The first 160 lines.
=Halo Tuan Gu=
Ini sudah selesai dikupas.
Aku juga tak tahu…
…sejak kapan mulai menyukaimu.
Mungkin saat melihatmu…
…sangat gembira?
Mungkin…
…saat merasa ingin menjagamu.
Mungkin juga karena…
…tak ingin pandanganmu beralih ke pria lain.
Saat ingin kau tetap berada di sisiku.
Qing Qing.
Pernyataan cinta kali ini, aku pasti akan berhasil.
Aku ingin kau tahu maksud hatiku.
=Halo Tuan Gu=
=Episode 21=
Oh, ya, Nanzhou.
Belakangan ini pekerjaanmu lancar?
Lumayan.
Kau lihat lilin ini.
Kugunakan yang kau beli kemarin.
Cantik.
Mari kita bersulang.
Malam itu…
Maksudku…
…malam saat kita berkemah.
Aku…
Aku akan tanggung jawab.
Kau…
…mau bagaimana tanggung jawab?
Aku…
Kau katakanlah.
Bagaimana jika…
…minum segelas lagi?
Baik.
Kutemani kau minum.
Baik.
Sudah bisa katakan sekarang?
Sepertinya masih belum.
Anggurnya sudah habis.
Aku…
Kau katakanlah!
Aku saja yang katakan.
Gu Nanzhou.
Aku menyukaimu.
Kenapa kau ada di ranjangku?
Ini kamarku.
Kenapa aku bisa di tempatmu?
Tak mau mengakuinya?
Mungkinkah…
…kau benaran lupa yang terjadi tadi malam?
Gu Nanzhou.
Aku menyukaimu.
Bagaimana jika…
…kuulang kejadian tadi malam?
Bantu kau ingat kembali?
Tak perlu kau bantu ingat kembali.
Aku sepertinya ingat sedikit.
Bukankah kau sendiri yang bilang,
…harus tanggung jawab atas hal yang diperbuat.
Kenapa berkata seolah aku sangat berengsek?
Jangan-jangan…
…kau tak ingin bertanggung jawab?
Bagaimana caranya aku bertanggung jawab?
Pertama-tama.
Masalah sudah seperti ini, kau harus tanggung jawab sepenuhnya.
Mulai hari ini,…
…kita adalah pasangan yang sesungguhnya.
Kenapa?
Keberatan?
Tak keberatan.
Kedua.
Aku sekarang adalah tunangan dan pacarmu.
Jadi,…
…kau harus segera umumkan hubungan kita.
Kenapa?
Kau ingin pacaran diam-diam?
Baiklah.
Ada lagi.
Kau harus lakukan semua tugas pacar.
Tugas apa?
Ciuman selamat pagi.
Mau setiap hari.
Warna ini cantik.
Namun, yang ini namanya "Matahari Terbenam".
Aku baru mulai, tak mau langsung terbenam.
Tak boleh.
Yang ini bagus.
Warna pemikat pria.
Yang ini namanya "Ciuman Terakhir".
Terlalu suram.
Yang ini bagus.
"Cinta Abadi."
Ini bagus.
Ini saja.
Gendut.
Majikan.
Gendut di sini.
Tahukah cara buat telur goreng?
Panaskan wajan.
Panaskan hingga berasap.
Lalu?
Taruh minyak secukupnya.
Tambahkan garam dan lada hitam.
Terakhir, taruh telurnya.
Membuat hidangan misterius yang unik.
Hidangan misterius?
Aku…
Majikan.
Berasap.
Perlu telepon polisi?
Ada apa?
Apa yang kau lakukan?
Tak apa-apa.
Kau minggir, aku saja.
Tak perlu.
Kau tunggu di depan saja.
Kau…
Mulutmu kenapa?
Bagaimana? Cantik tidak?
Apakah kau keracunan?
Minggir.
Kenapa?
Sakit.
Aku…
Aku tak pukul kuat.
Kau terlalu kuat tadi malam.
Sudah.
Pergi kerjalah.
Ingat rindu padaku, ya.
Aku pergi dulu.
Sampai jumpa.
Hati-hati di jalan.
Dia yang menyukaimu duluan.
Gu Nanzhou.
Dia bilang dia menyukaimu.
Suka hingga tak bisa kendalikan diri.
Apa?
Kalian berdua sudah pacaran?
Kau tenang dulu.
Duduklah, bicara perlahan.
Aku sebenarnya juga tak tahu kenapa.
Kami berpacaran dengan begitu saja.
Pokoknya, yang dulu kita pelajari itu semua tak berguna.
Lalu, siapa yang nyatakan cinta duluan?
Dia.
Dia yang tak bisa menahan dan nyatakan cinta padaku.
Kemudian?
Kemudian…
…dia menyuruhku bertanggung jawab padanya.
Bertanggung jawab?
Dia yang nyatakan cinta duluan.
Kenapa menyuruhmu tanggung jawab?
Terlebih lagi, apa maksudnya bertanggung jawab?
Sudah terjadi dan tak bisa diubah, pura-pura tak mau sebenarnya mau,…
…atau dia benar-benar menyukaimu?
Lupakan.
Bagaimanapun, hubungan kami sudah jelas.
Masalah ini kelak baru bicarakan lagi.
Oh, ya.
No comments yet. Be the first to leave one.