The first 200 lines.
"Lonely Enough to Love Episode 1" English translation by ❤ Lonely Lovers team ❤
Pacaran?
Sudah kucoba, tapi aku gak suka.
Setelah kamu putus, kamu bertanya-tanya...
..."gua ngapain aja selama ini?" Kamu merasa hampa dan pedih...
Yah, aku benci perasaan seperti itu.
Saat pacaran, kamu saling mengekang dan melelahkan.
Sulit untuk merawat diri sendiri,
jadi merawat orang lain agak nyusahin.
Seiring berjalannya waktu, menyendiri adalah hal paling nyaman di dunia.
Saat pacaran, kamu harus sangat menyukai mereka.
Kamu juga harus mengingat tanggal jadian.
Sejujurnya, aku gak punya tabungan.
Bukan hanya makan tteokbokki di pinggir jalan, lalu pergi ke bioskop.
Kadang pergi ke tempat bagus dan makan makanan enak,
bertukar hadiah mahal agar bisa berfoto...
...dan upload ke medsos untuk pamer ke yang lain.
Update profil setiap kali aku bertemu orang baru itu melelahkan,
Aku sudah terlalu tua untuk percaya pada takdir...
...dan cinta pada pandangan pertama.
Terkadang, ketika aku kesepian,
kupikir akan menyenangkan punya seseorang yang berada di sisiku apa pun yang terjadi,
tapi ketika kamu sungguh berpacaran,
kamu malah punya banyak emosi yang tidak berguna.
Pada akhirnya, hal terpenting di dunia ini adalah aku.
Mulai sekarang, jika aku punya waktu,
aku akan lebih fokus pada spesifikasi dan karierku.
Kupikir bisa pacaran sebanyak yang kamu mau adalah keterampilan.
Aku gak akan pacaran,
jika aku bertemu orang yang cocok, aku akan menikah dengannya.
Yah, pernikahan bukanlah suatu keharusan, jadi akan kuputuskan nanti.
Sejujurnya, apa bagusnya pacaran?
Kenapa orang pacaran, padahal itu merepotkan?
Kenapa aku ingat kata-katanya,
meski itu menyebalkan?
Meskipun itu menyebalkan,
sejujurnya, itu berarti dia sangat peduli.
Lalu saat kamu bertemu cinta sejati,
Seperti yang orang lain katakan kamu bisa jatuh cinta kapan saja.
Benar, anggap saja begitu.
Jangan terus menyuruhku pacaran....
Tapi itu sungguh menyebalkan!
Sama melelahkannya dengan makan tepat waktu. Apa hebatnya pacaran?
Apa hebatnya pacaran?!
Bahkan jika kamu berpura-pura tidak begitu,
semua orang ingin jantungnya deg-degan,
karena cinta.
deg, deg.
deg, deg.
Apa menyenangkan seperti seseorang gak sengaja transfer uang ke rekeningku?
Atau seperti naskahku diterbitkan menjadi buku?
Di sana ada hati yang sedang membara.
Ada apa dengan bibirmu?
Paling bertahan cuma 3 bulan.
Hei. Bisakah aku menyentuh jantungmu? Itu berdetak, bukan?
Kenapa? Jantungku berdetak kencang untuk memperpanjang hidupku.
Urus urusanmu sendiri.
Kopi selalu datang pada waktu yang tepat. Tunggu ya.
"Romance is Annoying, But I Don't Like Being Lonely"
"Asmara itu Menyebalkan, tapi Aku Tidak Suka Kesepian"
"Episode 1" "Siapa kamu, membuatku merasa hangat?"
"Satu Orang Sudah Cukup" "Psikologis Medis"
Kecanduan medsos? Apa yang salah tentang itu?
Daripada menerima cinta satu orang,
lebih baik menerima banyak cinta melalui tombol like.
Ibuku bilang berhenti terikat dengan ponsel...
...dan pergilah keluar bertemu orang lalu berkencan,
tapi di medsos juga ada banyak orang.
Tepat. Kita jadi tahu banyak orang keren ada di sini...
...dan semua yang kita inginkan ada di sini.
Itu maksudku.
Benar, apa kita gak mutualan?
Aku gak follow ahjussi.
Begitukah? Lalu, cukup tekan beberapa like di sini.
Aku hanya like...
...foto perempuan.
-Kamu hanya perlu nge-klik sekali. -Tetap saja...
Jadi memang begitu.
Sepertinya 0.1 detik terlalu lama bagimu untuk nge-klik ini untukku.
Kupikir kita terhubung dengan baik, tapi itu pasti kesalahpahamanku.
Kupikir aku harus mengangkat mood-ku.
Jika orang yang kukenal tidak menekan suka,
itu membuatku kepikiran seharian dan membuatku kesal.
Sial!
Tak ada yang tertarik pada orang seperti aku!
Ahjussi,
kamu aneh.
Kamu tampak seperti pecundang.
Hanya aku?
Lalu aku juga?
"Teknik cermin"
Jika orang tidak memberi tahu maka kamu tidak tahu,
Ada banyak orang yang tidak tahu bahkan jika kamu memberi tahu.
Sekarang lihat. Seperti inilah penampilanmu sekarang!
Kamu akan paham saat kamu memegang cermin di depan dirimu sendiri.
Saat kamu melihat diri sendiri,
itu adalah teknik psikoterapi...
...yang membantu melihat dirimu sendiri secara objektif.
Teknik macam apa ini?
Teknik cermin?
-Teriakkan! -Teknik cermin!
Kalau begitu keluarkan cerminmu,
jika tak punya, keluarkan ponselmu untuk memeriksa apa wajahmu baik-baik saja?
-Oh, kamu mengejutkanku. -Apa Ini?
Cara curang untuk menjadi lebih tampan dariku!
Aku?
Wah, di sini juga sama.
Apa aku ini cantik atau tidak?
Apa karena dosen jaman sekarang begitu tampan?
Disini hanya ada orang-orang cantik dan seksi.
Melihat dirimu sendiri cantik adalah pertanda memiliki mental yang sehat,
Meskipun agak melelahkan berpura-pura ganteng di sampingku, biarkan saja.
Itu lebih baik daripada merengek dan bersedih, bukan?
Bahkan pada hari-hari ketika kamu tak terlihat cantik dicermin,
tetap puji diri sendiri dengan mengatakan "Aku cantik, aku cantik."
Beri dirimu tepukan yang menenangkan dan nyaman.
Bahkan jika tak ada hal baik terjadi, selama tak ada hal buruk yang terjadi
pikirkan bahwa kamu melakukannya dengan baik!
Semuanya, jangan hanya rawat fisikmu.
Tolong rawat hatimu juga, sampai disini kuliah hari ini.
"Gyoyeol_Desa Sastra Kim Timjang-nim"
Ya, Timjang-nim.
Akan kuselesaikan dan mengirimkannya padamu segera.
Kali ini, bisakah kamu datang mengirimkannya sendiri?
Ada sesuatu untuk diberikan padamu juga.
Tentu saja! Jika timjang-nim merindukanku, maka aku harus datang kesana.
Iya!
Wow, ini pertumpahan darah.
Semakin seorang pemula berusaha, semakin terlihat keren.
Makanya kata kerja subjek menjadi kacau balau.
Protagonisnya adalah seorang arkeolog.
Saat ini, anak-anak terlalu sering menggunakan singkatan.
Jadi aku menghapus dan merevisinya.
Sesuai dengan arah pengeditan yang timjang-nim bayangkan.
Hei! kamu benar-benar memperhatikan apa yang aku katakan.
Kupikir aku harus membuatnya jelas. Apa aku terlalu jelas?
Bahkan caramu berbicara seperti tipeku, huh?
Akan lebih baik jika perusahaan kami dapat merilis novelmu juga.
-Apa kamu sudah membacanya? -Ah, tentu saja!
Meskipun kamu menggunakannya sebagai percobaan,
tapi ini bukan kemampuan orang biasa.
Apa kamu bilang kamu menulis sejak kamu menulis koran?
Tidak, aku tak menulis banyak saat itu.
Aku mencoba yang terbaik tapi kontrak-ku diputus 6 bulan lalu.
Ah, rupanya begitu.
Masalahnya, perusahaan kami agak konservatif. Terutama bagi pemula.
Tapi, aku akan membahasnya saat rapat dan mencoba meyakinkan atasanku.
Merupakan kehormatan bagiku untuk menerima evaluasi saja!
Aku akan memberikan kabar baik, ya?
Ah benar. Ini.
"Kamus Cinta yang Pemahamannya Tidak Berguna"
Kumohon revisi ini dengan baik juga.
Baik.
Sepertinya aku sudah melihatnya.
Apa?
Ah. Sebentar.
Ini adalah hadiah.
"Geu Namja Onda"
Akhirnya rilis?
Korektor: Lee Na Eun
"Pria Itu Datang"
Ini bakalan dua kali lebih lama karena ada banyak kata yang baru dibuat.
Aku bahkan tak bisa meminta lebih banyak uang.
Tapi, kapan batas waktunya?
Ini, tolong selesaikan ini dengan baik.
Tapi, kapan kamu akan menampilkan novel Na Eun dalam rapat?
Apa maksudmu?
Kenapa aku mengajukan naskah seperti itu?
Bukankah kamu mengatakan kamu menyukainya?
Aku tak punya waktu untuk membacanya.
Dia bukan penulis atau pemenang penghargaan.
Dia hanya pemula tanpa koneksi apapun.
Ini bahkan bukan esai tapi novel untuk dirilis?
Usai memperbaiki naskah orang lain.
Dia pasti keliru bahwa dia bisa menulis sendiri. Aku tak tahu apa dia sombong atau tak dewasa.
Karena orang-orang di sekitarnya bilang bagus,
dia pasti sedikit bersemangat. Aku pamit.
- Na Eun-ssi. - Aku datang untuk bertanya...
...apa kamu bisa menyampaikan terima kasih kepada Yoon Jagga karena telah bekerja denganku.
-Timjang-nim. -Iya?
Terima kasih sudah memperlakukanku dengan baik selama ini,
Tapi hubungan kita sampai disini saja.
Na Eun-ssi, ini salah paham.
Jika tulisanku buruk, aku akan mendengarkan kritikanmu.
Tolak saja jika harus.
Baik kamu akan membuatku menyerah,
atau termotivasi dalam menulis novel karena kesal,
Bukankah itu pekerjaanmu?
Kamu seharusnya melakukan itu daripada berbohong dan
bertindak seolah-olah membacanya dan peduli padaku!
Lebih baik aku sengsara.
Kamu membuatku menjadi bahan tertawaan.
Bukankah kamu terlalu berlebihan? Aku pasti salah menial karaktermu.
Kuharap kamu bisa membedakan tulisan yang baik dan yang buruk.
Ah, tentu kamu tak perlu membaca tulisanku.
"Kamus Cinta yang Pemahamannya Tidak Berguna"
Karena aku takkan bekerja di sini lagi.
Sejak awal, aku tidak mau menjadi seorang penulis.
Kupikir itu adalah pekerjaan khusus untuk orang-orang...
...yang terlahir istimewa.
No comments yet. Be the first to leave one.