The first 200 lines.
"Tayangan ini mungkin tidak sesuai bagi pemirsa di bawah 15 tahun"
"Pemirsa diharap bijak"
Ada hal yang harus kita cari tahu.
Pemilik kancing manset ini
ada di perusahaan kami. Dia
Kang Jae Wook.
Apa?
Maksudmu,
Kang Jae Wook itu Ji Sup?
Aku belum memastikannya,
tapi kecurigaanku kuat.
Bagaimana cara memastikannya?
Bagaimana kita bisa memastikan bahwa Kang Jae Wook
adalah suamiku, Han Ji Sup?
Kamu harus tetap di dekatnya dan memperhatikan dia perlahan
untuk memastikan. Bukan begitu?
Ayo mulai.
Aku membawa seseorang
yang akan membantu kita dengan resep jjamppong
dan menu baru.
Bukankah dia Ki Dae Ra?
Masuklah.
Senang bertemu dengan kalian. Aku Ki Suh Ra.
Aku akan berusaha semampuku untuk menyalin
cita rasa dan ketulusan hati ibuku.
Kamu akhirnya mendapatkan posisi di kantor ini.
Terima kasih sudah menyelamatiku.
Tidak mungkin. Kamu tahu aku tidak menyambutmu.
Tidak masalah.
Aku di sini untuk bekerja
dan akan melakukan tugasku saja
tanpa memedulikan risakanmu.
Merisak? Aku bukan anak-anak.
Aku hanya mencoba memberimu
peringatan yang sewajarnya.
Kamu akan tetap melakukannya meski aku melarangmu,
jadi, aku akan mendengarkan.
In Wook dan Jae Wook.
Tahukah kamu mereka bersaudara?
Kamu bertanya karena tahu aku mengetahuinya, bukan?
Kamu pintar.
Aku mau kamu memakai otakmu yang pintar itu sekali lagi.
In Wook atau Jae Wook.
Menurutmu siapa yang akan menjadi penerus Pimpinan?
In Wook, yang kehilangan lisensi dokternya karena membunuh,
dan hanya punya sertifikat seminar tanpa pengalaman bekerja di kantor,
atau Jae Wook, yang bahkan belajar tentang manajemen bisnis di luar,
dan bekerja keras di Grup Gangin
mulai dari level pegawai biasa sampai ke posisi direktur utama?
Aku tidak perlu memakai otakku untuk hal seperti itu.
Jika
kamu ingin mengandalkan In Wook
untuk mengubah nasib hidupmu,
menyerah saja.
Jika kamu terlahir tanpa apa-apa,
kamu harus hidup seperti itu dan mati tanpa apa-apa pula.
Begitulah hukum alam.
Selain itu,
jika kamu melecehkan Kang Jae Wook tentang menjadi suamimu lagi,
maka,
itu tidak akan berakhir pada tuduhan fitnah saja.
Kamu akan disalahkan atas berbagai aksi kriminal dan dihukum selamanya.
Camkan itu.
Aku tidak bisa berterima kasih
untuk peringatanmu barusan,
tapi aku bisa mengatakan aku tidak akan melupakannya.
Anda memanggilku, Pak?
Duduklah.
Apa penjelasanku belum cukup?
- Apa? - Kupikir kamu akan mengerti.
Kenapa kamu datang?
Perkataanku tidak berarti bagimu?
Ibuku sangat ingin aku melakukannya.
Kamu melupakan permintaanku
karena emosimu yang lemah itu?
Ada hal yang harus kulakukan.
Apa yang harus kamu lakukan? Kamu sungguh
ingin berhubungan dengan In Wook
atau semacamnya?
Kenapa? Tidak boleh?
Ternyata itu tujuanmu.
Aku harus memercayaimu seberapa besar?
Aku tidak bisa lagi memercayai bahwa kamu tidak tahu
In Wook adalah kakakku.
Aku tahu cara memisahkan pekerjaan dengan urusan pribadi.
Aku bukan mau berkencan di sini.
Karena kami telah meneken kontrak dengan Pangan Gangin,
aku hanya mau berusaha semampuku.
Jika Anda sudah selesai bicara, aku permisi.
Aku bersikap kejam kepadamu agar kamu menjauh.
Kenapa kamu harus kemari dan membuat kita sering bertemu?
Suh Ra. Kamu sungguh menyukai In Wook?
Ya, Pak Kang.
Adakan rapat dewan direksi.
Sekarang.
Apa yang terjadi?
Sejujurnya, kamu mengecewakanku.
Apa? Aku mengecewakanmu?
Kupikir kamu yang akan bekerja di perusahaan.
Kenapa Suh Ra yang duduk di kursimu hari ini?
Apa maksudmu?
Maksudmu, Suh Ra sungguh datang ke perusahaan?
Kupikir kalian berdua telah selesai berdiskusi.
Aku cukup kaget.
Kenapa dia...
Aku akan berusaha sebisaku agar dia tetap di rumah.
Jika aku tidak bisa bekerja, dia juga tidak.
Bagus. Tolong urus dengan benar.
Benar juga. Soal foto.
Aku ingin kamu mengembalikan foto-foto masa kecil Suh Ra.
Dia sangat peka, jadi, pasti akan curiga.
Aku selalu menjadi target kecurigaannya.
Aku sungguh minta maaf.
Foto-foto itu hilang.
Aku akan mengembalikannya setelah menemukan semuanya.
Sungguh?
Tolong kembalikan kepadaku begitu kamu menemukannya.
Ada apa ini? Kenapa sayangku bersama wanita itu?
Dia tampak familier.
Benar. Dia orang Gangin yang datang ke restoran, bukan?
Mereka tidak mungkin berteman.
Apa yang mereka bicarakan?
Sekarang waktu terbaik dan kesempatan terakhir.
Kita tidak boleh menunda lagi penjualan Pangan Gangin.
Aku setuju.
Penjualan terus menurun. Itu tidak akan bertahan lama.
Kalian akan memotong sayapnya padahal dibentangkan saja belum?
Ini bisnis yang paling disayangi oleh Pimpinan.
Menghentikan bisnis seperti ini
tidak hanya berlawanan dengan keinginannya, tapi juga
akan merusak reputasi Grup Gangin.
Sayapnya sudah patah.
Kita harus rasional, alih-alih emosional. Ini masa-masa genting.
Aku memahami posisi Anda.
Tapi aku yakin kesempatan
harus tetap diberikan.
Mari berikan kesempatan itu kepada Pak Kang.
Jika dia bisa menggandakan penjualan dalam waktu tiga bulan,
kita tidak akan menjual Pangan Gangin.
Misi yang diberikan Jae Wook kepada In Wook
pasti mustahil dilakukan
dengan pengalaman bekerjanya yang terbatas.
Itu pendekatan yang bijaksana.
Tapi jika nanti Pimpinan mengetahuinya,
bukankah dia akan mengamuk?
Kita harus memastikan dia tidak pernah mengetahuinya.
Pastikan dia tidak pernah tahu...
Ini kesempatan bagus bagi kita.
Kita harus membuat Pangan Gangin gagal,
dan mematahkan sayap In Wook agar dia tidak berdaya.
Sampai para direktur akan malu jika menunjuknya menjadi penerus.
Dengan begitu, Jae Wook
bisa me
dan membantumu dengan tugas-tugas hebatmu
serta memberimu sayap.
Kalian sudah mendengarnya?
Ini tidak masuk akal.
Ada apa? Apa yang tidak masuk akal?
Jika penjualan tidak mencapai dua kali lipat,
mereka akan langsung menjual Pangan Gangin.
Sangat konyol, bukan?
Apa? Akan lebih mudah bagi unta untuk berjalan melewati mata jarum.
Yang benar saja.
Bagaimana bisa direktur kepala
menyarankan hal konyol begitu?
Itu bukan keputusanku, tapi dewan direktur. Terlebih lagi,
Itu bukan saran yang konyol, melainkan kesempatan bagus.
Aku memberimu
sebuah kesempatan. Kamu tidak menyadarinya?
- Jae Wook. - Jika tidak bisa, menyerah saja.
Jika kamu tidak punya ketetapan hati,
sebaiknya Pangan Gangin segera dijual.
Tidak. Aku menerima tawaranmu dengan senang hati.
Akan kugandakan penjualannya sesuai keinginanmu,
jadi, tunggu saja.
Suasana hatiku sangat baik.
Karena kamu mentraktirku makan siang lezat ini.
Aku ingin berterima kasih atas mahakarya Ibu.
Mahakaryaku?
Penjualan Pangan Gangin
adalah ide Ibu, bukan?
Kamu memang sangat peka.
Wanita bernama Suh Ra itu akhirnya bekerja di perusahaan.
Apa?
Apa In Wook
mencurigai bahwa Jae Wook adalah Han Ji Sup, suami Suh Ra?
Kurasa In Wook membawa Suh Ra
agar dia bisa mendekati Jae Wook, untuk membuatnya gelisah.
Itu tidak baik.
Kita tidak bisa membiarkannya.
Selain itu, maafkan aku, Hae Rim,
karena tidak bilang lebih awal soal Jae Wook.
Tidak apa-apa.
Aku yang paling memahami Ibu daripada siapa pun.
Aku juga pasti tidak bisa memberitahunya semudah itu.
Terima kasih.
Tapi
apa rencanamu soal pernikahan?
Karena kini sudah tahu bahwa dia bukan Jae Wook,
kamu akan menolak menikahinya?
No comments yet. Be the first to leave one.