The first 200 lines.
Sudah.
Semua 350 dolar.
Dan?
Hanya itu yang kupunya, kawan.
Itu uang sewaku.
Kurang 475 dolar.
- Aku tahu, akan kuberi sisanya di hari Jumat. - Maka kembalilah di hari Jumat.
SARAH
Baik, tapi, 825 dolar untuk sebuah dinamo?
- Ya. - Ayolah, serius?
Tapi suku cadang itu hanya senilai 400 dolar dan bisa kupasang sendiri...
dalam 30 menit jika punya alatnya...
- kurasa ini tidak... - Aku tak mau berdebat.
Masalahnya, aku pengantar barang, paham?
Jadi, aku perlu van ini untuk cari uang.
Tanpanya, aku tak bisa melunasimu.
Lunasi utangmu sekarang...
atau enyahlah.
Di mana kunci KIA itu?
Jalan utama.
Hei, sayang.
Jadi, kau jawab panggilanku.
- Kenapa? - Kau tak peduli, aku tahu itu...
karena dia menghubungiku dan kau mengabaikan putrimu sendiri.
Aku tahu. Semua terlambat.
Akan kujemput setelah selesai, oke?
Tak bisa kupercaya kau lakukan ini lagi.
Kau tahu Rabu dan Jumat adalah giliranmu.
Kau tak pernah mengutamakan dia.
Kau tahu aku tak suka dia pulang sendiri naik skuter.
Dia benar-benar menunggumu di sana.
Maaf.
Saat kau bertanya padaku apa yang bisa kau perbuat...
untuk memperbaiki hubungan kita, ini salah satu hal...
yang membuatku tak sanggup bersamamu.
JUMAT
- Sepeda yang keren. - Ya.
Aku selalu ingin mengajari putriku.
Kau mau beli? 75 dolar.
- Aku tak punya uang. - Kalau begitu, pergi dari sini.
Tenang, kawan.
Ayolah, Karl, itu hanya teronggok di sana.
Tak berguna untuk kita.
Agar kubisa lunasi sisanya. Ya?
Kau mengenalku, aku mahir dengan mobil. Aku bisa, aku bisa perbaiki apa pun.
Dengar baik-baik, keparat.
475 dolar. Sebelum lunas, tak ada pembicaraan apa pun.
Ayolah, kawan...
- Apa yang baru kukatakan? - Astaga, tenang.
Apa yang baru kukatakan padamu?
Tenang, kawan, kau menyakitiku. Aduh. Kau menyakitiku.
- Kau ingin aku menyakitinya? - Tidak, jangan.
Butter, Butter. Kau menyakiti putingku.
Mereka minta 15 dolar untuk kopi dan aku masih diganggu tunawisma.
Kita di seberang jalan dari restoran fusion yang pernah kita kunjungi tempo hari.
Aku Eddie.
Dengar, aku sungkan untuk bertanya, tapi...
Halo?
Dengar, hubungi aku, ya?
Aku tengah memperbaiki diri.
Kini aku punya pekerjaan.
Apa kabar?
Bagaimana kabar ibumu?
Baik.
Hei, kawan. Apa kabar?
Aku Eddie.
Halo?
Halo?
Keparat!
Boleh kubeli tiga lotere juga?
Ya.
Sial!
Dengar, aku sungkan untuk bertanya...
tetapi boleh aku pinjam uang?
Karena, halo?
Persetan. Sial!
Hei, untuk masalahmu. Tuhan memberkati.
Menurutmu aku mirip pecandu?
Sial!
Kau baik saja di dalam sana, sobat?
Hei, sobat.
Ya.
Aku juga mengalami hari yang berat.
Mau minum?
Pasti panas di dalam sana.
Silakan.
Anjing pintar.
Bagus.
Bagus sekali.
Hei, sayang.
Jangan memanggilku sayang. Ayah berjanji akan datang hari ini!
Hei.
- Jangan katakan itu. - Ya.
Ibu menjemputmu?
Ya, tapi aku tidak bawa skuter...
maka aku terperangkap bersama Nn. Kaplan selama dua jam.
Maafkan ayah.
Kau tahu, ayah tengah mengurus beberapa hal...
dan ibumu jauh lebih baik dibanding ayah...
dalam mengerjakan hal semacam ini dan, ayah harus pergi...
ayah harus berangkat kerja.
- Ayah? - Ya?
Aku tetap sayang Ayah...
bahkan ketika Ayah bersikap buruk.
Baik, ayah tetap menyayangimu...
bahkan ketika kau sangat bau.
Aku tidak bau!
Itu benar, dan ayah tetap menyayangimu.
Baiklah, ayah sungguh harus berangkat kerja.
Sampai nanti.
DOLUS
Baik. Astaga, ini keren.
Dolus. Baiklah.
Coba lihat apa yang kita punya di sini.
Ayolah. Pasti ada sesuatu yang bisa kujual.
Kacamata hitam...
Sial.
Baiklah, persetan.
Ayolah.
Ayolah.
Sial!
Baik.
Baiklah.
Sial! Sial!
Ayolah.
Sialan!
LOCKED
Sial.
Baik.
Apa yang terjadi?
JAWAB AKU
Persetan!
Tidak akan.
Tidak akan.
Ada apa dengan mobil ini?
Baiklah.
Bagus.
Sial.
Persetan denganmu.
Berengsek, sial. Sialan!
Persetan!
Keparat kau!
Persetan!
Oke, bagus.
Keparat kau.
Keparat! Sial.
JAWAB AKU
Oke.
Sial!
JAWAB AKU
Baiklah.
Halo?
Halo?
Halo, kau bisa mendengarku?
Kau di sana?
- Ya. - Syukurlah.
Selamat datang.
Namaku William.
- Kau dengar? - Apa yang kau mau?
Aku adalah pemilik mobil ini.
Sial!
Hanya itu yang dapat kau katakan untuk dirimu sendiri, sial?
Benar, itu bentuk singkat dari enyahlah!
Menarik.
Kau baru saja menyetrumku?
Mobil apa ini?
Kini aku dapat perhatianmu?
Keluarkan aku!
Tidak, aku perlu jelaskan beberapa hal...
agar kita saling memahami.
Kau siap mendengarkan?
Kutahu kau agak bingung, akan kujelaskan perlahan.
Mobilku telah dibobol sebanyak enam kali...
tanpa satu pun yang tertangkap.
- Paham? - Ya.
Semua ini terasa berlebihan, bukan?
Ditambah hari ini, jadi tujuh kali.
Dengar, aku tidak, aku tak peduli.
- Apa yang kau mau? - Aku ingin bicara, itu saja.
Persetan! Keluarkan aku.
Tidak, tidak. Sebelum kita saling kenal lebih dekat.
Hingga kita saling memahami.
Tidak, bung. Keluarkan aku!
Keluar! Keluar, keluar! Keluar dari mobil ini!
Jangan kasar.
Kau sungguh tidak sabar, dasar nakal.
Apa? Persetan semua ini.
Aku tak punya waktu untuk ini, sungguh.
Persetan mobil ini.
Keparat!
Aku menembak diriku sendiri!
Halo? Apa yang terjadi di sana?
- Tolong! - Apa itu?
- Tolong! - Maaf, agak sulit untuk memahami...
ketika kau berteriak.
Biar kuturunkan sedikit.
- Sial! Tidak, tidak. - Coba lihat tombol mana...
Maaf tentang itu.
- Maaf, maaf. - Dasar bajing...
Salahku. Bukan yang itu.
No comments yet. Be the first to leave one.