Season 1

Release info

The Miracle of Teddy Bear S01E14-NF-WEBDL
A Commentary by Sh1Ft3R
𝙉𝙁 𝙍𝙚𝙡𝙚𝙖𝙨𝙚

Tags

webdl
web
WEBDL
Published on: 2022-08-01
Downloads: 14
Hearing Impaired: No

Indonesian subtitle preview

The first 200 lines.

Tanya ibumu

kenapa dahulu ayahmu memanggilmu

anak haram

Apa Ibu dan Paman Saen masih saling mencintai?

Apa aku sungguh anak haram seperti kata Ayah?

Jangan bilang begitu.

Ada orang di dalam rumah? Keluar sekarang juga.

Kau lihat cara mereka menatap kita?

Kau sungguh berpikir mereka ke sini untuk mengembalikan ingatan Tofu?

SEBELUMNYA

Kau harus hidup di masa kini.

Gunakan waktumu untuk mencemaskan perasaan orang terkasihmu.

Kau membingungkan Tofu

dengan menunjukkan banyak kekhawatiran terhadap mantan pacarmu.

Dia bilang…

ibu menunjukkan gejala penyakit Alzheimer.

Karena ibumu sakit,

mari kita mencari cara untuk membantunya.

Aku curiga masih ada bukti yang tersisa di rumah ini.

Tim forensik kita bahkan menemukan darah

yang sudah dihapus bersih.

Menurutmu mereka melewatkan sesuatu?

Pecahan tembikar.

Bagaimana bisa ada di sana?

Bagaimana kau tahu?

Aku menemukan pecahan tembikar di kaktus rumah Tatarn.

Mungkinkah berkaitan dengan kasus ini?

Bisa tolong periksakan?

Letnan Kong.

Bisa cari foto lama rumah ini agar bisa kita bandingkan?

Baik, Pak.

Hei.

Kenapa kau datang ke sini?

Sudah kubilang jangan kemari.

Pegawaiku bilang polisi pergi ke rumah Tatarn.

Lihat? Anak-anak itu benar-benar menyusahkan kita.

Seharusnya kau diskusikan denganku sebelum izinkan mereka masuk.

Kau terlalu ceroboh.

Kau yang ceroboh.

Jika kau tidak ikut campur, itu akan jauh lebih mudah.

Aku ikut campur karena mencemaskanmu.

Jika kau tak menyerangnya, aku takkan membahayakan diriku.

Kau mengancamku?

Aku hanya memperingatkanmu.

Berhentilah berusaha.

Aku tidak akan mundur.

Memang apa hasil yang kau harapkan?

Kau tahu betul bahwa kau tidak punya cukup pengaruh.

Itu tidak akan membawa perubahan.

Keadaan mungkin tak berubah hari ini,

tetapi nanti di masa depan.

Waktu ada di pihak kami.

Kami punya waktu untuk menang, bertarung, kalah.

Menang mungkin butuh waktu,

tetapi hari itu akan datang.

Namun, kekuasaan memihak mereka.

Kita harus mendapatkan kekuasaan itu.

Rakyat seharusnya memiliki kekuasaan agar masalah bisa diselesaikan.

Apa aku harus menyerah dan menjadi pengecut sepertimu?

Haruskah aku menyerah pada kekuasaan, mengabaikan prinsipku,

dan bersikap tak bermoral sepertimu?

Aku tidak bisa.

Pak Saen…

memukul kepala keponakanmu.

Awasi dia diam-diam

dan terus kabari aku.

Aku menuju ke sana sekarang.

Aku diam saja seperti yang kau suruh,

tetapi masalah tetap mendatangi kita.

Apa kau yakin

bahwa tidak ada orang di rumah itu selain kau dan anak buahmu?

Kenapa? Siapa yang kau curigai?

Tofu.

Dia mungkin mengenal Tarn.

Dia bisa saja ada di rumah hari itu dan melihat semuanya.

Itu sebabnya dia pindah ke rumah sebelah,

dan berbohong soal amnesianya untuk mengawasi kita.

Kau lihat caranya menatap kita?

Seolah dia tahu sesuatu.

Pikirkanlah. Dia pergi ke rumah itu kemarin.

Hari ini, polisi ke sana mencari sesuatu.

Bagaimana ini bisa terjadi?

Belum diketahui pasti apa penyebabnya.

Menurut studi,

ada banyak faktor yang bisa menjadi penyebab penyakit Alzheimer.

Bisa karena usia,

genetik, trauma otak,

atau infeksi otak.

Hal tersebut bisa menyebabkan perubahan pada sel otak.

Saat sel otak memburuk,

pasien mulai kehilangan ingatan.

Ini memengaruhi berpikir

dan membuat keputusan.

Mereka akan menjadi pelupa

dan tidak akan bisa mempelajari hal-hal baru.

Sejujurnya,

kemungkinan terkena penyakit Alzheimer

untuk orang berusia 50-an sepertimu sangat kecil.

Terutama untuk seseorang yang mengidap penyakit mental,

kemungkinannya sangat kecil.

Namun, melihat dari gejalamu,

kemungkinan besar

bahwa itu penyakit Alzheimer.

Namun, kita tetap harus memonitor gejalanya.

Kenapa Ibu tidak memberitahuku sebelumnya?

Ibu takut kau akan khawatir.

Ibu berniat akan memberitahumu setelah berlibur.

Ibu tidak menduga terjadi insiden itu di Chiang Mai.

Itu tidak penting.

Karena kini kita sudah tahu,

mari kita lakukan yang terbaik untuk menjaganya mulai sekarang.

Benar sekali.

Kita tidak bisa menyembuhkan penyakit Alzheimer,

tetapi jika kita tahu dan mengobatinya lebih awal, juga menjaga diri dengan baik,

itu akan memperlambat perkembangan penyakitnya.

Kita juga bisa mencegah bahaya komplikasi lain.

Untuk mengobati Alzheimer,

kau bisa menggunakan obat-obatan dan metode lain.

Ini obat yang kuresepkan.

Satu obat untuk sementara mengurangi gejalanya,

dan obat lainnya untuk menekan zat kimia yang merusak otak.

Pasien bisa menjalani hidup yang relatif normal.

Kau akan merasa gembira

yang akan mempermudah perawat.

Di mana Tofu?

Ayo, Bu Na.

Lemparlah.

Namun, yang lebih penting daripada obat-obatan

adalah menjaga otak,

serta menjaga kesehatan fisik dan mentalmu.

Penelitian telah menemukan

bahwa olahraga rutin

dapat menyegarkan otak

dan memperlambat perkembangan penyakitnya.

Juga penting

bagi pasien untuk bersosialisasi dan bertemu orang

selain anggota keluarga.

Aku melihat lampumu masih menyala.

Aku ingat belum membongkar barang.

Kau butuh bantuan?

Aku bisa simpan kopernya besok.

Terima kasih.

Nut sudah tidur?

Belum.

Dia agak antusias.

Dia sedang membaca buku Gen.

Aku harus berterima kasih kepadamu karena sudah mengurus kami.

Kau tidak perlu berterima kasih.

Kalian berdua juga mengurusku dengan baik.

Itu tidak sama.

Mungkin aku…

sedikit pelupa,

tetapi aku sangat mengenal putraku.

Nut itu merepotkan,

terutama saat dia marah.

Aku sangat berterima kasih padamu…

karena menerima dirinya dan tidak menyerah.

Mulai sekarang, kondisiku…

akan terus memburuk.

Aku tidak akan sama lagi…

dan akan menyebabkan lebih banyak masalah baginya.

Aku ingin memintamu

untuk tetap tenang

serta…

tetap baik kepada keluarga kami.

Jangan tinggalkan Nut.

Aku tidak mau dia kehilangan orang lain yang dia cintai dan mencintainya.

Aku berjanji.

Aku akan tinggal dan menjagamu

juga mengurus Nut.

Aku tidak akan pernah pergi.

Aku akan mengurus Nut selamanya.

Ini bukan hanya pekerjaanku,

tetapi tujuan hidupku.

Terima kasih.

Kau fokus seperti sedang belajar untuk ujian.

Kau pernah melihatku belajar untuk ujian?

Siapa yang tahu?

Aku mungkin pernah melihatmu.

Kau hanya tak peduli padaku.

Kemarilah.

Jadi…

Bacakan untukku.

Suaramu mungkin akan mengurangi kesedihanku.

"Ibumu berperilaku dan berbicara secara berbeda.

Setelah pemeriksaan,

didiagnosis menderita penyakit Alzheimer.

Pasien masih bisa bicara normal.

Ingatannya tetap ada.

Artinya dia masih di stadium awal."

Katanya…

Ibu akan terus kehilangan ingatannya

dan kemampuannya untuk membantu diri sendiri.

Ibu akan lupa cara mengunyah.

Ibu bahkan akan lupa cara bernapas.

Jangan takut.

Apa pun yang terjadi,

kita akan terus berjuang.

Mari kita buat sisa kenangan ibumu

sebagai kenangan indah.

The Miracle of Teddy Bear subtitles in other languages

More Indonesian subtitles for The Miracle of Teddy Bear

Comments

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left