The first 200 lines.
Kau tahu apa?
Jangan bersikap sombong dan enyahlah.
Siapa yang berani meneriaki Soo-hyun?
Kurasa karena hidupku menyebalkan.
Aku bahkan tak punya waktu untuk memikirkan hal-hal itu,
tapi saat melihatmu, aku iri dan marah.
Orang-orang hidup dengan cara yang familier untuk mereka.
Meski mencoba berubah, kau akan kembali
ke tempat yang diingat pikiran dan hatimu.
Cara yang familier?
Cara yang familier?
Pergilah.
Kau juga belum selesai?
Apa itu?
Sketsa wajah. Aku mencari seseorang.
Bagaimana menurutmu?
Aku bisa segera menemukannya, bukan?
Sudah. Ini akan lebih membantu.
Persis seperti inilah penampilannya.
Tapi gambar ini sama sekali tidak menunjukkan ketampanannya.
Siapa itu?
Apa ini Yeo Jun?
Yeo Jun?
Mahasiswa baru yang populer itu?
Anak-anak di kelasku panik.
Pacar Yeo Jun terungkap
di panggung teater terbuka.
Tapi yang benar saja. Kim So-bin?
- Kim So-bin? - Ya.
Kim So-bin yang mana?
Mahasiswi tahun ketiga jurusan bisnis.
Ternyata ada Kim So-bin yang lain.
Aku punya fotonya.
Ini. Ini dia.
Beberapa orang berharap mereka akan segera putus.
Mereka pikir mereka punya kesempatan.
[ Mi-ju, tidak bisakah kau menutup mulutmu? ]
Butuh bantuan?
Tapi aku tidak punya energi untuk melakukannya hari ini.
So-bin pemeran utama wanita di Pertarungan Teater Terbuka.
Apa aku mandi terlalu lama?
Kau lebih suka udara dingin? Katakan saja.
Apa yang terjadi? Apa aku melakukan kesalahan?
Tidak. Pemeran utama wanita selalu benar.
Ada apa ini?
Kau pemeran utama wanita di Pertarungan Teater Terbuka.
Pertarungan Teater Terbuka?
Dua pria memperebutkanmu di panggung teater.
Yeo Jun dan pria berisik lainnya.
Dia berisik sekali sampai semua orang yang lewat mendengarnya.
Astaga. Aku malu sekali! Hong Chan-ki!
Dia pasti mentertawakan kita karena mengalami cinta sepihak.
Kita seharusnya tahu saat Yeo Jun bergegas kemari.
Kita bodoh sekali.
Tidak seperti itu. Berhentilah menggodaku.
Aku salah memahami situasi dan melukainya.
Aku harus bagaimana?
Apa aku hanya bisa memberinya minuman vitamin?
Aku mengumumkan pertemanan kami sudah berakhir.
Bagaimana cara menariknya kembali?
Kenapa aku tidak bisa punya rumah dengan kamar tidur tambahan?
Kau datang lagi.
Halo. Rupanya kau ingat aku.
Tak banyak yang menanyakan arti setangkai bunga sekarang ini.
Ya, aku di sini lagi.
Siapa kau, Matilda?
Mungkin kau kemari mencari Leon yang berisik.
- Hei... - Tidak tertarik.
Jun.
Aku tahu aku pria yang baik,
tapi tidak ada yang bisa kutawarkan.
- Kubilang aku tidak tertarik. - Kumohon terimalah.
Satu hari kau mengusirku, lalu hari berikutnya membawakanku bunga.
Kau bilang aku tak terbaca, tapi kau lebih parah.
Hyacinthus. Cari tahu apa artinya.
Apa artinya? Kenapa?
Kenapa tidak mengirim surat dengan merpati sekalian?
Meski ingin melakukannya, aku terlalu takut pada merpati.
Maafkan aku sudah menuduhmu memberi tahu orang-orang tentang kita.
Hanya saja, menjadi buah bibir agak...
Maksudku, itu membuatku sangat tidak nyaman.
Maaf karena aku melampiaskan kemarahanku kepadamu.
Arti bunga itu adalah perasaanku.
Apa artinya?
Hyacinthus.
Cinta abadi?
Siapa yang menyatakan perasaan dengan cara kuno ini?
Seolah-olah ada yang abadi.
Seolah-olah ini cukup untuk meredakan kemarahanku.
Aku bukan pria gampangan, kau tahu!
Begini...
Tentang tugas kelompok.
Kenapa masuk kelompok lain setelah memberi kami materi?
Bekerjalah dengan kami saja.
Aku akan menunggu jawabanmu.
So-bin, serahkan materinya Jun.
Dia kelompok kami, jadi, itu milik kami.
Kalian harus tanya Jun. Bukan hakku untuk memberikannya.
Dia terlalu baik untuk memintanya kembali,
jadi, serahkan.
Tidak. Biarkan aku lewat.
Keenggananmu sangat konyol.
Kalian tahu? Lupakan saja. Biarkan mereka bermain curang, Hye-ji.
- Bahkan tanpa itu... - Jangan konyol.
Jun di kelompok kita,
tapi apa gunanya jika materi Jun ada di mereka?
- Itu tidak masuk akal. - Aku setuju.
So-bin, kau lebih keras kepala daripada dugaanku.
Akan kau serahkan, bukan?
Jawab aku.
Lidahmu kelu?
Apa kau mendengarkan kami?
Atau kau tuli?
Hentikan.
So-bin?
Hye-ji. Hei, Yeo Jun!
Apa-apaan ini?
Aku hanya meminta materimu dikembalikan.
Seharusnya kau tanya aku, bukan mengganggu So-bin!
Jun, aku tidak suka yang kudengar.
Kau memihak siapa?
Aku keluar dari kelompok ini.
Kau mengkhianati kami?
Ayo.
Berapa banyak kelas yang tersisa hari ini?
Kurasa kau harus beristirahat.
Aku tidak bisa. Ada beberapa lagi termasuk mata kuliah umum.
Apa yang bisa menceriakan suasana hatimu?
Apa makan memulihkan tenagamu?
Aku diberi tahu kesukaanmu,
tapi itu bukan dari usahaku sendiri.
Seiring waktu kau pasti bisa.
Begini...
Tidak perlu memberitahuku jika tidak mau.
Meskipun aku memang penasaran.
Bukan karena aku tidak mau memberitahumu
atau kau tak akan mengerti.
Lalu apa?
Aku hanya
tidak bisa mengatakannya.
So-bin.
Aku tahu kita baik-baik saja saat tidak saling mengenal,
tapi aku tidak mau kembali ke kehidupan itu.
Kita harus pergi. Soo-hyun pasti menunggu.
Siapa peduli jika dia menunggu?
Bukan begitu cara kita memperlakukan senior.
Entah kau akan menerimaku kembali atau tidak.
Duduklah.
Soo-hyun menyuruhku membawamu ke sini.
Kurasa aku cukup berguna.
Kau harus diapresiasi untuk usahamu,
jadi, jangan terlalu besar hati.
Kau sudah memikul bebanmu.
Kurasa aku tidak berbesar hati.
Lalu bagaimana sekarang?
Mau makan malam tim?
Bahkan kita bertiga pun tidak bisa sepaham.
- Akan kuambilkan kopi. - Biar aku...
Tidak, aku butuh udara segar, biar aku saja.
Kau sudah bekerja keras. Mendapatkannya pasti tidak mudah.
Mudah saja bagiku. Aku bukan kau, ingat?
Tidak ada yang mudah di dunia ini.
Aku hanya mengganggumu,
jadi, aku senang bisa membantu.
Kurasa aku melakukannya dengan baik.
Tidak perlu bekerja dengan baik atau banyak membantu.
Setidaknya kau menepati janjimu.
Aku tidak akan tertipu lagi.
Jangan hiraukan aku. Aku tidak akan menghalangimu lagi.
Kenapa kau mengakui pekerjaan orang lain
dan bilang aku boleh mengutip isinya?
Namaku mungkin tidak tertulis,
tapi aku menulisnya bersama Kim So-bin.
Selain itu,
aku hanya ingin melayani Anda.
Kau memang ingin Kim So-bin dipecat
atau mempermainkanku?
Profesor, aku tidak selicik atau seculas itu.
Jadi, niatmu bukan keduanya dan hanya tulus menawarkanku bantuan?
Profesor, apa hal ini menyebabkan masalah bagi Anda?
Mungkin aku tahu apa masalahnya.
[ Kim So-bin, Administrasi Bisnis, Universitas Myungil ]
Aku berusaha menghindari rubah,
tapi malah digigit ular.
Terima kasih.
Aku tak paham bagaimana kau dapat gelarmu.
Jun, misalnya. Dia tidak pernah menolak dengan senyumannya itu.
[ Mengikuti mata kuliah umum berturut-turut. ]
Es krimnya bisa meleleh.
- Profesor! - Apa?
- Kau suka MC? - Apa?
MC?
Tentu saja.
Aku bisa membawakan acara seperti pewara sejati.
Maksudku, apa kau suka cokelat min?
Benar juga.
- Aku suka semua rasa es krim. - Kalau begitu, silakan.
Yeo Jun,
mau makan bersama?
Ini salah.
No comments yet. Be the first to leave one.