The first 200 lines.
Kak Min Jae!
Kak Min Jae!
Kak Min Jae!
Kak Min Jae!
Kak Min Jae!
"Episode 7"
Dia mungkin mengajukan gugatan terhadapmu. Coba buat kesepakatan.
Kenapa kamu lakukan itu kepadaku?
Kamu meneleponku dan menyuruhku membawakan tas itu.
Duduklah.
Dol Mok tidak memberitahumu?
Dol Mok
pergi ke kampung halaman untuk upacara peringatan kematian ibunya.
Kurasa dia tidak memahamiku karena dia muda. Jadi, aku ke sini.
Jika dia membiarkan hal ini,
itu akan menguntungkan bagimu dan Dol Mok.
Aku tidak mengerti.
Beri tahu putramu
agar kalah dalam pertandingan itu.
Dol Mok akan memiliki lebih banyak peluang kelak.
Dia bisa mencoba Olimpiade Beijing tahun depan.
Selain itu, dia akan dapat bayaran tinggi.
Dasar berengsek!
Karena itukah kamu menjebakku dan mengancam Dol Mok
agar kalah dalam pertandingan?
Kamu sebut dirimu seorang guru?
Hentikan itu! - Lepaskan aku.
Jika tidak, kamu akan membusuk di penjara selamanya.
Baik! Aku akan membunuhmu
dan menghabiskan sisa hidupku di penjara.
Tolong aku!
Selamatkan aku! - Apa katamu, Berengsek?
Dasar berengsek.
Si bodoh ini bisa saja membunuhku.
Baiklah.
Kamu bisa membusuk di penjara seumur hidupmu, Pencuri!
Ayo pergi.
Ayah.
Siapa kamu?
Aku putranya. Biarkan kami bicara sebentar.
Apa dia putramu? - Ya.
Kenapa si berengsek itu di sini?
Maksudku si kepala sekolah.
Apa yang dia katakan kepada Ayah?
Ayah sudah tahu semuanya.
Dia menyuruhmu agar kalah dalam pertandingan.
Karena itu dia menjebak ayah dalam pencurian, bukan?
Dol Mok.
Jangan turuti permintaannya.
Apa pun yang terjadi, kamu harus menang.
Hancurkan dia walau itu dilakukan karena dengki.
Lalu bagaimana dengan Ayah?
Tidak usah pikirkan ayah sama sekali.
Kamu hanya perlu memikirkan masa depanmu. Mengerti?
Hei, ayah tahu banyak soal hukum walau kamu tidak memercayai ayah.
Jika ayah dihukum tiga kali, ayah tahu hukum melebihi profesor.
Ayah akan dibebaskan dengan masa percobaan.
Hei, ayah merasa nyaman di pusat tahanan.
Jangan cemaskan ayah.
Fokuslah dalam pertandinganmu dan lakukan dengan baik.
Berhentilah bicara. - Paham?
Lakukan dengan baik!
Pertandingan Yoon Ho besok.
Kamu tidak akan pergi, ya?
Ya, aku sibuk bekerja.
Aku juga tidak ingin pergi.
Jika aku tidak pergi, Mi Ae akan marah.
Itu pertandingan apa?
Anggar. Mereka gelar pertandingan ulang untuk posisi di tim nasional.
Anggar?
Kepalamu, bahu, kepala, dan kepala.
Dia pemain anggar biasa, tapi aku main untuk tim nasional.
Siapa lawan Yoon Ho?
Namanya cukup unik.
Apakah Jang Dol Mok?
Jang Dol Mok?
Ada apa? Apa kamu kenal dia?
Kamu tidak mengingat dia?
Kita bertemu anak itu di Chuncheon. Namanya Jang Dol Mok.
Atau orang lain?
Kamu.
Dasar perempuan licik, ayo keluar.
Kemarilah.
Bibi kenapa? - Kamu.
Apa yang Bibi lakukan?
Beraninya kamu.
Beraninya kamu tinggal di rumah ini dan menyakiti Yoon Ho.
Hei, apa hubunganmu dengan Jang Dol Mok?
Ada apa? Kenapa kamu menganiaya putra bibi?
Aku tidak menganiaya dia.
Dia yang memukulku pertama.
Selain itu, aku hanya membanting dia.
Hei, memang kamu siapa berani membanting putra bibi?
Apa kamu ini preman?
Karena kamu, Yoon Ho tidak bisa menggerakkan punggungnya.
Dia harus bertanding, tapi kamu melukai dia.
Beraninya kamu menatap mata bibi dan asal bicara.
Kak Mi Ae, kamu kenapa?
Jangan pukul dia. Bicaralah saja. Sikap Kakak tidak beradab.
Lepaskan. Entah apa kamu bisa bicara begitu jika Hwa Young terluka.
Dasar perempuan licik.
Hentikan. Apa yang kamu lakukan?
Menyingkir. Tidak ada yang bisa menghentikanku sekarang.
Kamu. Dasar berengsek, kemarilah.
Ya ampun.
Punggungku. Apa yang harus kulakukan?
Apa Bibi baik-baik saja?
Beraninya kamu menyentuh bibi. Dasar gila...
Hei, hubungi polisi.
Bibi akan memenjarakanmu.
Hubungi polisi sekarang juga!
Apa yang harus kulakukan? Punggung dan lenganku sakit.
Ya ampun.
Hei, astaga. Tunggu. Jalanlah pelan-pelan.
Ya ampun. Apa yang harus kulakukan?
Hei, kamu!
Sulit dipercaya. - Hei.
Hubungi Pak Jung dahulu.
Aku akan membuat diagnosis tertulis
dan memenjarakan dia. Si berengsek itu, akan kubunuh dia.
Ini bukan perkara yang harus melibatkan pengacara Kakak.
So Joo juga tampak bingung.
Aku yakin dia refleks. Dia memegang sabuk hitam. Biarkan saja dia.
Hei! Kini kamu menghina kakak?
Kakak bilang telepon dia, jadi, lakukanlah!
Baiklah.
Ya ampun, sakit.
Jangan coba-coba membela dia.
Beraninya dia kabur setelah menganiayaku.
Aku tidak akan mengampuni dia dan ayahnya. Dasar tidak berguna.
Ayah So Joo adalah detektif di Unit Kriminal.
Bagaimana jika Bibi mendapat masalah?
Hei, kamu kira dia punya kuasa untuk melakukan itu?
Kamu tahu siapa yang mempromosikan dia menjadi kepala tim itu?
Kakekmu yang mempromosikan dia. Ketahui fakta dahulu sebelum bicara.
Kepala tim detektif? Yang benar saja.
Bibi akan membuatnya memohon ampun.
Kenapa Kakek mempromosikan dia?
Ada alasannya. Kamu tidak perlu tahu.
Apa yang akan bibi lakukan?
Apa alasannya, Bibi? Tolong beri tahu aku.
Jujur saja, aku tidak suka So Joo tinggal bersama kami.
Kamu bilang dia temanmu.
Aku hanya berkata begitu karena Ayah melindungi dia.
Kenapa aku membela orang yang sudah menyakiti Yoon Ho?
Seperti yang Bibi katakan, dia tidak selevel dengan kita.
Kamu juga berpikir begitu, bukan?
Omong-omong, apa yang terjadi
antara Kakek dan ayahnya?
Minumlah. Minum!
Hei, hentikan musiknya.
Pizanya sudah datang.
Hei, matikan musiknya.
Hei, oper itu. - Oper pizanya.
Berapa harga pizanya?
Hei, piza sudah datang!
Astaga, ini sungguh menyebalkan.
Hei, simpan saja kembaliannya.
Astaga.
Terima kasih.
Tapi besok ada pertandingan.
Haruskah kamu minum?
Minum atau tidak, aku tidak bisa mengalahkanmu dengan kemampuanku.
Jadi, ibuku yang cerdas memakai strategi lain.
Myung Ho, kamu di sekolah hukum? - Ya.
Jika narapidana yang sudah dipenjara tiga kali
mencuri lagi,
berapa tahun kira-kira dia akan dipenjara?
Itu akan dianggap sebagai pencurian serius.
Dia akan lama dipenjara.
Hei,
kamu tidak malu berlaku curang demi menang?
Apa maksudmu?
Siapa bilang aku akan menang?
Apa kamu akan membiarkanku menang?
Jangan lakukan itu. Gunakan saja kemampuanmu untuk menang.
Kamu harus menang.
Aku tidak tertarik
dengan tim nasional atau medali.
Kamu kira aku menjalani pelatihan demi masuk tim nasional?
Dia sudah gila.
Lalu kenapa ibumu melakukan hal ini?
Itu keinginan ibuku.
Tapi aku tidak berminat bermain anggar untuk tim nasional.
Aku hanya
berminat
melihat ayahmu dipenjara dalam waktu yang lama.
Kamu bahkan tidak ingin menang,
tapi memenjarakan orang tidak bersalah?
Kamu tidak penasaran kenapa aku melakukan ini?
Itu karena
kamu mencoba bersikap kurang ajar kepadaku.
Jadi, kelas rendahan tidak boleh kurang ajar dengan aristokrat.
Mengerti?
Hei, mainkan musiknya.
Dia akan pergi. Nyalakan musiknya.
Ayo bersenang-senang. Mainkan musiknya!
Ayo kita mulai.
Hei, bersenang-senanglah!
"Jenderal Baek San"
No comments yet. Be the first to leave one.