The first 200 lines.
Aku masih tidak paham apa yang terjadi.
Nam Joon. Apa yang baru terjadi kepada kita?
Maksud ibu, apa yang terjadi kepada ibu?
Ibu.
Dari mana gambar-gambar itu tiba-tiba muncul?
Tadinya tidak ada. Ibu sudah memeriksanya.
Ibu, kita dijebak San Ha dan Park Soo Ho.
San Ha tahu Park Hae Chul adalah ayah mertuanya
dan menyuruhnya menggambar itu di belakang kita.
Dia membodohi kita semua.
Ingatannya sudah kembali.
- Apa? - Dia membodohi kita bertiga.
Dia bekerja sama dengan Park Soo Ho.
Aku tidak akan memaafkannya.
Sudah kubilang kita harus menyingkirkannya.
Bisakah aku tinggal dengan Ayah dan Ibu sekarang?
Ya.
Kini kita bisa tinggal bersama.
Ibu tidak akan pergi ke mana-mana lagi, bukan?
Tidak, ibu tidak akan ke mana-mana.
Ibu tidak akan meninggalkanmu, Gun.
Ya...
Maaf sudah terlambat memperkenalkan diri.
Aku ayahnya San Ha, Oh Chang Soo.
Aku istrinya.
Kamu mengingatku?
Kami tinggal di lantai atas kediamanmu dahulu.
Tidak penting kamu ingat atau tidak.
Yang penting kini kita sekeluarga karena anak kita menikah.
Jemma cantik.
Jemma baik.
Namanya bukan Jemma melainkan San Ha.
Oh San Ha.
Benar juga.
Nama menantumu yang baik dan cantik adalah
San Ha.
Serta nama cucumu Gun.
Park Gun.
Kenapa kalian semua berdiri saja di sana?
Hae Chul dan San Ha pulang dengan selamat.
Kita harus merayakannya dengan besan kita.
Hati-hati.
Ibu, Ayah. Buka mata kalian saat kubilang, "Satu, dua, tiga."
Satu, dua, tiga.
Ini bunga hortensia.
Bibi Seul Ha bilang
ini bunga favorit Ibu
karena Ayah memberikannya saat kalian kali pertama bertemu.
Terima kasih, Gun.
Terima kasih, Nak.
Kapan San Ha
mendapatkan ingatannya kembali?
Hari pernikahan kalian. Kurasa saat dia terjatuh ke kolam.
Itulah alasan dia kabur dari aula pernikahan.
Dia bertemu dengan Soo Ho setelahnya
dan berkonspirasi untuk mengacau dengan obat demensia palsu
serta menghancurkan pameran Ibu hari ini.
San Ha.
Bedebah.
Lalu dia datang menangis kepada ibu,
bilang kamu dibawa pergi
dan kami harus menyelamatkanmu?
Apa kata ibu?
Sudah ibu bilang dia hanya memedulikan Soo Ho.
Omong-omong, Nam Joon, kita ada masalah lebih besar.
Jika ayah angkatku tahu aku menyamarkan San Ha sebagai Jemma
dan meneken kontrak dengan Aura Bio, tamatlah riwayat kita
karena melakukan itu tanpa persetujuannya.
Jika Soo Ho memanfaatkan ini
untuk menyerang balik dan melaporkan kita ke polisi,
ayahku pasti akan tahu. Kita harus bagaimana?
Sudah waktunya.
Ambil perhiasannya.
Bawakan perhiasan yang kamu janji akan kamu tukar
untuk utangmu sebesar 50 juta.
Tidak!
Kita tidak bisa mengirim Ibu kembali ke galeri setelah kejadian itu.
Lantas, kamu saja yang ambil.
Apa?
Ambil kartu keamanan
dan kalungnya.
"Kejayaan, Kehancuran, dan Kebangkitan"
Bawakan perhiasannya.
Mulai dari kalung 30 juta dolar
yang Ratu Josephine atau siapa pun itu kenakan.
Itu harga nyawa ibumu.
Hei, kamu tetap di sini.
Kamu nanti tertangkap kamera CCTV.
Pergi.
"Alarm dimatikan"
Ingat,
kami menyekap ibumu.
Jika mencoba berbuat bodoh,
Cho Ae Ra akan mati.
Penyakit Anda akan makin parah dengan cepat.
Pusing parah itu hanya efek samping.
Waktu dan ruang akan kacau.
Fokuslah.
Fokuslah, Nam Joon.
Tunggu.
Di mana Jemma?
Bukankah dia kemari
untuk membantu pameran Ibu?
Makanlah, Hae Chul.
Ini enak, Bu.
Maaf, Hae Chul.
Ayah minta maaf karena mengira kamu pembunuh
dan mengurungmu di gunung.
Semuanya sedang makan.
Mari bahas masalah serius nanti.
Kakek.
Aku memainkan peran penting dalam membawa Paman
pulang dengan aman.
Apa yang harus kulakukan ke depannya?
Astaga.
Kenapa kamu menanyakan itu kepada kakek?
Bukankah kamu tidak punya uang?
Tapi Soo Ho berjanji
jika aku sukses melakukan ini,
dia akan memberikanku keinginanku.
Biarkan aku memiliki galeri.
Apa itu?
Ibu kini terasing dan tidak akan bisa mengelolanya.
Tidak bisakah galeri diambil darinya dan diberikan kepadaku?
Itu milik yayasan ayahnya,
jadi, kita tidak bisa apa-apa kecuali mereka menyerahkannya.
Soo Ho. Bukan itu yang kamu janjikan!
Kamu tahu pameran ini
tidak akan sukses tanpaku.
Beraninya kamu mengeluh di depan kami.
Apa kamu lupa perbuatan jahat yang kamu lakukan
ke cucu sulung kami?
Itu...
Kenapa mengungkit masa lalu?
Astaga.
"Nam Joon"
Ada apa? Siapa?
Berikan kepada ibu.
Berani-beraninya kamu menelepon.
Kamu belum mengerti juga?
Jangan menghubungi putriku lagi.
Siapa itu?
Apa? Bukan apa-apa.
Silakan makan.
Jemma.
Apa dia dikurung di rumah San Ha lagi?
Apa dia diculik
keluarga San Ha lagi?
Aku harus pergi
dan menyelamatkannya dahulu.
Hei.
Ini sudah lebih dari sejam.
Kenapa Nam Joon lama sekali?
Dia juga tidak mengangkat telepon.
Hei. Sial.
Tikus itu membodohi kita.
Hei. Hubungi yang lain.
Dia mungkin pulang untuk menjemput ibunya,
jadi, suruh mereka menjaga ibunya.
Tikus itu.
Nam Joon belum kemari?
Apa maksudmu?
Kamu pergi ke galeri bersamanya untuk mengambil perhiasan.
Nam Joon
mencuri kalung 30 juta dolar itu
dan kabur sendiri.
Dia meninggalkan kami dan pergi sendiri.
Tidak, Nam Joon tidak akan melakukan itu
dan meninggalkanku.
Apa itu Nam Joon? Angkat.
Ini ayah angkatku.
Dia di Amerika, jadi, kenapa...
Itu pasti Nam Joon.
Itu masuk akal. Tentu saja, dia tidak akan kabur tanpaku.
- Biarkan dia masuk. - Aku akan pergi.
Ayah.
Ayah? Pimpinan Gold Asset?
Halo, Pimpinan.
Ayah, bagaimana Ayah tahu...
Lantas, orang-orang ini bawahan Ayah?
Kamu sudah dapat
50 juta dolar itu?
Maaf, Pak. Belum.
Maaf, Pak.
Ampuni aku.
Terima kasih
sudah membiarkan San Ha
bersama dengan kami malam ini.
Tentu saja.
Kalian pasti amat resah
sampai akhirnya putri kalian mendapatkan ingatannya kembali.
Dia boleh tinggal bersama kalian
sepekan, atau bahkan sebulan.
Astaga.
Gun.
Kenapa membawa tabung poster?
Karena aku paling bahagia
saat menggambar.
DNA memang luar biasa.
Dia menuruni kecintaan kakeknya
No comments yet. Be the first to leave one.