The first 200 lines.
Sekian lama telah berlalu,...
...aku masih merindukanmu.
Aku punya bukti dia buta.
Semua yang terjadi hari ini diatur oleh GM-ku.
Aku tak punya bukti. Jika memang harus, aku yang akan mengundurkan diri.
The Peak dan Big City selalu bersaing.
- Kenapa kami harus percaya padamu? - Kalau begitu, aku akan mengundurkan diri juga.
Fei Fei.
Kenapa kau begitu sentimen dengan Chen Yu Xi?
Biar masalah ini sampai disini.
Kuharap kau berhenti berbohong pada Yu Xi.
Kembalilah bekerja.
- Bos... - Kau takkan membuat masalah untukku. Aku membutuhkanmu.
Apa terpikirkan olehmu kalau kau salah menganggap sayang kakakmu sebagai cinta romantis?
Akhirnya sudah giliranmu untuk operasi transplantasi kornea.
Benarkah?
Bos, jangan begitu mudah menyerah seperti ini, oke?
Ayolah ke rumah sakit bersamaku.
Baik.
Ini bisa.
Kondisimu tidak begitu buruk.
Terima kasih, Dr. Wang.
Aku benar-benar tidak menyangka kau bersedia menerima perawatan.
Kukira kau hanya bercanda saat kau bilang kau akan memikirkannya.
Aku tidak ingin menjadi tidak berguna lagi.
Tidak masalah.
Setidaknya kau bersedia menerima perawatan.
William.
Jadi, apa hasil tes Bos oke?
- Oke. - Benarkah?
Baguslah, Bos.
Terima kasih, Dr. Wang.
William, aku perlu mengambil ini dulu.
Baik.
Halo?
Kau di Taipei?
Hari ini?
Kurasa ini bukan waktu yang tepat.
Coba kulihat apa bisa kuatur.
Maaf.
Baiklah, dah.
Yu Xi, siapa yang nelpon?
Itu Ya Ti, dia ada di Taipei.
Ya Ti?
Dia gadis yang membuat biskuit bentuk hati itu?
Jadi, kenapa dia bisa ada disini?
Aku memintanya untuk mengajariku membuat biskuit itu jika datang ke Taipei.
Dengan begitu, aku bisa membuatkannya untukmu kapanpun kau ingin makan.
Sepertinya perawat kita lebih antusias sekarang.
Tentu saja.
Tidakkah menurut kalian, kalian begitu beruntung menemukan...
...perawat yang begitu perhatian dan antusias?
Aku bahkan bersedia mempelajari ilmu baru demi memenuhi permintaan bosku.
Baiklah...
Baru dipuji begitu saja, sudah besar kepala.
Bagaimana kalau kau meminta Ya Ti untuk mengajarimu di rumah?
Bolehkah?
Terima kasih, Bos.
Bagus sekali.
Kalau begitu, kau pergi jemput dia dulu.
Aku harus ke kantor dengan William untuk mengurus sesuatu.
- Baiklah, kalau begitu aku menjemputnya sekarang. - Baik, dah.
Terima kasih, Bos.
- Hati-hati. - Baik.
Ya Ti...
Ada apa?
Tidak ada.
Hanya saja...
- ...aku merasa akrab. - Akrab?
Kau serius?
Kau pernah ke rumah bosku sebelumnya?
Belum.
Ayo masuk ke dalam.
Ini, apa sudah oke?
Aduk beberapa saat lagi.
Oke, aduk terus.
Baik, sekarang kau bisa menambah telurnya.
Telur? Oke, telur.
Sebentar.
Kau harus maengaduk telurnya di mangkuk lebih dulu.
Oke, sebentar.
Kutuangkan untukmu.
Bisa kita masukkan ke oven sekarang?
Masukkan.
Tutup.
Sudah matang.
- Cantiknya. - Eh! Hati-hati!
Pa... pa... panassss....
Panasnya.
- Kau tak pa-pa? - Tidak, kau?
Sudah.
Menakjubkan.
Bukan.
Sulit dipercaya.
Pertama kali buat biskuit langsung berhasil.
Aku memang cepat belajar.
Luar biasa.
Guru.
Menurutmu hasilku gimana?
Menurutku...
...kau melakukannya dengan baik.
Kau memang murid yang pintar.
Itu karena guruku pintar mengajar.
Menurutku kau pasti menjadi istri yang sempurna.
Bagaimana cara kita menemukan suami?
- Kau terlalu baik. - Sama sekali tidak.
Kau yang terlalu merendah.
Pacarmu pasti pria yang beruntung.
Aku tidak punya pacar.
Bagaimana mungkin?
Tak ada seorangpun yang pernah mengejarmu?
Bila berhubungan dengan cinta...
...bagiku hanya sebuah mimpi.
Sebuah mimpi yang takkan pernah bisa terwujud.
Kau ini cepat belajar, ya?
Mereka terlihat mirip...
...aku tak bisa menyebut yang mana satu buatanmu.
Tentu saja, aku takkan membiarkanmu tahu.
Bos.
Kau juga bisa jadi penilai.
Coba lihat apa kau bisa sebut yang mana buatanku.
Makan ini dulu.
Sekarang yang ini.
Yang pertama, Ya Ti yang buat...
...yang barusan dibuat oleh Yu Xi.
Apa ada bedanya?
Rasanya sama.
Kau hanya menebak, kan?
Benar.
Bahan dan resepnya sama, bagaimana rasanya bisa berbeda?
Rasanya sama bagiku.
Bos, coba satu lagi punyaku.
Coba rasakan apa memang benar berbeda.
Memang berbeda.
Yang ini buatan Ya Ti, bukan buatanmu.
Mengapa?
Sebenarnya salahnya dimana?
Jelas-jelas aku mempelajarinya dengan baik.
Jangan khawatir, kau sudah melakukannya dengan baik.
Yang kau butuhkan hanyalah latihan lebih banyak.
Baik, aku pasti terus mencoba.
Bos, kau tunggu saja.
Sudah larut, sudah waktunya aku pergi.
- Aku akan mengantarmu. - Tidak apa, aku bisa pergi sendiri.
Jika kalian luang, kapanpun disambut datang ke motel.
Baik.
Kau dan Bibi Juan seperti punya kekuatan sihir...
...setiap orang yang datang ke motel, pasti lebih rileks dan lebih ceria.
Kalian bisa membersihkan semua kekhawatiranku.
Protozoa juga bisa galau?
Bisa atau tidak, lihat saja dirimu sendiri.
Bos, apa bisa?
- Saat kita luang,... - Tentu bisa.
- Aku juga pingin melihat bunga lili harimau lagi. - Lili harimau?
Di motel kami, tidak ada lili harimau.
Sudah waktunya, biar aku mengantarmu ke halte bus.
Aku juga mau balik ke kantor.
Bagaimana kalau aku mengantarmu?
Kalau begitu, maaf merepotkan.
Ayo.
Bos, ayo masuk.
Bisa kau pergi ke suatu tempat denganku?
Bos.
Kenapa kau mau datang ke bioskop?
Kukira waktu itu kau pingin nonton film.
Kami berdua...
...seharusnya pergi nonton hari Minggu ini.
Bos.
Terima kasih.
Tn. Fang, semuanya sudah diatur untukmu.
- Terima kasih. - Lewat sini, silakan.
Silakan masuk, Tn. Fang.
Bos.
Kau membooking seluruh bioskop?
Bagaimana bisa hanya kita yang ada disini?
Karena kita menonton film horor.
Jadi, aku tak mau kau menakuti orang lain.
Mana ada.
Aku tidak sepenakut itu.
Ini yang terakhir.
Aku pergi cuci piring dulu.
- Mama Fang. - Yu Xi.
Bos, ibumu datang.
- Kalau begitu, aku mengisi administrasi dulu. - Baik, kau sibuklah dulu.
- Kau... - Aku datang untuk melihat kakaku.
Bukan untuk bertengakar denganmu.
Kakakmu di dalam.
Aku tahu, tak perlu kau bilang padaku.
Pegang yang baik.
Terima kasih, Bu.
Minum yang banyak, sup ini sangat baik untukmu.
- Enak? - Enak.
Hei.
Besok kau akan dioperasi...
...tapi baru sekarang beritahu aku.
Hingga aku tak punya waktu menyiapkan apapun...
...apalagi pamanmu pergi keluar negeri untuk urusan bisnis.
Bu, ini hanya operasi kecil.
Meskipun kecil, tetap saja operasi.
Bagaimanapun...
No comments yet. Be the first to leave one.