The first 200 lines.
Aku memimpikan hal yang berulang
di mana aku sedang memasak pasta.
Saat sudah tiba waktunya untuk mengeringkan,
aku tidak bisa mengangkatnya dari air.
Aku merasa tidak ingin membuang airnya, aku ingin airnya tetap ada.
Air panas, sangat panas, keruh.
Itu berarti menurutku aku takut melepaskan
sesuatu yang tidak kubutuhkan lagi.
Aku tidak tahu kenapa.
Anda memiliki dua pesan suara baru.
Hei, sayang, semoga penerbangannya lancar
dan pilnya memberikan efek bagus.
Beritahu aku bagaimana pertemuannya.
Segera kabari agar aku bisa memberitahumu betapa gilanya kau.
Aku pastikan, akhir pekannya akan berlalu, oke?
Aku Mencintaimu, Pat.
Pesan baru berikutnya.
PS, semua hotel yang di daftarmu sudah dipesan
tapi aku berhasil memesan sebuah kamar
di hotel butik yang berada di luar kota.
Semoga tidak apa-apa. Aku Mencintaimu, Pat.
Omong-omong, ini Taylor.
Hai, kau sudah memesan kamarnya?
- Ya. - Ruang pertama di sebelah kanan.
Yang benar saja?
Kamar ini jelek.
Halo, permisi!
Aku tidak mendengar ada yang datang.
Aku minta maaf jika aku berisik,
tapi aku tidak melihat ada seorang pun masuk.
Halo!
Halo.
Ada orang di sana?
Aku minta maaf atas kebisingannya, aku tidak tahu ada orang di sini.
Aku akan pergi.
Ada yang bisa dibantu?
Kau?
- Halo. - Halo.
- Apa yang kau lakukan di sini? - Apa yang kau lakukan di sini?
Kau baik-baik saja? Kau tahu aku ada di sini?
Aku tinggal di sini.
Kau tinggal di sini!
Dari semua tempat? Aku tinggal di hotel ini.
Aku tidak percaya itu,
terakhir kudengar kau tinggal di Amerika.
Halo!
Idris, Idris!
Idris! - Hei, hai!
- Coba tebak? - Apa?
- Aku berhasil! - Aku tahu kau akan berhasil.
Aku seorang penulis sekarang!
Oh, sial, maaf.
Ceritakan padaku ayo ke bawah, ceritakan semuanya.
- Oke. - Ya.
Yah, ini awal yang bagus,
dia menyuruhku melakukan sedikit tarian
dan melakukan beberapa hal. - Ya.
Dan dia memberiku peran saat itu juga,
karena hal yang tidak bisa kutangani,
dalam dua minggu aku mendapatkannya.
- Tidak. - Apa aku tidak mengerti?
- Tidak tidak. - Hei, hei, kau baik-baik saja?
Dia memberitahuku beberapa saat kemudian
kau mendapatkan perannya.
- Ini luar biasa. - Sungguh luar biasa, .
Aku tidak bisa berekspekstasi sesuatu yang baik.
Bergembiralah untukku, Bergembiralah untukku.
Sangat gembira, ini luar biasa.
- Ya? - Ya, tentu saja.
Ini bisa berlangsung lama sekali
mereka bisa - Yeah, yeah, yeah, ssh!
- Apa maksudmu, diam? - Tidak, tidak, aku tidak bermaksud...
Aku tidak bermaksud.
bilang omong kosong. - Apa yang kau pikirkan?
- Bukan diam, diam, diam. - Aku sangat bergembira.
Aku tahu.
- Kau tidak gembira untukku? - Aku sangat gembira.
Ya Tuhan, kau tahu di mana dia melihatku?
Direktur castingnya?
- Tidak. - Dia melihatku
di sebuah pertunjukan di Manchester.
- Ya. - Pertunjukan yang mengerikan itu.
- Tidak, kau bercanda. - Ya, begitulah,
dan dia berkata aku ingat melihatmu malam itu-
- Bagus. - Kau seperti, listrik
dan dinamis.
Pertunjukan yang pertama kali kau lihat, yang kau katakan
Aku sungguh menyukai gadis ini.
Itu pertunjukan yang dia lihat, jadi memang jelas
saat itu aku seperti memancarkan energi yang luar biasa
atau sesuatu yang lain.
Dan kemudian mereka menyuruhku melakukannya
dengan seorang pria. - Seorang pria?
Mereka mengadakan casting, dan melakukannya denganku.
Dia cukup berbakat.
- Ya. - Kau baik-baik saja?
Aku baik-baik saja, menurutku aku hanya...
mungkin aku terlalu bergembira dengan semua yang kau ceritakan kepadaku.
Oh, ya, ada yang datang?
- Di mana? - Apa maksudmu, dimana?
Di sini. Apa yang selama ini kau lakukan?
- Jadi saat kau tiba di sana kau berada di sebuah ruangan besar,
ada panggungnya? - Apa? tidak.
Seperti kamar biasa?
Seperti ruang latihan.
Seperti kamar biasa.
Ya, Berapa banyak orang
ada di sana, ada tiga orang di sana?
Ada tamu yang datang?
Aku sedang mencoba menyiapkan geladak.
Jadi kau sedang melakukan sesuatu hal,
yang kuminta..
Listriknya padam.
- Tidak. - Dengarkan aku.
Aku mengerti, kau sedang menyiapkan geladak.
Aku akan memeriksa buku-bukunya.
Tidak, tidak, musiknya sangat keras. Louis
Jika ada orang di sini, pasti ada catatan di buku ini.
Ini masalahnya dan inikah yang kau pikirkan.
Apa yang kau lakukan? aku perlu melihat ada orang datang atau tidak.
Masalahnya ini masalahnya.
Astaga...
Seseorang ada di sini, Sudah kubilang...
Aku harus memberitahumu sesuatu.
Riwayat, waktu.
- Apa-apaan... - Waktu dulu.
- Oh, maaf, sebentar, aku bermaksud...
Hai. - Sudah kuduga, aku lelah.
Pak, permisi.
Louise, tunggu.
Aku sangat beruntung menemukanmu. Tidak...
Kau luar biasa.
Mantan istriku ada di lantai atas.
Apa?
Ya.
Itu dia.
Wow!
Ya.
Ku pikir kau mengundangnya
tapi kemudian aku bertanya-tanya tak mungkin kau melakukan itu,
lalu aku menyadari ini akan menjadi gila.
- Itu akan menjadi gila. - Kau tidak akan melakukan itu.
- Aku tidak akan pernah, mengapa? - Jadi dia ada di sini.
- Karena? - Dia tamu,
dia kebetulan jadi tamu.
- Dia kebetulan menjadi tamu. - Ini hanya kebetulan.
Aku belum pernah melihatnya selama 10 tahun,
Aku belum berbicara dengannya.
Dia tahu kau punya pacar?
Ya, ya, ya, ya. Tidak
Jadi tidak akan aneh, dia tidak akan,
eh kau di sana?
- Dia tidak ke sini untuk melihatku. - Tidak.
Dia tidak datang mencariku.
- Benar. - Dia...
- Dia cuma mampir. - Dia cuma mampir.
Apa canggung ketika kau berbicara dengannya?
- Ya. - Ya.
Ya, aku tidak bisa menjelaskan seperti apa rasanya. Dulu...
Dia cuma mantan dan aku mencintaimu.
Benar, kau memberitahunya... Aku sangat senang
kau dapat perannya, itu luar biasa, ya.
Anda memiliki dua pesan tersimpan.
Hei, sayang, semoga penerbangannya lancar
dan pilnya memberikan efek bagus.
Beritahu aku bagaimana pertemuannya.
Aku merasa kurang rapi.
Kau terlihat cantik.
kau terlihat tampan dan aku suka-
- Yah, kupikir kau akan suka Bagaimana menurutmu?
Aku hampir 40 tahun.
- Baiklah, ya. - Aku hanya...
Menurutku aku akan ikut untuk makan malam.
- Makan malam? - Makan malam.
- Makan malam. - Ya.
Halo.
- Patricia, ini Louise. - Hai.
Tanganku penuh oatmealy, tapi hai.
tidak apa-apa, aku minta maaf, aku tidak bermaksud menyela.
Teleponku tidak berfungsi
Bolehkah aku meminjam teleponmu
untuk memanggil taksi untuk makan malam
Ya tentu saja.
Sepertinya tidak ada swalayan di sini,
tentu saja, aku sedang memasak makan malam.
tidak, tidak, aku sama sekali tidak ingin merepotkanmu.
Aku suka jika kau bergabung, jika kau mau.
Ya kenapa tidak?
Aku sadar betapa tidak nyamannya situasi ini.
Sama sekali tidak.
- Tidak, tidak sama sekali. - Tidak.
Dengar, aku senang kau mengatakan sesuatu
tapi tidak apa-apa.
Ini hanya kebetulan yang luar biasa.
Ya, tidak apa-apa.
Louise, tidak apa-apa, tolong, bergabunglah.
Jika kau mau,
tapi jika kau ingin keluar, kau bisa keluar,
tapi, aku membuat banyak bolognese
- Baunya enak. - Jadi tolonglah.
No comments yet. Be the first to leave one.