The first 200 lines.
Bisakah kita berciuman?
Tentu.
Aku pulang.
Selamat datang kembali. - Ya, aku kembali.
Selamat datang kembali.
Aku lelah.
Ini pasti hari yang melelahkan. - Aku sangat lelah.
Hei.
Aku pulang.
Benar juga. Astaga.
Maafkan aku. Selamat datang kembali.
Kenapa kamu melamun?
Bukan apa-apa. Kamu pasti lelah.
Kamu mau kopi?
Terima kasih.
Kamu mengambil foto yang bagus?
Aku belum yakin.
Apa itu lolos inspeksi? - Ya.
Minami. - Ya.
Bisakah kamu mengantarkannya untukku hari ini?
Baiklah. - Terima kasih.
Aku akan keluar sekarang.
Baiklah.
Rambut keriting, enam halaman, oleh Sugisaki Tetsuya.
Dia menangkap alam.
Baiklah.
Mi, so.
Jangan mengintip.
Pak, berikutnya.
Pak Guru bersikap sangat aneh hari ini.
Seorang gadis.
Dia pasti punya pacar sekarang.
Dia dicampakkan?
Dia punya pacar - Dia punya pacar
dan dicampakkan. - dan dicampakkan.
Baik, buat musik untuk itu.
Apa? Itu mustahil. - Apa? Itu mustahil.
Bagaimana caranya? Tidak bisa. - Bagaimana caranya? Tidak bisa.
Itu memang berhubungan dengan seorang gadis.
Bukankah ini kompetisi piano yang diadakan Aula Harmoni?
Kamu bisa ikut?
Ikut kompetisi sebesar itu?
Jika menang,
kamu akan menjadi pianis di Orkestra Boston.
Tapi sepertinya partisipannya harus direkomendasikan.
Aku akan merekomendasikanmu.
Universitas kami merekomendasikan tiga murid.
Kamu bisa menjadi salah satunya.
Kamu terlalu menyanjungku.
Tentu saja kamu menginginkannya,
tapi kurasa ini kesempatan bagus.
Apa kamu punya masalah dengan seorang gadis?
Apa?
Apa maksudmu?
Aku akan memeganginya untukmu.
Maafkan aku.
Jalan perlahan.
Baiklah.
Hati-hati di jalan.
Filmnya.
Tunggu sebentar!
Maafkan aku!
Tunggu!
"Episode 7"
Maafkan aku!
Aku sudah menelepon perusahaan bus.
Mereka belum menghubungi bus itu,
tapi aku sudah memberi tahu mereka.
Mereka akan menghubungiku saat bus itu kembali.
Tunggu sebentar.
Aku akan ke perusahaan bus. - Berhenti.
Sugisaki.
Itu seharusnya cukup.
Tidak ada di sini, bukan?
Aku juga sudah memeriksanya tadi.
Aku sungguh minta maaf. - Tidak apa-apa.
Terima kasih. - Sama-sama.
Bus yang berbeda.
Aku masih ingin memeriksanya. Maafkan aku.
Selamat datang.
Hai.
Selamat datang.
Hei.
Minami.
Momo, ada apa?
Aku mencium aroma lezat.
Aku pesan ramen dan pangsit.
Baik.
Tidak, aku tetap harus menelepon.
Halo?
Ini aku.
Maksudku...
Ini aku. - Tidak. Maksudku, aku...
Ini aku.
Shinji?
Ya.
Bagus.
Apa?
Kukira kamu tidak akan menghubungiku lagi.
Kenapa?
Karena kamu tidak pernah menelepon.
Kukira kamu mempermainkanku.
Bagaimana mungkin?
Benarkah? - Itu benar.
Begitukah?
Ya.
Ryoko.
Katakan hal lain.
Ya.
Aku ingin mendengar suaramu lagi.
Ya.
Kehilangan film memang sangat buruk.
Aku sungguh payah.
Kamu dipecat?
Apa kita kembali menjadi Klub Kegagalan?
Aku juga tidak bekerja belakangan ini.
Kegagalan Bersaudari.
Maafkan aku.
Ini pangsit kalian. Selamat menikmati.
Momo, boleh aku menginap di rumahmu malam ini?
Tentu, tapi kenapa?
Sesuatu terjadi.
Apa yang terjadi?
Ada apa? Ada apa? Apa?
Benar.
Kamu malu bertemu dengan Sena.
Astaga, kamu sangat sensitif.
Aku sangat sensitif tentang masalah antara pria dan wanita.
Jadi...
Apa yang terjadi?
Bukan apa-apa.
Apa kalian berdua melakukannya?
Benar.
Sudah kuduga.
Kalian berdua lajang dan tinggal bersama.
Bagaimana bisa tidak terjadi apa-apa di antara kalian berdua?
Selain itu, bahkan tanpa sadar,
kamu terkadang merayu pria.
Tidak mungkin. Benarkah? - Itu benar.
Benar, bukan?
Kamu pikir kamu tidak punya pesona, bukan?
Tapi kamu memancarkan pesona feminin.
Tidak mungkin. Benarkah?
Itu benar.
Kapan kalian berdua melakukannya?
Begini...
Tidak, kami tidak melakukannya.
Apa? - Bukan itu yang terjadi.
Apa kalian berciuman?
Bagaimana kamu tahu?
Omong-omong,
kamu tidak bisa menginap malam ini?
Kenapa?
Sayang akan datang malam ini.
Sayang?
Aku pulang.
Selamat datang.
Terima kasih.
Ini untuk menyambutmu kembali.
Aku pulang.
Cuacanya bagus sekali hari ini.
Ini seperti hari yang cerah di awal musim dingin.
Lebih tepatnya hari yang cerah di musim hujan.
Itu tampak lebih panas.
Siapa dia?
Siapa itu?
Aku akan membuka pintunya.
Halo.
"Halo"?
Bagaimana kamu bisa datang ke sini?
Kamu bahkan mencuri Ryoko dari Sena.
Mencuri?
Itu terdengar buruk.
Selamat malam.
Selamat malam.
Kamu tidak masuk?
Bolehkah?
Tentu, kenapa tidak?
Silakan masuk.
Permisi. - Ada apa dengan wajahmu?
Sesuatu terjadi.
Dia memukulku.
Kamu mau mandi? Lupakan saja.
Tidak perlu.
Astaga, apa yang bisa kakak katakan kepadamu?
Kakak merasa sangat malu.
Kamu sudah dewasa.
Kamu bahkan diusir dan tidak punya tujuan.
Kamu punya uang?
Dia mengelola uangnya.
Kak Minami, aku...
Ada apa?
Aku selalu gagal di saat yang krusial.
Aku tidak punya pekerjaan selama lima tahun.
Akhirnya aku dapat pekerjaan
dan aku bahkan berniat menghabiskan hidupku dengannya.
Namun, aku jatuh cinta kepada Ryoko
saat ini.
Kamu serius?
Tentu saja.
No comments yet. Be the first to leave one.