The first 177 lines.
NANO
subs
Jasa Penerjemahan Subtitle Film NANOsubs - WA: 0895333122239
Jasa Penerjemahan Subtitle Film NANOsubs - WA: 0895333122239
Jasa Penerjemahan Subtitle Film NANOsubs - WA: 0895333122239
Jasa Penerjemahan Subtitle Film NANOsubs - WA: 0895333122239
Raja!
Kau gila?
Bagaimana kalau Jeep-ku terjatuh dari bukit?
Lalu? / Aku bisa mati!
Sejak kapan kau takut mati?
Semuanya adil dalam cinta dan perang.
"Perang?" Tapi, kita hanya taruhan.
Tetap sebuah perang.
Jadi, kau seperti itu.
Menghabiskan waktu seumur hidup di rumah yang menyeramkan.
Punya pelayan banyak..,
Kau menjadi seperti ini!
Itu sebabnya, aku hanya punya satu teman..,
yang tidak pedulikan statusku.
Tidak mengalah saat taruhan..,
seperti orang lain, hanya untuk membuatku senang.
Tahu dari mana aku pernah mengalah?
Kau kalah, brengsek!
Aku serius, Yash.
Kau punya segalanya, istana dan kerajaan luas..,
Tapi, istanamu kekurangan sesuatu yang hanya bisa dibawa oleh cinta..,
Hanya bisa dibawa pasangan untukmu.
Dengan begitu, kau akan berhenti membuangku dari tebing ini.
Gila!
Jika seorang Ratu begitu berarti...
mengapa belum ada satu pun wanita dalam hidupmu?
Dari semua gadis di kampusmu..,
tidak ada yang menarik?
Aku sudah lihat semua.
Tapi, belum kutemukan yang bisa kuasai hatiku.
Beritahu aku. / Apa?
Jika kau bertemu dengan Ratu hatimu..,
dan harus memilih aku atau dia..,
Kau akan pilih siapa?
Aku, 'kan?
Memangnya aku gila sampai memilihmu?
Apa maksudnya?
Raja! Kawanku!
Laksmi! / Kau ke mana saja?
Kami beli tiket bioskop. Kau ke mana saja?
Aku ada balapan tadi. / Bersama si pangeran?
Sudahlah.
Tapi, Raja ini hanya menunggu Ratunya.
Seorang Ratu? (Rani). / Ratu Impianku.
Sungguh? Ingin penampilannya bagaimana?
Seperti bintang film cantik itu?
Bukan begitu. Dia lebih baik dari mereka.
Aku paham. Tapi, yang seperti apa?
Ada kepolosan di wajahnya..,
dan kenakalan dalam senyumnya.
Matanya..,
melebihi kedalaman laut.
Kiprahnya membuat bunga mawar bermekaran.
Ketika ia menangis..,
Waktu terhenti.
Angin melewati rambutnya yang berkilau...
membawakan hujan setelahnya.
Malam hari, ketika ia menutup matanya..,
Fajar, ketika ia membukanya.
Kau akan melihatnya, Laksmi.
Ratu Impianku dan keinginanku...
Akankah suatu hari nanti, ia berjalan ke arahku dan berkata..,
Permisi.
Di mana kantor rektor?
Kampus punya rektor..,
dan rektor punya kantor..,
Dimana kantornya?
Di lantai dua, Bu. Naik tangga, di sebelah kanan.
Terima kasih.
Raja? Kau bengong?
Ini tidak mungkin! / Mungkin!
Tidak mungkin. / Ini benar terjadi.
Itu tidak mungkin benar! / Ini benar terjadi, kawan!
Jika iya, dimana dia? / Kantor rektor!
Dimana kantor rektor? / Di situlah wanita itu!
Dengan nilaimu yang luar biasa..,
Akan menjadi kebanggaan kampus kami.
Saya harap, kau akan meraih penghargaan untuk kampus kita juga.
Terima kasih, Pak.
Akan kulakukan yang terbaik, Pak.
Bagus.
Hubungi saya, jika ada sesuatu.
Pergilah dan siapkan KTP-mu.
Semoga beruntung.
Terima kasih banyak, Pak.
Dia menuju kemari. Siap?
Siap. / Baiklah.
Permisi.
Apakah ini kantor untuk KTP?
Ya. Duduk. / Terima kasih.
Jadi, anak muda, sudah menikah?
Belum, Pak. Tapi, jika bapak punya calonnya..,
Diam.
Hanya jawab pertanyaan yang dibutuhkan untuk KTP.
Jangan buang-buang waktu!
Ayah sudah menikah? / Kata Ibu begitu.
Usia? / 55 tahun.
Aku tidak tanya umur Ibu-mu!
Berapa umurmu?
Umurku 22 tahun, 6 bulan dan 12 hari..,
Hidupku sudah lebih dari 19 tahun dan..,
Sudah kubilang..,
Jangan omong kosong? Aku ingat!
Kegiatanmu?
Senin, selasa, rabu..,
Aku menonton film Asha Parekh, Mumtaz dan Saira Banu.
Kamis, Jum'at, Sabtu..,
Aku menonton film Sadhana Mala Sinha dan Vyjayantimala.
Hari libur, tidak ada film.
Silahkan pergi. Ambil KTP-nya besok.
Aku suka labu pahit..,
dan Aku akan menyaksikan film "Aradhana" malam ini!
Keluar. / Pertanyaan ke-32?
Keluar!
Keluar dari kantor saya. / Baiklah, aku akan pergi.
Formulir?
Terima kasih.
Foto.
Kau hanya bawa satu. Aku butuh empat.
Untuk apa?
Untuk KTP, catatan, kartu perpustakaan..,
Dan untukku. Maksudku, formulirnya.
Terima kasih.
Siapa namamu? / Ada di formulir.
Aku tahu. Aku ingin dengar darimu.
Rani Sharma. / Indah!
Apa?
Maksudku, kau tinggal di Sunder Nagar?
Bukan. Aku tinggal di seberang bukit.
Seberang bukit.
Usia? Maaf, ada di formulir. 19 tahun!
Sempurna.
Belum menikah, kan? / Belum.
Semoga kau tidak nikah muda.
Tidak, Pak. / Pacar atau..,
Harus kujawab juga? / Bukan untukku.
Itu aturannya.
Aku tidak punya pacar.
Bagus!
Ada rencana apa malam ini?
Ke pasar malam. Ada lagi?
Untuk apa kampus tahu kegiatanku?
Coba kulihat..,
Pertanyaan nomor 32.
Kau siapa?
Aku Raja.
Itulah panggilan akrabku.
Kau suka? / Tidak!
Ini teh dengan banyak gula.
Terima kasih, Laksmi.
Mengapa banyak gula hari ini? / Ayah pergi ke kota!
Kalau dia ada, teh-mu pasti tanpa gula!
Dia pergi, 'kan? Tarian dan lagumu sia-sia!
Tidak ada yang sia-sia. Malam ini dia pasti datang.
Malam ini? Di mana?
Di pasar malam.
Berapa harganya? / 100 Rupee.
Bisa diskon?
Tidak, mbak. Tetap 100 rupee.
Jangan jauhkan dirimu dari keinginan.
Jika kau menghiasi setiap warna alam...
bahkan kemegahan hujan terampas.
Biarkan ini membalutmu...,
untukmu.
Lepaskan.
Kubilang, lepaskan.
Ada syaratnya. / Apa?
Temui aku di Sunset Point besok pagi.
Kenapa aku?
Kau akan sadar betapa aku mencintaimu..,
dan betapa tingginya skala cintaku.
No comments yet. Be the first to leave one.