The first 200 lines.
Berdasarkan memoir oleh Jake Adelstein
Ada masalah di ranjang?
Silakan berdiri.
Menengok dan batuklah.
Lagi.
Bagus.
Silakan berbaring menyamping.
Baiklah.
Tenang.
Sekarang kencangkan.
Bagus.
Sekarang telentang.
Ini mungkin terasa agak dingin.
Seperti biasa, alkohol, tembakau, daging merah, stres itu dilarang.
Sugita tidak dijadwalkan. Dia bilang ini mendesak.
Pak Tozawa...
Mengingat kejadian baru-baru ini...
Mungkin kita semua akan diuntungkan...
Jika ada peninjauan kembali terhadap model bisnis kita.
Aku memikirkan paparan dirimu.
Begitu juga diriku.
Kami akan melanjutkan yang telah kami lakukan.
Terima kasih atas waktumu.
Permisi.
Astaga. Joshua Jacob Adelstein, kau menyembunyikannya dariku.
Kata Pak Philips, kau pernah memukuli seorang anak di kelasnya.
Benarkah?
Kau benar. Dia payah.
Aku akan lulus SMA tanpa tahu apa pun tentang kimia...
Dan Ibu sangat panik.
Tolong telepon dia lebih sering atau aku bisa gila.
Dia sungguh gila.
Kau sungguh menghantam wajah anak ini ke mejanya?
Ibu dan Ayah tahu ini?
Terima kasih.
Tengu! Ada Tengu di sini!
Ada apa, Natchan?
Maafkan aku.
Tak apa-apa. Aku sering dikira siluman.
Boleh aku bicara dengan Detektif Katagiri?
Itu akan sangat sulit, Pak Adelstein...
Karena suamiku tidak ada di rumah.
Tapi aku akan bilang kau datang.
Dia akan segera datang?
Maaf jika kau sudah menempuh perjalanan jauh.
Silakan ambil es krimnya.
Natsumi! Es krim!
Hore!
Dan birnya.
Terima kasih.
Hei.
Bir dan manisan.
Biar kutebak.
Meicho memberitahumu ini caramu merekrut polisi?
Aku hanya berharap itu membuatku bisa melewati pintu.
Semalam...
Saat kau meyakinkan pria itu untuk menyerahkan pistolnya...
Apa yang kau katakan?
Itu rumit.
Apakah...
Apakah ada hal lain yang bisa kau berikan kepadaku?
Berikan kepadamu?
Ya. Aku tak menulis apa pun soal malam itu seperti yang kau minta.
Aku membantumu. Kini, bisakah kau membantuku?
Ini sudah larut. Terima kasih untuk birnya.
Tunggu.
Maafkan aku.
Apa yang sebenarnya kau inginkan, Pak Adelstein?
Aku ingin mempelajari bagaimana kota ini...
Yang ada di bawah permukaan, cara kerjanya.
Lalu aku bisa menulis yang sebenarnya terjadi.
Tapi sekarang, aku tidak bisa melakukan itu.
Sebenarnya, aku tak tahu yang sedang kulakukan.
"Jalan terbuka bagi mereka yang jujur."
Duduklah.
Kau bicara seperti ayahku.
Polisi?
Koroner.
Aku mengenal beberapa koroner yang andal.
Tidak, terima kasih.
Apa yang terjadi di bar itu?
Di luar catatan.
Tentu saja.
Akar yakuza sangat dalam hingga tak bisa menyingkirkannya.
Jadi, polisi didorong untuk menjaga kedamaian di antara geng.
Tokyo sudah stabil beberapa tahun terakhir ini.
Tapi kini Shinzo Tozawa dan anak buahnya datang dari Kansai...
Untuk mencoba mengeklaim wilayah sebuah geng lokal.
Itu yang kau lihat.
Tindakan tingkat rendah di wilayah Chihara-kai.
Tapi kau tidak memberi tahu semua orang...
Supaya mereka bisa berpura-pura itu tidak terjadi.
Mungkin mereka tak membalas dan perdamaian bisa bertahan.
Jadi, aku yang menjaga perdamaian?
Bersulang!
Dengar. Polina, tolong lakukan yang biasanya.
Tentu.
Lompat katak, lompat tiga kali, lompat bersama, lompat enam kali...
Lompat katak, lompat tiga kali, lompat bersama, lompat enam kali...
Polina! Kau lebih hebat daripada kami!
Benar, bukan?
- Permisi. Nona Samantha, kumohon. - Baiklah.
- Permisi. - Sampai jumpa.
Pelanggan baru. Menginginkanmu.
Baiklah.
- Ini Momo. Silakan. - Halo.
Selamat datang. Selamat malam.
Dan selamat malam untukmu.
Jika kau mencoba membuatku terkesan, misi tercapai. Aku Samantha.
Matsuo. Senang bertemu.
Matsuo.
Seperti Matsuo Basho?
Kau tahu Basho?
Kau nyalakan apinya...
Dan akan kutunjukkan sesuatu yang indah.
Bola salju besar.
"Sakit dalam perjalanan, dalam mimpiku.
Terhuyung-huyung di atas ladang layu."
Dia sekarat saat menulis itu.
Ya.
Untuk penyair tua.
Juga untuk teman-teman baru.
Ini perang wilayahmu.
Siapa yang membayar untuk ini?
Siapa yang menyuruhmu melayani Tozawa?
Kau ingin aku menanyakan pelanggan mereka dari geng mana?
Aku meneleponmu saat mereka tidak mau membayar...
Lalu orang-orangmu merusak barku!
Bos bilang dia akan memberimu perlindungan sebulan secara gratis.
Perlindungan seperti ini?
Jika tak bisa andalkan Chihara-kai, mungkin aku harus minta Tozawa.
Siapa yang menyuruhmu memukulnya?
Dia bilang akan pindah ke Tozawa.
Itu negosiasi.
Bajingan itu tak akan pindah.
Dia tahu aku akan membunuhnya.
Kau punya masalah?
Dengan apa?
Apa maksudmu, "Dengan apa?"
Dengan ini. Pekerjaan kita.
Tidak.
Omong kosong.
Akhir-akhir ini, kau aneh.
Ingat saat aku menemukanmu di arkade di Meguro?
Kau bau seperti jeroan ikan.
Bekerja 16 jam sehari, hidupmu sudah diatur.
Seperti semua pecundang di negara ini.
Dan apa yang kulakukan?
Apa?
Aku membebaskanmu, Dik.
Benar.
Jika kau ingin kembali, katakan saja.
Aku baik-baik saja.
Apa yang terjadi di bar itu?
Ada waktu untuk bicara dan berkelahi. Pelajari perbedaannya.
- Bagaimana caranya? - Baca situasi.
Kendalikan dirimu. Ya?
Baiklah.
Baiklah, kita akan ke tempat pachinko sekarang, lalu...
Lokasi Bakar Diri Terlupakan
Pria Membakar Diri dengan Bensin
Begitu banyak kasus bunuh diri.
Selamat datang di Jepang.
Sepertinya mereka semua melakukannya di depan umum.
Kenapa?
Agar si pemilik bangunan tidak menuntut keluargamu...
Jika kau membakar gedungnya...
Saat kau membakar diri.
- Sungguh? - Itu bisa terjadi.
Itu gila.
Apa?
Buruk.
Gila artinya buruk?
Ya.
Aku tidak percaya padamu.
Kau gila.
Mengerti?
Tidak.
Meicho Shimbun. Bagian Berita Kota.
Koranku tidak dikirim hari ini. Siapa yang berwenang di sana?
Aku sungguh minta maaf. Di mana alamatnya?
Kau siapa? Orang luar? Sambungkan ke penyeliamu!
Bu Maruyama.
Ada yang bisa kubantu?
Sekarang seorang wanita? Setelah orang luar?
Panggil pegawai sungguhan!
Hanya wanita dan orang luar yang masuk hari ini. Terima kasih.
Aku ingin kau periksa buku kliping selama dua tahun terakhir ini.
Cari artikel apa pun tentang wanita lajang yang dibunuh oleh...
Meicho Shimbun!
Sebentar.
Adelstein.
Tentu saja.
Terima kasih.
Di mana alamatnya?
Tozawa Enterprises
Tetap di belakangku, apa pun yang terjadi.
Jika mendengar bunyi tembakan, tiarap.
Selamat pagi, dan terima kasih. Namaku Makabe.
Izinkan kami menebus pertengkaran yang disebabkan Nakamura...
No comments yet. Be the first to leave one.