The first 200 lines.
Sub Eng uploaded by riri13
Sub Indo By LUPAK
Kamu masih berpikir aku yang salah?
Episode 6
Hari ini tidak ada, tidak ada penutupan kelas.
Baik.
Bagaimana?
Kakinya terkilir. Tapi dia baik-baik saja.
Bagus kalau begitu!
Sungguh. Pelatih Choi!
Ya?..
Sudah kubilang keselamatan yang lebih utama.
Berapa kali aku bilang padamu soal keselamatan?
Maaf.
Anda harus bersyukur ini tidak parah.
Guru Ma, masalahnya belum selesai di kelas anda?
Bukankah ini disebabkan karena ada yang jahil?
Benarkah?
Hey... Katakan yang sebenarnya.
Karena aku urus semua tanpa menyakitimu.
Bicara dengan guru selalu sama saja.
Aku tergelincir,
Jawaban kita juga,
Kamu...
Sama.
Apa kamu benar-benar tergelincir?
Ya. Itu kesalahanku.
Kenapa kita tidak menerima bantuan?
Karena itu tidak membantu.
Ponsel ini, punya siapa?
Bukankah itu punya Ha Na?
Benarkah?
Oh ya Tuhan. Apa ini? Hwang Soo Jin, lihat.
Apa? Kenapa Ha Na mengambil foto Soo Jin?
Apa Shim Ha Na sudah gila?
Soo Jin terkenal cantik di internet.
Mungkin dia mengambil foto untuk menaikkan popularitas Soo Jin?
Meskipun ada yang bisa berdiri dan membantunya...
Apa yang kalian lakukan?
Soo Jin, Na Ri!
Kalian. Tolong buka!
Buka! Sun Young!
Hwa Jung!
Shim Ha Na.
Kau dan aku, kita tidak berteman lagi.
Kita tidak berteman lagi.
Apa yang kau lakukan? Kenapa kau seperti ini?
Na Ri!
Aku tidak melihat apa-apa.
Bukalah!
Gadis malang.
Tapi.. ini bukan waktunya untuk kehilangan harapan.
Karena neraka hari ini akan terus berlanjut besok, dan seterusnya.
Sudah kelas enam kau harus bisa bangun sendiri.
Sampai kapan ibu harus membangunkanmu?
Hancur sudah.
Tapi apa ini benar-benar karena jatuh?
Selamat pagi, putri-putriku.
Ha Na, kakimu sudah baikan?
Yeah. Sudah agak mendingan.
Kalau kau mau pulang sehabis minum-minum, tidak usah pulang saja.
Pagi-pagi, kata-katamu sudah manis sekali.
Aku tidak minum untuk bersenang-senang, Aku minum karena bekerja.
Kalau minum adalah pekerjaanmu, kenapa harus pergi kerja pagi?
Kau harusnya berangkat malam dan minum sepanjang malam.
Siapa bilang begitu?
Kenapa kau berteriak seperti itu?
Ah, sungguh, nasib sial sedari pagi.
Apa?
Ga Yeon, ayo pergi.
Ayah, hati-hati.
Ayahmu..
Dia memakai cologne, kan?
Nilai matematika sudah keluar. Tolong lihat nilainya.
Kelas Guru Ma mendapatkan nilai yang paling tinggi.
Benar,
Kudengar ada anak yang terluka di kolam renang?
Dia tidak terluka parah.
Pakaiannya dilemparkan ke kolam renang. Bukankah anak itu dijahili?
Bukankah anda harus mengadakan wawancara perorangan...
...dan mencari keterangan yang lebih detail?
Tidak ada gunanya.
Namun bagaimana bisa anda tidak peduli akan kejahilan ini?
Anda harus temukan pelakunya sebelum semakin parah.
Kata-kata Guru Jeong masuk akal.
Lebih baik guru bertindak lebih cepat.
Apakah akan terselesaikan kalau guru hanya bertindak cepat?
Itu juga benar.
Bagaimana caranya menurut anda?
Kalau anda menghukum semua siswa, bahkan penjahil juga, akankah mereka berhenti?
Kalau aku temukan siswa yang jahil dan menghukum mereka,
"Ah, Aku benar-benar bersalah.",
...akankah mereka menyesal dan berhenti menjahili seseorang?
Atau bukankah mereka akan tetap jahil diam-diam karena marah?
Itu-
"Selama tidak terjadi di depanku tidak apa."
Sikap beberapa gurulah yang membuat kejahilan bertambah parah,
apa anda sungguh tidak paham?
Itu-
Selamat datang.
Kalian sudah periksa nilainya?
Ah, ya.
Nilai Lokal 2 hebat sekali.
Mereka menurunkan rata-rata kelas enam seluruhnya, Nona Yang.
Meskipun sekolah dasar, orang tua akan sedang kalau nilai naik.
Tidak ada orang tua yang suka nilai jelek.
Itu benar. Anda bijak sekali.
Kalau tidak memasukkan nilai lokal 3 Nn. Ma, nilai rata-rata kita di bawah nilai rata-rata nasional.
Rendah sekali.
Kalau kita terus ada tes yang sesuai standar, nilai kita tidak hanya rendah, nilainya akan merangkak di lantai.
Guru Ma, teruskan kerja bagusnya.
Guru lainnya harus membuat rencana detail untuk menaikkan nilai.
Dan kemudian serahkan padaku.
Ya.
Mari kita kerja keras
- Baik!? - Kaget aku.
Kalau dia tidak lari, dia akan telat.
Tidakkah jalannya aneh?
Apa dia terluka?
Apa peduliku?
Satu detik sebelum Nenek Ma datang!
Shim Ha Na.
Apa yang sedang kamu lakukan di sana?
Maaf...
Nilai sudah keluar.
Kini aku akan serahkan nilai kalian.
Bukankah kita harusnya melihat nilainya di website sekolah?
Aku memberikan nilaimu yang sebenarnya. Beda dari itu.
Ada kelas dan rangking sekolah,
juga prediksi rangking nasional.
Bukankah dilarang memberi rangking di sekolah dasar?
Ujian yang diadakan hanya untuk menguji kemampuan kita.
Jangan jadi lembek.
Berhenti bersikap kekanak-kanakan.
Ujian adalah untuk menguji apa yang kalian tahu dan yang tidak kalian ketahui?
Bukan, ujian...
...tidak diadakan karena kami tertarik akan kemampuan kalian.
Untuk menilai kalian
...dan membandingkan kemampuan kalian, itulah gunanya.
Tempat pertama, Kim Seo Hyun.
Di negara kita,
tidak penting kalau kalian merasa bertanggung jawab untuk diri sendiri atau tidak.
Kalau ujian kalian baik, maka kalian bisa jadi dokter.
Tempat ke-dua, Kim Tae Sung.
Tentu saja,
kalian juga tidak perlu merasakan keadilan.
Kalau ujian kalian baik,
...kalian bisa jadi penilai untuk yang lain.
Tempat ke-tiga, Go Na Ri.
Nilai ujianmu membaik.
Jadi untuk mendapatkan yang kalian mau...
Raih nila yang bagus, dan tingkatkan kemampuan kalian.
Bukan apa yang kalian tahu
tapi nilai ujian kalian adalah kemampuan kalian sebenarnya.
Tempat ke-empat, Chae Bei Na
So In Bo
Perlihatkan nilai kalian ke orang tua, dan tanda tangani.
Sisanya, Shim Ha Na bagikan mereka.
Untuk meja Oh Dong Goo, taruh di tempat penyimpanan barang...
Oh Dong Goo tidak akan datang ke sekolah lagi.
Apa?
Apa kamu bersedih karena temanmu pergi?
Tidak usah khawatir
Aku tidak akan menyuruhmu melakukan semua tugas ketua terjelek.
Berdasarkan urutan nilai, presiden terjelek baru adalah...
Eun Bo Mi.
Dengan Shim Ha Na,
kalian lakukan tugas harian.
Sampai jumpa
Hati-hati
Sampai jumpa
Baik
Kenapa ada banyak serangga?
Kenapa bisa terjadi?
Ini..
Apa-apaan
Kepala Sekolah!
Oh, kaget aku!
Apa yang sedang kamu lakukan di sana, Oh Dong Goo?
Apa anda lihat Nenek Sihir Ma?
Nenek Sihir Ma?
Oh, umm...itu...
Guru kelasmu
Oh! Ibu tahu panggilannya?
Dia tidak di sini
Oh, sungguh?
Tapi, apa nama panggilanku?
Apa? Anda tidak ada.
Benarkah?
Apa ini karena aku tidak punya kepribadian yang kuat?
Lagi pula, aku bukan guru
Tapi, kenapa kamu datang ke sekolah sekarang?
Ada yang harus kulakukan di sekolah.
Ah, Aku telat.
Hey, kalau kamu datang sekarang itu bukan telat, tapi absen.
Aku bukan telat belajar, Aku telat bersih-bersih.
Aku pergi dulu.
Dia tidak datang ke sekolah untuk belajar, tapi untuk bersih-bersih?
Apa yang harus kulakukan dengan serangga ini?
- Mau ke mana kau? - Kau bisa terluka.
No comments yet. Be the first to leave one.