Kenapa Harus Bule?

Kenapa Harus Bule?

Download Indonesian Subtitle

Release info

Kenapa Harus Bule 2018 WEB-DL FHDOnline,xyz
A Commentary by Doyan_Nonton

Tags

Web-DL
web-dl
web
WEB-DL
HD
Published on: 2019-03-04
Downloads: 17
Hearing Impaired: No

Indonesian subtitle preview

The first 200 lines.

Tapi aku gak boleh putus asa!

Cinta sejati dalam hidup aku!

Ayah dari anak-anak aku!

Aku mau kenalin pacar aku nih...

Ini Andrew.

Andrew, ini...

...cewek-cewek.

- Hai. - Hei.

- Hai, aku Sha. - Hai, aku Andrew.

- Senang berkenalan... - Sama-sama.

Itu teman-temanmu?

Gak aku anggap teman juga sih. Mereka itu kan ayam.

Aku bukan.

Ok.

Sudahlah, Pipin.

Kita kan gak punya komitmen apa-apa.

- Cabut yuk, Sayang. - Aku harus pergi, Pipin.

Aku lagi...

...pengen! Ngerti, 'kan?

Nggak! Kamu gak bisa perlakukan aku seperti sampah!

Antar aku pulang!

Mak!

Andrew...

"Minder", Mak...

Selamat datang di Bali.

Hari baru! Hidup baru...

Dan aku seneng banget, Mak!

Udah waktunya deh!

Jangan berburu bule lagi di klab!

Dan jangan berburu bule lagi di Minder atau sejenisnya!

- Kak? - Apa?

Ya ampun.

Ya ampun.

Cantik.

- Halo, Gorjes. - Aw, terima kasih.

Maaf. Maksud saya dia.

- Mau nongkrong bareng nanti? - Nggak. Tapi terima kasih.

Terserah deh.

- Halo, Semuanya. - Hai, apa kabar?

- Maaf, saya terlambat. - Hai, Ben. Tidak apa-apa.

Ini temanku, Pipin. Pin, ini Ben.

Hai, Ben. Apa kabar?

Apa kabar, Pipin? Sudah lama...

Ben dari Melbourne, Australia. Dia pemilik restoran ini.

Dan banyak bisnis lainnya.

Tak semuanya milikku juga.

- Dan dia rendah hati banget. - Cuma jujur aja.

Sepertinya aku kenal kamu deh. Kamu mengingatkanku pada seseorang.

Siapa?

Ya sudahlah.

Sebentar ya. Aku segera kembali.

Itu bule?

- Maaf. Arik, bisa bicara sebentar? - Ya, boleh.

- Sebentar ya. - Baik.

Aku sama sekali gak terlihat seperti bule.

Jakarta kota macet.

- Ya, begitulah... - Jadi, kamu pindah ke Bali?

Bali tempat yang bagus.

- Teman-teman, ini Gior... Giordano! - Gianfranco Battaglia.

- Ya, maksudnya itu. - Gianfranco Battaglia.

Silakan duduk.

- Jadi, Pipin... - Ya?

- Sebaiknya aku pergi. - Baiklah.

Jangan lupa, hubungi aku ya. Sampai jumpa lagi, cantik.

Sampai jumpa...

Sampai jumpa.

- Maaf, ya. - Ya, ampun. Bule kampungan!

Kamu gak akan hubungin dia, 'kan?

Gak tau juga ya. Berteman aja gak apa-apa, 'kan?

- Gak boleh! - Mak!

Maaf ya. Dia tiba-tiba datang dan memperkenalkan diri ke aku.

- Gak apa-apa. - Terima kasih.

Punya teman baru gak apa-apa, 'kan?

Lagian ini tempat baru untukku.

Ya. Tentu.

Terima kasih.

- Makan yuk. Aku lapar. - Baiklah.

- Mau tambah pesanannya? - Baiklah.

- Pin? - Oh, Buyung...

- Buyung? - Hai.

- Hey, Donna. - Apa kabar?

Baik.

- Buyung? - Jadi, ini Pipin?

- Senang berkenalan, Pipin. - Sama-sama.

Aku harus periksa kipas dapur. Sampai jumpa.

Buyung?!

Maaf. Ini hanya rambut palsu.

Ya ampun.

Ya ampun.

Sudah hilang.

Astaga.

Tunggu.

Itu sebenarnya rencana yang sangat konyol.

Dasar kalian.

Astaga.

Donna?

Kamu tahu? Aku tahu apa masalah sebenarnya.

- Apa? - Kamu merasa bule itu lebih hebat!

Ya, Gianfranco?

Iya dong, aku sekarang ingat namamu.

Iya, maaf ya, aku gak bisa ketemu hari ini.

Besok? Di depan Uma Seminyak? Baik. Jam satu siang ya?

Ok deh. Sampai besok ya. Sampai jumpa.

Hai, Seksi.

- Kamu terlambat! - Maaf, aku sibuk.

Ada kerjaan. Kamu cantik sekali.

- Kamu ingin minum kopi atau makan? - Makan?

Aku lapar banget. Yuk makan.

Baiklah. Makanan apa?

Di sini masakan Italia-nya enak banget.

Wanita lebih dulu.

- Kamu baik-baik saja? - Ya.

- Ayo, cerita! - Cerita apa?

Ayolah, aku tahu kamu banget.

Ya... Aku suka Pipin. Dia spesial.

Dia tahu apa yang dia mau. Bule.

Dangkal banget rasanya menilai seseorang dari warna kulitnya.

Gak kok, aku rasa dia gak dangkal.

Gini aja...

- Siapa tahu, 'kan? - Ya, begitu sih rencananya.

Terima kasih. Biar aku yang bayar, Sayang.

Aduh! Dompetku ketinggalan, Sayang.

Maaf, tadi aku terburu-buru gak sabar ketemu kamu.

Aku lupa bawa uang.

Kamu bisa bayarin dulu? Kamu punya uang, 'kan?

- Tolong talangi dulu, nanti aku ganti. - Baiklah.

- Tenang aja, nanti pasti aku ganti uangmu. - Baik.

Maaf aku lupa.

Pelayannya sudah menunggu tuh. Udah gak apa. Berikan saja semuanya.

- Tapi aku... - Sekalian kita kasih mereka tip juga.

Itu cukup. Ayo, kita pulang.

Aku ingin ajak kamu melihat vilaku.

- Bawa tasmu, ayo. - Baiklah.

- Ayo, Sayang. - Baik.

- Selamat datang di vilaku. - Ini vilamu?

Ya, salah satu dari tujuh vilaku.

Aku tinggal di sini sementara sebelum ada penyewa.

Bagus banget.

Aku hanya tinggal mencari seorang wanita untuk menjadi ratu di istanaku.

Mari kita bercinta.

Tunggu. Aku gak bercinta.

Apa maksudmu gak bercinta?

Aku gak mau... Lagipula ini kan kencan pertama kita.

Aku suka itu. Kamu bukan wanita murahan.

- Aku suka wanita yang tak murahan. - Aku tidak...

- Sebentar. - Baiklah.

- Permisi sebentar. - Baiklah.

Halo?

Halo, ya?

Aku gak bisa dengar suaramu.

Sinyal di sini jelek.

Maaf, Sayang... Aku lupa.

Sepuluh menit lagi aku ada rapat dengan mitra bisnisku.

Wanita itu... Pria itu akan datang. Kamu bisa pulang dengan taksi, 'kan?

- Kita bertemu lagi besok, ya? - Ya.

Maaf, ya.

- Besok? - Ya. Hati-hati di jalan.

- Baiklah. - Sampai jumpa.

Gianfranco... Sayangnya dia harus rapat.

Pria itu? Wanita itu?

Aku jatuh cinta, Mak!

- Terserah. - Berbahagialah untuk aku, Mak.

Jadi, kencan yang sempurna lah yaa.

Purse (dompet untuk perempuan)

Wallet (dompet untuk laki-laki)

Iya, itu.

Sayang, aku lapar.

Baiklah, ayo kita pergi makan.

Aku tahu restoran terenak di Bali. Kita ke sana.

- Restoran terenak? - Ya, makanannya paling enak. Ikut aku.

Makanannya terenak?

Ini makanan terenak di Bali.

Ayo makan!

Makanan ini bersih?

Jangan sombong. Kalau aku bisa memakannya, kamu juga bisa.

Baik, sampai nanti, Buyung.

- Siapa itu? - Temanku.

Kamu gak pacaran dengan pria lain, 'kan?

Nggak. Ini teman kecilku.

Aku akan marah sekali kalau kamu pacaran dengan pria lain.

Aku ingin pacarku berkelas.

Nggak, Gianfranco. Dia cuma temanku.

- Jangan permainkan hatiku. - Enggak kok.

Itu baru pacarku. Makanlah.

Halo, Gianfranco. Ya?

Aku butuh bantuanmu. Kamu bisa kemari?

Tapi aku sudah ada janji hari ini.

Kamu pacarku, 'kan? Aku butuh bantuanmu.

Kamu mencintaiku, 'kan?

- Kamu baik-baik saja? - Enggak.

Baiklah, aku akan ke sana.

Kamu menyuruhku datang untuk ini?

Sayang, jangan buat aku memohon. Aku ini pria.

Gak bisa melakukan pekerjaan rumah tangga.

Aku harus minta tolong pada pacarku.

Kamu gak punya pembantu?

Mereka semua pemalas. Orang Indonesia semua pemalas!

Aku tak mau buang uang untuk orang-orang pemalas.

Hei, jangan menghina bangsaku.

Sayang, kamu ingin menjadi istriku, 'kan? Sebaiknya berlatih dari sekarang, 'kan?

Kenapa Harus Bule? subtitles in other languages

Comments

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left