baik saja?
Pak Jang, Anda baik-baik saja?
Ayah,
menangislah.
Dalam pemilihan wali kota tahun 2019,
Jang Do Sik dari Partai Daehan
telah terpilih sebagai wali kota baru
dengan 797.024 suara.
Persaingan tidak ketat karena Jung Mee Hui, Partai Kangho
mendapat 200.000 suara lebih sedikit dengan 514.302.
Para ahli mengatakan banyak orang mengasihani Pak Jang
karena kematian istrinya
Astaga.
Benar, jadi, di mana palu itu ditemukan?
Dalam jarak 100 meter dari jasad Nona Woo.
- Itu laporan analisisnya? - Ya.
Bersama dengan jaringan kulit dan darah Nona Woo,
DNA dari korban Panti Asuhan Segyeong
juga ditemukan di sana.
Para korban Pembunuhan Panti Asuhan Segyeong?
Ya.
Itu menandakan bahwa satu palu digunakan dalam semua pembunuhan.
Ma Sang Taek, Kim Do Hwan,
jujurlah kepada kami.
Bagaimana bisa Kota Baru Segyeong menjadi motif pembunuhan panti?
Bukankah sudah jelas?
Uang, tentu saja.
Apa?
Kami mengambil pinjaman pribadi
untuk berinvestasi di Kota Baru Segyeong.
Tapi panti asuhan sialan itu hampir menghancurkan kami.
Bagaimana mungkin kami tidak membalas dendam?
Lalu bagaimana dengan Woo Yeong Ae?
Bagaimana dengan mayat yang dikubur di Gunung Mugwan?
Itu semua karena uang.
Jung Mee Hui harus terpilih
agar Partai Kangho bisa memulai proyek Pertanian Masa Depan mereka.
Kami juga menginvestasikan uang di sana.
Kalian pikir kalian mau menipu siapa?
Kamu bilang bertemu denganku sepuluh tahun lalu.
Kalau begitu, kamu akan ingat
kita bertarung di dekat gedung utama
atau dekat paviliun.
Itu
di gedung utama, tentu saja.
Sementara itu, aku membunuh keponakanmu yang berada di paviliun.
- Apa? - Keponakanmu
jatuh dengan satu pukulan.
Si On!
Sulit dipercaya.
- Hei! - Si On!
Sudah cukup.
Astaga.
Bagaimana dengan Joo Won?
Apa kata dokter?
Analisis psikologisnya tidak bagus.
- Dia menderita mutisme. - Mutisme?
Trauma mental telah membuatnya diam sepenuhnya.
Dia lemah seperti ibunya.
Bagaimana dengan para pria yang mengaku?
Organ tubuh keluarga mereka
dijadikan jaminan utang judi mereka.
Mereka memainkan peran mereka.
Apakah objek diletakkan di tempat yang mudah ditemukan?
Tentu saja. Aku yakin mereka sudah memproses buktinya.
Mereka punya senjata pembunuhan dan pengakuan.
Kami telah memaksa mereka.
Tapi berapa lama itu akan bertahan?
Bos mereka dan media akan menekan agar mereka menutup kasus.
Membubarkan Unit Investigasi Khusus
harus menjadi tujuan pertama kita.
Itu tidak cukup.
Lee Jae Sang, si berengsek itu.
Pikirnya dia memadamkan api dengan air, tapi dia salah.
Mari kita ajari dia
itu bukan air, tapi api.
Polisi menggeledah kediaman Ma Sang Taek dan Kim Do Hwan.
Mereka juga menemukan
barang-barang pribadi wanita yang dikubur.
Aku tidak bisa memahami
apa yang terjadi.
Bagaimana keadaan Joo Won?
Dia masih belum keluar dari rumah sakit.
Tampaknya dia mengalami trauma psikologis.
Ji Ho.
Apa yang telah kulakukan?
Kamu senang sekarang?
Kita maju seperti yang kamu inginkan.
Aku sangat menyesali tindakanku.
Menyesal?
Kata itu
ada untuk hal yang tidak bisa diramalkan.
Bu Woo meninggal saat mengalami rasa sakit yang menyiksa.
Putranya mungkin tidak akan pernah melupakan traumanya.
- Maafkan aku. - Yang lebih buruk
adalah kebenaran kini makin tidak jelas.
- Tidak ada yang bisa kukatakan. - Kenapa kamu
menjadi jaksa?
Setelah kamu mendapatkan uang banyak,
kamu juga ingin ketenaran?
- Bukan begitu. - Lalu apa?
Apa ini caramu
bersiap-siap untuk kantor publik?
Aku tidak mau kehilanganmu lagi, itu saja.
- Apa? - Aku tidak mau
melihatmu terluka lagi!
Apa maksudmu?
Aku bermimpi.
Mimpi di mana kamu terluka parah.
Tunggu.
Apa itu mimpi yang sama dengan sebelumnya?
Meskipun aku berkata jujur,
kamu akan berpikir aku gila.
Setidaknya kamu tahu.
Kamu yakin sudah sembuh?
Jika kamu tidak memercayaiku,
berhentilah bertanya.
Aku tidak mau disebut gila.
- Apa? - Alasanku sederhana.
Kamu.
Apa sudah 100 telur sekarang?
Astaga.
Pembunuhan Gunung Mugwan yang meluas selama sepuluh tahun
telah diakui oleh seorang tersangka,
dan ketidakpercayaan publik terhadap Unit Investigasi Khusus
terus meningkat.
Mereka menunjukkan kemarahan kepada Jaksa Lee Jae Sang
dengan teguran yang lebih keras.
Tersangka dalam penahanan pembunuhan Gunung Mugwan
awalnya tidak diselidiki oleh unit itu.
Terlebih lagi, kasus Jaksa Lee
termasuk tabrak lari pejabat tinggi, penganiayaan oleh keluarga kaya,
dan tuntutan penyerangan
terhadap putra Pimpinan Grup Hongwoo,
No comments yet. Be the first to leave one.