The first 187 lines.
"Semua karakter, tempat, perusahaan"
"Dan kejadian dalam drama ini hanyalah fiksi"
- Ada apa? - Dia pasti kurang sehat.
Dokter Cha, kamu baik-baik saja?
Dokter Cha.
Aku di sini.
Biar kuambil alih.
Kamu benar-benar melihatku.
Biar aku saja.
Kamu bisa memercayaiku.
Aku minta maaf
atas situasi yang tidak terduga ini.
Ini dokter tahun kedua di departemen kami
yang baru saja kubicarakan.
Dia lebih ambisius
daripada dugaan kalian.
Karena dia yang memberiku petunjuk penting,
dia pasti
ingin menjelaskannya sendiri.
Mari kita dengar.
Aku dokter tahun kedua
di Departemen Anestesiologi Pusat Medis Hanse Seoul.
Namaku Kang Si Young.
Aku bisa menjelaskan bagian ini kepada kalian
karena aku mendapat petunjuk dari pasien yang pernah kurawat.
Pasiennya mengeluhkan
rasa perih dan terbakar
di bagian besar tubuhnya,
termasuk dada, bahu, dan lengannya.
Pada akhirnya, dia didiagnosis mengidap herpes zoster.
Biar kubantu.
Kamu terus memantau tubuh yang tidak meresponsmu
dan bahkan harus menyembunyikan fakta bahwa kamu melakukannya.
Biar kubantu.
Aku akan berusaha semampuku.
Aku mendapat petunjuk selama proses itu.
Dokter Cha baru saja menyebutkan
bahwa pasien merasa sakit karena tidak ada rasa sakit.
Petunjuknya berhubungan dengan itu.
"Zinmu Rijund"
Ada yang bisa kubantu?
"Han Min Ju, Tim Penjualan Zinmu Rijund"
Bincang Kematian.
- Apa? - Aku anggota pasien di sana.
Ini.
Kupikir itu tampak tidak asing. Aku melihatnya di Bincang Kematian.
Benar.
Zinmu Rijund mengelola
Yayasan Dalbit, yang membantu pasien
dengan penyakit langka dan pasien stadium akhir.
"Yayasan Dalbit"
Itu terbukti sebagai kasus sensitisasi sentral.
Penjelasanku yang lancang sudah selesai.
Terima kasih sudah mendengarkan.
Terakhir,
meskipun kami memperkenalkan CIPA
sebagai penyakit langka dan tidak bisa disembuhkan di sini hari ini,
sebenarnya aku
tidak menganggap penyakit ini istimewa atau unik.
Itu karena kebanyakan pasien di Pusat Pengendalian Rasa Sakit
menderita rasa sakit yang tidak terlihat.
Aku mempelajari cara terbaik untuk menemukan pelaku
di tubuh pasien dari Dokter Cha.
"Jangan melihat gejalanya.
Lihatlah orang-orang yang menderita gejala itu.
Yang dokter obati adalah
manusia, bukan penyakitnya."
Sekian dariku. Terima kasih.
Manajer Penjualan kami akan menjelaskannya secara detail.
Tunggu sebentar.
Berikan brosur itu kepada para profesor.
Pergilah ke posisi kalian sekarang.
- Manajer Penjualan. - Ya?
Pria ini...
Terima kasih. Ini.
Terima kasih.
Si Young, itu mengesankan.
Aku tidak tahu kamu dan Dokter Cha merencanakan
kamu akan mengambil alih di tengah presentasi.
Si Young, kamu hebat.
- Bibi. - Presentasimu luar biasa.
Bibi sangat terkejut.
Omong-omong, apakah Dokter Cha sakit?
Dia mungkin merasa pusing sejenak.
Dia tampak baik-baik saja sekarang.
Aku akan memperkenalkanmu kepada mereka nanti.
Terima kasih.
Apakah dia mengalami demam panggung?
Kenapa dia terus mencari kesalahan?
Terima kasih untuk hari ini.
- Sampai jumpa. - Sampai jumpa.
Apakah Dokter Cha benar-benar sakit?
Ada yang tidak beres. Dia tampak pucat.
Baiklah. Kalian bisa menunggu di luar.
Aku akan datang dengan Dokter Cha setelah kami selesai di sini.
- Baiklah. - Baiklah.
Si Young.
Kemarilah sebentar.
Para profesor di sini penasaran denganmu.
Perkenalkan dirimu.
Halo, aku...
Kamu tidak perlu memperkenalkan diri lagi.
Kami hanya belum pernah melihat dokter kompeten sepertimu.
Jadi, kami ingin bertemu denganmu secara langsung.
Terima kasih atas ucapan baiknya.
Sampai jumpa di kolokium berikutnya.
Sampai jumpa.
- Sampai jumpa. - Terima kasih.
Sampai jumpa lagi.
Terima kasih.
- Terima kasih untuk hari ini. - Astaga.
Maaf. Aku Jung Chan Seok, Manajer Penjualan di Zinmu Rijund.
Begitu rupanya.
Ini, Dokter.
Sampai jumpa lagi.
Apa ini?
Di mana Dokter Cha dan Si Young?
Mereka menyuruh kita pergi lebih dahulu.
- Ayo. - Baiklah.
Ayo.
Mungkin aku harus mendengarkanmu.
Aku harus menemui dokter.
Kamu mendengar denging di telingamu tadi?
Ya.
Bagaimana dengan sekarang? Kamu demam?
Entahlah.
Meskipun kusentuh dahiku, aku tidak tahu
apakah terasa panas atau dingin.
Sepertinya kamu tidak demam, jadi, itu bagus.
- Kamu tetap harus ke dokter... - Saat aku melihatmu tadi,
aku tidak yakin apakah kamu benar-benar ada di sana.
"Aku di sini."
Kukira aku mendengarmu mengatakan itu, tapi tidak yakin.
Tapi aku memercayainya.
Aku yakin kamu ada di sana.
Aku yakin
kamu akan mengatakan itu kepadaku.
Aku mengakuinya.
Aku membutuhkan bantuanmu.
Terima kasih sebelumnya.
Dengan senang hati.
Kurasa aku harus menyudahinya.
Kamu akan menemui dokter?
Ya.
Sampai jumpa.
Dokter Cha.
Semua akan baik-baik saja.
Telepon aku setelah menemui ke dokter.
"Simposium Anestesiologi dan Pusat Pengendalian Rasa Sakit"
"Rumah Sakit Universitas Gyeongseo"
"Ruang Tes Pendengaran"
Bagaimana hasilnya?
Aku ingin melakukan beberapa tes lagi.
MRI, CT otak, CT serebrovaskular, dan sebagainya.
Kamu mengerti maksudku?
Mari lakukan semua yang kita bisa.
Berapa sisa waktuku
untuk hidup sebagai dokter?
"Doctor John"
"Episode 10: Firasat Buruk Akan Sore yang Gersang"
Kamu memeriksa ponselmu tiap 30 detik.
Apa yang kamu lihat?
Kerja bagus hari ini.
Dokter Cha sudah pergi. Apakah ada masalah dengannya?
Aku tidak tahu persis.
Dia hanya bilang itu urusan pribadi.
Baiklah. Untuk menutup hari ini, mau pergi minum?
- Bagaimana menurutmu? - Ide bagus.
Kamu ketahuan. Kamu mengencani seseorang, bukan?
Siapa pria itu? Siapa dia?
Aku harus pergi. Sampai jumpa besok.
- Apa yang dia... - Dia pasti mengencani seseorang.
Benar, bukan? Aku harus mengikutinya.
Dokter Heo.
Ayo kita minum bir.
Ayo!
- Ayo. - Ayo.
Ayo.
"Simposium Anestesiologi dan Pusat Pengendalian Rasa Sakit"
Ayo makan. Aku lapar.
Dokter Cha, aku baru saja keluar.
Aku harus ke mana?
Rasanya luar biasa.
Berapa lama kamu berencana bekerja di rumah sakit ini?
Entahlah.
Aku akan tetap di sini sampai diangkat sebagai asisten profesor.
Asisten profesor? Aku tidak tahu kamu tipe akademis.
No comments yet. Be the first to leave one.