The first 190 lines.
Sejauh yang aku ingat, orang-orang selalu mengatakan hal yang sama tentangku.
Sampah.
Tidak ada gunanya.
Tidak berguna.
Aku lahir dan dibesarkan di daerah kumuh.
Orang tuaku tidak bekerja bahkan tidak peduli aku makan atau tidak.
Ketika aku lapar, aku mencuri, atau merampas.
Selain membunuh, aku akan melakukan apa saja.
Aku tidur ketika aku ingin,
dan terbangun kapan pun aku mau.
Aku bebas.
Aduh.
Hei, kalau jalan lihat-lihat!
Seekor landak jalanan, ya?
Sampah.
Tolong, ampuni aku.
Sudah cukup.
Siapa kau?
Bebaskan saja kehidupan
yang selalu berubah
Tanpa adanya kenyataan,
masih belum kulakukan
Sudah sifatku ingin femes
semua rumor pun ku terima
Tujuan awalku sudah tuntas
tapi ingin kulihat kelanjutannya
Mayat yang terbengkalai ini
gunakan lalu dibuang
Biar kuperkenalkan namaku, catat baik-baik di otakmu!
Aku tak butuh taktik kemenangan
karena hampir keseluruhan bergantung keberuntungan
Aku juga siap memberi jawaban, apakah ini langkah yang tepat?
Di sini, di tengah-tengah lingkaran satan
Tradisi lembur para budak korporat
Bangunlah, Banker!
Cepat bayar aku
Satu baris, satu jotosan
Jawab dengan fantasimu
Berdirilah, orang-orang terfavorit
Ampunilah
Kejahatanku di masa lalu
Hukumlah diriku
dengan hukuman yang pantas
Bimbinglah diriku
Jika memang pantas diselamatkan
Aku ingin melihat
keindahan dunia ini melalui orang yang kucintai
Hari ini indah seperti biasa
besok pikir belakangan
teruslah mengembara
dalam kecemasan tubuh fana ini
Semua yang terpancar hampa
dalam sekejab mata akan berubah
Sorakan itu terdengar
dengan jelas dan fana.
Murid & Guru
Kita tidak akan menemukan arus yang ke luar dari pulau, jadi tak perlu menelusuri pantai terus.
Terik matahari dan pasir yang panas akan membuat kita lelah.
Berhentilah selalu merasa benar!
Itu adalah ide terbaik yang akan muncul dari orang bodoh sepertiku.
Ada serangga dan monster di hutan.
Kita bisa mengalahkan mereka dengan bekerja sama.
Sekarang aku tahu kau seorang wanita, aku ingin menghindari bahaya.
Sudah kuputuskan aku benar-benar ingin menikahimu.
Terlalu cepat untuk itu dalam banyak hal.
Kita harus meninggalkan tempat ini hidup-hidup sebelum kita mulai berpikir tentang pernikahan.
Mari kita bermain aman, meskipun itu membutuhkan waktu lebih lama.
Kita akan menghindari pertempuran sebisa mungkin.
Kehati-hatianmu akan membuatmu menjadi suami yang baik.
Hah?
Apa? Siapa?
Dia baru saja jatuh dari langit...
Hutannya... jadi berisik. Itu tidak biasa.
Aku melihat banyak mayat Soshin.
Juga tidak biasa.
Apa kalian yang melakukannya?
Ia berubah menjadi seorang pria.
Itu jelas monster. Kita harus lari.
Kenapa melarikan diri?
Hah?
Tidak ada gunanya.
Bukan berarti itu penting,
tapi bukankah itu mengganggumu ketika segala sesuatunya tidak seperti biasanya?
Aku sendiri tidak menyukainya.
Heh, kau bergerak dengan baik untuk ukuran manusia.
Kau cepat sekali untuk ukuran manusia.
Nurugai-san!
kita akan berlari sesuai aba-abaku.
Jangan berpikir untuk mengalahkannya, lari saja.
Oke.
Aku tidak punya banyak stamina, tapi...
Aku bangga dengan kecepatan pedangku.
Oh?
Sekarang!
Kau merobek bajuku.
Sungguh mengerikan.
Eh?
Gu...
Guru!
Lari, Tenza!
Ya, Guru!
Siapa dia?
Yamada Asaemon Shion.
Dia guruku.
Dia buta.
Tapi dia tetap berlari dengan lancar.
Dia tampaknya "melihat" dengan menggunakan bau dan suara.
Kita sudah cukup jauh.
Nurugai-ku... eh maksudku,
Nurugai-san, karena guru ada di sini, kita akan baik-baik saja.
Bagaimanapun, aku berhutang nyawa pada Shion-san, dan dia mengajariku menggunakan pedang.
Tameshi-itto-ryu Peringkat 4 Yamada Asaemon Shion
Beliau sangat luar biasa lho-
Kau terlalu mengandalkan kecepatanmu, pada akhirnya gerakanmu jadi ceroboh.
Seranglah kepala atau kaki terlebih dahulu saat menghadapi lawan seperti itu.
Aku juga bisa mendengar betapa suam-suam kuku seranganmu.
Setiap serangan harus dilakukan dengan hati-hati.
Aduh!
Bahkan di situasi seperti ini kau masih bertindak seperti guru.
Aku sebenarnya agak lega.
Kau masih menyelesaikannya dengan lemah seperti biasanya.
Dasar. Aku senang kau baik-baik saja.
Karena terakhir kali aku melihatmu ada di kapal.
Apakah kau sebegitu khawatirnya?
Ngomong-ngomong, Guru. Apa yang telah kau lakukan sendirian?
Aku sudah menyelesaikan tugasku dan akan menuju perjalanan pulang.
Tidak dapat menemukan arus yang menjauh dari pulau,
Aku terus mencarinya.
Sama seperti kita.
Aku menemukan apa yang tampak seperti arus yang mengarah keluar hanya di satu tempat, tapi...
Aku mendengar suara dan mendeteksi kehadiran yang tidak pernah kualami sebelumnya.
Menyadari bahwa ada batas-batas tertentu yang bisa dicapai oleh seorang tunanetra sepertiku,
Aku mencari orang lain yang juga sedang akan pulang.
Tolong antar kita ke sana.
Bersama-sama, kita bertiga bisa melakukan sesuatu.
Mungkin.
Tapi pertama-tama...
Apa yang kau lakukan, Guru?
Giliranmu untuk menjelaskan.
Kenapa kau melindungi seorang penjahat?
Kau diperintahkan untuk mengeksekusi penjahat dengan segera
jika mereka melanggar peraturan atau terjadi hal yang tidak diharapkan.
Itulah yang aku lakukan.
Dia mencoba merayuku.
Jadi aku mengeksekusinya,
setidaknya tanpa rasa sakit.
Kau tampaknya membantu penjahat ini. Jelaskan alasannya.
Tergantung pada jawabanmu, eksekusi mungkin akan dilakukan.
Anak ini tidak melakukan kejahatan.
Aku sudah hafal sebagian besar isi daftar itu.
Aku tahu keadaan para penjahat.
Tapi zaman kita hidup menentukan apa itu kejahatan, Tenza.
Yamada Asaemon adalah pedang yang diayunkan dari waktu ke waktu.
Tidak masuk akal jika pedang memilih siapa yang ditebasnya.
Di atas segalanya, kau melanggar aturan tersebut
ditafsirkan sebagai pengkhianatan yang dilakukan oleh seluruh klan Yamada.
Tindakan satu orang bisa mengancam seluruh klan.
Tapi kau mengajariku cara menggunakan pedang.
Ketika aku masih menjadi gelandangan,
kau menerimaku, meskipun kau tidak berkewajiban.
Karena aku merasakan adanya akal dan potensi dalam dirimu.
Maka aku pun demikian.
Aku merasakan adanya potensi di dunia di mana anak ini bisa hidup dengan bebas.
Kau telah berbicara seperti pria dewasa.
Karena ajaranmu.
Selain itu, aku tahu kau orang yang baik.
Aku tahu kau akan mendengarkanku jika aku berbicara dari hati.
Aku tak mengerti kenapa kau mau membantu orang.
Jika kau bersikeras.
Tuh kan!
Lihat kan? dia benar-benar orang yang baik!
Uh, ya.
Tapi, masalah ini masih di ajukan
Jika melindungi gadis ini akan mengancam klan Yamada atau bahkan mengancammu...
Saat itu...
Ada apa?
Gadis? Tak kusangka kau mengetahuinya.
Tentu saja tahu lah.
Aku punya mata yang bagus untuk menilai seseorang.
Kau suka banget candaan seperti itu.
Salam kenal, Guru.
Salam kenal, Nurugai.
Tapi kau tak perlu memanggilku "Guru."
Aku tidak mengajarkan apa-apa.
Jangan buang waktu untuk memeriksa arus yang kau temukan ini.
Pelankan suaramu.
pergi diam-diam serta berhati-hati.
Ancaman terbesar yang kita hadapi saat ini adalah monster itu.
Itu tidak mungkin manusia.
Kita harus mempertimbangkan bagaimana cara meresponnya jika ketemu dia lagi.
No comments yet. Be the first to leave one.