The first 200 lines.
Berita Sela. Sebuah kebakaran hutan terjadi di bagian selatan Provinsi Gangwon sekitar pukul 3 sore kemarin,
menyebabkan kerusakan parah selama dua hari.
Api telah menghanguskan sepanjang daerah pegunungan dan telah diketahui telah membakar…
Selain itu angin utara yang kuat menyebarkan api lebih cepat,
para pemadam kebakaran mengalami kesulitan memadamkan api.
[Mari kita berjanji untuk waspada terhadap kebakaran semak!]
Oh, itu Jin Seon Mi!
Dia hantu!
Dia hantu! Dia hantu! Dia hantu!
[Jin Seon Mi, enyahlah! Kau mengerikan! Sekolah ini hanya untuk manusia! Pergilah ke sekolah untuk hantu!]
Senang bertemu kalian! Selamat pagi!
Haruskah kita saling menyapa? Tolong berdiri.
Apa yang dia lakukan?
Aku tidak tahu. Kenapa dia seperti itu?
Dia pasti gila.
Satu-satunya murid yang bisa mendengarku cuma kau.
Kau murid yang baik!
Aku harus memberimu hadiah!
Pergi!
Anak-anak, kenapa—
Seon Mi, kau sedang apa?
Seon Mi, kau baik-baik saja?
Pergi.
Pergi.
Hei, kau mau pergi ke mana?
Ayo kita bergi bersama!
Mari ke sekolah dan belajar bersamaku.
Tidak mau!
Seorang murid harus belajar!
Kubilang pergilah!
Kau murid nakal! Kau harus dihukum!
Kau harus dihukum.
Pergi! Pergi!
Pergi!
Ahjussi, apa kau yang mengusirnya?
- Ya. - Bagaimana caranya?
Punyaku tidak bekerja.
Sayang sekali. Punyaku bekerja.
Ahjussi, kau pasti bukan manusia juga.
Agar kau tidak takut, mari katakan aku seorang peri.
Aku tidak takut padamu, Ahjussi. Aku takut pada makhluk tadi.
Kau pasti melihat makhluk-makhluk yang bukan manusia.
Aku mencari manusia istimewa sepertimu.
Kau
lolos!
Kenapa kau mencariku?
Karena aku ingin minta tolong padamu.
Kalau aku menolongmu, apa kau mau bertukar payung denganku?
Tentu! Kalau begitu kita sepakat sekarang, ya?
Tentu.
Kalau kau menyusuri jalan ini ke hutan, akan ada sebuah rumah kecil.
Saat masuk ke dalam, aku cuma perlu mengambil benda yang kubutuhkan.
Apa itu?
Sebuah kipas dengan nama cantik "Kipas Putri Besi."
Tahukah kau kebakaran di gunung timur sebelah sana telah berlangsung selama satu minggu?
Untuk memadamkan api, aku membutuhkan kipas itu.
Kalau kau mengambilkannya untukku,
aku akan menukar payung ini dengan payungmu.
- Kalau begitu, aku akan kembali. - Baiklah.
Kau memintaku untuk melakukan hal menjengkelkan.
Anak manusia.
Kau harus langsung keluar setelah mengambil kipasnya.
Apapun yang kau lihat, apapun yang kau dengar,
kau harus mengabaikannya.
Baiklah! Aku akan melakukannya dengan baik.
- Aku akan kembali! - Tentu!
Kau bisa mengambilnya sendiri. Kenapa menyuruhku?
Rumah itu sebuah tempat aneh yang tidak bisa dilihat oleh manusia
tapi hanya manusia yang bisa memasukinya.
Hanya manusia istimewa sepertimu yang bisa masuk.
Naiki tangga, di dalam kamar terakhir, seharusnya ada sebuah kipas.
Aku hendak membunuhmu karena mengira kau pasti seekor lalat, tapi kau manusia!
Hei Nak, siapa kau? Bagaimana kau sampai di sini?
Apapun yang kau lihat, apapun yang kau dengar,
kau harus mengabaikannya.
Kau pergi ke rumah orang lain dengan tangan kosong?
Kau tidak membawa oleh-oleh? Misalnya alkohol, hah?
Aku sungguh ingin minum alkohol.
Bahkan ada kudapan lezat di sini.
Tak mungkin bagi seorang anak untuk bisa melihat atau mendengarku.
Hei, kau menjatuhkan payungmu.
Bisakah kau mendengarku?
Jadi kau bisa mendengarku.
Kenapa kau datang kemari?
Kenapa kau membawa kipas itu di sakumu?
Seseorang meminta bantuanku. Seorang peri memintaku mengambilkan kipas.
Peri?
Apa dia tinggi dan punya kumis seperti ini? Dia bilang dirinya peri?
- Apa kau kenal ahjussi itu? - Aku kenal baik dengannya.
Tapi bagaimana seorang anak manusia sepertimu menjadi anak buahnya?
Aku bukan anak buah. Kami hanya membuat kesepakatan.
Kesepakatan? Kau membuat kontrak?
- Kontrak? - Tidak buat?
- Kau dalam masalah besar sekarang. - Kenapa?
Kau tidak tahu apa yang akan terjadi padamu jika kau keluar begitu saja sekarang.
Hal yang amat menakutkan mungkin menyerangmu!
Tidak boleh, tidak boleh.
Mari pergi keluar bersama Oppa. Oppa akan menjagamu.
Karena kita harus keluar, aku akan memakai sesuatu yang indah.
Sebelum kau pergi, matikan semua lilinnya.
Cepat matikan!
Coba kau lakukan.
Matikan saja semua.
Kau tak bisa mematikannya. Hanya aku yang bisa.
Sekarang ini, kau sedang meminta bantuanku?
Ya, anak manusia. Aku mohon. Hanya jika kau mematikannya, aku baru bisa keluar.
- Apa ini tidak berbahaya? - Tidak, tidak.
Kelima lilin itu adalah Gunung Lima Elemen.
Energi dari sana menahanku seperti ini!
Jika kau mematikan lilinnya dan membebaskanku, aku bisa menjagamu di luar sana. Paham?
Bagaimana dengan kontraknya?
Alangkah pintarnya dirimu, meskipun kau masih kecil.
Baiklah. Katakan persyaratanmu.
Lindungi aku.
Aku melihat makhluk yang amat mengerikan.
Kau melihat setan, ya?
Hidup itu sulit, bukan?
- Siapa namamu? - Jin Seon Mi!
Jin Seon Mi.
Aku adalah Sage Agung, setara dengan langit, Son Oh Gong.
Jika kau memanggil namaku saat kesulitan, ketakutan, atau dalam bahaya,
aku akan selalu muncul dan melindungimu.
Kalau begitu, kita buat sebuah kontrak.
Sekarang, singkirkan Gunung Lima Elemen menyebalkan itu untukku.
Apa aku sudah keluar?
Aku keluar. Aku keluar.
Aku keluar! Akhirnya aku keluar!
Rumahnya lenyap!
Ya. Penjara yang mengurungku benar-benar lenyap!
Kerjamu bagus, Jin Seon Mi! Aku harus mendapatkan alkohol lebih dulu sekarang.
Aku ingin minum bersamamu, tapi kau akan menolak, bukan? Kalau begitu—
Kau mau pergi ke mana? Kau harus berada bersamaku dan melindungiku mulai sekarang.
Ah, itu benar. Kita sudah membuat kontrak.
Pertama, bawa aku ke tempat aman.
Aku tinggal bersama nenekku.
Aku akan memperkenalkanmu padanya.
Tunggu, biar aku memikirkannya.
Kau tak mau pergi denganku?
Jin Seon Mi, kau kelihatannya sangat pintar.
Kau pasti tahu apa itu penjara.
Orang macam apa yang dikurung di dalamnya?
Orang jahat.
Lantas orang macam apa aku, yang dikurung di sana?
Apa kau orang jahat?
Ya. Aku akan memperkenalkan diriku. Aku orang yang luar biasa jahat.
Kalau kau jahat, kau tidak akan mematuhi kontraknya?
Meskipun aku tidak suka, kami tak bisa memutuskan kontrak yang kami buat dengan manusia.
Berdasarkan kontrak kita, ketika kau memanggil namaku, aku harus melindungimu.
Jin Seon Mi, apa kau ingat namaku?
Tentu! Namamu adalah—
Namamu… siapa namamu?
Kau takkan ingat namaku karena aku mengeluarkannya.
Aduh. Ingatanmu sudah pergi dan menghilang.
- Orang jahat! - Ya, sudah kubilang aku orang jahat.
Dan ada kabar yang lebih buruk.
Kau mungkin akan dihukum karena membebaskan orang jahat ini.
Hukuman macam apa?
Jangan terlalu takut. Semoga kau bertahan hidup.
Aku pergi sekarang.
Peri, tolong jangan pergi!
Kapan saja kau memanggil namaku, aku akan datang dan melindungimu.
Tentunya, kau takkan pernah bisa memanggil namaku.
Lagipula, Jin Seon Mi, aku bukan peri.
Aku… pokoknya, selamat tinggal!
Siapa namanya? Siapa namanya?
Ya, halo! Ini Agen Perumahan Hanbit.
- Ya, senang bertemu denganmu. - Senang bertemu denganmu?
- Ada yang ingin aku tanyakan. - Ya, Presdir akan segera datang.
Dia bilang akan memeriksa tempat ini hari ini, jika tidak ada masalah,
dia akan langsung menandatangani kontraknya.
Aku dengar Presdir Agen Perumahan Hanbit masih sangat muda,
tapi bagaimana bisa dia memiliki begitu banyak uang?
Aku juga tidak tahu begitu banyak mengenai masalah pribadinya,
tapi dia cukup terkenal dalam industri perumahan.
Dia pasti memiliki kemampuan yang baik?
Kemampuan bijaksana…
Indera keenam! Indera keenamnya bukan lelucon!
Siapa namanya?
Namanya sangat cantik…
Oh, dia sudah sampai!
Ini Presdir Agen Perumahan Hanbit, Jin Seon Mi.
Aku kira tepuk tangan tidak perlu.
Presdir, mereka pemilik gedung. Perkenalkan dirimu.
Ya. Halo.
Apa ini?
Tuan Lee Han Joo, berapa banyak orang di sini?
Satu, dua, tiga, empat, lima.
Enam?
Satu lagi muncul.
Ada lagi?
Aku mengerti mengapa mereka memasang tempat ini begitu murah untuk segera di jual.
Banyak bisnis yang gagal di sini, kan?
Beberapa rumor buruk pasti sudah terdengar,
tapi tidak ada hubungannya dengan gedung ini!
Aku akan membuat kontraknya.
Silakan periksa. Aku pikir ini sudah dilakukan dengan benar.
Presdir, semuanya sudah selesai. Mengapa kita tidak pergi?
Silakan pergi ke bawah lebih dulu.
Apa yang dia lihat?
Berpura-pura saja tidak melihatnya.
No comments yet. Be the first to leave one.