Release info

나를-사랑한-스파이-The-Spies-Who-Loved-Me-E25-E26-NEXT-iQIYI
나를-사랑한-스파이-The-Spies-Who-Loved-Me-E27-E28-NEXT-iQIYI
A Commentary by ANANG2196

Tags

other
Published on: 2020-12-10
Downloads: 16
Hearing Impaired: No

Indonesian subtitle preview

The first 200 lines.

Aku lebih membenci diriku.

Aku jijik dengan diriku sendiri.

Tapi aku tak bisa hidup seperti itu.

Itu sebabnya aku harus meninggalkanmu.

Maafkan aku.

Karena meninggalkanmu saat kau tak punya apa-apa.

Kurasa karena itulah aku membayar dosaku.

Tidak.

Kau tak salah.

Aku membayar dosaku.

Karena tak bersamamu sampai akhir...

Sayang...

Kau tak akan percaya apa pun perkataanku.

Jadi, pukul saja aku.

- Pergilah sekarang. Aku akan... - Hentikan.

Apa pun ini.

Aku ingin ini berhenti.

- Sayang. - Aku

bisa mengabaikan satu momen ini saja.

Jadi, hentikan.

- Lampiaskan padaku, jangan dia. - Diam.

Ini salahku, jadi...

Salahmu?

Jika ada masalah dalam hubungan kita bertiga,

maka ini sudah berakhir.

Enyahlah.

Kubilang pergi.

Ah-reum tak salah.

Sayang!

Kau tak perlu memukulnya. Biar kujelaskan.

Sudah kubilang jangan membohongiku.

Aku pandai berpura-pura tak tahu.

Mari selesaikan ini berdua.

Menyelesaikan ini?

Aku bisa menyingkirkanmu dari hidupku hanya dengan satu panggilan.

Tapi tak kulakukan karena aku memercayaimu...

Jadi,

aku memercayaimu...

Tapi apa yang kau lakukan untukku?

Sayang. Dengarkan aku. Bukan begitu.

Ah-reum, pergilah.

Jangan sebut namanya!

Jangan sebut namanya.

Jangan memerintahnya.

Kau bukan pemiliknya.

Aku tak pernah berpikir seperti itu.

Justru kau yang berpikir kau pemiliknya.

Kau gemetar seperti bocah yang mainannya direbut.

Jangan merengek lagi. Enyahlah, Pengecut.

Hentikan.

Kalian berdua!

Hei!

Kenapa mereka bertengkar di sini?

Kalian mengacau lagi di toko kami. Yang benar saja!

Bagaimana perasaanmu?

Melihat dua pria memperebutkanmu.

Kau bisa minum pil ini.

Aku mencurigaimu sekarang.

Kau dibayar untuk menyabotase tokoku?

Berapa bayaranmu?

Aku belum pernah melihat Derek semarah itu.

Dia menunjukkan sifat aslinya sekarang.

Dia tak memberitahumu bahwa dia mata-mata.

Kurasa dia memang seperti itu.

Kau tak menyadari apa yang terjadi dalam pernikahanmu.

Astaga. Ini semakin rumit.

Aku ragu saat kalian bertiga memutuskan bekerja sama.

Kau mengkhawatirkan Ji-hun setelah bebas dari penjara.

Katakan bagaimana perasaanmu kepadanya.

Aku tak punya perasaan apa pun.

Kejadian hari ini tak berarti apa-apa.

Sebelumnya aku merasa sedikit bersalah padanya,

kini aku merasa sangat menyesal.

Jadi, perasaanmu memuncak?

Sekarang jelaskan bagaimana itu bisa terjadi.

Pasti ada alasan dan penyebabnya.

Di satu sisi, ada Ji-hun. Lalu ada kau.

Kalian terjebak bersama.

Kalian berdua mulai menuruni bukit yang terjal, lalu dor!

Aku hanya perlu meluapkan emosiku.

Untuk apa kau melakukan itu?

Meski begitu, kenapa diluapkan dengan cara seperti itu?

Dari lubuk hatimu?

Aku mengerti perasaanmu terhadap Ji-hun,

tapi jangan sampai ketahuan.

Hidup ini damai saat Bos tak tahu

perasaan si pegawai terhadapnya,

saat istri tak tahu perasaan suami

atau ibu mertua tak tahu si menantu membenci kunjungannya.

Mengerti?

Bagaimana dengan Derek?

Ibu!

Kau sudah pulang.

Ibu sedang apa?

Bagus jika dipajang di sini, bukan?

Ibu sedang apa?

Kau berencana menyimpan ini di lantai?

Aku akan mengurusnya, jadi, letakkan.

Turunlah.

Belakangan ini, ibu sering bilang akan melakukan sesuatu,

tapi tak pernah dilakukan.

Apa kalian bertengkar?

Kau menang, bukan?

Jangan

ganggu Ah-reum.

Apa dia

tak tahu soal pekerjaanmu yang lain?

Tidak.

Dia agak lamban.

Bagaimana dia bisa menghasilkan uang?

Aku tak mau dia tahu.

Derek.

Menyimpan rahasia dari pasanganmu

sungguh melelahkan.

Ada apa?

Kau tak memercayainya?

Kau menikahi orang yang tak bisa kau percaya?

Pokoknya

jangan ganggu dia.

Itu ibu Derek.

Ibu.

Aku ingin berhenti melakukan ini.

Sayang.

Aku melihat ibumu pergi.

Apa ada sesuatu?

Dia ada rapat pagi

di sebuah hotel di Incheon, jadi, dia harus mengemudi ke sana.

Seharusnya aku mengantar dia.

Tapi...

Aku menjatuhkan bingkainya.

- Kau terluka? - Jangan bergerak!

Maafkan aku

atas kejadian tadi. Itu jelas terlihat mencurigakan.

Pasti ada yang mati, bukan?

Bukankah karena itu

kalian berdua menangis?

Ji-hun dan aku

sudah bercerai,

tapi kami berdua membuat kesalahan saat itu.

Serta itu meninggalkan luka.

Kenapa aku mendengarkan ini?

Aku tak perlu tahu detailnya.

Aku sudah disibukkan dengan pernikahan kita.

Itu saja...

Mari jangan membicarakan ini.

Aku akan melupakan

yang kulihat hari ini.

Kita harus membahas...

Jangan bergerak!

Tetap di sana.

Jangan bergerak.

Apelnya

tampak cantik.

Jangan melangkah maju.

Kau akan terluka.

["Jangan melangkah maju. Kau akan terluka."]

[Kurasa aku tak akan melupakan kata-kata itu.]

Teruslah mencari tahu.

Periksa sumbermu di Taiwan juga.

Secepatnya.

Kau baik-baik saja?

Masih sakit.

Hei, Young-gu! Kau baik-baik saja?

Lihat dirimu. Kau dihajar habis-habisan.

Pak Kepala, aku ditusuk di sini.

Siapa yang melakukan ini padamu?

Para berandalan sialan itu. Kau baik-baik saja?

Kurasa dia baik-baik saja.

Dia bahkan meminta persik putih, bukan yang kuning.

Itu sekaleng persik putih? Bukan kuning?

Ini langka.

Jangan menumpahkan sarinya.

Tapi itu milikku.

Kau ditikam di mana?

- Di mana? - Di sini.

Hei!

Apa yang kau lakukan di sini?

Pak Kepala, tak apa-apa.

Kang yang menjebak Ji-hun atas segalanya.

Maaf.

Kenapa dia melakukan itu?

Kenapa kau tak memercayaiku?

Tunggu sebentar.

Kau berhubungan dengan Ji-hun selama ini?

Apa itu penting sekarang?

Aku tahu mata-matanya Pak Kang sebelum yang lain.

Jika tidak, Ji-hun bisa dipenjara

atas kejahatan yang tak dia lakukan.

Benar. Young-gu memainkan peran penting.

Maafkan aku, Seo-ra.

Jika bukan karena aku, kau bisa menangkap Doo-bong.

Tak usah dipikirkan. Aku akan segera menangkapnya.

Akan kuhajar habis-habisan.

Tidak, jangan lakukan itu.

Biarkan Ji-hun yang berkelahi.

Pak Kepala.

Mari bentuk tim dan pekerjakan Ji-hun lagi.

Itu masa sulit bagi Ji-hun.

Berikan dia pelukan.

Kau mau?

Comments

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left