The first 200 lines.
Sobat Film adalah komunitas discord Indonesia yang membahas seputar segala macam jenis tontonan mulai dari film, series, anime, drakor, dan lain-lain.
Dimana itu? Katakan, dimana!
Sial!
Lucunya!
Tidak, perak adalah Bitcoin baru.
Sudah kubilang padamu. Nilainya akan meroket.
Sampai jumpa di Monako.
Astaga!
Mengapa?
Kau benar-benar payah.
Sungguh menyedihkan.
Halo?
Halo.
Ini toilet pria?
Tidak, ini untuk semua gender.
Kau baik-baik saja?
Ya.
- Aku baik. - Baiklah.
Bagus.
Cuma mau bilang aku masih di sini.
Aku tak tahu...
Oh.
Ternyata salah keran.
Permisi. Aku butuh privasi.
Maaf. Tapi, ini bukan tempatnya.
Foto mulut.
Hah?
- Jangan memotret! - Ya Tuhan!
Sialan, kau!
- Bagaimana perasaanmu? - Bagus, ya.
- Gugup? - Tidak juga.
- Jangan gugup. - Aku tidak gugup.
Ke mana Picasso?
Boom!
Mungkin karena dirinya yang baik hati dan tidak sombong.
Kita lebih tahu tentang planet Jupiter ketimbang apa yang ada di mulut sendiri.
Sungguh. Mulut bagaikan Stonehenge pada wajah manusia.
Menarik, kan? Baiklah. Terima kasih sudah datang.
- Halo - Hai.
- Terima kasih sudah datang, kawan. - Tentu saja, kawan.
Galerinya bagus. Mereka begitu...
- Lumayan - Laris?
Ya, lumayan.
Lihat pria yang naik hoverboard itu?
Dia akan membayar mahal demi foto geraham sepupuku Calvin.
Semuanya kau suka, Wes Anderson?
Senang bertemu denganmu, Dom.
- Sama-sama - Kabarmu...
Biasa saja. Aku baru mulai Pilates.
- Benarkah? - Ya.
- Kau tahu, selalu berbuat positif. - Itu bagus.
Selamat, kawan.
- Dengarkan... - Sst.
Aku ada urusan.
Berbaurlah dengan orang-orang unik ini.
- Eh... - Apa?
Mau bahas Eric dan Gia?
- Kau lihat postingan terbarunya? - Tidak.
Dia mengecat ulang dinding yang sudah kucat dengan susah payah.
- Seolah dia ingin melupakanku. - Itu cuma cat, kawan.
Agar kau merasa lebih baik, toh mereka hanya mengecat ulang ruang tamu, kok.
- Katamu kau belum lihat fotonya? - Baiklah, jangan berlebihan.
Mereka mengadakan pesta makan siang sambil mengecat.
Tapi aku cuma 45 menit di sana, mengecat pintu dan makan croissant, lalu pergi.
Kalian pesta makan siang di apartemen kami? Tidak adakah lagi yang namanya privasi?
Bajingan!
Mau tenang? Kalau kau teriak lagi, aku akan memanggil sekuriti.
Kau tenang?
- Ya. - Kau?
Aku tenang.
Baiklah.
- Kemarilah. - Oh, sial.
Aku mau bicara dengannya dulu. Bersikaplah dengan baik.
Ini akan tampak bagus di sana.
- Bagaimana kabarmu? - Aku baik.
- Serius? - Ya.
Baiklah.
Jadi, bagaimana pendapatmu?
- Fotonya? - Hmm.
Luar biasa.
- Mereka tampak hidup. - Maksudmu?
Atau mungkin lebih bernyawa. Atau lebih tepatnya ekspresif.
Wow, perbendaharaan katamu bagus.
Aku suka yang sebelah sini.
Ya, aku suka lidah yang menjalar mengikutimu berkeliling ruangan.
- Jadi, kau kenal Nath? - Aku teman pacarnya.
- Oh, bagus. Aku kenal Cass. - Dia orang yang baik.
Aku kenal Nathan di tempat kerja.
- Kau juga seniman? - Bukan. Karyawan KFC.
Mantan karyawan. Aku tidak bekerja di sana lagi.
- Halo, kalian! - Selamat atas semua ini!
Lanjutkan saja.
- Yang itu istimewa, kan? - Benar. Kami baru membahasnya.
- Ya? - Ya.
Kau mau salah satu?
Tidak, kawan. Aku cuma datang untuk mensupport.
Ambillah. Mungkin jika ada yang melihatmu mencuri, mereka akan terinspirasi.
Aku tahu kau sedang miskin. Pasti sulit membayar tagihan saat ini.
Ya, kau memang miskin.
Maaf, itu salahku.
Tidak juga, kadang Nath memang butuh motivasi.
Ditambah lagi, ini adalah investasi.
Saat dia terkenal nanti, akan kujual dengan mahal.
- Oke... - Kau ke sana?
- Ya. - Aku juga.
Halo! Aku menjual cabai di sini. Ada yang merah, kuning, dan hijau.
Aku menamakan mereka cabai lalu lintas.
Hei, Paman.
Halo, sayangku yang cantik di pagi hari.
- Sampai jumpa lagi, oke? - Tak sabar lagi.
Dipilih.. Dipilih!
Kau Dom, kan? Aku Yas.
Senang berkenalan denganmu.
Oke.
Jadi, kau mau kemana? Tugas apa yang ibumu berikan?
Kata Nathan kau belum bayar tagihan, jadi kupikir kau masih tinggal di rumah?
Bukan begitu, aku pulang.
"Pulang" itu penting, bukan berarti aku masih tinggal di sana.
Cukup adil.
- Aku lewat sini. - Pasar Rye Lane?
Ya.
Untungnya, aku juga akan lewat sini.
Jadi, sekarang kau jadi apa setelah berhenti dari KFC?
- Apa pekerjaanmu sekarang? - Aku seorang akuntan.
- Membosankan. - Oke.
Tidak bisa lagi makan ayam gratis, tapi tetap saja pekerjaan bagus.
Memang tidak mewah.
- Tidak - Tapi aku suka.
Jadi, apa memang itu cita-citamu, atau kau punya ambisi lain?
- Kau tahu, kau terlalu... - Membongkar rahasia hidupmu?
- Kau terlalu banyak tanya. - Aku tertarik pada masalah orang.
-Menurutmu aku punya masalah? - Semua orang punya.
Hai.
Oke.
Asal kau tahu, kupikir aku selalu ingin jadi akuntan.
Anehkah itu?
Jangan tanya aku yang selalu bercita-cita ingin menjadi pangeran (Prince)!
Lebih tepatnya, Prince-nya Purple Rain .
- Ya? - Ya.
Dulu, aku membuat kostumnya sendiri.
Jadi, di sirkelmu, apa cuma kau yang ingin jadi akuntan?
Yang lain ingin menjadi pesepak bola atau YouTuber, punya jet pribadi dan sebagainya.
Jet pribadi bukan keinginanmu, kan?
Kau tahu berapa harganya? Itu pemborosan namanya.
Jadi, bagaimana denganmu? Kau ini seorang apa?
Aku YouTuber viral.
- Tidak, aku bekerja di bidang fashion. - Gara-gara kostum Prince itu?
Ya!
- Jadi, kau desainer atau...? - Menurutmu aku tidak bisa jadi model?
Bukan begitu. Aku cuma berasumsi...
- Aku cuma bercanda. - Oh.
Aku pedagang online dengan merk tidak terkenal.
Tapi aku ingin jadi desainer. Itu sudah cita-citaku.
- Kostum? - Ya.
TV, film, video klip, gaun pesta dan sebagainya.
Tapi tahukah kau berapa banyak gaji sebagai seorang desainer kelas bawah?
- Tidak banyak, kukira. - Sama sekali tidak banyak.
Belum lagi dengan semua pengurangan ini dan itu...
Sangat kecil.
Oke. Aku percaya.
Tapi aku tidak bisa hanya bermimpi menjadi desainer saja.
Aku harus membayar iuran. Belum lagi bayar sewa.
Bahkan aku tak mampu membeli koktail.
Karena aku harus membayar ini dan itu, jadi begitulah.
Ya, aku paham.
Tapi pada akhirnya, aku akan meraih cita-citaku.
Angkat saja kakimu.
- Tidak mau. - Oke.
Oh!
Selanjutnya mereka berjalan-jalan.
Setiap langkah mendekatkan mereka ke tujuan misteri mereka.
- Oke. Tapi jangan menghakimi. - Kedengarannya menarik.
- Aku sedang tidak ada tugas. - Kita sudah membahas itu.
Aku akan bertemu mantanku untuk pertama kali sejak kami putus.
Dan kau masih menghubunginya? Apa kalian baru saja putus?
Tiga bulan. Setelah 6 tahun pacaran.
6 tahun? Kau bisa saja menjadi arsitek berkualifikasi dalam waktu itu!
Ya. Sangat buruk.
- Aku pun mengalami hal yang sama. - Ya?
- Kami baru pacaran setahun... - Apa kau juga merasa galau setiap hari?
Tidak. Karena aku sudah putus dengannya, jadi aku merasa hidupku lebih tenteram.
Dia mencoba mengacaukan hariku, dan kubilang, "Tidak hari ini, Setan."
- Maaf. - Tak apa. Aku turut bahagia.
Pasti menyenangkan berada di posisimu.
Aku yakin suatu hari nanti kau bisa move on.
Terima kasih.
Jadi, dia putus denganmu. Itu yang kupahami.
- Jujur, aku masih sulit membicarakannya... - Oke, maaf.
Yang sangat menyakitkan adalah, kukira kami baik-baik saja.
Hubungan kami baik-baik saja. Kami tinggal bersama.
- Kami mau menonton Hamilton! - Itu buktinya!
Benar, kan?
Lanjutkan curhatmu!
Jadi kami pergi ke bioskop.
Oh?
Aku tiba di sana duluan dan membeli snack.
Terus?
Gadis ini banyak maunya, asal kau tahu saja.
Halo. Aku mau Paket #3, popcorn manis asin, dan coca-cola.
Tolong yang manis taruh di bagian bawah, seperti puding.
No comments yet. Be the first to leave one.