The first 183 lines.
Kita tak pernah tahu kejutan hidup.
Benar.
Aku heran kita diizinkan berkunjung,
tapi mungkin usulan tutor sihir itu akan dipertimbangkan.
Kekuatan nepotisme memang hebat!
Bukan begitu.
Penyihir Kerajaan sepertinya tertarik padamu.
Sihir apa yang kau pelajari belakangan ini?
A-Ori.
Wah! Kucing! Itu kucing, ya?
Awalnya transparan,
tapi kini bisa kubuat putih atau belang tiga.
Ini sungguhan air?
Ya.
Sihir benar-benar misterius.
Tapi gerakannya masih kaku.
Aku mau menelitinya sampai bisa mengeong.
Oh, begitu, ya.
Kau sesuka itu pada kucing?
Tidak...
Kenapa tak pelihara yang asli?
Tak bisa!
Aku tak bisa kerja kalau ada kucing!
Dengan kekayaan keluarga Gurion,
kita bisa kumpulkan kucing lucu dari seluruh dunia.
Kami punya aturan "dilarang memelihara hewan".
Gawat kalau kau tersandung nanti.
Tapi aku sudah tak apa-apa sekarang.
Lagipula, Tina penyuka anjing.
Begitu.
Kau sungguh memikirkan keluarga.
Terima kasih, Ayah.
Tentu saja.
Lalu, bagaimana kalau pelihara kucing di luar?
Iko bilang padaku.
Punya kucing simpanan itu simbol status.
Tapi norak kalau dibawa ke rumah.
Kita benar-benar bicara soal kucing?
Pelayan itu benar-benar...
Putri Mirika juga bilang begitu.
- Tuan Putri juga? - Ya.
- Jadi ini soal kucing... - Kucing!
Pelihara kucing di luar...
Ide bagus juga.
MENUJU ISTANA KERAJAAN
Salam, Tuan Gurion.
Putri Resha.
Terima kasih atas sambutannya.
Salam kenal. Saya Kunon Gurion.
Sebuah kehormatan, Tuan Putri.
Ini Putri Kedua, Resha.
Berilah salam dengan sopan.
Anda calon kakak ipar saya!
Senang bertemu dengan Anda!
Salam kenal, Kunon.
Saya Resha Huglia.
Saya sudah dengar soal dirimu dari Mirika.
Omong-omong, kau bawa kucing?
Lucunya!
Ini...
Saya tak sadar sama sekali.
Itu sihir.
Kucing itu sudah pergi.
Lebih hebat dari rumornya.
Fana sekali.
Akan saya antar Kunon ke Menara Hitam.
Silakan.
Saya akan menemui Yang Mulia.
Kau pulang naik apa?
Aku pulang nanti saja.
Aku ingin bertemu Putri juga.
Begitu. Akan kusiapkan kereta kuda,
- jadi santai saja. - Baik.
Aku sudah pesan restoran tempat Ayah merayu Ibu dulu.
Iya, iya! Bersenang-senanglah!
Wah.
Menara Hitam ada di seberang istana.
Bisa jalan kaki?
Ya, tak masalah.
Kalau begitu, dengarkan sambil jalan.
Soal esensi penyihir?
Aku masih pemula, jadi bukan itu...
Interpretasi baru Sihir Berlapis?
Tunggu, menerapkan teori lama ke yang baru?
Atau teori baru Lingkaran Sihir 3D dan Miring?
Tunggu, tunggu!
Aku tak bisa bahas hal rumit sambil jalan!
Baiklah.
Keluarga Kerajaan Huglia punya tujuh pangeran dan sepuluh putri.
Mirika sudah bilang, kan?
Rasio perempuannya tinggi. Bagus.
Biasanya,
pangeran pertama mewarisi takhta
tapi Huglia itu meritokrasi.
Urutannya berubah berdasarkan prestasi.
Kudengar itu rumit.
Memang.
Aku ingin jadi penyihir, jadi kulepas hak warisku.
Jumlah mana yang gila...
Penyihir macam apa yang ada di dalam?
Mirika cemas kau terseret perang suksesi.
Apa itu? Kau sedang apa?
Aku bekukan lapisan air tipis di telapak kakiku.
Lapisan es tipis?
Seperti sepatu luncur es.
Lebih cepat dari jalan kaki.
Mau coba?
Mau!
Tunggu dulu! Aku harus memberitahumu ini!
Menerapkan beban menciptakan gesekan.
Kusingkat saja!
Jangan asal masuk faksi!
Jangan mau direkam atau tanda tangan apa pun!
Oke, selesai!
Sekarang biarkan aku meluncur!
Dimengerti.
Aku juga ingin berseluncur denganmu, cantik.
Awas!
Luar biasa!
Triknya adalah mengambang sedikit.
Apa itu?
Berhenti, Putri Resha!
Bahaya!
Gawat. Terlalu cepat!
Keributan apa ini?
- Tuan Dario! - Tuan Dario!
Kalian berdua!
Berhenti di situ!
- Kubilang berhenti! - Tak mau!
Lebih cepat!
Berhenti!
- Kami minta maaf. - Kami minta maaf.
Ada apa ribut-ribut?
Penyihir cilik berbuat onar dan tertangkap.
Selamat datang, Kunon Gurion.
Aku Rondimond Actard, Ketua Penyihir Kerajaan.
Saya Kunon Gurion.
Wah.
Mana Putri Resha memang hebat,
tapi anak ini levelnya beda.
Kau punya Lambang Air.
Ya, di bahu kiri saya.
Dua bintang, ya?
Dua bintang?
Ada tujuh jenis lambang sihir:
Api, Air, Tanah, Angin, Cahaya, Kegelapan, dan Hampa.
Dan ada lima tingkatan.
Peringkat satu sampai lima bintang.
Lima tingkatan... Jadi saya peringkat kedua dari bawah?
Ya. Secara statistik, dua bintang paling umum.
Aku juga Angin Bintang Dua.
Benarkah?
Tapi Anda berbeda, Ketua?
Kenapa kau berpikir begitu?
Kepadatan mananya terasa beda jauh.
Istilah yang menarik.
Ya.
Kalau saya dan Resha itu keju biasa...
Anda seperti keju biru buatan tangan.
Metafora yang bau.
Tapi enak dimakan dengan anggur, jadi aku suka.
Apa Anda Bintang Tiga, Ketua Keju Biru?
Panggil begitu lagi, aku marah.
Aku ini begini.
Empat bintang...
Kau tak kaget?
Baru pertama dengar soal lambang.
Jujur, belum terlalu paham.
Benar juga. Lama-lama kau akan paham.
Ketua.
Kalau peringkatnya beda,
apa penggunaan sihirnya juga beda jauh?
Tak ada yang konkret.
Yang pasti cuma total kapasitas mananya.
Yang penting apa yang kau pelajari
dan seberapa keras usahamu.
Saya mengerti.
Nah. Cukup bicaranya?
Ya. Terima kasih banyak.
Kalau begitu, ayo mulai bersenang-senang!
Aku sangat tertarik padamu.
Aku ingin sekali mengujimu.
Dia hebat! Sudah hebat!
No comments yet. Be the first to leave one.