The first 200 lines.
Hebat!
Bagi anak-anak tahun '80-an, sepeda berarti kebebasan.
Jadi, saat aku dapat yang baru pada musim panas 1987,
musim panas terakhirku sebelum SMA, aku akan menikmati saat-saat terbaik...
Kenapa kau selalu melakukan ini?
Melakukan apa?
Membicarakan dirimu seolah kau anak tunggal.
Itu tidak menghormati adik laki-lakimu yang buruk
dan adik perempuanmu yang mata duitan.
Bagus sekali. Dre, aku sedang menelepon. Hentikan.
Baiklah.
Silakan, Johan. Maafkan aku.
Tidak apa-apa. Aku sudah berkonsultasi
dengan cakra jantungku, dan dia menyuruhku memaafkannya.
-Apa? -Ya.
Lagi pula, dia benar.
Kenapa kau selalu membicarakannya seolah-olah kau anak tunggal?
Aku juga ada di sana. Santi juga.
Di mana Santamonica? Tidak biasanya dia terlambat.
Tidak biasanya dia seterlambat ini.
Tidak biasanya dia seterlambat ini dan tidak memberitahuku.
Kau tahu? Aku akan menambahkannya.
Maaf! Aku sangat dekat. Aku sedang parkir.
Santamonica, kau masih di rumah, dan kenapa kau terlihat seperti kartun?
Jangan benci karena kau tak tahu yang dilakukan anak-anak seperti kami.
Usiamu 40 tahun!
Ya, tapi tak tampak begitu.
Ini lebih baik daripada Botoks.
Kurasa aku tak akan bisa datang,
karena kurasa aku harus memakai waktu ini untuk mempromosikan Santi Coin.
Apa itu Santi Coin?
Mata uang kripto yang kumulai.
Seperti Bitcoin? Setiap Santi Coin bernilai 200.000 dolar.
Tapi kuberi kau separuh harga karena kau keluarga.
Kau tak datang membuat ulang foto ini untuk ulang tahun Ibu yang ke-75?
Sulit dipercaya, Santi.
Aku juga tidak bisa datang.
Karena aku tidak mau.
-Astaga! Kejujuran radikal. -Tunggu.
Ayolah.
Mari kita berfoto saja. Ibu akan menyukainya.
Jika tidak, kalian tak akan memberinya apa pun kecuali kuingatkan.
Itu mungkin benar, tapi aku tidak mau membuat ulang foto itu.
Itu hari yang buruk bagiku.
Kau kehilangan aku, ingat?
Jadi, musim panas itu sebelum SMA,
kukira aku akan bersenang-senang, sampai aku kehilangan adikku.
Kau tahu betapa dramatisnya kau terdengar sekarang?
Aku hanya bilang dia selalu melakukan itu.
Baiklah.
MUSIM PANAS 1985
BAYANGKAN SURGA
BICARALAH DENGAN TANGAN
DINDING
Semua dimulai di hari terakhirku di kelas delapan.
Kalian berhasil! Ini hari pertama musim panas!
Kami sangat bangga pada kalian, dan kami tahu kalian semua akan lulus.
Aku baru saja mengikuti dua wisuda.
Jika kudengar anak lain membaca puisi, akan kutembak kepalaku.
Baiklah.
Jadi, karena Rainbow masuk SMA dan Johan masuk SMP
dan Santi memerasku, kubelikan sesuatu untuk hari pertama kalian.
Agar semua orang tahu nama kalian!
Ya.
Ini dia.
Bagus! Di hari pertamaku, semua orang akan menatap dadaku.
Benar.
Kau takkan terhentikan begitu bokongmu membesar.
Baiklah, giliranku.
Aku membelikan kalian sepeda baru!
Tidak mungkin!
-Ini sepeda anak perempuan. -Tidak.
Tidak, sepeda itu sama saja.
Lelaki bisa naik sepeda merah muda, perempuan bisa naik sepeda biru.
Itu sepeda anak perempuan.
Ada promo beli dua gratis satu yang tidak bisa kutolak.
Tapi aku butuh sepeda BMX jika ingin menuruni tangga di belakang rumah duka.
Ada rumor leher Alfonso Ribeiro patah di tangga itu.
Aku senang bisa naik ini ke SMA tahun depan.
Maksudmu, SMA yang jaraknya 4,8 kilometer?
Aku berpikir ini lebih seperti sepeda dalam ruangan.
Setelah latihan, mungkin kau bisa mengendarainya di jalan masuk,
pergi ke kotak surat, saat kau siap.
Tempat-tempat di mana aku bisa melihatmu.
Ibu, aku anggota Patroli Keamanan
dan terpilih sebagai "Paling Mungkin Menjadi Agen Narkotika".
Aku bertanggung jawab! Biar kubuktikan.
Baiklah.
Kita butuh telur.
Mungkin kalian bertiga bisa pergi ke toko dan membelinya.
Menyuruhku membeli makanan yang terkenal rapuh
terasa seperti jebakan, tapi aku siap.
Ayo.
Jangan lupa isyarat tangannya.
Kanan.
Kiri. Berhenti.
Darurat.
-Darurat. -Darurat? Kenapa ini berarti "darurat"?
Jangan khawatir, Ibu. Aku bisa.
Lihat, dia bisa.
Tidak ada yang perlu dikhawatirkan.
Ya, kau benar.
-Kita mengikuti mereka. -Apa
Sementaara Ibu ingin tahu kami aman, Bibi Dee-Dee perlu lembur,
yang artinya menyelinap masuk di akhir pekan
untuk mencatat jam kerjanya menonton Battle of the Network Stars.
-Aku pernah melihat yang ini. -Astaga!
-Tony Danza menang. -Astaga.
Hai. Aku hanya ingin datang dan melakukan pekerjaan tambahan di hari liburku.
Begitu rupanya.
Sudah. Itu sudah dirapikan.
Jadi, kau tak di sini hanya untuk menambah jam kerjamu?
Karena itulah aku dipecat dari Pan Am.
Menipuku sekali.
Karena kau di sini dan sudah jelas siap bekerja keras,
bisa periksa semua berkas kasus ini dan menyusunnya sesuai klaim?
Jatuh dengan jatuh, gigitan dengan gigitan,
hal yang ditemukan di makanan orang.
Kau pasti paham.
Seharusnya aku tetap di rumah dan bersantai bersama Alicia.
Aku yakin dia hanya bersantai.
Kayuh lebih cepat! Sebagaimana kau pernah membuntuti mantan pacar.
Belum pernah.
Apa ini perlu Ini benar-benar perlu... Astaga, apa kita di bukit?
Hei, Anak-anak! Apa kabar?
Kalian mengikuti kami?
Apa? Tidak.
Kalian membuat bersepeda tampak sangat menyenangkan.
Kita hanya kebetulan bertemu.
Hei, Gadis-gadis! Sepeda yang bagus!
Aku bukan anak perempuan!
Maaf, Kawan. Rambutmu bagus.
Serta sepeda merah muda!
Aku tahu Ibu memeriksaku.
Kau memberiku tes telur. Aku akan berhasil.
Aku tahu, hanya saja dunia adalah tempat yang menakutkan.
Kau tahu berapa banyak orang jatuh, tergigit,
atau menemukan sesuatu di makanan?
Kau memberiku kunci rumah, tapi melarangku naik sepeda?
Benar juga, Bow-Bow.
Kami harus memercayaimu.
-Bukan begitu, Sayang? -Benar.
Maaf.
Kau bicara dengannya.
Baiklah. Sampai jumpa di rumah.
-Jangan lupa telurnya. Hati-hati. -Baiklah.
Keren.
Hei, kita mau ke mana lagi? Biar kuambil sepatu rodaku.
Aku bisa berpegangan di sepeda dengan tali bungee
dan pergi ke mana pun kalian pergi!
Baiklah. Ayo ambil telur-telur ini dan kebebasanku.
Aku masih bersamamu!
Santi, kenapa kau menari?
Aku tidak menari.
Johan menghilang.
Ini aku yang sedang menari.
Johan, aku tahu hari itu traumatis bagimu, tapi setelah aku sadar kau hilang...
Aku sangat sedih.
Kita harus menemukan Johan, Santi.
Setelah aku mendapatkan telur-telur itu.
Kau tetap di sini, siapa tahu dia kembali.
Tunggu sebentar.
Kau tidak sedih. Kau pergi membeli telur.
-Kau tahu? Itu memang sifatmu, Rainbow. -Ya...
Kau seharusnya yang bertanggung jawab
dan meninggalkan seorang anak sendirian di jalanan?
Anak yang cantik dan karismatik?
Aku harus membersihkan diri.
Johan, kau makan sereal dari mangkuk bernyanyi Tibet?
Aku tak mau dihakimi olehmu.
Itu menyenangkan.
Kita harus lebih sering bersepeda tandem.
Seperti sekarang.
Mereka baik-baik saja.
Kenapa kau mempermasalahkan ini?
Karena mereka anak-anakku, Paul.
Dunia adalah tempat yang berbahaya.
Ada Penguntit Malam, Ted Bundy, kultus setan.
Kau tak menonton A Current Affair?
Tidak. Sayang, kau tak bisa mendengarkan semua perkataan Maury Povich.
Dia bilang pria yang kehilangan segalanya dalam perceraian tidak pernah pulih.
Tapi lihat aku. Aku berkembang.
Kalian punya jus jeruk?
Aku selalu dehidrasi berat setelah menangis di pagi hari.
-Ya. Silakan. Ya. -Ya? Terima kasih.
Sudah selesai? Kukira kau masih di sini setidaknya enam jam lagi.
Ya, itu tak sulit.
Tapi yang ini agak rumit.
Pria itu terpeleset genangan air, jatuh dari tangga,
lalu digigit ular yang melompat dari makanannya.
Lalu aku sadar, karena ini terjadi di gereja, judulnya "Acts of God".
Bagus. Berkas itu sudah ada di sana berpekan-pekan.
Tak ada yang bisa memeriksanya.
Sebenarnya menyenangkan sesekali ada sesuatu yang menantangku.
Saat ini, bagian tersulit dari hariku adalah
saat aku harus membalikkan pendingin air untuk mencoba memasangnya.
Triknya adalah kepercayaan diri.
Pendingin air bisa mencium rasa takut.
Jika kau mau tantangan,
aku butuh bantuan menyiapkan
No comments yet. Be the first to leave one.